Hukum & Kriminal

Dua Bendera Merah Putih Dibakar, Pelaku Sudah Terdeteksi


Kapolres AKBP I Komang Budiartha.

MIMIKA, BM

Kepolisian Mimika kini tengah melakukan lidik dan sidik terhadap orang-orang tidak bertanggungjawab yang dengan sengaja membakar dua buah bendera Merah Putih.

Bendera yang dibakar ini merupakan bendera yang terpasang di pinggir jalan yang berlokasi di SP2, tepatnya diantara jalut 4 dan jalur 5.

Kapolres AKBP I Komang Budiartha saat ditemui di Eme Neme Yauware, Jumat malam (16/08/2024) menjelaskan kronologis tersebut.

"Kejadiannya tadi subuh dan kami juga dapatkan informasi ini tadi siang sekitar pukul 15.30 WIT dari masyarakat, sehingga dari informasi itu anggota langsung respon ke lokasi," ungkapnya.

Kata Kapolres, pihaknya kini sedang lakukan lidik dan sidik terhadap pelaku pembakaran bendera dan diketahui pelaku berkisar 3-4 orang.

"Kita sudah tindaklanjuti dan semoga bisa cepat kita lakukan penangkapan. Pelaku sekitar 3 sampai 4 orang ini sudah terdeteksi, karena terlihat di CCTV. Sepertinya mereka cabut kemudian bakar dan pasang kembali. Bendera itu dibakar di bagian ujung-ujungnya saja," jelas AKBP I Komang.

"Padahal saat kita lakukan patroli dari malam sampai pagi itu kita tidak temukan adanya kejadian ini. Mungkin saja mereka lakukan itu disaat anggota yang berpatroli itu lewat," sambungnya.(Ignasius Istanto)

Polisi Ungkapkan Mengapa Membubarkan Massa Yang Berencana Unjuk Rasa di DPRD

Anggota Kepolisian Mimika dalam hal ini Polres Mimika dan Brimob Batalyon B Pelopor saat memberikan himbauan agar massa membubarkan diri.

MIMIKA, BM

Kepolisian Mimika, membubarkan massa yang berencana akan melakukan unjuk rasa terkait New York Agreement atau perjanjian New York di DPRD Mimika, Kamis (15/08/2024) kemarin.

Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha saat ditemui menjelaskan bahwa dibubarkan massa karena dalam prinsipnya polisi tidak memberikan ijin dalam pelaksanaan aksi tersebut.

"Kita tadi (kemarin-Red) membubarkan mereka dan meminta untuk kembali ke rumah, dan mereka juga mendengar sehingga mereka kembali ke rumah," jelasnya.

“Kita hadang bubarkan mereka di Timika Indah, dimana rencana mereka itu mau ke DPRD," sambungnya.

Kapolres menegaskan, hak untuk menyampaikan pendapat itu sah, namun ada hak dan ada kewajiban yang harus diikuti sesuai aturan.

"Harus diikuti, kalau tidak mengikuti aturan yang ada ada kita bubarkan,"ujar I Komang.

Saat membubarkan, kata Kapolres pihaknya juga memberikan himbauan untuk tidak melakukan aksi, karena aksi tersebut akan berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari.

"Saya menghimbau bahwa kita negara berkedaulat dan jangan terpengaruh dengan kepentingan kelompok yang mengatasnamakan kemanusiaan," katanya.

"Kita hidup beragam, hidup bersama-sama, jangan mementingkan diri sendiri. Kehidupan kelompok yang besar, masyarakat yang lebih besar, itu yang kita harus jaga. Kestabilan kehidupan sehari-hari itu kita wajib menjamin agar masyarakat bisa menjalankan hidup normal seperti hari-hari biasa," sambung Kapolres Mimika. (Ignasius Istanto)

Polisi Siaga Satu Terkait Rencana Aksi Demo Peringati New York Agreement

Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha

MIMIKA, BM

Rencana akan adanya aksi demo atau unjuk rasa oleh sekelompok orang terkait memperingati New York Agreement atau perjanjian New York pada Kamis besok (15/08/2024) tidak dijinkan oleh pihak keamanan.

Dengan tidak adanya izin untuk melaksanakan aksi tersebut maka pihak keamanan di seluruh Papua termasuk Kabupaten Mimika akan melakukan siaga satu.

"Seluruh Papua besok siaga satu untuk antisipasi unjuk rasa New York Agreement," kata Kapolres Mimika, Kapolres Mimika, AKBP I Komang Budiartha, Rabu (14/08/2024).

Kapolres menegaskan llagi bahwa rencana aksi itu tidak ada ijin sama sekali.

"Memang mereka ajukan surat akan melakukan aksi di DPRD tapi kami tidak ijinkan. Kami juga akan lakukan patroli dan sudah ada beberapa tempat atau titik-titik yang akan jadi antisipasinya kita," tegas I Komang.

Dalam melakukan siaga satu dan patroli, Kapolres akan melibatkan personil dari Brimob Batalyon B Pelopor.

"Kita kerahkan seluruh personil demi keamanan kota," kata I Komang. (Ignasius Istanto)

Top