Politik & Pemerintahan

Wabup John : Satu Tahun Kepemimpinan Omtob Masih Banyak yang Harus Diperbaiki


Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob saat dilantik, 6 September 2019

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob dilantik oleh Gubernur Lukas Enembe pada 6 September 2019.

Dengan demikian maka pada Minggu (6/9) kemarin, pasangan Omtob ini genap satu tahun memimpin Mimika.

Baru setahun, pemerintahan ini belum bisa dikatakan berhasil karena masih banyak yang harus diperbaiki dan dikerjakan sesuai dengan visi dan misi yaitu mewujudkan Mimika yang Cerdas, Aman, Samai dan Sejahtera.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan selama satu tahun ini, Ia bersama Bupati Eltinus Omaleng sudah menyiapkan Rancangan Program Jangka Panjang Daerah (RPJMD) untuk visi dan misi dan sudah dibuatkan dalam suatu Peraturan Daerah (Perda) yang ditetapkan oleh DPRD Mimika.

Wabup John Rettob menyampaikan hal ini kepada wartawan dalam jumpa pers di Hotel Horison, Senin (7/9).

Menurutnya, perda ini ini akan menjadi dasar untuk pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Mimika.

Wabup John mengakui pelaksanaan RPJMD seharusnya dilakukan pada Maret 2020 karena sesuai aturan harus dilakukan Enam bulan setelah pelantikan. Namun karena terkendala Pandemi Covid-19 maka tertunda.

"Dalam RPJMD ada lima misi yang harus kita jalankan untuk tujuan visi kita mewujudkan Mimika yang cerdas, Mimika yang aman, Mimika yang damai dan Mimika yang sejahtera," ungkapnya.

Dikatakan, fungsi pemerintah adalah untuk mensejahterakan masyarakat. Guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera tentu pemerintah harus membuat regulasi dan kiat-kiat yang cerdas guna agar berdampak pada pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.

Menurutnya, di masa satu tahun ini, pencapaian Omtob baru mencapai 20 persen jika disesuaikan dengan RPJMD selama lima tahun. Namun, jika dilihat dari program kerja 100 hari usai dilantik, mereka sudah memenuhi pencapaian 100 persen.

"Target kita 100 hari kerja ini kita buat dan betul-betul terjadi 100 persen. Salah satu contoh adalah bagaimana beberapa distrik sudah bisa dihubungkan jaringan internet. itu terpenuhi. Selain itu, Mimika sudah memiliki Command Center yang dapat menghubungkan dengan masyarakat distrik di pedalaman yang sudah ada jaringan internetnya,"kata Wabup John.

Ditahun pertama juga, hubungan pemerintah dan PT Freeport Indonesia termasuk YPMAK berjalan baik sebagaimana mestinya. Mereka bahkan telah terlibat bersama dalam beberapa kesempatan kerjasama untuk membangun Mimika.

Diantaranya, penanaman 1 juta hektare pohon kelapa yang merupakan program kerja Omtob bersama PT Freeport Indonesia di wilayah pesisir Mimika. Selain itu kegiatan infrastruktur terusan dari pekerjaan lama berupa pembangunan bandara Mozes Kilangin.

"Satu tahun pertama ini kita sudah mencapai angka 20 persen, ini cukup berhasil," ujarnya.

Wabup juga mengakui bahwa sejumlah program prioritas masih terhambat karen pandemi Covi-19 yang melanda Mimika sejak Maret lalu.

"Bandara Mozes Kilangin harusnya kita sudah mengoperasikannya di tahun pertama kami, tapi ternyata kita mundur, salah satunya juga karena Covid-19," tuturnya.

Selain itu, di tahun pertama ini juga seharusnya dilaksanakan perhelatan akbar Pesparawi se-Tanah Papua dan Pekan Olahraga Nasional XX namun juga tertunda karena Pandemi.

"Kepada masyatakat Mimika, saya pribadi dan bupati minta maaf karena jika dievaluasi secara keseluruhan, banyak program kita terhambat karena Covid-19," tuturnya.

Ia meminta masyarakat Mimika untuk bersabar, semoga di tahun kedua Omtob bisa membangun Mimika menjadi lebih baik terutama dalam membangun sinergitas dengan masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan di Mimika.

"Kita doakan bersama dan masyarakat harus tetap yakin dan optimis bahwa Mimika cerdas, aman, damai dan sejahtera mudah-mudahan dapat terwujud," harapnya.

John mengakui, bahwa selama satu tahun kepemimpinan bersama Eltinus Omaleng ada banyak suka dan duka yang mereka rasakan dan lewati bersama. Semua ini akan menjadi bahan evaluasi bagi keduanya.

"Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Mimika, sebenarnya di tanggal 6 September 2020 kami melakukan evaluasi kinerja kami. Evaluasi untuk menilai apa yang sudah kita capai, apa yang belum, apa yang harus kita buat, langkah-langkah ke depannya seperti apa, bagaimana tantangan saat ini dan sebagainya agar apa yang bisa kita harapkan bersama dapat terwujud," ungkapnya.

