Politik & Pemerintahan

Musrenbang Di Kelurahan Dingo Narama 'Honor RT Jangan Dikasih Per Tiga Bulan, Kalau Bisa Tiap Bulan'

Perwakilan RT (Kanan) menyerahkan hasil usulan-usulan kepada Kepala Kelurahan Dingo Narama, Oktavina Naa (Kiri)

MIMIKA, BM

Guna memaksimalkan pembangunan, Pemerintah Kelurahan Dingo Narama menyelenggarakan  Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musregbang) tahun 2023.

Kegiatan ini digelar untuk menjaring aspirasi dari masyarakat dan diadakan di Hotel Samumambo, Kamis (16/2/2023).

Kadstrik Mimika Baru, Dedy Paokuma dalam sambutannya berharap dalam musrenbang ini tiap RT dapat meyampaikan hal-hal kecil maupun besar yang ada di lingkungannya.

"Apapun itu disampaikan, asalkan jangan ada kepentingan lain di dalamnya. Tetapi mari kita sama-sama menyalurkan aspirasi ini sesuai dengan kebutuhan baik yang ada dalam RT, sekolah maupun rumah ibadah dan luasnya lingkungan Kelurahan Dingo Narama," Tutur Dedy.

Ia mengatakan, form yang sudah diberikan ke tiap RT agar dapat megakomodir program yang ingin disampaikan.

Dan kalaupun ada yang terlewatkan, lanjut Dedy, warga masih bisa usulkan ke kelurahan sebelum kelurahan menyerahkannya ke distrik.

"Jika ada usulan untuk rumah ibadah itu harus ada proposal yang diserahkan ke kelurahan dan kelurahan akan serahkan ke distrik," Ujarnya.

Dedy mengingatkan program yang disampaikan jangan sampai salah alamat, karena di Mimika ada beberapa nama jalan yang sama.

Contohnya, di Wanagon dan Timika Jaya ada nama jalan yang sama yakni Jalan mangga. Sehingga, saat usulan peningkatan jalan mangga yang diakomodir harus di Kelurahan Wanagon.

"Jadi, saya harap warga dapat perhatikan ini. Tentu kita harapkan juga usulan ini bisa terjawab di tahun 2024 nanti," Ungkapnya.

Kepala Kelurahan Dingo Narama, Oktavina Naa mengatakan, tiap RT rata-rata usulannya hampir sama yakni masalah drainase, lampu jalan, pos peka, honor RT, meubeler Posyandu, honor Posyandu dan lainnya.

"Semua ini merupakan usulan dari 12 RT yang ada di Kelurahan Dingo Narama," ujarnya.

Untuk pos peka, menurut Oktavina, baiknya ada 12 sesuai jumlah RT karena setiap RT luas wilayahnya berbeda-beda.

"Honor RT itu penting karena mereka juga makan dan minum dari honor tersebut. Jujur saja pelayanan kami di kelurahan dan RT itu gratis. RT keluarkan surat juga gratis," Kata Oktavina.

Oktavina mengaku, memang selama ini sudah ada honor RT per bulan yakni Rp1 juta, namun permintaan Ketua RT kalau bisa dinaikkan dan jangan diberikan per tiga bulan namun tiap bulan.

"Kan kita punya kebutuhan tidak mungkin tunggu sampai 3 bulan dulu," ujarnya.

Katanya, yang paling penting dari semua itu adalah usulan pembangunan Kantor Kelurahan Dingo Narama. Ia mengatakan, bahwa tahun ini sudah dilakukan pembangunan Kantor Kelurahan Koperapoka.

Oleh sebab itu, diharapkan tahun depan bisa diakomodir lagi untuk pembangunan Kantor Kelurahan Dingo Narama.

Ia juga memastikan, untuk urusan tanah tidak akan menjadi masalah karena merupakan milik kelurahan.

"Asalkan dibangun baru yang lebih memadai lagi karena pelayanan kami ada pelayanan Adminduk juga dan setiap harinya juga ramai. Kepala seksi dan staf kelurahan juga sudah terisi semua. Akhirnya staf dan kepala seksi harus gabung dalam satu ruangan kemudian dari Capil juga satu ruangan. Ini kan tidak memadai," ungkapnya.

Oktavina juga berterima kasih kepada pemerintah daerah karena secara perlahan telah memberikan perhatian di wilayah Kelurahan Dingo Narama.

Pasalnya, yang menjadi kendala di RT 9 yakni belakang sektoral akhirnya sudah terjawab yang mana jalannya sudah diaspal.

"Atas nama warga tentu berterimakasih kepada pemerintah karena yang jadi kendala selama ini di RT 9 yakni di belakang sektora sudah terjawab karena jalannya sudah di aspal," ujarya.

