Kesehatan

Gebyar Vaksin dan Peringati 20 Tahun Alumni Akabri, Warga Mimika Dihadiahi 2 Unit Motor

 


Dua warga Timika yang mendapatkan dua hadiah utama, foto bersama Dandim 1710 dan Kapolres Mimika

MIMIKA, BM

Polres Mimika bersama Kodim 1710/Mimika dan Lanud Yohanis Kapiyau menggelar gebyar vaksin dan berhadiah gratis di halaman Kantor Sentra Pelayanan Polres Mimika, Selasa (28/12).

Kegiatan yang diselenggarakan ini bertepatan dengan momen memperingati 20 tahun pengabdian alumni Akabri tahun 2001 Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh.

"Kegiatan yang dilaksanakan adalah memperingati 20 tahun pengabdian kita berdinas di negara kita. Ini dilaksanakan secara serentak oleh alumni 2001 untuk mendukung program pemerintah. Tentunya kami juga di perintahkan bapak Kapolri dan Panglima TNI untuk dukung program dari presiden," kata Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata.

Dengan mendukung program pemerintah percepat vaksin, kata Kapolres, Timika sudah mencapai target dengan vaksinasi 70 persen.

"Dengan capaian target ini, kita tidak boleh putus begitu saja karena vaksin kedua masih banyak yang belum. Hari ini (kemarin-red) saja saya kira yang vaksin 200 orang saja ternyata hampir 800 orang," ungkap Era.

Sebagai salah satu bentuk apresiasi bagi masyarakat yang melakukan vaksin, maka diberikan doorprise dengan hadiah utamanya berupa dua unit kendaraan roda dua

"Doorprise utama ini sebagai sumbangsih dari rekan-rekan alumni 2001," ujar Era.

Ditambahkan Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf. Yoga Cahya Prasetia, bahwa jika terhitung 20 tahun berdinas untuk negara maka TMTnya  terhitung tanggal 12 Desember lalu.

"Jadi dengan berjalannya waktu kegiatan ini kita rencanakan mulai tanggal 12 Desember hingga sekarang. Tadi (kemarin sore) juga kita laksanakan vicon dengan Kapolri dan Panglima TNI yang diwakili oleh Kasum TNI bahwa 20 tahun kita berdinas sudah berbuat dan membangun negri dan masyarakat," ujar Dandim Yoga. (Ignas)

 

Kalung ‘Kesehatan’ KK Liforce Dilirik Bupati Mamteng Ricky Ham Pagawak


Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng), Ricky Ham Pagawak saat mengunjungi stand KKI dan bertemu Crown Star Director KK Indonesia, Maria Elisabeth Elsa dan Eghe Mancelly saat momen Pesparawi XIII di Timika

MIMIKA, BM

Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XIII yang diselenggarakan di Kabupaten Mimika telah usai, namun masih meninggalkan kesan yang baik terutama bagi sponsor KK Indonesia khususnya ASC ‘KKI’ Timika.

Dalam pagelaran tersebut, selain membagikan produk unggulan mereka yakni Supergreen food ( *SGF*) kepada 21 kontingen kabupaten/kota yang mengikuti lomba, ASC ‘KKI’ Timika juga berkesempatan memamerkan produk-produknya di salah satu stand yang disediakan.

Salah satu pemimpin daerah yakni Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng) Ricky Ham Pagawak tertarik mengunjungi stand ini. Bahkan, ia juga menyempatkan diri untuk mencoba kopi kesehatan KKI.

Crown Star Director KK Indonesia, Maria Elisabeth Elsa dan Eghe Mancelly menceritakan pengalaman ini kepada BeritaMimika, Kamis (18/11).

“Beliau adalah bupati yang dari awal sampai akhir pelaksanaan Pesparawi XIII selalu ada untuk mendukung kontingennya. Pada saat itu, kami berkesempatan membagikan brosur produk tentang kalung kesehatan kami yaitu KK Liforce,” tutur Elsa.

