Kesehatan

Inovasi Baru Dinas Kesehatan : Lima Puskesmas Di Timika Kini Buka Sampai Jam 5 Sore

Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika melalui 5 puskesmas di wilayah kota melakukan inovasi baru dengan membuka layanan poliklinik hingga pukul 17.00 Wit sore guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Kelima puskesmas ini adalah Puskesmas Timika, Timika Jaya, Wania, Pasar Sentral dan Puskesmas Jile Ale.

Kepala Puskesmas Timika, dr Mozes Untung menjelaskan, tambahan jam pelayanan sampai jam 5 sore ini dilaksanakan sesuai arahan Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra.

Karena sebelumnya pelayanan di Puskesmas hanya dilakukan sampai jam 1 siang.

"Dengan dibukanya pelayanan hingga sore diharapkan dapat memberi manfaat yang seluas-luasanya bagi masyarakat dalam hal pelayanan kesehatan," kata Kepala Puskesmas Timika dr Mozes Untung saat ditemui di Hotel Horison Ultima, Kamis (11/8/2022).

Pelayanan hingga sore dibuka untuk semua jenis pelayanan mulai dari pendaftaran, pemeriksaan dokter, rekam medis, pemeriksaan lab dan layanan apotik.

“Jadi sebenarnya sama saja dengan pelayanan yang dilakukan pagi hari, ” kata dr. Mozes.

Ia mengatakan, untuk menghindari keramaian di pagi hari maka jika masyarakat ingin memeriksa kesehatan bisa datang di siang atau sore hari karena layanannya sama.

Dikatakan juga bahwa salah satu tujuan dilakukan layanan hingga sore adalah untuk meningkatkan cakupan Puskesmas.

"Selama ini kan pasien di paksa datang pagi karena layanan kita sampai jam 1 siang,” tuturnya.

Terkait kecukupan tenaga kesehatan, dokter Untung mengatakan pegawainya cuku untuk dilakukan mobile pelayanan.

Perlu diketahui, pelayanan di Puskesmas Timika mulai hari Senin sampai Kamis pelayanan dibuka sampai hingga pukul 17.00 Wit. Sementara Jumat dan Sabtu hanya hingga pukul 16.00 Wit.

dokter Moses Untung mengatakan dengan pelayanan yang lebih lama ini diharapkan bisa menjadi pintu untuk mendeteksi semua kasus-kasus yang kemungkinan bisa menjadi permasalahan dan berhubungan langsung dengan mutu Puskesmas.

“Misalnya seperti penyakit menular dan tidak menular, sehingga pasien yang dengan penyakit kronis sekarang dengan BPJS tidak perlu ragu karena pelayanan sudah sampai sore, karena selama ini mereka terbatas sampai jam 1 siang," ungkapnya. (Shanty)

IDI : Mimika Masih Membutuhkan Penambahan Dokter Spesialis, Bidang Apa Saja?

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mimika, dr Leonard Pardede

MIMIKA, BM

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Mimika, dr Leonard Pardede menyebutkan, Kabupaten Mimika masih kekurangan dokter spesialis di bidang neurologi atau saraf, ortopedi, jantung, kulit dan dokter mata.

Walau Mimika termasuk memiliki banyak dokter spesialis namun khusus untuk empat bidang itu masihlah minim sehingga perlu ada penambahan.

“Orang selalu tanya kenapa belum ada dokter mata. Kita berharap ke depan ada yang mau datang yah termasuk dokter kateterisasi jantung," harapnya.

dr Pardede menyebutkan anggota IDI di Kabupaten Mimika saat ini berjumlah 270 orang. Jumlah ini didominasi oleh dokter umum yang mana sebagiannya bekerja di fasilitas kesehatan primer dan praktek mandiri. Sementara jumlah dokter spesialis ada 41 orang.

"Kalau ada dokter-dokter spesialis itu yang mau kerja di Mimika pasti saya akan pakai untuk di Rumah Sakit Kasih Herlina," ujarnya.

Ia menjelaskan, jumlah dokter spesialis di satu wilayah tidak dapat disamakan, sebab bergantung pada kebutuhan masyarakat.

Dokter Leo berharap, agar kebutuhan dokter spesialis yang masih dibutuhkan itu bisa ditempatkan di RSUD Mimika.

"Dengan adanya kekurangan dokter spesialis ini tidak jarang bila ada pasien dengan diagnosis jantung misalnya harus dirujuk ke daerah lain yang memiliki dokter spesialis tersebut," ungkapnya.

Tambahnya, dengan kebutuhan ini tentunya harus ada kerja sama dan solusi terbaik dari Dinas Kesehatan dan pihak terkait lainnya.

"Kami dari IDI berharap semoga kekurangan dokter spesialis ini bisa segera dipenuhi di rumah-rumah sakit yang ada di Mimika," Ungkapnya. (Shanty)

Membanggakan, Dinkes Mimika Juara Nasional Penanganan TB Terbaik

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terpilih sebagai juara 1 lomba Penanganan Tuberkulosis Tingkat Nasional Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) periode Januari hingga Juni.

Pada perlombaan tersebut, Dinkes Mimika berhasil menemukan 5 persen kasus pada 45.100 orang bergejala yang discreening. Persentase jumlah kasus tersebut merupakan yang terendah dari seriap kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra saat ditemui di Hotel Horison Diana, Kamis (11/8/2022) merasa puas dengan pencapaian tersebut.

"Selain temuan kasusnya sedikit, screening yang kami lakukan itu jumlahnya jauh di atas target yang diberikan Kemenkes untuk Mimika yakni hanya 8.100, sedangkan kita sudah capai angka 50 ribu," ujarnya.

Reynold menjelaskan bahwa pihaknya menginginkan jumlah screening lebih banyak agar diketahui posisi kasus TB di wilayah kerjanya seperti apa.

“Kami berpikir ini adalah momen, kenapa hanya 8.100, kenapa tidak 100 ribu. Padahal semakin banyak kita melakukan screening, semakin baik juga kita tahu posisi kita dimana, begitu,” tutur Reynold.

Dengan capaian ini, Dinkes Mimika kian terpacu untuk terus meningkatkan jumlah screening TB.

"Kita akan upayakan sampai Desember nanti bisa menyentuh angka 100 ribu," pungkasnya. (Ade)

Top