Kesehatan

2.063 Tenaga Kesehatan di Mimika Sudah Diberi Vaksin Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Secara keseluruhan, 2.079 warga di Mimika telah menerima suntikan Vaksin Sinovac. Dari jumlah ini, 2.063 merupakan tenaga kesehatan sementara 16 lainnya merupakan pejabat publik.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika Reynold Ubra mengatakan untuk gelombang pertama imuniasi covid antara Januari hingga April 2021, pihaknya menargetkan pemberian vaksin kepada 2.573 tenaga kesehatan.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan pemberian vaksin kepada para ASN dan honorer, TNI-Polri, karyawan BUMN, pelayan publik seperti di Bandara Mozes Kilangin Pelabuhan Pomako juga kepada awak media serta beberapa unsur lainnya," jelasnya.

Menurut Reynold, Dinas Kesehatan juga akan memberikan kesempatan kepada semua pelayanan publik lainnya yang ingin diberikan vaksin tersebut.

Saat ini Dinas Kesehatan juga tengah melakukan koordinasi dengan fasilitas kesehatan di Mimika, diantaranya klinik kesehatan milik TNI-Polri guna mendata berapa banyak jumlah personel yang akan diberikan vaksin.

"Semua data ini harus dilaporkan ke Kemenkes karena ini berhubungan dengan penyediaan vaksin. Sampai sekarang kami baru dua kali terima kiriman vaksin sinovac dengan jumlah 4000-an dosis. Estimasi kami, kebutuhan vaksin untuk semua pelayan publik di Mimika sekitar 18.000 dosis," jelas Reynold.

Ia juga menjelaskan bahwa pemberian Vaksin Sinovac kepada warga sejauh ini tidak mengakibatkan atau menimbulkan efek samping yang berlebihan, sehingga menjadi ketakutan.

"Sampai sekarang tidak ada laporan adanya keluhan berat oleh mereka yang sudah diberi vaksin. Keluhan hanya sebatas rasa ngantuk, pegal-pegal hingga rasa lapar. Dan ini semua masih dalam taraf normal atau boleh dibilang hanya keluhan ringan," ungkapnya. (Ronald)

Hingga Februari 2021 Sudah 38 Pasien Covid di Mimika Meninggal

Kelala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Sejak ditemukannya dua kasus pertama pasien Covid-19 di Mimika pada Minggu (29/3) tahun 2020, jumlah kasus Covid-19 secara keseluruhan di Mimika terus mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengatakan hingga tahun 2021, tepatnya Senin (8/02), total keseluruhan kasus Covid telah mencapai 4.337 kasus.

Dari jumlah ini, kasus yang masih aktif sebanyak 409 sedangkan 3.890 telah dinyatakan sembuh sementara 38 penderita Covid-19 di Mimika dinyatakan telah meninggal dunia.

"Penularanya masih meningkat jadi masyarakat harus patuhi 3M. Perkembangan dalam 14 hari terakhir ini, kasus Cobid-19 di Kabupaten Mimika meningkat, namun peningkatan terjadi pada wilayah Tembagapura, sedangkan di RSUD dan RSMM masih aman," ungkapnya di Mile 32.


Direktur RSUD, dr Anton Pasulu saat menggunakan APD 

RSUD Mimika Kekurangan Oksigen

Sementara itu ditempat yang sama, Direktur RSUD Mimika, Dr. Antonius Pasulu mengatakan penanganan yang dilakukan RSUD terhadap pasien Covid- 19 sejauh ini berjalan baik. Pelayanan di RSUD tetap berpacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP).

Fasilitas di RSUD termasuk obat dan vitamin untuk pasien Covid-19 tersedia, hanya saja mereka kini kekurangan oksigen.

"Yang jadi menjadi kendala bagi kami saat ini adalah oksigen sehingga kemarin kami minta bantuan karena produksi disini terbatas, " ujarnya.

Dikatakan pula, hingga saat ini RSUD Mimika sedang merawat 5 pasien covid dan saat ini 7 orang probable sedang menunggu hasil PCR.

"Dari 5 pasien ini, 1 pasien dengan gejala atau kondisi berat empat sementara 4 lainnya dengan gejala sedang. Kalau dari 38 kasus kematian pasien covid di Mimika, 22 kasus kematian ditangani RSUD," ungkapnya. (Ronald)

Jaga Warga Mimika Dari Covid-19, TNI Rutin Turun Jalan

Anggota Kodim 1710 Mimika memakaikan masker kepada seorang warga yang sebelumnya tidak menggunakan masker

MIMIKA, BM

Kepedulian terhadap penularan Covid-19 di Mimika yang masih saja berlangsung menjadi perhatian penuh Kodim 1710 Mimika.

Aparat Kodim 1710 Mimika menginginkan agar masyarakat Mimika selalu patuh terhadap penerapan protokol kesehatan.

Walau ini hari Minggu (7/02), belasan personel Kodim ini turun langsung ke jalan guna membagikan masker kepada masyarakat sekaligus mengingatkan warga agar tetap mematuhi penggunaan protokol kesehatan.

Aksi ini tepatnya dilakukan kepada warga dj Bundaran SP2 dan Awalin Jalan Cenderawsih, usai umat Nasrani melakukan ibadah hari Minggu.

Pasiops Kodim 1710/Mimika, Kapten Inf. Hely Sukmajaya mengatakan kepada BM bahwa melindungi masyarakat Mimika dari situasional pandemi saat ini merupakan salah satu tugas TNI.

Menurutnya, operasi penegakan disiplin protokol kesehatan ini merupakan satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalan melaksanakan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Kita harus rutin lakukan ini agar masyarakat Mimika jangan lengah bahwa kita masih berada dalam situasi pandemi covid. 3M merupakan cara sederhana bagaimana kita secara bersama dapat memutuskan mata rantai penularan ini," ungkapnya.

Pasiops juga menambahkan, para peserta operasi penegakan protokol kesehatan selalu ditekankan agar saat berhadapan dengan masyarakat selalu mengutamakan pendekatan secara persuasif dan humanis guna menghindari adanya gesekan.

“Kegiatan pendisiplinan protokol kesehatan ini akan terus kami lakukan sampai wabah covid 19 ini benar-benar hilang, dan tentu saja dalam praktek di lapangan kami terus mengikuti perintah dan himbauan dari pimpinan kami,” ujarnya. (Ronald)

Top