Kesehatan

Dinkes Mimika Gelar Pertemuan Bagi Petugas Pencatatan Gizi Pada 26 Puskesmas

Foto bersama di sela kegiatan

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar pertemuan penyegaran bagi petugas Pencatatan Pelaporan Gizi berbasis Masyarakat (EPPGBM) / Sigizi Kesga, yang diikuti oleh 26 puskesmas di seluruh wilayah Mimika.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Horison Diana, Timika, Rabu (17/6/2026) dibuka oleh Sekretaris Dinkes Mimika, Dr. Sisma HL.

Sekretaris Dinkes Mimika, Dr. Sisma HL mengatakan, bahwa pertemuan ini bertujuan memastikan data gizi balita tercatat akurat, cepat, dan dapat ditindaklanjuti untuk menekan kasus stunting.

Menurutnya, data akurat saja tidak cukup, data harus juga lengkap, mutakhir, dan konsisten agar dapat menjadi dasar kebijakan pemerintah daerah dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program gizi.

“Data harus sesuai dengan kondisi nyata di lapangan, semua variabel gizi balita harus tercatat tanpa ada yang terlewat. Dan data yang disajikan harus up to date, di mana informasi harus mencerminkan keadaan terkini, bukan data lama,"kata Sisma.

Sisma mengatakan, penyajian data pun harus di barengi dengan kompetensi petugas, penanggung jawab pencatatan wajib memahami konsep dan variabel secara seragam agar tidak terjadi perbedaan interpretasi.

“Tujuan pertemuan ini agar kita dapat menyamakan pemahaman operasional variabel gizi antar puskesmas, kemudian mencegah perbedaan tafsir yang bisa menimbulkan bias data, memastikan data gizi balita dapat digunakan sebagai dasar kebijakan penurunan stunting dan membangun komitmen bersama agar pencatatan gizi dilakukan dengan standar yang sama,”ujarnya.

Ia pun memberikan apresiasi pada bagian gizi sebab kegiatan ini merupakan langkah penting untuk menghasilkan data gizi yang lebih baik, akurat, dan dapat diteliti, sehingga kebijakan pemerintah benar-benar sesuai dengan kondisi masyarakat. (Shanty Sang)

Dinkes Gelar Monev Program Kesehatan Usia Sekolah

Foto bersama di sela-sela kegiatan

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika menggelar Pertemuan Evaluasi Program Kesehatan Usia Sekolah untuk mengukur capaian kinerja, menilai efektivitas pelayanan, dan memperbaiki strategi pembinaan dan pelayanan di lingkungan pendidikan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Grand Tembaga, Jumat (12/6/2026) ini dibuka secara resmi oleh Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan pada Dinkes Mimika, Dwi Crisdiyantoko.

Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan pada Dinkes Mimika, Dwi Crisdiyantoko dalam sambutannya menyampaikan, bahwa anak usia sekolah itu merupakan aset bangsa. Sehingga, Dinas Kesehatan memegang peran krusial dalam melindungi dan meningkatkan kualitas kesehatan mereka.

"Pelayanan kesehatan dilakukan di sekolah tujuannya untuk anak usia sekolah tetap sehat. Karena, mereka adalah aset bangsa maka kita harus bisa mempersiapkan generasi emas ini untuk menjadi aset bangsa,"kata Dwi.

Dwi mengatakan, anak usia sekolah ini adalah calon pemimpin. Jadi, kalau calon-calon pemimpin ini tidak sehat, bagaimana bisa memimpin negara ini ?Jadi tugas petugas kesehatan dari Puskesmas adalah bagaimaba menyehatkan anak-anak.

"Kita tahu bersama kalau anak usia dini itu juga masuk dalam kategori usia emas, jadi Dinas Kesehatan mempunyai tugas bagaimana bisa menyehatkan anak anak kita dengan memberikan pelayanan kesehatan di sekolah," Ujarnya.

Pelayanan kesehatan di sekolah, kata Dwi mencakup, pemeriksaan gigi, penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, Kesling, Promkes.

Katanya, untuk program kesehatan ini tidak bisa berjalan sendiri tetapi harus lintas program dan lintas sektor. Monev yang dilaksanakan hari ini juga sebenarnya bukan untuk mencari kesalahan kesalahan melainkan melihat atau memotret sejauh mana kegiatan dijalankan.

"Jadi, kita sama-sama bisa cari solusi dan masukan dari kendala yang dihadapi di lapangan," Ungkapnya. (Shanty Sang)

Pemkab Mimika Perkuat Strategi Percepatan Penurunan Stunting

Sambutan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong

MIMIKA, BM

Dalam upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting, diperlukan akurasi data, koordinasi lintas sektor, serta komitmen bersama.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong pada kegiatan Advokasi Program Bangga Kencana yang melibatkan stakeholder dan mitra kerja dalam rangka operasional Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Aksi 1 dan Aksi 2 Tahun 2026 yang dilaksanakan di Hotel Horison Ultima, Selasa (9/6/2026).

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dalam sambutannya menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan komitmen bersama Pemerintah Kabupaten Mimika untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

"Upaya ini tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja sama, sinergi, dan komitmen bersama antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, mitra kerja, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat," kata Wabup Emanuel.

Emanuel menjelaskan, stunting bukan sekadar masalah tinggi badan anak, tetapi persoalan serius yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, kemampuan belajar, produktivitas, hingga kerentanan terhadap penyakit di masa depan.

Ia menambahkan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelaksanaan program penurunan stunting dilakukan secara terarah, terpadu, dan konvergen.

Karena itu, Aksi 1 berupa analisis situasi dan Aksi 2 berupa penyusunan rencana kegiatan menjadi tahapan penting dalam menentukan intervensi yang tepat sasaran.

Melalui kegiatan advokasi ini, seluruh peserta diharapkan dapat memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta menghasilkan rekomendasi dan rencana tindak lanjut yang konkret guna mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Mimika.

Menutup sambutannya, Wakil Bupati mengajak seluruh pihak untuk terus bergerak bersama demi memastikan setiap anak di Mimika mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat dan berkualitas.

"Kita harus bekerja bersama, bergerak bersama, dan memastikan bahwa setiap anak di Kabupaten Mimika mendapatkan haknya untuk tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top