"Untuk usulan tahun ini, kami tidak minta diakomodir semua usulan, tetapi paling tidak ada beberapa usulan yang bisa diakomodir di tahun depan. Tetapi kalau bisa semua diakomodir itu lebih bagus lagi," ungkapnya. (Shanty Sang)

Musrenbang Kelurahan Koperapoka Hasilkan 189 Usulan, Kegiatan Fisik Masih Mendominasi

Penyerahan berita acara usulan dari Ketua RT (kiri) ke Kepala Kelurahan Koperapoka (kanan) 

MIMIKA, BM

Kelurahan Koperapoka menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2023 untuk realisasi tahun 2024.

Kegiatan dilangsungkan di Hotel Samumambo, Kamis (16/2/2023) dan dibuka secara resmi oleh Kepala Distrik Mimika Baru, Dedy Paokuma.

Pada Musrenbang ini terdapat 189 usulan dari 13 RT. Rinciannya, untuk Bidang Ekonomi ada 36 usulan, Bidang Sosial Budaya (Sosbud) 75 usulan dan Bidang Fisik Prasarana (Fispra) sebanyak 78 usulan.

Usulan fisik diataranya berupa pembangunan pos peka, drainase, pengaspalan di lorong-lorong merupakan usulan yang mendominasi dalam Musrenbang Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru.

Kepala Distrik Mimika Baru, Dedy Paokuma mengatakan, Musrenbang kelurahan selama ini tidak ada.

Pihaknya sudah menganggarkan di tahun 2021 agar musrenbang kelurahan bisa diadakan namun karena masih covid sehingga baru terlaksana di tahun 2023 untuk 11 kelurahan wilayah Distrik Mimika Baru.

"Sudah 9 kelurahan yang laksanakan dan besok Jumat akan ada 3 kelurahan yang laksanakan. Harapan kami musrenbang perdana di Distrik Mimika Baru ini usulan-usulan yang dari RT-RT dan tokoh-tokoh bisa terakomodir di musrenbang kabupaten dan terealisasikan di tahun 2024," harap Dedy.

Dedy meminta kepada para RT jika ada kegiatan yang sudah pernah dilaksanakan namun belum selesai bisa diajukan kembali.

Misalnya, jalan tailing dinilai kurang bagus dan mau dinaikkan agar di aspal, hal ini boleh dilakukan dengan sebutan  peningkatan jalan.

Selain itu, jika ada usulan drainase dengan panjang 100 meter maka pengusulannya harus di kali 2 karena drainase meimiliki 2 sisi.

"Jika lurah ingin kantor baru juga bisa diusulkan. Semenjak kami di Distrik Mimika Baru kami sudah bangun 4 kantor yakni Kantor Distrik Mimika Baru 2 lantai, Kelurahan Otomona 1 lantai, Kelurahan Perintis 1 lantai dan Kelurahan Koperapoka 2 lantai. Saya lagi berjuang juga untuk Kelurahan Pasar Sentral," ungkapnya.

Dedy berharap, semua kelurahan bisa memiliki kantor baru. Sebab menurutnya, bangunan mencerminkan kepribadian. Sebab bagaimana pemerintah mau melayani masyarakat jika sarana prasarana hanya begitu saja.

"Harapan kami semua program yang disampaikan hari ini bisa terjawab dan itu saya akan berusaha," ujarnya.

Sementara itu Kepala Kelurahan Koperapoka, Frengky Max Dolwala mengatakan, di Kelurahan Koperapoka ada 13 RT dan form usulan untuk masing-masing RT sudah berikan sebelumnya sehingga pada kegiatan Musrenbang ini tinggal perekapan.

"Kita punya usulan berdasarkan bidang yakni Bidang Ekonomi sebanyak 36 usulan mulai RT 1 sampai RT 13, Bidang Sosial Budaya (Sosbud) sebanyak 75 usulan dan bidang Fisik dsn Prasarana (Fispra) sebanyak 78 usulan," Jelasnya.

Katanya, Ini masih usulan sementara karena belum ditambah dengan usulan sekolah, pustu dan rumah ibadah yang baru disampaikan.

Menurutnya, jika dilihat dari yang paling urgent adalah usulan drainase karena sampai sekarang kalau hujan di dekat Pin Seluler Koperapoka jalan sudah tertutup air.

Tidak hanya itu, bahkan di dekat sekolah yakni SD Inpres Koperapoka dan SDN 3 jika hujan maka akan banjir di halaman sekolah.

Frengky mengaku, bahwa Musrenbang ini sangat penting, selain ada pokir dari dewan tapi musrenbang juga penting karena berjalan berdampingan.

