Hukum & Kriminal

Tenggelam di Perairan Amar, Dua Orang Belum Ditemukan

Kasubsie Operasi dan Siaga Sar Timika, Charles Y. Batlajery

MIMIKA, BM

Laka diperairan kembali terjadi, kali ini dialami KM Syukurillah yang bermuatan kayu dengan POB sebanyak 15 orang mengalami musibah di perairan Amar, Distrik Amar.

Dari 15 orang tersebut, 13 orang selamat berkat bantuan dari kapal laut Berlian 4, sementara 2 lainnya belum diketahui keberadaannya sehingga Kantor Sar Timika yang menerima laporan tersebut langsung mengerahkan tim menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

"Pagi ini tim Sar gabungan menggunakan RB 217 Timika diberangkatkan menuju lokasi kejadian," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika I Wayan Suyatna, melalui Kasubsie Operasi dan Siaga Sar Timika, Charles Y. Batlajery, Kamis (08/08/2024).

Disampaikan, musibah yang dialami oleh kapal yang bermuatan kayu ini terjadi pada Rabu (07/08/2024) malam saat berangkat dari Aindua tujuan Timika dan tenggelam di perairan Amar.

"Semoga cuaca hari ini mendukung sehingga tim sampai di lokasi kejadian dan melakukan pencarian terhadap 2 orang yang belum ditemukan," kata Charles.

Berdasarkan informasi, dari 15 orang penumpang, 5 merupakan crew kapal yang dinyatakan selamat, sementara 2 dari 10 penumpang masih belum diketahui keberadaannya. (Ignasius Istanto)

Pemda Mimika Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Pilot Glen

Pj Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya pilot asal Selandia Baru,Glen Malcolm Conning yang terjadi pada Senin (05/08/2024) di Distrik Alama.

Pemerintah Kabupaten Mimika sangat prihatin dengan kejadian ini dan diharapkan kejadian tidak akan terjadi dan terulang kembali.

"Atas nama pemerintah Kabupaten Mimika kami turut berbela sungkawa atas meninggalnya kapten pilot asal Selandia Baru yang mengalami musibah di Alama," ujar Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, Rabu (07/08/2024).

“Kami sedih atas situasi yang terjadi, tapi saya berharap masyarakat semua tetap tenang dan tidak terprovokasi atas situasi yang terjadi,"sambung John.

Plt Bupati John menjelaskan, helikopter PT. Intan Angkasa digunakan pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinkes untuk melaksanakan pengiriman dan pengangkutan tenaga kesehatan ke Puskesmas Alama serta mengantar petugas yang kembali ke Timika.

"Jadi ini program dari Dinkes dengan pelaksanaan proses shift nakes yang bertugas di pedalaman. Dengan program seperti itu setiap satu bulan sekali ada pertukaran tenaga nakes,” ungkapnya.

”Seperti kejadian pada hari senin kemarin itu nakes yang akan bertugas di Alama di antar ke Alama dan petugas yang sudah bertugas selama 1 bulan disana kembali ke Timika untuk bertemu dengan keluarga," jelas John.

Menurut orang nomor satu di Timika ini bahwa pergantian shift untuk tenaga kesehatan di lakukan karena selama ini terbentur oleh beberapa fasilitas yang membuat petugas tidak bisa tinggal menetap.

'Normalnya itu petugas yang ditugaskan di satu tempat harus tinggal di sana tetapi karena situasi dan kondisi sehingga Dinas Kesehatan mengambil pola shift. Ini bukan hanya terjadi di Alama tapi juga dibeberapa Puskesmas di pedalaman," ungkap John.

Plt Bupati Mimika juga menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan shift dan pelaksanaan sewa helikopter ini telah dilakukan sejak 2 tahun lalu. Awalnya dengan PT Derazona Air dan sesudah itu dengan PT Intan Angkasa.

"Pelaksanaannya itu bukan chater ful tapi dibayar sesuai dengan pelaksanaan penerbangan,"kata John

Ia mengatakan, pada saat kejadian tersebut ada 4 orang nakes yang kebetulan membawa anaknya untuk menemani selama bertugas di Puskesmas Alama.

