Kesehatan

DWP Mimika Salurkan Bantuan dan Renovasi Rumah Satu Anak Stunting di Mimika

Ketua DWP Mimika Ny. Bernadetha Kateyau menyerahkan kunci rumah kepada Mama Yelince Degey

MIMIKA, BM

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mimika menunjukkan komitmennya menjadi orang tua asuh dari 3 anak stunting yang ada di Distrik Wania, bahkan kini jumlah tersebut bertambah menjadi 4 anak.

Selama tiga bulan DWP Mimika akan terus mengintervensi keempat anak stunting tersebut dengan terus memberikan pendampingan.

Dalam pendampingan, anak-anak stunting diberi makanan bergizi setiap hari yang dikelola oleh Pj. Gizi Puskesmas Wania. Kemudian, tim pendamping keluarga DWP Mimika mengantar dan memberi makan setiap hari.

Setelah dua minggu berjalan, salah satu anak bernama Desy Gobay yang semula belum bisa berjalan kini kaki kecilnya sudah mulai bisa melangkah.

DWP Mimika pada Sabtu (27/6/2026) mengunjungi rumah anak Desy dengan membawa bantuan berupa peralatan rumah tangga seperti kasur, bantal, lemari pakaian, meja, kursi, rak piring, kain pel dan ember.

Selain itu, sembako, peralatan memasak, sabun dan peralatan mandi.

Ketua DWP Mimika Ny. Bernadetha Kateyau mengatakan ini merupakan kunjungan DWP Mimika yang ketiga kalinya sebagai bentuk kepedulian dan keprihatinan atas apa yang dialami oleh mama Yelince Degey mama dari anak Desy.

“Karena mama ini baru menjadi janda, suaminya baru meninggal (15 Juni lalu-red). Semoga bantuan ini dapat berguna dan dipakai untuk kebutuhan hidupnya,” katanya.

Ditambahkan, DWP Mimika juga memberikan motivasi dan edukasi tentang bagaimana menjaga pola hidup sehat yang baik agar bisa dilaksanakan mama Yelince di kehidupan sehari-hari sehingga anak-anak menjadi sehat.

“Sasaran kami untuk 3 anak yaitu Desy Gobay, Natalia dan Natasha Moni. Natalia dan Natasha tinggal di SP1 di Pastori Advent rumahnya masih layak. Sedangkan anak Desy ini rumah tidak layak huni,” ungkapnya.

Melihat hal itu, Ny. Bernadetha tergerak hati untuk merenovasi rumah mama Yelince Degey. Ia juga melihat bahwa satu anak mama Yelince selain Desy juga mengalami kekurangan gizi.

DWP Mimika foto bersama usai menyerahkan bantuan dan merapikan rumah mama Yelince Degey

“Mereka tidak punya air bersih dan mereka hidup dalam rumah yang sangat memprihatikan. Mereka makan, minum, dapur disitu sehingga kami DWP bersepakat kami harus bantu mereka punya rumah yang layak huni supaya perkembangan anak menjadi baik,” tuturnya.

Dikatakan renovasi rumah tersebut memerlukan waktu kurang lebih tiga minggu.

“Saat renovasi berjalan, bapak dipanggil pulang. Saya sedih karena mama ini harus jaga bayi, gendong anak pergi ke kebun dan pasar, rumah tidak bagus dan sakit. Melalui dana dari DWP kami saling membantu mama Yelince,” ucapnya.

DWP Mimika mengalokasikan anggaran sebesar Rp110 juta dimana Rp50 juta digunakan untuk merenovasi rumah dan sisanya digunakan untuk pendampingan empat anak stunting.

“Kami ucapkan terimakasih kepada pemerintah daerah Mimika; bapak bupati, wakil bupati dan sekretaris daerah yang sudah mendukung kami khususnya dalam menjalankan program DWP,” katanya.

Ny. Bernadetha berkomitmen mengintervensi keempat anak stunting ini selama tiga bulan kedepan.

Hal ini merupakan kolaborasi dari Puskesmas Wania, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) dan Distrik Wania.

“Jaga kebersihan itu yang utama. Hidup yang sehat, atur pola makan yang baik, makan makanan yang bergizi. Mulai dari remaja sudah jaga kesehatan supaya kalau mulai berkeluarga nanti anaknya sehat,” pungkasnya.

Setelah memberikan bantuan, DWP Mimika nampak bergerak merapikan kamar, membersihkan kamar mandi dan menata rumah menjadi rapi dan nyaman.

Mama Yelince Degey pada kesempatan itu tak kuasa menahan rasa harunya. Ia mengucapkan terimakasih kepada DWP Mimika.

