Kesehatan

Peduli Ibu, TP PKK Mimika Gelar Sosialisasi dan Pemeriksaan Pap smear Gratis Untuk Deteksi Dini Kanker Serviks

Foto Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob bersama pengurus kabupaten dan distrik serta dr. Leonard Pardede Sp.OG/K

MIMIKA, BM

Jelang Hari Ibu, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika gelar Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Wanita yang dirangkaikan dengan pemeriksaan Pap smear gratis untuk deteksi dini kanker serviks.

Hal ini adalah bentuk kepedulian PKK Mimika akan kesehatan para ibu dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melakukan pemeriksaan Pap smear secara rutin.

Turut hadir dalam giat tersebut, pengurus PKK Kabupaten Mimika dan enam PKK distrik yakni Kuala Kencana, Iwaka, Kwamki Narama, Mimika Baru, Mimika Timur dan Wania.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob mengatakan kegiatan hari ini ditujukan untuk ibu-ibu yang sudah berkeluarga dalam rangka menyambut Hari Ibu.

“Kalau kanker payudara kita bisa lihat tapi kalau kanker serviks/mulut rahim biasanya tidak ada gejala,” katanya.

Oleh karena itu, ia melihat betapa pentingnya untuk deteksi dini kanker mulut rahim agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya, karena pengalamnnya kehilangan teman yang tidak sadar bahwa temannya itu menghidap kanker serviks dan meninggal dunia.

“Semua tergantung dari diri kita sendiri. Kita mau bersih, kita mau jaga itu semua tergantung. Kita jaga organ intim kita,” imbuhnya.

Ny. Susy Rettob menyampaikan pemeriksaan Pap smear diperuntukkan ibu-ibu dengan batas usia untuk 60 tahun kebawah dan masih memiliki pasangan hdup.

“Kalau kita hidup sehat dan tidak “main” diluar, saya rasa semua aman,” tandasnya.

“Gunakan kesempatan ini dengan baik. Terdeteksi lebih dini lebih baik maka akan lebih mudah kita mengobati. Semoga kita semua sehat. Semoga tahun depan bisa diadakan lagi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Doker Indonesia (IDI) Kabupaten Mimika yang juga merupakan ahli kandungan dr. Leonard Pardede Sp.OG/K mengatakan ia terpanggil untuk memperbaiki generasi yang dimulai dari keluarga.

Ia mengucapkan terimakasih kepada Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Rettob yang telah mempercayakan kepadanya untuk memberikan penyuluhan dan melakukan pemeriksaan Pap smear.

“Temuan kasus kanker serviks setiap tahun ada dan ini sudah benar kepedulian mereka untuk mendeteksi dini kanker serviks ini,” ucapnya.

Dikatakan, penyebab kanker serviks adalah virus Human Papillomavirus (HPV) yang sudah diidentifikasi gejala klinis seperti keputihan, hubungan suami istri berdarah yang berulang, faktor hubungan suami istri lebih dari satu pasangan, menikah usia muda, anak banyak, gizi jelek dan higienis jelek.

“Yang pasti virus HPV ditularkan melalui hubungan seksual,” ujarnya.

Adapun syarat tes Pap smear yakni tidak sedang menstruasi, tidak sedang hamil, tidak berhubungan seksual minimal 48 jam sebelum tes dan tidak menggunakan obat-obatan pervaginam minimal 48 jam sebelum tes. (Elfrida Sijabat)

Sempat Tertunda, Tahun Ini Dinkes Bangun Puskesmas Perintis


Kadinkes Mimika Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) tahun anggaran 2026 akan membangun Puskesmas Perintis dan pengembangan Puskesmas Wania.

Pembangunan Puskesmas Perintis ini direncanakan dibangun di Jalan Kartini Ujung.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengatakan, bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan tetap menjadi prioritas utama pada tahun anggaran 2026.

Pembangunan Puskesmas Perintis awalnya sudah direncanakan namun sempat tertunda sehingga tahun ini bakal direalisasikan.

Untuk diketahui, seluruh dokumen perencanaan pembangunan Puskesmas Perintis sudah selesai dan bahkan status lahannya telah dibebaskan sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

“Tanahnya sudah dibebaskan, jadi tinggal pembangunan dan dokumen perencanaannya juga sudah ada,"kata Reynold.

Ia mengatakan, pembangunan Puskesmas Perintis memakan biaya sebesar Rp34 Miliar. Sementara Puskesmas Wania Rp10 Miliar.

“Untuk anggarannya semua melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),”ujarnya.

Langkah ini, kata Reynold, menjadi bukti nyata keberpihakan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Kepala Daerah, serta pihak Legislatif terhadap pemenuhan mandatory spending di sektor kesehatan.

Meski saat ini pemerintah tengah mengedepankan semangat efisiensi anggaran, namun efektivitas pembangunan fasilitas publik tetap menjadi sasaran utama.

"Jadi kalau kita lihat dalam perjalanan lima tahun terakhir, peningkatan anggaran di sektor kesehatan sangat signifikan. Kebijakan ini menunjukkan komitmen luar biasa dari pemangku kepentingan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan yang maksimal,"Ungkapnya. (Shanty Sang)

Bupati Mimika ajak Warga Kirim Foto Bernilai Sejarah untuk Pameran HUT Mimika


Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM 

Bupati Mimika, Johannes Rettob, mengajak semua pihak mensukseskan “Mimika Photo Exhibition 2025” yang digagas untuk memperingati HUT Kabupaten Mimika ke-29 yang jatuh pada 8 Oktober 2025 mendatang.

