Politik & Pemerintahan

Pemkab Mimika Siap Launching 152 Koperasi Merah Putih

Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong didampingi Pejabat Sekda Mimika Petrus Yumte dan Ketua Harian Satgas Pembentukan Koperasi Merah Putih di Mimika, Inosensius Yoga Pribadi usai Rapat Koordinasi

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika siap melaunching 152 Koperasi Merah Putih yang tersebar di wilayah kota, pesisir hingga pegunungan.

Ketua Harian Satgas Pembentukan Koperasi Merah Putih di Mimika, Inosensius Yoga Pribadi mengatakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika berhasil membentuk 152 Koperasi Merah Putih atau 100 persen pembentukan Koperasi Merah Putih.

Namun, ada 23 Koperasi yang sementara masih dalam proses akta izin dan lainnya.

“152 Koperasi yang telah terbentuk ini akan dilaunching pada tanggal 19 Juli, dan Pemkab Mimika mewakili Provinsi Papua Tengah dalam program Koperasi Merah Putih ini,” kata Yoga usai lakukan Rapat Koordinasi bersama Kementerian Koperasi melalui zoom meeting, Senin (7/7/2025).

Yoga menjelaskan, 152 koperasi tersebut dibuka pada 133 kampung dan 19 kelurahan yang ada di Mimika.

Ada tiga titik koperasi yang akan menjadi tempat launching yakni Koperasi di Kampung Miyoko-Kokonao, Koperasi Desa Merah Putih di Kampung Amungun dan di Distrik Wania.

“Untuk launching ini juga kita lakukan koordinasi bersama pihak terkait, dari Bulog, Pertamina hingga BRI. Untuk BRI ini kita harapkan dapat dibuka di wilayah-wilayah pedalaman. Sehingga masyarakat mendapatkan akses perbankan di sana,” jelas Yoga.

Ketika ditanya apa bidang yang diambil dalam pembentukan Koperasi Merah Putih ini, Yoga menyebut bahwa pembentukan koperasi ini disesuaikan dengan hasil dan kebutuhan disetiap wilayah. Misalnya, wilayah Pesisir dibutuhkan penyimpanan hasil ikan ataupun pembukaan toko sembako dan lainnya.

“Untuk setiap koperasi bervariasi bidangnya, jadi kami sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setiap wilayah. Karena pembentukan koperasi ini melalui musyawarah masyarakat bersama aparat kampung,” ujarnya.

Sedangkan, untuk anggaran pembentukan koperasi adalah  2,5 persen dari anggaran kampung. Sementara, untuk kelurahan diberikan anggaran dari Pemkab Mimika melalui Dinas Koperasi Mimika.

“Karena dana kampung juga baru diberikan, sehingga untuk awal pembentukan ini masih dibiayai Pemkab Mimika. Pembinaan dan pengawasan akan dilakukan Dinas Koperasi, jadi Koperasi Merah Putih ini tanggungjawab Diskop,” ungkapnya. (Shanty Sang)

Komisi I DPRK Mimika Gelar RDP Bersama KPU, Bawaslu dan Kesbangpol

Foto bersama DPRK, KPU, Bawaslu dan Bakesbangpol Mimika

MIMIKA, BM

Komisi I DPRK Mimika menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Mimika. 

RDP yang berlangsung di Kantor DPRK Mimika, Kamis (26/6/2025) kemarin dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alvian Belyanan dan anggota Komisi I.

Ketua Komisi I DPRK Mimika, Alvian Belyanan mengatakan RDP dilaksanakan untuk mengevaluasi realisasi penggunaan dana hibah yang diterima KPU senilai Rp 140.910.206.500.000 dari Pemkab Mimika melalui Kesbangpol.

Selain itu, Komisi I juga mengecek sudah sejauh mana KPU telah membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) anggaran negara tersebut.

"Dalam RDP Kesbangpol dan KPU sudah sampaikan realisasi penggunaan dana hibah itu. Atas laporan itu, kami nilai sangat wajar dan kita mampu melaksanakan pemilu dan pilkada tahun 2024," kata Alvian usai RDP.

