Hukum & Kriminal

Jatuh dan Tenggelam, Nasib Seorang ABK Tidak Tertolong

Nampak kondisi korban ketika ditemukan dalam air

MIMIKA, BM

Salah satu Anak Buah Kapal (ABK) TB Marina 2023 bernama Supriyadi dinyatakan meninggal usai terjatuh dan tenggelam di dermaga pelabuhan Pomako, Jumat (09/08/2024) sekitar pukul 08.30 WIT.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Poumako, Ipda Yulianus Maer saat dikonfirmasi Jumat malam membenarkan adanya insiden yang dialami seorang ABK tersebut.

"Saat ini korban sementara disemayamkan di RSUD Mimika. Korban rencananya akan dimakamkan di kampung halaman di Makassar," ujarnya.

Kata Kapolsek Pomako saat mendapatkan informasi ini, personilnya bersama petugas KUPP Pomako menuju lokasi kejadian.

"Saat itu juga kita langsung menghubungi pihak Basarnas untuk membantu dalam proses pencarian korban," kata Ipda Yulianus.

Kronologis yang dialami korban yang juga sebagai Chip Officer di kapal tersebut diterangkan Kapolsek Pomako, bahwa saat itu saksi bersama korban hendak melepas tali yang terikat di dermaga pelabuhan Pomako.

Namun saat melepas tali, tangan korban terlepas dari tali hingga terjatuh di air dan langsung hanyut tenggelam. Saat terjatuh kepala korban terbentur di kapal.

"Saksi bersama ABK kapal lainnya berusaha mencari korban namun tidak ditemukan. Kemudian dibantu masyarakat akhirnya berhasil menemukan korban dalam kondisi mulut keluar busa," terang Kapolsek.

"Korban kemudian diangkat masyarakat ke perahu nelayan menuju kantor Syahbandar Pomako untuk di bawa ke RSUD Mimika untuk pertolongan medis. Setelah dibawa ke RSUD Mimika korban dinyatakan sudah meninggal dunia,"sambungnya. (Ignasius Istanto)

Atas Permintaan Korban, Kasus Percobaan Pemerkosaan Dihentikan


Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Fajar Zadiq.

MIMIKA, BM

Satreskrim Polres Mimika akhirnya menghentikan proses kasus percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh seorang pelajar.

Dihentikan prosesnya karena permintaan dari korban (IRT). Korgan merasa kasihan kepada pelaku yang masih berstatus pelajar dan tidak memiliki keluarga sama sekali di Timika.

"Prosesnya kita RJ atas permintaan sendiri dari korban karena korban mengingat pelaku ini masih berstatus pelajar dan tidak punya keluarga sama sekali di Timika," kata Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Fajar Zadiq.

Disampaikan Kasat Reskrim, sebelum dilakukan RJ pihaknya langsung menghubungi orangtua pelaku yang berada di luar Timika.

"Setelah kita hubungi bapaknya pelaku langsung datang dan meminta maaf kepada korban dan meminta untuk diselesaikan secara kekeluargaan," ujar Fajar.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini terjadi pada tanggal 23 Juli 2024 di kediaman korban yang beralamat di Jalan Pendidikan.

Kejadian bermula ketika pelaku yang berinisial NA hendak pulang namun dalam kondisi dipengaruhi miras.

Dia secara random atau secara acak mencoba masuk ke rumah-rumah yang sedang terbuka, sehingga ia menemukan salah satu rumah yang merupakan rumah korban. Ia pun kemudian berhasil membuka pintu belakang.

Saat itu juga pelaku masuk ke dalam rumah dan mendapati salah satu kamar dalam keadaan terbuka, dimana dalam kamar itu ada korban yang sedang bermain HP.

Korban saat itu berteriak meminta pertolongan namun pelaku membekap mulutnya. Korban juga mendapat pukulan dari pelaku ketika korban melawan.

Pelakupun akhirnya mengurungkan niatnya dan keluar dari rumah karena korban terus melakukan perlawanan.

Saat pelaku keluar, suami dari korban datang dan menemukan istrinya hampir saja diperkosa, sehingga suami korban bersama masyarakat sekitar langsung menngamankan pelaku dan membawa pelaku ke pihak berwajib. (Ignasius Istanto)

Pilot Glen Ternyata Ditembak KKB Dari Nduga

Personil Satgas Ops Damai Cartenz saat melakukan olah TKP di bandara Alama

MIMIKA, BM

Satgas Ops Damai Cartenz akhirnya mengetahui pelaku atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang terlibat kasus penyanderaan dan pembunuhan Senin (05/08/2024) di Distrik Alama, Kabupaten Mimika.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) itu berasal dari Nduga. Hal ini diketahui Satgas Ops Damai Cartenz ketika mendapatkan keterangan dari saksi-saksi di lapangan pada saat melakukan olah TKP.

"Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lapangan yang mendengar dan melihat kejadian pembunuhan terhadap pilot asal Selandia Baru bernama Glen Malcolm Conning, pelaku merupakan KKB dari Nduga," ungkap Kepala Operasi Damai Cartenz-2024, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, Kamis malam (08/08/2024).

Kata Faizal hal ini dikuatkan dengan keterangan lain dari saksi, dimana saksi mendengar kelompok tersebut berbicara dengan logat atau bahasa dari daerah Nduga.

"Mereka berjumlah lima orang, dimana empat orang diketahui membawa senjata api laras panjang dan satu membawa parang. Mereka juga diketahui sudah berada di lokasi selama seminggu sebelum melakukan pembunuhan," ungkapnya.

Selain sudah mengetahui pelaku atau KKB tersebut, Brigjen Pol. Dr. Faizal juga membeberkan hasil olah TKP yang sudah selesai dilakukan.

"Dari hasil olah TKP itu kami menemukan 9 lubang peluru di bagian badan helikopter, diantaranya kaca bagian atas, bagian rotor, baling-baling dan ekor helicopter. Selain itu kami juga menemukan 6 selongsong peluru dengan kaliber 5,56 mm di sekitar helicopter tersebut," jelasnya.

Atas insiden ini, Brigjen Pol. Dr. Faizal menegaskan Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 berkerjasama dengan Polres Timika tetap berkomitmen untuk mengungkap kasus ini secepatnya.

"Mohon doanya semoga kasus ini dapat segera diungkap dan para pelakunya segera ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," tegasnya.

Perlu diketahui, jenazah almarhum pilot Glen Malcolm Conning berkebangsaan Selandia Baru sudah diberangkatkan ke Jakarta pada Rabu (07/08/2024) dan selanjutnya akan diterbangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Glen Malcolm Conning warga Selandia Baru ini mengalami nasib tragis akibat ulah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat landing di Bandara Distrik Alama, Kabupaten Mimika, Senin (05/08/2024).

Kejadian itu terjadi saat dirinya mengantarkan 4 tenaga medis dan 2 orang anak-anak dengan helycopter milik PT.Intan Angkasa dengan nomor Penerbangan PK-IWN Type MD-500. (Ignasius Istanto)

.

Top