"Saya sampaikan kepada semua masyarakat bahwa mereka sudah dievakuasi ke Timika dalam kondisi baik dan selamat. Dalam evakuasi itu ada 8 orang tenaga kesehatan dan 2 orang guru," kata John.

Plt Bupati juga meminta maaf kepada keluarga tenaga kesehatan yang ada di Timika, yang mana sempat menimbulkan kegelisahan.

"Kami mohon maaf atas kejadian ini yang sempat menimbulkan kegelisahan dari keluarga yang ada di Timika bagaiamana nasib dari keluarga nakes yang ada di Alama," uujarnya.

Atas musibah ini, dan dengan pelayanan kesehatan yang terbatas saat ini, kata John, pemerintah Kabupaten Mimika akan menunggu informasi dari pihak keamanan.

Pasalnya persoalan keamanan atau masalah lain yang berhubungan dengan kejadian itu tidak bisa ia sampaikan karena merupakan ranah pihak keamanan.

"Masyarakat disana selama ini memberi dukungan atas kehadiran tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat mengharapkan pelayanan kesehatan berjalan dengan baik. Masyarakat senantiasa terus menerus melindungi dan bekerja sama serta berkoordinasi dengan baik selama pelayanan tenaga medis di Alama," ungkapnya. (Ignasius Istanto)

Satgas ODC Kerahkan 4 Tim Gabungan ke Distrik Alama

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno saat memberikan keterangan kepada awak media di RSUD Mimika.

MIMIKA, BM

Insiden penembakan dan penyanderaan yang terjadi di Distrik Alama, Kabupaten Mimika oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kini jadi perhatian serius pihak keamanan.

Akibat insiden tersebut, helycopter milik PT.Intan Angkasa dengan nomor penerbangan PK-IWN Type MD-500 yang dipiloti oleh Glen Malcolm Conning asal Selandia Baru meninggal dunia akibat luka tembak.

Sementara untuk penumpang yang adalah petugas kesehatan sebanyak 4 orang dan 2 orang anak yang sebelumnya dikabarkan disandra kini dalam keadaan aman dan direncanakan dievakuasi ke Timika.

Karena keadaan ini, Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) telah menerjunkan 4 tim gabungan dari TNI-Polri ke lokasi kejadian guna melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku atau KKB.

Hal ini diungkapkan Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, Selasa (06/08/2024) di sela-sela menunggu hasil visum di RSUD Mimika.

"Kami dari Satgas Damai Cartenz saat ini telah menurunkan 4 tim gabungan TNI-Polri ke Distrik Alama untuk melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku atau KKB yang telah melakukan penyanderaan dan pembunuhan terhadap pilot pada kemarin pagi," ungkap Kasatgas.

Setelah menerjunkan dan mengerahkan tim gabungan ke Distrik Alama, kata Bayu pihaknya saat ini juga masih berkoordinasi dengan pihak Habema, Koganwilham dan Lanud untuk melakukan serpas pergeseran pasukan ke lokasi.

"Lama operasinya itu rencana minimal 2 minggu. Semoga ada hasil yang maksimal dan pelakunya bisa ditangkap untuk pertanggungjawabkan dimuka hukum," katanya.

Disampaikan juga, menurut informasi di lapangan pilot memang benar ditembak oleh KKB, namun untuk perkenaan tembaknya belum bisa diketahui karena menunggu hasil visum.

"Dari beberapa saksi mengatakan benar pilot ditembak oleh KKB dan jenazahnya ditemukan dalam kondisi di kursi pilot," ujar Kombes Pol.Bayu.

Kombes Pol.Bayu juga menyampaikan bahwa selain pilot jadi korban, KKB juga melakukan pembakaran kursi penumpang dalam heli tersebut.

"Yang dibakar itu kursi penumpang yang berada di belakang. Untuk kursi didepan yang ada pilot itu tidak terbakar, mungkin disebabkan hujan sehingga api itu mati,"ujarnya.

Dalam kesempatan ini, ia juga mengatakan bahwa pihaknya juga tengah melakukan pendalaman terhadap KKB yang telah melakukan aksi tersebut.

"Indikasi itu KKB dari kelompok Nduga atau Puncak, namun kita masih dalami karena lokasinya itukan ada diperbatasan antara Timika-Nduga dan Puncak," kata Kombes Pol.Bayu. (Ignasius Istanto)

Top