Hukum & Kriminal

Dua Perusahan Besar Di Mimika Menunggak Pajak Hingga Puluhan Miliar : KPK Dampingi Pemda Lakukan Pemasangan Plang

Pemasangan plang tunggakan wajib pajak di Hotel Serayu dilakukan oleh Pemda Mimika didampingi KPK

MIMIKA, BM

Ada pemilik dua perusahan besar di Mimika ternyata selama ini menunggak pembayaran pajak kepada Pemda Mimika sehingga tunggakannya kini mencapai puluhan miliar.

Pemilik dua perusahan ini tidak membayar pajak bumi dan bangunan (PBB) dan pajak hiburan dalam hal ini pajak hotel dan restoran.

Adapun dua pengusaha tersebut adalah PT Tata Disantara (TDS), pemiliknya adalah Abdul Latif yang berhutang PBB sejak tahun 2015 dan satu lainnya adalah Sumitro pemilik perusahaan PT Serayu Grup.

Akibat penunggakan tersebut, Komisi Pemberatas Korupsi (KPK) mendampingi Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika yang diwakili Inspektorat, perwakilan Kemendagri dan Kejaksaan melakukan pemasangan plang di arel dua perusahan tersebut.

“PT TDS ini hutangnya sudah capai Rp. 30.135.210.589 dari tahun 2015,” kata Kabid PBB Bapenda Mimika, Hendrik Setitit di sela-sela pemasangan plang di tanah yang berlokasi di jalan masuk menuju Kwamki Narama, Kamis (4/08/2022).

Dijelaskan, luas tanah yang dimiliki PT TDS mencapai seluas satu juta meter persegi atau 135 hektar yang berdekatan berdekatan dengan RPH dan Hanggar.

Sejak sebelum tahun 2015, pajak tanah ini dibayar oleh PT Freeport Indonesia yang mengira bahwa tanah itu milik perusahaan tambang tersebut.

“Freeport kira ini tanah mereka jadi sebelumnya setiap tahun Freeport yang bayar,” ungkapnya.

Sementara tunggakan pengusaha PT Serayu Group untuk PBB, perusahan ini sudah menunggak sebesar Rp. 2.273.623.784.

“Penagihan kami sudah ulang-ulang dikasih tapi tidak diindahkan,” jelas Hendrik di lokasi tanah milik Sumitro yang terletak di samping Lanud Yohanis Kapiyau.

Sedangkan untuk tunggakan pajak hotel dan restoran, Kabid Pajak Bapenda Mimika, Joel Luhukay mengatakan sudah mencapai Rp2,5 miliar.

“Untuk hotel dan restoran juga tunggakannya capai Rp2,5 miliar,” katanya.

Kasatgas Wilayah V KPK, Dian Patria pada kesempatan itu meminta kepada pengusaha agar ada itikad baik untuk bagaimana melakukan pembayaran dengan mencicil.

“Kalau ada niat baik dia cicil lah,” kata Dian.

Dian juga mengatakan kepada pihak Bapenda bahwa sekecil apapun tunggakan pajak harus dipasang plang peringatan supaya jadi perhatian publik.

"Secara aturan pajak jika belum juga melakukan pembayaran maka bisa dilakukan sita kekayaan wajib pajak atau disandera tidak boleh keluar di suatu tempat sampai pajak dibayarkan," Ujarnya.

Sementara itu Penanggung jawab Hotel Serayu, Agif dan Edi yang menerima rombongan Pemda bersama KPK memberikan tanggapan bahwa pada tahun 2021, pihaknya sempat membayar tunggakan pajak sekitar Rp250 juta.

Keduanya mengakui bahwa tunggakan diakibatkan karena Pemda Mimika masih berhutang kepada pemilik perusahaan senilai Rp30 miliar tentang kekurangan pembayaran tanah bandara.

“Jadi kita atau penerima berkomitmen akan bayar kalau Pemda juga membayar. Jadi kita juga bukan mau mengulur-ulur bayar pajak ini,” ucapnya.

Ditegaskan, Sekretaris Bapenda Yulianus Pabuntu, bahwa masih ada pengusaha yang tidak memahami mekanisme pembayaran pajak hotel dan restauran. Yang membayar pajak ini sebenarnya adalah konsumen, bukan pengusaha.

"Saat konsumen makan dan membayar apa yang dimakan disitulah pungutan pajaknya. Jadi yang bayar pajaknya konsumen dan pengusaha hanya sebagai jembatannya, begitu juga yang menginap tagihannya sudah dicantumkan dengan pajaknya," Jelasnya.

Ia berharap, apapaun alasannya, tunggakan pajak harus dibayar karena hituangan piutangnya akan terus berjalan. Semakin banyak tunggakan maka semakin besar pula piutangnya. (Shanty)

Mengisi Kemerdekaan, Generasi Muda Mimika Diminta Angkat Senjata Perangi Narkoba

Suasana hening saat doa berantai lima agama

MIMIKA, BM

Momentum menyambut HUT Ke-77 RI tahun 2022, generasi muda Mimika diminta untuk bangkit dan berperang melawan narkoba yang akhir-akhir ini terus didatangkan dari luar daerah ke Timika.

Generasi muda harus memperkuat diri untuk melawannya karena sasaran utama dalam distribusi barang haram ini adalah pemuda.

Dalam sejarah perjuangan bangsa, generasi muda Indonesia juga berperan aktif dan ikut membantu perjuangan para pahlawan guna memerdekakan negeri ini.

