Kesehatan

Wujud Peduli Kepada Masyarakat, Satbrimob Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis

Personel Brimob saat melakukan kegiatan bakti sosial.

MIMIKA, BM

Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah melaksanakan kegiatan bakti sosial di wilayah Kabupaten Mimika, Selasa (11/11/2025).

Kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis yang berlangsung di Mako Brimob Batalyon B Pelopor.

Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Korps Brimob Polri ke-80 yang mengusung semangat “Brimob Presisi untuk Negeri.

“Kegiatan bakti sosial ini kami laksanakan sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian Brimob kepada masyarakat serta mempererat hubungan antara Brimob dan masyarakat, "kata Ketua Panitia Pelaksana, Iptu Tasrudin, yang juga menjabat sebagai Danki 3 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah.

Disampaikannya bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT Brimob ke-80.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan mempererat tali silaturahmi antara Brimob dan warga,” ujar Iptu Tasrudin.

Selain pelayanan kesehatan, personel Brimob juga bahu membahu bersama masyarakat melakukan pembersihan di lingkungan sekitar gereja dan masjid, yaini di Gereja Oikumene Mile 32 dan Masjid Darur Rahmah SP3.

Salah satu tokoh masyarakat sekaligus pengurus Masjid Darur Rahmah SP3, Roni, menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian dan perhatian yang diberikan oleh personel Brimob.

“Kami sangat berterima kasih kepada jajaran Brimob Batalyon B Pelopor yang sudah turun langsung membantu membersihkan masjid kami. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan menunjukkan bahwa Brimob benar-benar peduli kepada masyarakat,'ucapnya.

“Semoga Brimob semakin sukses, tetap solid, dan selalu dalam lindungan Allah SWT dalam menjalankan tugas,” sambung Roni.

Kegiatan yang dilakukan personel Brimob mendapat apresiasi dari Komandan Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah, Kompol Onisimus Umbu Sairo, S.I.K.

“Melalui kegiatan bakti sosial, kami ingin menegaskan bahwa Brimob tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga selalu ada untuk membantu dan melayani masyarakat. Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan memperkuat semangat pengabdian Brimob untuk Indonesia,” ungkapnya.

Ia pun berharap dengan terlaksananya kegiatan bakti sosial ini semakin terjalin hubungan yang harmonis antara Brimob dan masyarakat, serta menjadi wujud nyata pengabdian Korps Brimob Polri dalam melindungi dan melayani dengan sepenuh hati.(Ignasius Istanto)

Kader Posyandu KASANA Binaan TP PKK Mimika Diharapkan Menjadi Kader Yang Mandiri

Ketua Bidang Pokja IV Ny. Alice I Wanma, Ketua Pokja IV Ny. Endang Farmasi beserta pengurua mengunjungi salah satu posyandu yang ada di Kecamatan Asemworo

SURABAYA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika melalui Pokja IV melaksanakan kunjungan ke salah satu posyandu mandiri yang ada di Kecamatan Asemrowo, kota Surabaya pada Kamis (13/11/2025).

Rombongan disambut dengan ramah oleh Camat Asemrowo Muhammad Khusnul Amin.

Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob melalui Ketua Pokja IV Ny. Endang Farmasi mengatakan PKK Mimika melaksanakan kunjungan untuk melihat bagaimana pelayanan posyandu mandiri yang dimulai dari pendaftaran ke langkah 1 hingga langkah 5.

“Dari situ kita dapat melihat ternyata posyandunya maju sekali karena kadernya itu inisiatifnya tinggi sekali. Jadi, mereka menjemput bola,” katanya.

Ia mengambil contoh ketika ada pasien lanjut usia (lansia) yang tidak terdaftar namun mereka mendengar, maka kadernya akan menjemput dan mencarinya.

“Inisiatif kadernya sangat tinggi sekali mangkanya dibilang posyandu mandiri itu betul-betul mandiri mereka. Memang ada tenaga kesehatan (Nakes) yang mendampingi tetapi untuk Nakes hanya pengambilan sampel darah, kalau untuk mengukur tensi mereka sudah bisa mandiri sendiri,” ungkapnya.

Sementara pelayanan untuk bayi, balita dan ibu hamil para kadernya dikatakan juga mandiri.

