Kesehatan

Anggota Polres Mimika Diberikan Vaksin Booster

Wakapolres Mimika, Kompol Serraju

MIMIKA, BM

Kepolisian Resort (Polres) Mimika telah melaksanakan pemberian vaksin Booster kepada anggotanya di Mako Polres Mimika 32, Senin (7/2).

Pemberian vaksin booster yang dilakukan secara bertahap untuk personil Polres Mimika ini diberikan kepada anggota yang telah menerima vaksinasi dosis kedua maupun pertama.

"Pelaksanaan vaksin ketiga ini sesuai dengan petunjuk dan tidak serempak karena memang tidak bisa sekaligus. Sebab kita juga harus menghitung dengan jumlah personil yang tugas-tugas pelayanan tetap dijalankan," kata Wakapolres Mimika, Kompol Serraju.

"Jadi kita bagi sekian persen. Vaksin booster kepada personil Polres Mimika menggunakan vaksin Astrazeneca," lanjutnya

Mantan Kapolsek Mimika Baru ini juga mengatakan, selain anggota Polres Mimika, anggota Brimob juga akan menerima vaksinasi tersebut.

Menurutnya, pemberian vaksinasi booster kepada personil Polres Mimika sangatlah penting, mengingat tugas kepolisian yang berhubungan langsung dengan masyarakat banyak.

"Saya kira ini penting dengan tugas-tugas personil yang terus bersentuhan dengan publik, sehingga imunitas personil perlu juga diberikan dengan vaksin booster ini. Kalau untuk warga umum nanti kita akan koordinasi dengan dinas terkait karena terkait dengan ketersediaan vaksin tersebut," ungkap Serraju.(Ignas)

Covid-19 Melejit di Mimika, Dalam Dua Hari 35 Kasus Baru Ditemukan

Kadis Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Mimika terus mengalami kenaikan cukup signifikan dalam sepekan terakhir.

Pertanggal 31 Januari 2022 tercatat ada 15 kasus, namun hanya dalam dua hari saja, terjadi peningkatan hingga tiga kali lipat yakni naik menjadi 50 kasus baru.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimikasaat ditemui, Rabu (2/2) mengatakan, penambahan kasus yang sangat signifikan yaitu kasus dari Tembagapura.

Khusus untuk wilayah Freeport di klinik Kuala Kencana ada 2 yang sedang dirawat, 8 orang isolasi mandiri dan 2 orang isolasi terpusat.

"Jadi kasus aktif yang paling banyak itu di Tembagapura," kata Kadinkes Reynold Ubra.

Di Tembagapura ada 3 orang yang sedang dirawat, isolasi mandiri 18 orang dan yang jalani isolasi terpusat 12 orang.

"Jika dirinci menurut fasilitas kesehatan dari 50 kasus tersebut, maka 45 kasus dari Tembagapura dan 5 kasus ditangani Puskesmas yang ada di Mimika," ungkapnya.

Ia mengatakan, peningkatan kasus tersebut berasal dari pelaku perjalanan dan kontak erat.

"Yang jelas 5 kasus itu kalau sudah dirawat, berarti dengan gejala sedang jadi harus ditangani oleh rumah sakit. Kalau sudah menerima vaksin saya pikir semua pasti memiliki gejala ringan dan bahkan tanpa gejala," ujarnya.

Tambahnya, dengan meningkatnya kasus covid dan pada Februari ini, maka harus perlu diantisipasi dengan melakukan vaksinasi serta menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat. (Shanty)

20 Ribu Anak di Mimika Ditargetkan Terima Vaksin Sinovac

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Sebanyak 20 ribu anak di Mimika usia 6-11 tahun ditargetkan akan mendapatkan Vaksin Sinovac. Vaksin ini telah diuji keamananya untuk anak.

Dosis vaksin yang bisa diterima anak usia 6-11 tahun, yaitu 600 SU atau 0,5 ml per dosis untuk dua kali vaksin. Dengan demikian maka tiap anak akan diberikan 1 ml vaksin Sinovac.

Rentang waktu pemberian vaksin pertama dan kedua sama dengan orang dewasa, yaitu 4 minggu atau 1 bulan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold Ubra menjelaskan hal ini saat ditemui di Gedung MPCC, Rabu (26/1).

"Dosis vaksin untuk anak usia 6-11 tahun berbeda dengan dosis untuk dewasa. Pemberian vaksin kepada anak-anak dilakukan betul-betul karena kita ingin mempercepat vaksinasi semua penduduk di Mimika dan juga mencegah penularan Covid-19," jelasnya.

Reynold mengatakan, kick offnya baru akan dilakukan pekan depan setelah pihak Dinas Kesehatan bertemu dengan Dinas Pendidikan, yayasan termasuk pihak sekolah.

Selain itu, pihaknya juga akan mempercepat pemberian vaksin boster pada kelompok TNI-Polri serta swasta.

Terkait vaksin anak, Reynold memahami bahwa pasti akan ada penolakan dari sebagian orang tua untuk pemberian vaksin terhadap anak mereka.

Dijelaskan, mekanismenya nanti selain kampanye melalui media, pihaknya juga akan melakukan pertemuan langsung dengan kepala sekolah, yayasan komite sekolah, dinas pendidikan, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh masyarakat.

Hal ini dilakukan guna menyamakan persepsi terkait pelaksanaan vaksinasi supaya mendapat dukungan.

"Saya pikir tahun 2021 kemarin itu dipercepat karena covid yang meningkat di tahun 2020 dan terjadi peningkatan di awal tahun 2021 sehingga ada percepatan. Masalah-masalah ini kan sampai hari ini belum di bicarakan secara baik," ujarnya.

Menurutnya, persoalan mengenai penerimaan masyarakat perlu adanya dukungan melalui komunikasi bersama agar pemberian vaksin kepada anak-anak tidak lagi menjadi polemik seperti pemberian vaksin kepada orang dewasa di waktu lalu.

"Teman-teman media selalu memberitakan tapi saya pikir influencer Timika kalau kita libatkan juga akan sangat baik," ungkapnya. (Shanty)

 

Top