Hukum & Kriminal

Waspada, Begal Mulai Kembali Bereaksi

Korban saat berada di rumah sakit

MIMIKA, BM

Warga Mimika harus mulai waspada agar tidak sembarangan keluar rumah apalagi dalam keadaan sendiri, pasalnya begal sepertinya mulai kembali beraksi.

Terbaru, seorang pelajar yang sedang nongkrong di tempat penjualan es di Jalan Bougenville menjadi korban begal pada, Rabu (28/1/2026) malam.

Akibat kejadian tersebut, pergelangan tangan kiri korban putus dan motor serta HP dibawa kabur pelaku.

Kapolsek Mimika Baru, AKP Putut Yudha Pratama melalui Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Teguh Krisandi Fardha saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Korban FMK (19) mengalami pergelangan tangan kirinya putus akibat disabet senjata tajam, dan saat ini mendapatkan perawatan medis di RSUD Mimika,"kata Ipda Teguh, saat ditemui pada Kamis (29/01/2026).  

Dijelaskan Kanit Reskrim, awalnya korban bersama lima temannya sedang nongkrong di tempat penjualan es di Jalan Bougenville.

Kemudian datanglah empat pelaku dengan mengendarai dua sepeda motor dan menghampiri korban.

"Kata para saksi pelaku ada empat orang yang mengendarai dua sepeda motor itu datang dan menghampiri korban bersama teman-temannya. Kemudian salah satu pelaku langsung menyabetkan senjata tajam ke arah korban hingga pergelangan tangan korban terputus,"jelas Ipda Teguh.

Sementara teman-teman korban langsung berlarian, sedangkan korban hanya bisa berteriak kesakitan.

Ia mengatakan, para pelaku juga berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor dan hp milik teman korban.

"Para pelaku masih dalam Lidik, kami berharap bantuan warga yang melihat para pelaku untuk segera melapor kepada kami,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Situasi Jalan Ahmad Yani Memanas, Satu Anggota Brimob Terkena Panah Wayer

Situasi terkini di Jalan Ahmad Yani

MIMIKA, BM

Situasi di Jalan Ahmad Yani tempat kejadian kasus penikaman kini berubah memanas yang diduga berawal dari sekelompok orang yang tiba-tiba menyerang anggota yang sedang berjaga dengan panah wayer.

Akibat insiden tersebut, personel Polres Mimika dan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah terpaksa memberikan tembakan peringatan dan gas air mata.

Dari penyerangan tersebut, salah satu anggota Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah terkena panah wayer dibagian paha kiri, sedangkan satu anggota lainnya hanya terkena di kaki celana bagian kanan.

Anggota Brimob yang terluka langsung dievakuasi ke RSUD Mimika untuk mendapatkan penanganan medis.

Situasi akhirnya kembali tenang dan aman setelah pihak keamanan terus memukul mundur sekelompok masyarakat tersebut. Pihak keamanan kini masih standby guna melakukan pengamanan dilokasi.

Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi apa penyebab atau pemicu sampai terjadinya personel yang berjaga diserang. (Shanty Sang)

Warga Blokade Jalan Ahmad Yani, Dipicu Kasus Penikaman

Warga lakukan pemalangan sambil membakar ban bekas

MIMIKA, BM

Ratusan warga melakukan aksi blokade jalan dengan membakar ban bekas di Jalan Ahmad Yani Timika, tepatnya di depan SD Negeri III, Rabu (28/1/2026) dini hari.

Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas lumpuh dan kawasan sekitar dipenuhi kepulan asap hitam.

Bahkan aksi blokade jalan ini juga sempat dilakukan di Jalan Kihajar Dewantara, namun pihak kepolisian berhasil mengamankan sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Pantauan Beritamimika.com di tempat kejadian perkara (TKP), para keluarga korban karena emosi sehingga meluapkannya dengan memblokade jalan.

Menurut informasi yang diperoleh dilapangan, korban ini setelah ditikam, juga diseret ke arah tempat sampah oleh pelaku.

Pihak Kepolisian Mimika yang merespon ke lokasi pemalangan langsung melakukan pengamanan dan bernegosiasi dengan pihak keluarga agar kasus ini diserahkan dan ditangani pihak kepolisian agar pelaku ditangkap.

Hingga pukul 12.10 WIT, massa masih bertahan melakukan blokade jalan. Sementara itu, pihak keamanan dalam hal ini Polres Mimika dan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah masih melakukan standby dilokasi pemalangan.

Hingga berita ini diturunkan, motif penikaman masih dalam penyelidikan kepolisian. (Shanty Sang)

BERITA HUKUM & KRIMINAL

Top