“Terimakasih biar Yesus yang balas semuanya. Tuhan berkati,” ucap mama Yelince dengan mata berkaca-kaca. (Elfrida Sijabat)

Dinkes Mimika Perkuat Layanan Kesehatan Pesisir Lewat Monitoring di Kokonao

Kadis Kesehatan saat mengunjungi Kokonao

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi (monev) pelayanan kesehatan di Distrik Mimika Barat, Kokonao, Papua Tengah, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs didampingi para kepala bidang, staf dan serta konsultan.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari roadmap monitoring dan evaluasi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika di wilayah pesisir dan pedalaman.

Awalnya, tim dijadwalkan melakukan kunjungan ke Agimuga dan Manasari. Namun, akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung, lokasi kunjungan dialihkan ke Kokonao dan Ipaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Godfried Maturbongs, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mimika terus berupaya meningkatkan pemerataan pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah pesisir, pedalaman, maupun perkotaan.

"Pemkab Mimika terus berupaya memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana kesehatan guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Selain memanfaatkan tenaga kesehatan yang ada, pemerintah juga terus menyediakan fasilitas pendukung, termasuk tempat tinggal bagi tenaga kesehatan," ungkapnya.

Menurut Godfried, Dinas Kesehatan juga terus melengkapi puskesmas pembantu (pustu) dengan sarana telekomunikasi seperti perangkat Starlink dan solar cell.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat memperlancar komunikasi antara tenaga kesehatan di pustu dengan puskesmas maupun Dinas Kesehatan.

"Semua puskesmas dan pustu diharapkan terintegrasi dengan jaringan komunikasi sehingga pelayanan kesehatan di wilayah terpencil dapat berjalan lebih optimal," katanya.

Selain memperkuat sarana pendukung, pemerintah daerah juga terus membangun dan merehabilitasi fasilitas kesehatan.

Pada tahun 2026, Dinas Kesehatan tengah melaksanakan pembangunan puskesmas baru di Arwanop, Kelurahan Perintis, dan Distrik Wania, serta melakukan rehabilitasi sejumlah puskesmas yang telah ada.

Meski demikian, Godfried mengakui masih terdapat tantangan dalam pemenuhan sumber daya manusia kesehatan, terutama tenaga dokter gigi.

Menurutnya, pemerintah telah membuka peluang dan formasi bagi tenaga kesehatan tersebut, namun ketersediaannya masih sangat terbatas.

"Kami sudah membuka lowongan, tetapi memang masih sulit mendapatkan tenaga yang sesuai kebutuhan, khususnya dokter gigi," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Godfried juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan seluruh fasilitas kesehatan yang telah disediakan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu memanfaatkan layanan kesehatan secara optimal, termasuk program-program strategis nasional seperti Medical Check Up (MCU) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah.

"Melalui pemeriksaan kesehatan sejak dini, kita dapat mengantisipasi berbagai penyakit yang tidak diharapkan. Karena itu, masyarakat diharapkan memanfaatkan seluruh fasilitas kesehatan pemerintah yang telah tersedia," pungkasnya. (Nuel)

1 Juli, Dinkes Mimika Siap Luncurkan MCU Gratis Target 1.731 Warga

Kepala Seksi (Kasie) Penyakit Tidak Menular dan Kejiwaan pada Dinkes Mimika, Feika Rande Ratu

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika siap meluncurkan Medical Check Up (MCU) usia produktif dengan target 1.731 warga dengan usia produktif.

Adapun, MCU yang dilakukan meliputi pemeriksaan thorax (dada), abdomen (perut), mata, dan jantung. Pemeriksaan ini dilaksanakan di RSUD Mimika karena alat penunjang tidak tersedia di puskesmas.

Kepala Seksi (Kasie) Penyakit Tidak Menular dan Kejiwaan pada Dinkes Mimika, Feika Rande Ratu mengatakan, sasaran untuk program ini yakni 1731 peserta yang akan terdiri dari anak sekolah Papua yang akan melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, kader kesehatan, kepala kampung, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

“Dibandingkan dengan MCU umum yang menyasar 1000 orang, program ini lebih spesifik pada paket layanan,” kata Feika.

Feika menjelaskan, mekanisme layanan yakni, peserta awalnya akan mengikuti cek kesehatan gratis di puskesmas. Jika ditemukan indikasi lanjutan, diberikan pengantar ke RSUD.

“Pemeriksaan dimulai dari puskesmas lalu dirujuk ke RSUD dan program ini akan kita launching serentak di Puskesmas pada 1 Juli mendatang,” jelas Feika.

Ia menambahkan, untuk total anggaran sebesar Rp3 miliar lebih dengan paket layanan Rp1.500.000 per orang dengan target 1731 peserta dengan alokasi 1200 + 531 orang sesuai kategori layanan.

“Per layanan itu anggarannya Rp1,5 juta, dan program ini akan dilaksanakan di 10 Puskesmas wilayah kota,” pungkasnya. (Shanty Sang)

Top