Lanjutnya, saat ini di Mimika sudah tercipta rasa kebersamaan, solidaritas, aman dan damai ditengah masyarakat. Kondisi ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Ia juga menyadari bahwa pengembangan ekonomi dari sektor pertanian, perikanan, peternakan dan lainnya, mungkin saja belum menjawab apa yang diinginkan oleh masyarakat.

"Kalau dipilih kepuasan, belum sampai di sangat memuaskan, tapi sudah sampai di memuaskan," tuturnya.

Disadarinya, setahun pertama fokus pemerintah lebih pada pembangunan dan pengembangan sarana prasarana namun banyak aspek pemberdayaan masyarakat belum tersentuh secara langsung.

"Kita fokus sarana prasarana namun untuk pemberdayaan masyarakatnya masih kurang. Untuk perencanaan ini agak bertolak belakang dengan apa yang kami harapkan sehingga semua ini akan menjadi evaluasi bagi kami depan," ujarnya.

John Rettob dalam jumpa pers sekali lagi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat jika dalam satu tahun kepemimpinan Omtob belum maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Saya minta maaf kepada masyarakat dalam 1 tahun ini mungkin belum maksimal, ada yang merasa cukup tapi pasti ada yang merasa tidak cukup, ada yang merasa sudah dilayani dan ada yang merasa belum terlayani," ujarnya.

Menurutnya, pemerataan memang belum tercapai dengan baik, namun keduanya akan terus melakukan evaluasi agar di tahun kedua hingga tahun kelima nanti semuanya bisa berjalan dengan lebih baik sesuai dengan perencanaan awal.

"Jadi kita bisa dengar dan akomodir apa yang diinginkan masyarakat karena perencanaan kita berasal dari bawah (masyarakat-red) ke atas bukan dari atas ke bawah," ucapnya.

John mengaku bahwa hingga saat ini belum dilakukan pembahasan untuk anggaran tahun 2021, tetapi diharapkan apa yang menjadi harapan masyarakat bisa terpenuhi.

"Masyarakat tidak usah khawatir kepemimpinan Omtob dalam tahun pertama ini mungkin belum maksimal tapi kuncinya pada reformasi birokrasi. Satu tahun ini perjalanan yang pendek sebenarnya tapi kita harus berusaha. Kita harus mulai melakukan koordinasi baik dan saya harap di tahun kedua ini bisa terjadi untuk koordinasi yang baik antara semua stakeholder," harapnya. (Shanty)

Satu Tahun Kepemimpinan Omtob, DPRD Minta Ada Evaluasi

Wakil Ketua II DPRD Mimika, Yohanes Felix Helyanan

MIMIKA, BM

Minggu, Tanggal 6 September 2009 merupakan hari dimana setahun Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob (Omtob) menjadi pemimpin bagi Kabupaten Mimika.

Banyak hal yang telah dilakukan namun banyak juga pekerjaan rumah yang belum terselesaikan, mengingat mereka baru setahun memimpin Mimika.

Walau demikian, agar apa yang menjadi visi dan misi keduanya tercapai dalam membangun Mimika maka harus dilakukan evaluasi bersama tentang apa yang sudah dan belum dicapai termasuk apa yang menjadi prioritas keduanya.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua DPRD Mimika, Yohanes Felix Helyanan kepada BeritaMimika, Senin (7/9).

"Saya cuma melihat dari sisi dewan dan tidak membicarakan dari sisi partai. Saya melihat bahwa Minggu kemarin satu tahun masa kepemimpinan Omtob. Banyak masyarakat bertanya bupati dan wakil Bupati ada dimana?, seharusnya saat-saat begini mungkin kita harus duduk evaluasi sama-sama apa yang sudah berjalan, apa yang belum berjalan supaya ke depan kita lebih baik lagi," terangnya. 

Ia juga melihat bahwa persoalan terbesar saat ini yang segera harus dicairkan adalah adanya disharmonisasi antara bupati dan wakil bupati.

Awal-awal kepemimpinan, menurut Helyanan keduanya berkolaborasi dengan begitu baik. Pembagian kewenangan, koordinasi dan komunikasi yang terjaga ikut menganggkat citra pemerintah daerah dalam membangun Mimika.

Sayangnya, apa yang menjadi harapan semua orang, tidak berjalan semestinya seperti semula. Helyanan meminta keduanya untuk kembali membangun hubungan yang harmonis untuk Mimika.

"Kita lihat akhir-akhir ini mereka kurang harmonis, bagaimana caranya mereka harus duduk kembali bersama-sama supaya kita dewan juga bisa melihat apa yang menjadi janji mereka untuk masyarakat kita wujudkan sama-sama," harapnya.