Maka sebagai penerus bangsa harus bisa memberikan hal-hal positif bagi perjuangan para pahlawan dan negara terutama dalam era milenial ini.

Ketua FKUB Mimika Ignatius Adii menyebutkan bahwa pelajar yang merupakan bagian dari
generasi muda harus berikrar untuk membebaskan diri dari narkoba. Walau demikian, ia menuturkan hal ini tidak terlepas juga dari peran dan tangggungjawab pihak sekolah.

"Jadi hari ini kita undang pihak sekolah dan perwakilan pelajar untuk ikut kegiatan ini, karena FKUB memandang ini perlu, sebab kita tahu selama ini narkoba itu sasarannya anak-anak muda," ungkapnya dalam kegiatan Doa Bersama di Hotel Cenderawasih 66, Kamis (4/8).

Kegiatan doa bersama ini mengusung tema "Manusia Merencanakan,Tuhan Menentukan" dengan sub tema, "Membangun Generasi Muda Mimika Yang Berkarakter dan Inovasi Dalam Mengisi Negara.

Ketua FKUB meminta agar makna dari tema ini diresapi oleh para pelajar karena mereka adalah aset dan harapan masa depan negeri ini.

"Kita perlu berdoa bersama sehingga sekarang yang kita buat sebagai manusia bisa didukung dan bisa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,"katanya.

Dirinya juga berpesan kepada pihak sekolah agar selain memberikan didikan yang lebih baik juga harus bisa membuat anak didiknya berkarya atau menemukan inovasi baru demi masa depan.

"Selain pihak sekolah, saya juga berharap peran dari orangtua dalam mendidik anak agar tidak terpengaruh dalam narkoba,"harap Ketua FKUB.

Sementara itu Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra memberikan apresiasi kepada FKUB karena giat ini juga mengikutsertakan generasi muda terutama para pelajar.

"Kegiatan positif seperti ini sangat bagus sekali. Ini demi masa depan mereka, karena kalau kita lihat anak-anak kita inikan mudah sekali dalam pergaulan, tentunya kita juga tidak mau mereka terjerumus kedalam hal-hal yang merusak masa depannya," ungkapnya.

Mantan Kapolsek Mimika Baru ini berharap peran penting dari sekolah dan orangtua serta semua pihak dalam mendidik anak-anak.

"Mari kita sama-sama bersinergi menjaga anak-anak kita menuju masa depan yang cerah," harap Putra.

Asisten I Setda Mimika, Paulus Dumais juga menambahkan bahwa dalam menjaha kantibmas di Mimika secara keseluruhan merupakan peran semua orang.

"Mari kita bersama-sama berpartisipasi dalam menjaga kamtibmas. Hal ini perlu untuk menyatukan kesamaan dalam menghadapi setiap gejolak yang terjadi,"katanya.

Dumais berharap seluruh elemen masyarakat mengintensifkan komunikasi untuk mengantisipasi adanya gejolak-gejolak yang terjadi di lapangan.

"Saya berharap doa bersama menyambut HUT RI ini diberkati Tuhan sehingga apa yang kita rencanakan untuk Mimika dapat berjalan dengan sukses dan aman,"harapnya. (Ignas)

Sempat Dihentikan Pencarian, Yosep Bocah 2 Tahun Ditemukan Sudah Dalam Keadaan MD



Jenazah Yosep, bocah dua tahun saat dievakuasi tim Sar Timika

MIMIKA, BM

Operasi pencarian terhadap bocah berusia 2 tahun bernama Yosep sempat dihentikan sesuai rencana operasi SAR, karena pencarian memasuki hari ke tujuh juga tidak membuahkan hasil.

Korban diduga terjatuh dan tenggelam di sekitar perairan dermaga pelabuhan kapal Feri Poumako Timika sejak tanggal 25 Juli.

Namun Rabu (3/8), jenazah bocah berusia sekitar 2 tahun ditemukan di belakang sungai Poumako tepatnya belakang pemukiman warga RT 09, Distrik Mimika Timur.

Jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek KP3 Kawasan Pelabuhan Pomako.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika George L.M. Randang saat dikonfirmasi membenarkan telah ditemukan mayat bocah 2 tahun tersebut.

"Kita menerima informasi dari anggota Polairud sekitar pukul 12.30 wit dan sekitar pukul 12.47 wit tim Sar diberangkatkan untuk membantu evakuasi. Akhirnya jenazah berhasil dievakuasi bersama unsur gabungan baik dari Basarnas, Polairud dan pihak Polres Timika bersama masyarakat dan keluarga korban ke RSUD Timika," ungkapnya.

Kata George, dari hasil koordinasi dengan pihak keluarga korban ternyata jenasah bocah 2 tahun tersebut merupakan anak mereka.

"Saya turut berduka cita dan berharap kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. Dan saya menghimbau agar masyarakat dapat mendampingi putra-putrinya dalam beraktivitas di daerah rawan seperti di tepian sungai dan dialiran air khususnya musim hujan, karena mereka masih kecil dan butuh pemantauan dan perlindungan dari orang tua,"katanya.

Diketahui sebelumnya tim Sar gabungan telah melaksanakan pencarian semenjak diterima laporan pada tanggal 25 Juli hingga 31Juli 2022, namun dari hasil pencarian selama itu nihil dan akhirnya diusulkan ditutup dan korban dinyatakan hilang. (Ignas)

Top