Kemudian di pertemuan selanjutnya antara ASC KKI Timika dan Bupati Mamteng Ricky Ham Pagawak, pasangan suami istri ini memberikan souvenir berupa kalung kesehatan KK Liforce sebagai bentuk apresiasi.

“Setelah beliau pakai, ia merasakan khasiatnya lalu minta dikirim apa fungsi dan manfaatnya. Kalung ‘yang’ beliau pakai ini special edition sehingga tidak dijual bebas. Kesannya beliau jadi lebih segar dan aktif,” ungkapnya.

Setelah merasakan khasiat dari kalung kesehatan KK Liforce ini, Bupati Mamteng Ricky Ham Pagawak juga menghadiahi kalung KK Liforce tersebut untuk kontingennya yang berhasil meraih champion di Pesparawi XIII.

“Hingga kini di ASC KK Indonesia Cabang Timika sudah ratusan Kalung Kesehatan KK Liforce yang terjual di Timika dan puluhan untuk champion kontingen dari Mamteng. Kalau yang di ambil untuk champion Mamteng ada model kalung Crystal Swarovski berwarna biru,” tambah Eghe.

Adapun yang menjadi keunikan kalung kesehatan KK Liforce ini disebutnya karena terkomposisi energi skalar murni, tanpa tambahan far infra red, ion negatif dan magnet. Kalung Kesehatan 'KK' Liforce menggunakan energi skalar murni yang sangat berdampak mengagumkan untuk penyembuhan.

“KK Liforce ini kaya akan manfaat seperti meredam bahaya radiasi frekuensi elektro magnetik, meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, melindungi DNA dari kerusakan atau mencegah kanker, dan bisa di pakai untuk segala usia bahkan yang sudah memakai ring di jantung,” jelasnya.

“Selain itu juga untuk memperlancar sirkulasi darah dan oksigenasi tubuh, meningkatkan fungsi syaraf otak, memperbaiki penyerapan nutrisi di tingkat sel, meredam stres dan membuat tidur lebih nyenyak serta mengurangi nyeri atau kaku pada sendi,” lanjutnya.

Ada 20 jenis design kalung yang ditawarkan sehingga konsumen dapat memilih beberpaa pilihan menarik sesuai yang diinginkan. Selain berwarna hitam dan silver, ada juga berwarna Crystal Swarovski dengan fungsi tambahan.

Yang dipakai oleh Bupati Mamteng adalah Crystal Blue Sapphire yang berguna untuk third eye chakra, membantu problem keseimbangan di kepala, membantu masalah pedengaran, sinus, penglihatan, menyeimbangkan hormonal dan meningkatkan kreativitas dan imaginasi.

Untuk lebih detailnya terkait aneka jenis design kalung KK Liforce lainnya dan fungsi manfaatnya, dapat datang langsung mendatangi ASC ‘KKI’ Timika di Jalan Busiri Depan Gereja Katolik Sempan atau kontak di nomor 0811-168325. (Elfrida)

Tahap Pertama, Tim Riskesdas Kolaborasi Pemda dan PTFI Turun di 11 Kampung

Sosialisasi di Horison Diana diikuti oleh 70 tenaga kesehatan

MIMIKA, BM

Sebanyak 70 tenaga kesehatan (Nakes) Kabupaten Mimika mulai mengikuti pelatihan enumerator Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas).

Pelatihan enumerator Riskesdas ini berlangsung di Hotel Horison Diana, Selasa (2/11) dan dilangsungkan selama 4 hari dengan mendatangkan konsultan kesehatan dari Bali yang sudah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan.

