Kesehatan

Hingga Februari 2021 Sudah 38 Pasien Covid di Mimika Meninggal

Kelala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Sejak ditemukannya dua kasus pertama pasien Covid-19 di Mimika pada Minggu (29/3) tahun 2020, jumlah kasus Covid-19 secara keseluruhan di Mimika terus mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra mengatakan hingga tahun 2021, tepatnya Senin (8/02), total keseluruhan kasus Covid telah mencapai 4.337 kasus.

Dari jumlah ini, kasus yang masih aktif sebanyak 409 sedangkan 3.890 telah dinyatakan sembuh sementara 38 penderita Covid-19 di Mimika dinyatakan telah meninggal dunia.

"Penularanya masih meningkat jadi masyarakat harus patuhi 3M. Perkembangan dalam 14 hari terakhir ini, kasus Cobid-19 di Kabupaten Mimika meningkat, namun peningkatan terjadi pada wilayah Tembagapura, sedangkan di RSUD dan RSMM masih aman," ungkapnya di Mile 32.


Direktur RSUD, dr Anton Pasulu saat menggunakan APD 

RSUD Mimika Kekurangan Oksigen

Sementara itu ditempat yang sama, Direktur RSUD Mimika, Dr. Antonius Pasulu mengatakan penanganan yang dilakukan RSUD terhadap pasien Covid- 19 sejauh ini berjalan baik. Pelayanan di RSUD tetap berpacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP).

Fasilitas di RSUD termasuk obat dan vitamin untuk pasien Covid-19 tersedia, hanya saja mereka kini kekurangan oksigen.

"Yang jadi menjadi kendala bagi kami saat ini adalah oksigen sehingga kemarin kami minta bantuan karena produksi disini terbatas, " ujarnya.

Dikatakan pula, hingga saat ini RSUD Mimika sedang merawat 5 pasien covid dan saat ini 7 orang probable sedang menunggu hasil PCR.

"Dari 5 pasien ini, 1 pasien dengan gejala atau kondisi berat empat sementara 4 lainnya dengan gejala sedang. Kalau dari 38 kasus kematian pasien covid di Mimika, 22 kasus kematian ditangani RSUD," ungkapnya. (Ronald)

Jaga Warga Mimika Dari Covid-19, TNI Rutin Turun Jalan

Anggota Kodim 1710 Mimika memakaikan masker kepada seorang warga yang sebelumnya tidak menggunakan masker

MIMIKA, BM

Kepedulian terhadap penularan Covid-19 di Mimika yang masih saja berlangsung menjadi perhatian penuh Kodim 1710 Mimika.

Aparat Kodim 1710 Mimika menginginkan agar masyarakat Mimika selalu patuh terhadap penerapan protokol kesehatan.

Walau ini hari Minggu (7/02), belasan personel Kodim ini turun langsung ke jalan guna membagikan masker kepada masyarakat sekaligus mengingatkan warga agar tetap mematuhi penggunaan protokol kesehatan.

Aksi ini tepatnya dilakukan kepada warga dj Bundaran SP2 dan Awalin Jalan Cenderawsih, usai umat Nasrani melakukan ibadah hari Minggu.

Pasiops Kodim 1710/Mimika, Kapten Inf. Hely Sukmajaya mengatakan kepada BM bahwa melindungi masyarakat Mimika dari situasional pandemi saat ini merupakan salah satu tugas TNI.

Menurutnya, operasi penegakan disiplin protokol kesehatan ini merupakan satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalan melaksanakan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

"Kita harus rutin lakukan ini agar masyarakat Mimika jangan lengah bahwa kita masih berada dalam situasi pandemi covid. 3M merupakan cara sederhana bagaimana kita secara bersama dapat memutuskan mata rantai penularan ini," ungkapnya.

Pasiops juga menambahkan, para peserta operasi penegakan protokol kesehatan selalu ditekankan agar saat berhadapan dengan masyarakat selalu mengutamakan pendekatan secara persuasif dan humanis guna menghindari adanya gesekan.

“Kegiatan pendisiplinan protokol kesehatan ini akan terus kami lakukan sampai wabah covid 19 ini benar-benar hilang, dan tentu saja dalam praktek di lapangan kami terus mengikuti perintah dan himbauan dari pimpinan kami,” ujarnya. (Ronald)

Sebagian Besar Warga Tiga Kampung Masih Tinggal di SD Banti

Kapolsek dan Kadistrik Tembagapura

MIMIKA, BM

Kapolsek Tembagapura, Ipda Eduardus Edison menyatakan bahwa saat ini situasi di Distrik Tembagapura aman terkendali, paska kepulangan warga Kampung Banti 1, Banti 2 dan Opitiawak.

Di wilayah ini telah dibangun tiga pos Brimob dan satu pos TNI. Bahkan rencaanya dalam waktu dekat akan ditambahkan satu lagi pos TNI.

"Situasi keamanan sampai sekarang aman terkendali, masih kondusif dan aktifitas normal. Di sana dijaga oleh 150 Brimob dan Satgas Pamrawan TNI. Mereka ditempatkan di Banti," jelasnya.

Sementara itu terkait kebutuhan ekonomi di atas, Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame mengatakan hingga saat ini warga tidak kesulitan karena bantuan pemerintah daerah malui Dinas Sosial berupa sembako selalu didistribusikan secara bertahap.

Hanya saja sebagian besar warga tiga kampung ini masih menetap di SD Banti 1. Mereka menempati ruangan kelas sebagai tempat tinggal dan dibuatkan dapur umum.

"Rumah warga masih bagus hanya saja fasilitas banyak yang rusak seperti pintu, jendela, kasur dan alat-alat dapur sudah tidak layak pakai. Baru beberapa warga yang pulang ke rumah, sebagian besar masih di sekolah. Keadaan ini buat sehingga tempat tinggal mereka harus di renovasi," ungkapnya.

Dikatakan sudah 670 jiwa yang kembali namun sebagian besar masih ditampung di SD Banti. Kebutuhan sembako masih terpenuhi namun masalah utama yang mereka hadapi saat ini adalah tidak adanya tenaga medis dan masalah air bersih.

"Ini emeregensi yang yang harus dipikirkan bersama dan cepat untuk jangka pendek. Tidak ada pelayanan publik medis di sana, tidak ada tenaga medis, air kita sambung pipa dari polsek sementara untuk penerangan lima kelas kita sambung listrik dari pos Brimob," ungkapnya.

Kadistrik berharap agar apa yang menjadi kebutuhan jangka pendek seperti renovasi rumah warga segera terealisasi oleh Pemda dan PTFI.

"Harapan dan keadaan masyarakat seperti itu. Mereka harap Pemda dan PTFI memperhatikan kondisi mereka, terutama pelayanan kesehatan dan renov rumah mereka," ujarnya. (Ronald)

Top