Politik & Pemerintahan

Sampah Penyebab Genangan Air di Ahmad Yani, PU Lakukan Cutting Beton


Kadis PUPR Mimika, Inosensius Yoga Pribadi

MIMIKA, BM

Genangan air yang terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kebun Sirih, Mimika Baru mendapat perhatian langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Genangan air di jalan tersebut yang kemudian dipopulerkan sebagai ‘tempat pemancingan” ini ternyata penyebab utamanya adalah karena penumpukan sampah.

Pagi tadi, Senin (20/4/2026) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi kepada BeritaMimika mengatakan hal tersebut.

“Kami dari dinas kemarin sudah langsung sikapi hal ini, dan setelah dicek, main hold penyaluran air sudah tertutup dengan sampah karena warga buang sampah di sekitaran itu,” ungkapnya.

Yoga kemudian memastikan bahwa pihaknya hari ini akan langsung melakukan perbaikan sehingga tidak ada lagi genangan air di tempat tersebut.

“Hari ini kami akan langsung penanganan dengan melakukan cutting beton yang ada untuk menyalurkan air,” ujarnya.

Kepada BM, Yoga juga mengatakan bahwa aksi yang dilakukan sebagian masyarakat yang sedang memancing di area tersebut merupakan sebuah kritikan positif untuk Mimika semakin baik kedepan.

“Tidak ada masalah dengan hal ini dan bagi kami ini adalah bagian dari responsif masyarakat sehingga apa yang jadi prioritas, kami akan coba untuk segera menangani. Ini juga bagian dari pengawasan,” ungkapnya di telepon. (Ronald R)

Bupati Mimika : Mimika Raih KWP Award Bukan Karena Saya Tapi Karena Dukungan Semua Masyarakat Mimika

Bupati Mimika Johannes Rettob

JAKARTA, BM

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) Award 2026 yang di terimanya di Senayan, bisa diraih karena dukungan semua masyarakat Mimika terhadap kinerja pemerintahan saat ini.

Hal ini disampaikan Bupati JR usai menerima KWP Award 2026 sebagai Kepala Daerah yang Fokus pada Inovasi Daerah untuk Kesejahteraan di Ruang Pustaloka, Gedung Nusantara 4, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/4).

“Penghargaan ini bukan karena kerja keras saya sendiri tapi karena dukungan dari semua masyarakat, semua perangkat dan stakeholder yang telah memberikan kontribusi yang luar biasa kepada saya dan kami pemerintah sehingga bisa mendapat penghargaan ini,” ungkapnya.

Apresiasi juga diberikan Bupati JR kepada Wartawan Parlemen yang ikut menilai dan mengikuti perkembangan kepemimpinan pimpinan daerah di Indonesia terutama di Papua.

“Saya sangat apresiasi karena kami yang di Papua bisa dilihat oleh wartawan yang ada di Senayan dan ini sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.

“Terimakasih atas perhatian yang sudah diberikan secara khusus kepada kami di Papua terutama Mimika,” lanjutnya.

Bupati mengatakan Award ini memacu pemerintahannya untuk semakin fokus pada inovasi dan kesejahteraan masyarakat dan daerah demi mendukung visi dan misi nasional.

Menurutnya penghargaan ini juga merupakan sebuah pengakuan atas eksistensi pembangunan secara nasional di daerah, khususnya di wilayah Indonesia Timur.

Perlu diketahui, KWP Award 2026 merupakan agenda rutin dua tahunan dan tahun ini mengusung tema “Mengawal Perjuangan, Mengapresiasi Dedikasi: Bersama Mewujudkan Indonesia Emas”.

Ajang ini bertujuan memotret kinerja para pemimpin dan wakil rakyat secara objektif melalui pengamatan pers. Dan di tahun ini, tercatat ada 60-an nominasi penerima penghargaan. (Ronald R)

PT Petrosea dan Distrik Miru Kolaborasi Kembangkan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang Terintegrasi

Foto/Istimewa : CSR Superintendent PT Petrosea Tbk, Aditya Ramadhana Djaja, dan Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, saat penandatanganan kerja sama pengembangan RTH di Ballroom Hotel Horison Diana Timika, Rabu (15/4/2026). 

MIMIKA, BM

Wajah Jalan Cenderawasih, tepatnya di Jalan Cenderawasih, seberang Bundaran Mimika Smart City bakal segera bersalin rupa.

Melalui skema sinergi antara sektor privat dan birokrasi, PT Petrosea Tbk resmi menggandeng Pemerintah Distrik Mimika Baru untuk menyulap kawasan tersebut menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terintegrasi.

Langkah ini dikukuhkan lewat penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh CSR Superintendent PT Petrosea Tbk, Aditya Ramadhana Djaja, dan Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, di Hotel Horison Diana Timika, Rabu, 15 April 2026.

Proyek ini disebut sebagai realisasi komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan di wilayah operasionalnya.

Aditya Ramadhana Djaja menyatakan bahwa ketersediaan RTH merupakan instrumen penting untuk menekan laju polusi di kawasan urban yang kian padat.

Proyek di area SP 2 ini diharapkan menjadi pilot project yang nantinya dapat diduplikasi di wilayah lain.
“Nah, kita lihat kita di area ring satu kita, salah satunya di SP 2 ini, apa namanya, Ruang Terbuka Hijau ini menjadi hal yang penting di seluruh Indonesia, termasuk di Timika ini,” ujar Aditya.

Dalam teknis pelaksanaannya, Petrosea berperan menyuplai material dan menggandeng kontraktor pihak ketiga. Meski fokus pada ring satu, Aditya tak menutup kemungkinan ekspansi program ke wilayah lain jika asesmen lapangan menunjukkan kebutuhan serupa.

“Dan harapan juga mungkin bisa kita merambah ke RTH di Mimika juga, cuma mungkin di distrik yang lain yang perlu kita lihat, nanti kita ases apakah perlu dilakukan pengembangan atau dibuatkan RTH yang baru,” tambahnya.

Kepala Distrik Mimika Baru, Merlyn Temorubun, menegaskan bahwa penataan RTH ini bukan sekadar urusan estetika kota. Pemerintah Distrik sengaja menyisipkan fungsi ekonomi untuk mengakomodasi para perajin lokal, khususnya perajin noken dari kalangan Orang Asli Papua (OAP).

"Jadi itu adalah intervensi taman yang akan kita buat baik setelah kita tata sesuai dengan apa yang telah direncanakan dengan Petrosea," jelas Merlyn.

Merlyn memastikan bahwa keterlibatan masyarakat lokal dalam rantai ekonomi di RTH tersebut menjadi prioritas utama. Hal ini sejalan dengan misi pemberdayaan ekonomi kerakyatan di tingkat distrik.

"Nanti kita akan masukkan mama-mama yang berjualan noken, ya UMKM. Kemarin kita sudah OAP (Orang Asli Papua) ya, khusus OAP di RTH itu,” imbuhnya.

Aksi lapangan dijadwalkan dimulai pada Jumat pekan ini. Merlyn menekankan pentingnya masa transisi perawatan agar aset publik tersebut tidak terbengkalai setelah diserahkan.

Upaya ini juga merupakan bagian dari gerakan "Miru Bergema" (Mimika Baru Bersih, Gerak Bersama, dan Berdampak Nyata) yang tengah digalakkan untuk menciptakan ekosistem urban yang lebih manusiawi di Timika. (Red)

Top