Setelah mengikuti pelatihan ini, tenaga enumerator mulai melakukan survey pada tanggal 8 November 2021.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold R Ubra mengatakan, tim akan dibagi menjadi 2 tahapan, tahap pertama akan ada 11 kampung mulai dari Nawaripi, Koperapoka, Tipuka, Ayuka, Amamapare, Nayaro, Omoga, Fanamo, Otakwa, dan Omawita. Ada juga di Atuka, Timika Pantai, Keakwa. Kampung-kampung ini dipilih secara acak sesuai meteologi dari pada suatu riset.

"Kita targetnya mudah-mudahan kalau tidak ada halangan dalam pertengahan bulan November sampai akhir, 11 kampung ini sudah beres setelah itu kita akan bergeser ke wilayah pegunungan," tutur Reynold.

Ia mengatakan, 11 kampung ini juga ada termasuk program pemerintah dan kerja sama dengan PTFI dimana penanganan kesehatan juga ada.

Dijelaskan, bahwa Enomerator ini adalah semua tenaga kesehatan yang bekerja di wilayah survey. Misalnya kalau ada di wilayah Tipuka atau Ayuka berarti itu Puskesmas dari Ayuka di bawa koordinator langsung Kepala Puskesmasnya.

"Saya pikir ini sangat baik, rencananya di bulan Maret minggu pertama kami sudah bisa launching," kata Reynold.

Reynold menjelaskan, pihaknya mendatangkan konsultan dari Bali supaya riset ini betul-betul memiliki aspek hukum atau legalitas yang jelas.

Ini merupakan yang pertama kali di Indonesia yang dilakukan secara mandiri yang menggabungkan antara pengumpulan data, wawancara dan juga biomedis.

"Kami berterima kasih kepada PTFI atas kerjasama ini. Hal ini sebenarnya bukan hal baru untuk kami di Mimika karena Riskesnas (Riset Kesehatan Nasional) yang setiap secara berkala dilakukan oleh Kemenkes, teman-teman Puskesmas sudah terlibat. Terakhir itu Risfaskes (Riset Fasilitas Kesehatan) sudah dilakukan juga," Ujarnya.

Katanya, pihaknya juga pernah ikut dalam survey infeksi saluran reproduksi, STBP (survey terpadu biologi perilaku). Survei ini memiliki kesamaan dengan Riskesdan namun diintegrasikan antara wawancara untuk 13 indokator kesehatan dasar dengan pemeriksaan spesimen darah.

"Ada pengukuran juga tentang stunting. Jadi semua lengkap saat tim turun lakukan survey di lapangan," Ungkapnya.

Reynold mengharapkan dukungan dari pemerintah distrik apalagi pada pekan lalu mereka pun telah diberikan sosialisasi tentang Riskesdas itu sendiri.

"Saya pikir mereka mendukung. Saya sangat berharap dukungan semua pihak untuk Riskesdas ini supaya pembangunan kesehatan 5- 10 tahun kedepan dan secara khusus 5 tahun masa RPJMD bisa terlaksana dengan baik," tutur Reynold.

Sementara itu, Manager Eksternal Media Relationship Corporate Communications (Corpcom) PT Freeport Indonesia, Kerry Yarangga menjelaskan pelatihan enomerator ini adalah bagian dari riset kesehatan dasar yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan bekerjasama dengan sentral of public health Inovation dan PTFI.

"Pelatihan enomerator ini untuk melatih para tenaga enomerator untuk nanti akan turun ke lapangan melakukan riset kesehatan dasar di 30 kampung total dari area surveynya," Kata Kerry.

Dikatakan, untuk tahap pertama mereka akan melakukan survey di 11 kampung dan pelatihan ini berlangsung selama 4 hari di bawa koordinasi sepenuhnya oleh Dinas Kesehatan.

"PTFI ikut mendukung didalam kegiatan ini dengan melibatkan 20 tenaga enomerator. Mereka akan menjadi bagian dari tim riskesdas. Totalnya nanti ada 70 tim Riskesdas yang akan turun ke lapangan sebagai tenaga enomerator," ungkapnya. (Shanty)

Top