"Kalau ada program dari OPD itu kadang mereka tidak turun ke lapangan melihat kebutuhan masyarakat, jadi musrenbang ini sangat penting. Sebab, masyarakat kalau ada kelurahan akan lari ke RT. Sehingga dengan musrenbang maka usulan dari RT adalah usulan dari warganya juga,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Reses di Wowor, Tanzil Asharie Janji Segera Terangi Jalan dan Perjuangkan Aspirasi Warga

Suasana reses I masa sidang I oleh Anggota DPRD Mimika dari Partai Gerindra, Tanzil Asharie, di RT 02 Kompleks Wowor, Kelurahan Kwamki Baru, Senin (13/2/2023)

MIMIKA, BM

Anggota DPRD Mimika dari Partai Gerindra, Tanzil Asharie, menggelar reses I masa sidang I bersama warga RT 02 Kompleks Wowor, Kelurahan Kwamki Baru, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah, Senin (13/2/2023).

Pada pelaksanaan reses tersebut, Tanzil berhasil menjaring berbagai aspirasi yang selama ini menjadi keluhan utama warga Wowor.

Mulai dari kondisi jalan yang sudah tampak begitu parah sejak lama, penerangan jalan masuk kompleks yang hingga kini masih gelap, masalah banjir, hingga kebutuhan akan lowongan kerja dan pangkalan minyak tanah.

"Padahal kita di sini adalah salah satu RT yang tertua, kompleks yang tertua, tapi sampai sekarang kami seperti tidak diperhatikan oleh pemerintah," keluh Ketua RT, Amram Pohwain.

"Jalan masuk itu sudah lama sekali tidak pernah diaspal. Tidak ada penerangan sampai terjadi banyak korban pemalakan dan akhirnya kompleks kami ini yang malah dicap sebagai kompleks kejahatan," imbuhnya.

Sementara itu, Roni Tuatubun, salah satu warga mengungkapkan bahwa setiap tahun Kompleks Wowor pasti selalu dilanda banjir.

"Terus terang saja, kami warga di sini setiap tahun kami tenggelam. Sampai saya sudah pernah menyurat ke DPR, Dinas PU, Dinas Sosial, tapi hingga detik ini tidak pernah ditindaklanjuti," ungkapnya.

Akibat dari banjir dan jalan yang masih rusak, lanjut Roni, beberapa kali ada ibu hamil yang akhirnya terpaksa melahirkan di rumah karena tidak dapat dilarikan ke rumah sakit.

"Menurut saya itu adalah satu peristiwa yang sangat memalukan untuk pemerintah," ujarnya.

Adapun Matias Tanlain yang mewakili pemuda-pemudi Kompleks Wowor meminta agar pemerintah dapat menekan pihak kontraktor dan perusahaan yang ada di Mimika agar tidak merekrut karyawan dengan melihat suku, agama, ras, atau kompleks.

"Kami anak-anak muda di kompleks ini sangat banyak. Kami punya potensi besar. Tetapi lamaran kami selalu ditolak karena kami tinggal di Kompleks Wowor yang katanya jahat ini," tukas Matias.

"Jadi ini catatan untuk perwakilan pemerintah yang hadir di sini supaya menekan kontraktor-kontraktor dan perusahaan yang ada di kabupaten ini. Di sini sarjana banyak, sarjana teknik, guru, tapi nganggur semua," tandasnya menambahkan.

Menanggapi apa yang telah disampaikan warga, Tanzil menyatakan bahwa dirinya akan selalu ada bersama-sama masyarakat Wowor untuk memperjuangkan aspirasi-aspirasi yang ada.

Dia juga berjanji sesegera mungkin mengadakan lampu-lampu jalan untuk penerangan di jalan masuk Kompleks Wowor.

"Untuk penerangan saya siap bantu. Kita sama-sama hitung berapa yang dibutuhkan. Kita pasang sama-sama agar secepatnya jalan masuk ini bisa terang dan bisa mengurangi hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi seperti pemalakan yang disampaikan tadi," kata Tanzil.

Sementara untuk pengaspalan jalan masuk Kompleks Wowor, Tanzil menyebutkan bakal ia perjuangkan di DPRD.

"Begitu juga dengan lapangan kerja dan pangkalan minyak tanah, saya akan perjuangkan itu dengan serius sehingga kompleks Wowor ini bisa setara dan sama dengan kompleks lainnya di Timika," ujarnya.

"Saya harap dukungan dari bapak ibu agar kita semua dapat bersama-sama menangani setiap persoalan yang dialami warga Wowor. Mari kita membangun Wowor dengan cinta," pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam reses ini juga, seluruh warga masyarakat yang hadir turut diberikan sejumlah bantuan berupa sembako. (Endy Langobelen)

Top