Satgas ODC Kerahkan 4 Tim Gabungan ke Distrik Alama

Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno saat memberikan keterangan kepada awak media di RSUD Mimika.

MIMIKA, BM

Insiden penembakan dan penyanderaan yang terjadi di Distrik Alama, Kabupaten Mimika oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kini jadi perhatian serius pihak keamanan.

Akibat insiden tersebut, helycopter milik PT.Intan Angkasa dengan nomor penerbangan PK-IWN Type MD-500 yang dipiloti oleh Glen Malcolm Conning asal Selandia Baru meninggal dunia akibat luka tembak.

Sementara untuk penumpang yang adalah petugas kesehatan sebanyak 4 orang dan 2 orang anak yang sebelumnya dikabarkan disandra kini dalam keadaan aman dan direncanakan dievakuasi ke Timika.

Karena keadaan ini, Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) telah menerjunkan 4 tim gabungan dari TNI-Polri ke lokasi kejadian guna melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku atau KKB.

Hal ini diungkapkan Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2024, Kombes Pol. Dr. Bayu Suseno, Selasa (06/08/2024) di sela-sela menunggu hasil visum di RSUD Mimika.

"Kami dari Satgas Damai Cartenz saat ini telah menurunkan 4 tim gabungan TNI-Polri ke Distrik Alama untuk melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku atau KKB yang telah melakukan penyanderaan dan pembunuhan terhadap pilot pada kemarin pagi," ungkap Kasatgas.

Setelah menerjunkan dan mengerahkan tim gabungan ke Distrik Alama, kata Bayu pihaknya saat ini juga masih berkoordinasi dengan pihak Habema, Koganwilham dan Lanud untuk melakukan serpas pergeseran pasukan ke lokasi.

"Lama operasinya itu rencana minimal 2 minggu. Semoga ada hasil yang maksimal dan pelakunya bisa ditangkap untuk pertanggungjawabkan dimuka hukum," katanya.

Disampaikan juga, menurut informasi di lapangan pilot memang benar ditembak oleh KKB, namun untuk perkenaan tembaknya belum bisa diketahui karena menunggu hasil visum.

"Dari beberapa saksi mengatakan benar pilot ditembak oleh KKB dan jenazahnya ditemukan dalam kondisi di kursi pilot," ujar Kombes Pol.Bayu.

Kombes Pol.Bayu juga menyampaikan bahwa selain pilot jadi korban, KKB juga melakukan pembakaran kursi penumpang dalam heli tersebut.

"Yang dibakar itu kursi penumpang yang berada di belakang. Untuk kursi didepan yang ada pilot itu tidak terbakar, mungkin disebabkan hujan sehingga api itu mati,"ujarnya.

Dalam kesempatan ini, ia juga mengatakan bahwa pihaknya juga tengah melakukan pendalaman terhadap KKB yang telah melakukan aksi tersebut.

"Indikasi itu KKB dari kelompok Nduga atau Puncak, namun kita masih dalami karena lokasinya itukan ada diperbatasan antara Timika-Nduga dan Puncak," kata Kombes Pol.Bayu. (Ignasius Istanto)

Top