Kesehatan

Awalnya 97, Namun Hanya 83 Orang di DPRD yang Diberikan Vaksin


Ketua DPRD Robby Omaleng berfoto bersama para perawat usai di berikan vaksin 

MIMIKA, BM

Sebanyak 83 orang yang terdiri dari Anggota DPRD Mimika, staff Setwan baik ASN maupun honorer dan sebagian wartawan, Jumat (26/3) menerima vaksin tahap pertama.

Kepala Puskesmas Timika Jaya, dr Moses Untung mengatakan jumlah penerima vaksin di DPRD seharusnya 97 orang namun setelah discreening 14 orang tidak dapat diberikan vaksin.

"Jadi hanya 83 orang yang divaksin, 14 lainnya setelah discreening mereka tidak bisa menerima vaksin," kata dr Moses.

Sekwan DPRD Mimika Ananias Faot mengatakan pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan di DPRD merunjuk pada surat bupati Mimika beberapa waktu lalu.

"Vaksinasi ini dilakukan sesuai surat bupati agar kita lakukan pendataan lebih awal, setelah kita data trus kita kirim ke pa bupati sesuai isi surat," ujarnya.

Rencana vaksinasi sebenarnya sudah dilakukan sejak beberapa minggu lalu untuk jadwal di DPRD, namun terkendala ketersediaan karena vaksin habis.

Vaksin ini juga awalnya dilakukan kepada 51 orang sesuai data awal mulai dari pegawai dan anggota dewan namun saat pelaksanaan ada penambahan orang khusus di Setwan.

Sementara bagi anggota DPRD, setelah dilakukan pendataan, tidak semua anggota DPRD yang mau melakukan vaksin.

"Rencana awalnya satu minggu yang lalu, tapi katanya vaksin habis. Rencana selanjutnya setelah Paska tapi kemudian berubah dua hari lalu. Kami ditelpon pihak Puskesmas Timika untuk siapkan data yang sudah ada dan data itu yang kita sudah sampaikan," jelasnya.

Ia berharap, seluruh anggota DPRD, ASN dan honorer bisa menerima vaksin, sehingga kedepan untuk kegiatan keluar daerah tidak menjadi kendala.

"Kita berharap semua ikut vaksin. Soal dapat vaksin atau tidak itu tergantung saat mendaftar," harapnya.

Sementara itu Ketua DPRD Robby Kamaniel Omaleng mengakui pelaksanaan vaksin kali ini sebagian anggota DPRD tidak mengikutinya.

Menurutnya mereka akan diberikan vaksin pada kesempatan yang lain sehingga nantinya tidak menghambat kegiatan dewan ke depan. Selain itu mereka harus menjadi contoh bagi masyarakat.

"Saya berharap ada vaksin lanjutan karena pasti ada teman-teman yang merasa takut dan punya pikiran-pikiran lain. Walau ini tidak menjadi sebuah keharusan ke pribadi masing-masing namun bagaimanapun kita harus menjadi contoh bagi masyarakat," harapnya. (Rafael)

1.500 Pegawai Pemda Mimika Terima Vaksin Dosis Pertama

Jalannya  vaksinasi di Pusat Pemerintahan SP III

MIMIKA, BM

Sebanyak 1.500 pegawai ASN dan non ASN lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika menerima vaksinasi massal dosis pertama, Rabu (24/3).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten  Mimika Marselino Mameyau mengatakan, pemberian vaksinasi dosis pertama ini akan berlangsung selama 3 hari agar dapat menyasar 1.500 pegawai yang sudah terdata. 

Pemberian vaksin ini menunjukan bahwa Pemda Mimika melalui Dinas Kesehatan terus melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19.

Pelayanan vaksin ini kepada masyarakat diawali oleh pejabat publik, TNI/Polri hingga saat inj kepada para ASN maupun honorer.


Salah satu tempat vaksin berada di depan Kantor Dinas Kesehatan

"Vaksinasi dosis pertama yang menyasar ASN dan non ASN  hari ini melibatkan tim vaksinator dari masing-masing Puskesmas yang ada di wilayah kota. Untuk vaksinasi dosis pertama ini diprioritaskan kepada pegawai yang berkantor di Kantor Pusat Pemerintahan dan dilakukan di lima titik, sementara OPD yang berada diluar akan kami jadwalkan lagi," tuturnya.

Sementara untuk pegawai yang berada diwilayah pedalaman baik distrik, kelurahan dan lainnya, pelayanan vaksinasi terhadap mereka akan dilakukan di wilayah kota.

"Untuk pelayanan vaksin tahap kedua, kita akan datangkan lagi pada dua pekan mendatang," ungkapnya. (Shanty)

Ini Penyebab Keracunan Massal Di Pesta Ulang Tahun Sabtu Malam

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata

MIMIKA, BM

Hasil penyelidikan terhadap sampel makanan yang mengakibatkan 51 orang mengalami keracunan pada Sabtu (27/2) malam ternyata karena adanya kandungan formalin pada makanan.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata kepada wartawan BM di Mako Polres 32, Senin (1/3) menyampaikan hal ini.

Ia menututkan, hasil investigasi sementara dalam makanan nasi kuning terdapat unsur formalin yang tipis.

"Karena bahan-bahannya itu sudah jadi satu maka otomatis kena sehingga kita akan mengecek dari bahan-bahan tersebut apakah nasinya, apakah ikannya ataukah mihunnya,"terang 

Terkait dengan keterangan dari penyelenggara acara atau tuan rumah sendiri, kata Kapolres pihaknya masih memintai keterangan.

"Kabar baiknya, semua korban sudah kembali ke rumah masing-masing," ujarnya.

Peristiwa ini bermula ketika para korban yang adalah tamu undangan mengkonsumsi makanan yang disajikan oleh salah satu keluarga di Jalan Rambutan, Jalur 2 SP2 pada saat menyelenggarakan acara ulang tahun anaknya.

Keracunan masal yang dialami 51 orang ini 45 merupakan anak-anak berusia 5-7 tahun sedangkan sisanya orang dewasa. (Ignas)

Top