Ia mengakui, walau baru setahun namun banyak hal sudah dilakukan pasangan Omtob terutama dalam sisi pembangunan.

Hanya saja ada sebagian yang belum menyentuh masyarakat secara langsung. Inilah yang menjadi catatan yang harus diperjuangkan kedua pasangan ini.

"Melihat dari progres, mereka ini sebenarnya cukup baik dan sudah lumayan kalau kita lihat dari sisi membangun, cuma yang kita lihat massa-massa pendukung itu yang mereka bertanya karena mungkin saja kurang menyentuh," akunya

Ia berharap, setelah keduanya kembali harmonis, sejumlah PR yang ada harus segera diselesaikan. Keduanya harus menopang dalam menjalankan roda pemerintahan demi tercapainya visi misi keduanya.

"Kami dewan dan masyarakat mengharapkan hubungan baik bupati dan wakil bupati kembali seperti dulu. Kami juga percaya bahwa ini akan terjadi karena Mimika butuh mereka berdua. Ketika mereka bersama dan saling menopang, banyak hal baik bisa mereka wujudkan untuk negeri ini," ungkapnya. (Rafael)

Empat Prioritas Bidang Penataan Ruang Dinas PU di 2020, Salah Satunya Nama Jalan

Kepala Bidang Penataan Ruang DPU, Piter Edoway

MIMIKA, BM

Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Mimika, dalam waktu dekat akan melakukan empat hal yang menjadi prioritas mereka di tahun 2020.

Kepala Bidang Penataan Ruang, Piter Edoway ST.MT menyebutkan empat kegiatan dimaksud adalah melakukan atau membuat nama jalan, penyusunan masterplan reklame, penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTLBL) dan Perencanaan Dokumen Ruang Taman Hijau (RTH).

Kepada BeritaMimika, Edoway mengatakan penamaan jalan mengacuh pada Keputusan Bupati Mimika Nomor 2005 Tahun 2016 tentang Penetapan Ruas-Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Kabupaten dan Desa di Mimika.

Selain itu juga mendasari Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Pedoman Pemberian Nama Jalan.

Menurutnya, fokus penamaan jalan nanti dititikberatkan pada wilayah-wilayah yang belum memiliki nama jalan termasuk jalan tikus hingga lorong-lorong.

Penamaan jalan akan mengakomodir nama-nama yang mencerminkan kearifan lokal Mimika dan Papua seperti nama tokoh baik pemerintahan, agama hingga tokoh adat, pejuang, bahasa, makanan khas daerah dan sebagainya.

"Penentuan nama nanti akan dikomunikasikan bersama dengan DPRD, OPD terkait hingga distrik termasuk lembaga adat dan tokoh masyarakat. Ini kita lakukan agar nama yang akan digunakan mewakili kearfian lokal Mimika dan Papua, jadi tidak sembarangan gunakan nama," ungkapnya.

Edway belum bisa memastikan apakah jalan-jalan protokoler juga akan diganti nama baru karena harus diputuskan setelah dilakukan koordinasi bersama.

"Makanya kita harus duduk bersama dengan pihak-pihak terkait untuk membahas bersama dan juga melihat bagaimana sisi aturannya. Kita akan lakukan pertemuan nanti. Untuk perubahan nama misalnya, kita juga harus pikirkan masalah data kependudukan karena jika ada perubahan nama maka akan banyak data penduduk yang harus diubah," jelasnya.

Untuk penyusunan master plan titik reklame, tahun ini akan dilakukan di Distrik Kuala Kencana, Kwami Narama, Iwaka, Wania dan Mimika Timur.

"Pembuatan papan reklame akan dilakukan di beberapa titik sebagai penunjuk arah atau jalan. Ini memudahlan kita juga dalam membantu pelaksanaan PON dan Pesparawi nanti sehingga orang dari luar ke Mimika, mereka terbantukan dalam mengakses informasi jalan dan tempat yang akan mereka tuju," ungkapnya.

Dikatakan, untuk penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTLBL) akan dilakukan di beberapa tempat seperti di bundaran Petrosea dan Budi Utomo.

"Fokus utama tata ruang kita adalah perencanaan kawasan pengembangan terutama di pusat kota. Ini juga akan berdampak pada penerimaan daerah karena ke depan akan ada retribusi di beberap wilayah yang akan dikembangkan sehingga menjadi ikon daerah," jelasnya.

Sementara rencana dokumen Ruang Taman Hijau (RTH) akan dilakukan di Jalan Yos Sudaro yakni di seputaran eks Pasar Swadaya dan Jayanti.

"Termasuk nanti di Pasar Sentral. Kita sudah memulainya dengan membuat perbaikan jalan-jalan. Selanjutnya akan dibangun taman dan parkiran sehingga ini juga menjadi retribusi bagi daerah tentunya berkolaborasi dengan beberapa OPD terkait," tandasnya. (Ronald)

Top