Tidak hanya itu, RDP tersebut juga untuk mengevaluasi tahapan yang telah dilakukan. Ternyata, berdasarkan laporan KPU dan Bawaslu, masih ditemui berbagai kendala, yaitu, terkait penempatan TPS, jumlah DPT yang masih rancu dan tidak sesuai dengan data yang diperoleh di Kementerian.

"Hal-hal seperti inilah yang harus kita benahi bersama untuk persiapan pemilu kedepannya. Kami dari Komisi I yang memiliki tanggungjawab moral dan konstitusional untuk menyelesaikan kekurangan-kekurangan ini secara baik kedepannya," ujarnya.

Komisi I DPRK Mimika mengharapkan agar secepatnya KPU segera melaporkan LPJ ke Pemkab Mimika mengingat realisasi dana hibah telah terserap dengan baik.

"Tadi kami sudah arahkan untuk LPJ harus dibuat dan KPU juga sampaikan sudah siap dan akan dilimpahkan," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris KPU Mimika, Rony Toisutta, menyampaikan bahwa RDP dan kolaborasi bersama Pemkab Mimika dan seluruh pemangku kepentingan ini sangat penting demi kelancaran Pemilu dan Pilkada. 

"Walaupun ada beberapa kendala yang sedikit mengganggu, secara umum, pelaksanaan pilkada berjalan lancar," kata Rony.

Terkait laporan penggunaan anggaran, Rony mengaku saat ini KPU Mimika sedang dalam proses penyusunan. 

"Kami telah mencatat beberapa poin penting, dengan sepuluh laporan yang telah kami sampaikan, meskipun ada tiga laporan yang masih dalam tahap penyelesaian," jelasnya.

Tiga laporan yang dimaksud mencakup rincian kas dan bukti fisik pengeluaran. Tantangan yang dihadapi adalah terkait penutupan buku transaksi di pemda yang biasanya terjadi Januari-Maret, sebelum berhadapan dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Namun, KPU Mimika berkomitmen menyiapkan semua bukti pengeluaran sebelum diserahkan ke daerah, serta menjalankan seluruh proses secara transparan dan sesuai prosedur. 

"Semua langkah yang diambil bertujuan memenuhi harapan masyarakat agar proses pemilu dapat berlangsung dengan baik," pungkasnya. (Shanty Sang)

Permudah Pemasaran Pembudidaya Ikan, Tahun Ini Dinas Perikanan Launching Sicantik Mimika

Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya pada Dinas Perikanan, Neti Rera

MIMIKA, BM

Tahun ini, Dinas Perikanan Kabupaten Mimika akan melaunching aplikasi 'Sicantik Mimika' atau atau Sistem Pencatatan Usaha Pembudidayaan Ikan.

Aplikasi inovasi Dinas Perikanan ini dibuat sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap pembudi daya ikan, mengingat besarnya potensi perikanan yang ada di Mimika.

Kepala Bidang Perikanan dan Budidaya pada Dinas Perikanan, Neti Rera mengatakan dengan aplikasi ini maka pembudidaya dapat menyimpan stok ikan konsumsi, benih ikan, stok ikan hias yang tentunya tersedia juga lengkap dengan harganya.

"Semua fitur dalam aplikasi ini sudah lengkap sehingga memudahkan masyarakat untuk mencari jenis ikan atau benih yang ingin mereka budidayakan mereka tinggal buka aplikasi Sicantik Mimika saja," ucap Neti Kamis (3/7/2025) kemarin.

Pihaknya terus berupaya untuk pembudi daya menjadi pembudi daya milenial yang mana pemasarannya dalam bentuk online (daring-red) dan tidak lagi pemasaran dalam bentuk konvensional.

Dengan begitu, pembudi daya juga bisa mempersingkat waktu dalam bekerja. Budi daya ikan menurutnya harus fokus, sehingga kalau harus memasarkan maka memerlukan waktu.

"Di Mimika pembudi daya fokus di ikan nila, lele, mujair, patin dan ikan mas. Tapi ikan mas masih sangat terbatas karena wadahnya khusus," ujarnya.

Neti berharap, peluncuran aplikasi ini dapat meningkatkan efisiensi dan keberhasilan dalam usaha budidaya ikan di Kabupaten Mimika, serta memberikan akses yang lebih baik kepada masyarakat terkait informasi pasar. (Shanty Sang)

Top