“Seandainya, ada yang tidak ada kendaraannya atau sakit di rumah, kadernya jemput dan memang kalau perlu dibawa ke Nakes, mereka yang membawakannya,” imbuhnya.

Sementara untuk fasilitas posyandu sendiri dari RT RW-nya memang sudah ada fasilitasnya sendiri sehingga dianggap tempat layak untuk ditempati posyandu.

“Harapan kami semoga kader-kader yang ada di Timika bisa kita latih mandiri seperti yang kami lihat di lapangan. Mereka tidak berpikir untuk saya dapat uang berapa tapi kesadaran sendiri untuk bagaimana anak-anak bisa maju dan ibu hamil baik. Itu yang terpenting,” tandasnya.

Ny. Endang menyebut posyandu binaan TP PKK Mimika Posyandu KASANA saat ini memiliki enam orang kader Posyandu.

“Kami harap kader Posyandu KASANA bisa seperti mereka menjemput bipa. Para kader jiwa sosailanya tinggi sekali sehingga sudah ada masing-masing kader baik untuk bayi dan lansia tersendiri. Mereka jemput bola dengan notor. Bagus disitu. Semoga kader kita bisa menjadi kader mandiri seperti mereka,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Pemprov Papua Tengah Gelar Rakerkesda II Tahun 2025 di Mimika

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Dr. drg Yohanes Tebai didampingi Narasumber dan Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra saat memukul tifa

MIMIKA, BM

Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan melaksanakan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) II Provinsi Papua Tengah tahun 2025 di Kabupaten Mimika, Senin (10/11/2025).

Rakerkesda II yang dilaksanakan di Hotel Grand Tembaga ini dihadiri oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Keming, para Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten, Direktur Rumah Sakit, Direktur Ketahanan Farmasi dan Alkes, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang kesehatan lainnya.

Tema yang diusung pada kegiatan ini ialah "Aksi Bersama Untuk Papua Tengah Sehat, Strategi, Efektif Peningkatan Kesehatan".

Adapun beberapa hal penting yang dibahas dalam Rakerkesda II ini, yaitu peningkatan akses layanan kesehatan primer dan rujukan, penyiapan Tenaga Kesehatan (Nakes), penyediaan sarana prasarana kesehatan serta perencanaan anggaran kesehatan daerah.

Plt Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Dr. drg Yohanes Tebai dalam sambutannya menjelaskan kondisi geografis Papua Tengah dan data fasilitas kesehatan yang ada di dalamnya menjadi tantangan pemerintah saat ini dalam mencari model pelayanan kesehatan agar bisa menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.

Luas wilayah Provinsi Papua Tengah adalah 61.000 km dan jumlah penduduk sekitar 1.400.000 orang. Artinya, rata-rata terdapat 24 keluarga yang mendiami setiap 1 km luas wilayah.

"Sementara jumlah Puskesmas yang tersedia di Papua Tengah adalah 150 Puskesmas dan yang teregistrasi masih 130 Puskesmas, dan yang terakreditasi masih dalam angka puluhan," kata drg Yohanes.

Melihat kondisi ini, kata Yohanes, akses pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan besar karena penyebaran penduduk yang tidak merata dan tidak berpusat.

Menurut Yohanes, sangat wajar apabila Papua Tengah meminta penambahan akses pelayanan masyarakat, seperti Puskesmas, Pustu maupun Posyandu agar bisa menjangkau masyarakat hingga pelosok.

"Kita tidak lagi menggunakan pelayanan di dalam gedung terpusat, karena di dalam 1 km hanya 24 keluarga yang bisa kita jangkau. Kalau kita hanya menunggu di Puskesmas, maka yang bisa kita layani dengan jangkauan Puskesmas itu kurang lebih 5 km dikalikan dengan 24 keluarga," ujarnya.

Selain kurangnya fasilitas kesehatan, Provinsi Papua Tengah juga masih mengalami keterbatasan Nakes. Di mana setiap kabupaten masih minim ketersediaan dokter gigi dan dokter spesialis lainnya. Untuk itu, sangat diperlukan skema untuk mengatur Nakes.

"Inilah gambaran akses pelayanan kesehatan primer dan juga rujukan di mana kita harus menambah fasilitas kesehatan, menambah Nakes, menyediakan sarana prasarana demi peningkatan kesehatan masyarakat," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top