Dengan mengangkat tema “Merekam Jejak Mimika”, pameran ini diharapkan menjadi lebih dari sekadar ajang menampilkan karya seni visual, tetapi juga ruang untuk menelusuri perjalanan panjang sejarah dan perkembangan Mimika dari masa ke masa.

“Sekali lagi, ini bukan sekedar pameran foto, tetapi mari kita lihat bersama Mimika dari masa ke masa,” ujar Bupati John dalam keterangannya, Jumat (12/9/2025).

Bupati John menegaskan, pameran ini memiliki nilai penting karena menampilkan arsip visual perjalanan Mimika sejak masa awal terbentuk hingga perkembangan dan pertumbuhan pesat di berbagai aspek saat ini.

“Foto-foto yang diharapkan hadir dalam pameran tidak hanya dari periode modern, melainkan juga ketika Mimika mulai dikenal sebagai sebuah wilayah yang sedang bertumbuh,” kata John.

Menurutnya, foto-foto tersebut akan memberikan gambaran nyata tentang bagaimana Mimika berkembang. Mulai dari masa ketika Mimika masih berada di bawah wilayah Kabupaten Fakfak, kemudian berkembang menjadi kabupaten administratif dan akhirnya menjadi kabupaten definitif.

Karena itu, Bupati John mengajak masyarakat Mimika, baik individu, komunitas, maupun instansi, untuk ikut serta dengan menyumbangkan koleksi foto lama yang mereka miliki. Arsip visual yang berharga tersebut nantinya akan menjadi bagian dari pameran sekaligus dimasukkan ke dalam arsip resmi Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Bila Bapak/Ibu seluruh masyarakat Mimika yang punya koleksi foto-foto ini, saya menghimbau untuk dikumpulkan, diikutkan dalam pameran, dan foto-foto ini menjadi arsip kami,” imbuhnya.

Ia juga menekankan bahwa keikutsertaan masyarakat tidak hanya memperkaya isi pameran, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam menjaga dan melestarikan sejarah Mimika.

Pemerintah Kabupaten Mimika menyiapkan penghargaan khusus bagi karya foto yang dianggap berharga, asli, dan tidak direkayasa. Hal ini dilakukan untuk mendorong masyarakat agar menampilkan dokumentasi yang benar-benar mencerminkan realitas perjalanan Mimika dari waktu ke waktu.

“Kami tentunya akan memberikan penghargaan kepada karya-karya foto yang otentik. Foto-foto itu akan menjadi bagian penting dari sejarah dan identitas Mimika di masa depan,” tambah Bupati John.

Menurutnya, pameran foto ini tidak hanya dimaksudkan untuk mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi sarana refleksi bersama. Melalui arsip visual yang ditampilkan, masyarakat diharapkan dapat melihat kembali bagaimana Mimika dibangun, bertumbuh, dan berubah hingga mencapai perkembangan saat ini.

Lebih dari itu, Mimika Photo Exhibition 2025 juga menjadi ruang kebersamaan. Seluruh elemen masyarakat dapat berpartisipasi dan merayakan perjalanan daerahnya, sekaligus memberikan inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai sejarah Mimika.

Pameran foto “Mimika Photo Exhibition 2025” akan menjadi salah satu rangkaian acara utama dalam perayaan HUT Mimika ke-29. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat memperkaya makna peringatan ulang tahun kabupaten, bukan hanya dengan pesta seremonial, tetapi juga dengan kegiatan yang memiliki nilai edukasi, budaya, dan sejarah.

“Ini akan menjadi dokumentasi penting untuk generasi mendatang sekaligus meneguhkan identitas Mimika yang terus berkembang,” tutup Bupati John.

Pewarta Foto Indonesia (PFI) Timika bersama Pemerintah Kabupaten Mimik mengajak masyarakat dan seluruh instansi yang memiliki arsip foto bernilai sejarah untuk diikutkan dalam pameran ini.

Berikut syarat dan ketentuan
1. Terbuka untuk umum.
2. Batas periode pengambilan foto maksimal tahun 2014.
3. Foto yang dikirim ke panitia wajib mencantumkan keterangan (lokasi dan waktu), nama fotografer, dan nomor kontak.
4. Foto dikirim via email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. dengan menyertakan subject: Kirim Foto_Mimika Photo Exhibition 2025.
5. Karya foto yang dikirim merupakan karya asli milik sendiri dan tidak direkayasa.
6. Foto yang sudah dalam bentuk cetak bisa difoto ulang dan dikirim ke panitia.
7. Foto yang dikirim akan diseleksi oleh panitia untuk dipamerkan.
8. Klasifikasi foto yang dikirim meliputi: Foto Kepala Daerah, Sosok/Tokoh berpengaruh, Infrastruktur, Ikon Daerah, Suasana Kehidupan Masyarakat, Budaya, Perayaan Hari Besar, Fasilitas Publik, Pendidikan dan Kesehatan.
9. Segala bentuk klaim dari pihak lain atas satu karya peserta sepenuhnya menjadi tanggung jawab peserta.
10. Batas akhir pengiriman 25 September 2025.

(Red)

Top