Dirut RSUD dr. Faustina Burdam Fokus melanjutkan Visi Pelayanan, Sinergitas Kuncinya

 


Foto bersama sekaligus Penyerahan memori jabatan antara Dirut RSUD yang lama ke Dirut RSUD yang baru  

MIMIKA, BM

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika melakukan Serah Terima Jabatan dari, dr. Antonius Pasulu, Sp.THT-KL, M.Kes kepada Direktur RSUD yang baru dr. Faustina Helena Burdam, M.P.H

Serah terima jabatan ini ditandai dengan. Pembacaan SK Bupati Mimika Nomor 800.1.3.3 132 tertanggal 9 Maret 2026,
Penyerahan memori jabatan dan penandatangan berita acara.

Proses sertijab pada Selasa (7/4/2026) ini disaksikan Asisten I Bidang Pemerintahan Ananias Faot, kepala instalasi, kepala ruangan, humas dan sebagian pegawai RSUD Mimika.

dr. Anthonius Pasulu mengatakan ia dilantik pada 13 Januari 2020. Dan setelah masa jabatannya berakhir, ia akan tetap berada di RSUD sebagai dokter spesialis THT.

Selama menjabat, dr. Anton mengatakan ada berbagai tantangan baik internal maupun external.

Namun berkat dukungan yang ada, semua bisa dijalani dengan baik hingga masa berakhir jabatannya.

“Saya bersyukur kepada Tuhan karena penyertaanya saya bisa menjalaninya dengan baik selama kurang lebih 6 tahun saya menjabat,” ujarnya.

Menurutnya ada begitu banyak tantangan saat itu yang dimulai dengan Covid-19. Begitu banyak kepanikan dan kebutuhan yang memang harus diantisipasikan sehinga butuh kerja keras pihak RSUD.

Selepas itu ada perhelatan PON 2021, kemudian Pesparawi dan semua terlaksana dalam kondisi akhir Covid-19.

Selain itu ada juga beberapa hal yang menjadi fokus di kepemimpinannya selain akreditasi juga kebutuhan (rutin) rumah sakit hingga tata kelola dan SDM di RSUD.

“Kesuksesan kita melewati masa sulit COVID-19, penyelenggaraan PON XX, hingga Pesparawi tidak lepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan, terutama internal RSUD,” ungkapnya.

Selain sukses menjaga operasional dan keberlangsungan di masa krisis itu, dr. Anthonius juga berhasil membawa sejumlah keberhasilan dan penghargaan buat RSUD Mimika.

Ia mewariskan tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang fleksibel dan akuntabel.

RSUD Mimika juga bertransformasi menjadi Unit Organisasi Bersifat Khusus (UOBK) yang fokus pada ketersediaan enam pilar vital: obat-obatan, alat medis, air, listrik, serta konsumsi pasien.

Upaya ini membuahkan hasil nyata pada aspek finansial, di mana pendapatan RSUD melonjak drastis dari Rp27 miliar pada 2019 menjadi angka historis Rp122,3 miliar pada 2025.

RSUD Mimika juga meraih berbagai prestasi yang tidak hanya membanggakan Mimika tapi juga Papua.

RSUD Mimika meraih penghargaan nomor 1 Pelayanan Kecelakaan Kerja Terbaik oleh BPJS Ketenagakerjaan saat PON.

Selain itu RSUD juga meriah akreditasi paripurna, hingga inovasi digital SIMRS yang membawa rumah sakit ini menjadi satu-satunya RSUD yang terbebas dari sanksi kementerian terkait rekam medik elektronik.

Inovasi “SiPoli” dan layanan “Sa Antar Ko” khusus pasien Orang Asli Papua (OAP) turut mempertegas keberpihakan pelayanan RSUD pada kearifan lokal.

Meski demikian, dr. Anthonius menitipkan sejumlah pekerjaan rumah bagi Direktur RSUD yang baru dr. Faustina Helena Burdam, M.P.H.

Menurutnya, pengembangan ruang rawat inap menjadi prioritas mendesak mengingat ketersediaan tempat tidur sering kali mencapai kapasitas maksimal (overload).

Dengan jumlah tempat tidur yang telah menyentuh angka 210, ia meyakini RSUD Mimika sudah sangat layak untuk naik kelas dari Tipe C menjadi Tipe B, sebuah rencana yang sempat tertunda akibat transisi Daerah Otonomi Baru (DOB).

Menerima tanggung jawab besar tersebut, dr. Faustina Helena Burdam menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan visi pelayanan.

Ia memandang tugas ini sebagai amanah untuk menyempurnakan fondasi yang telah dibangun pimpinan sebelumnya.

dr. Faustina menekankan pentingnya sinergi kolektif, mulai dari jajaran dokter spesialis hingga petugas garis depan seperti cleaning service dan keamanan.

“Suka tidak suka, namun hari ini saya berdiri di sini sudah dilantik sah pada tanggal 11 Maret tahun 2026 sebagai Direktur Rumah Sakit Kabupaten Mimika. Mempertahankan itu memang susah, tapi semua bisa kita lewati dengan kerja sama yang baik, diskusi, keterbukaan karena tujuan kita adalah pelayanan masyarakat,” tegas dr. Faustina.

Ia juga menyoroti kebutuhan mendesak akan dokter spesialis organik demi menjamin kualitas pelayanan yang berkelanjutan.

Sementara itu Bupati Mimika, Johannes Rettob, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Ananias Faot, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dr. Anthonius yang dinilai mampu mengubah hal kecil menjadi besar.

“Pemerintah Daerah berharap di bawah kepemimpinan dr. Faustina, RSUD Mimika tidak terjebak dalam pengelompokan internal, melainkan tetap solid sebagai satu keluarga besar yang memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan beretika bagi seluruh masyarakat Mimika,” pungkasnya. (Ronald Renwarin)

Top