Kesehatan

Kemenkes Datangkan 1.500 Kelambu dan 10.000 Lotion Anti Nyamuk untuk Atlet

Foto bersama usai pertemuan di MPCC Timika, Kamis (23/9)

MIMIKA, BM

Guna mencegah para atlet PON XX Papua terkena malaria, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantu 1.500 kelambu dan 10.000 botol lotion anti nyamuk.

Kelambu dan lotion anti nyamuk kemudian akan didistribusikan ke hotel dan tempat penginapan para atlet dan official.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob yang juga merupakan Ketua Malaria Center Mimika menghadiri pertemuan koordinasi pengendalian vektor malaria pada area PON XX, Kamis (23/9) di Gedung MPCC Timika.

"Lotion anti nyamuk wajib digunakan setiap saat oleh semua atlet," tutur Wabup John.

Sementara untuk kelambu hanya difokuskan bagi penginapan yang berpola asrama seperti di Sentra Pendidikan.

"Jadi kamar yang menggunakan AC, mereka tidak mau menggunakan kelambu. Tetapi mereka menjaminkan bahwa akan menyemprot,” tutur Wabup John.

Dikatakan, bantuan yang ada ini sudah bisa memenuhi kebutuhan semua atlet dan official selama berada di Mimika.

Selain lotion dan kelambu, Kemenkes juga memberikan semprot nyamuk. Petugas harus selalu menyemprot setiap kamar, karena kenyamanan dan kesehatan para atlet harus menjadi tanggungjawab Mimika sebagai tuan rumah.

"Pihak  hotel atau penginapan harus memberikan pemahaman kepada para atlet untuk melakukan apa yang kita sampaikan ini. Karena jangan sampai mereka pulang dan mereka tidak senang karena malaria,” ungkapnya. (Shanty)

Positivity Rate Covid-19 Mimika di Bawah 2 Persen, Mimika Optimis Capai 70 Persen Target Vaksinasi

Ketua Bidang Kesehatan Sub PB PON Mimika, Reynold Ubra menjelaskan tentang situasional perkembangan covid dan vaksin di Mimika

MIMIKA, BM

Angka positivity rate Covid-19 di Kabupaten Mimika kini turun dibawah angka dua persen.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Mimika Reynold Ubra Kamis (23/9) kepada awak media pada confrence pers di Mozza, usai peresmian Media Centre PB PON Cluster Mimika.

“Situasi covid-19 masuk di hari ke-15 kemarin rata-rata positivity rate kita dengan kecepatan tes diatas 300, tes per hari dibawah angka dua persen,” ungkapnya

Selain itu angka kematian akibat covid selama 10 hari terakhir berada pada angka 0 atau tidak ada pasien yang meninggal. Sementara angka kesembuhan telah mencapai 97 persen.

"Dengan protokol kesehatan dan restriksi atau pembatasan di malam hari sangat membantu karena kita tahu penularan covid-19 dapat terjadi karena mobilitas masyarakat dan hak kita untuk menerima vaksin semakin bertambah sehingga saya yakin PON di Mimika akan sukses,” imbuhnya.

Ia yakin Mimika dapat mencapai herd immunity 70 persen sebagaimana yang ditargetkan yakni minimal dosis pertama 70 persen dari 172.185 dosis.

“Saya berpikir bahwa pada saat pembukaan PON XX Papua Klaster Mimika tanggal 2 Oktober nanti kita bisa sampai ke angka 70 persen. Tim Dinas Kesehatan tidak bekerja sendiri, ada TNI Polri, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang sangat berperan untuk pencapaian ini,” ungkapnya.

Dikatakan, herd immunity 70 persen harus dicapai agar PON XX Papua bisa disaksikan secara langsung oleh masyarakat Mimika dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kita akan melihat even yang diselenggarakan dengan penonton. Ada indoor dan outdoor, masyarakat cukup datang dengan menunjukan aplikasi PeduliLindungi, memakai masker, membawa hand sanitizer, mengukur suhu tubuh saat masuk venue," ungkapnya.

"Di gedung juga tidak perlu berteriak cukup memberikan applause kepada atlet yang bertanding dan menjaga jarak duduk 1,5 meter. Ini semua protokol yang akan dilakukan,” jelasnya.

Reynold juga mengatakan, tim kesehatan akan diturunkan secara langsung ke dalam venue guna melakukan pemantauan langsung agar PON di Mimika tidak hanya sukses administrasi, sukses ekonomi, dan sukses prestasi namun juga sukses penanganan Covid-19. (Elfrida)

FKMN Gelar Gerai Vaksin Kedua Kalinya Gandeng Dinkes, Dukcapil dan Polres Mimika

Ketua FKMN Mimika, Marvey J Dangeubun

MIMIKA, BM

Dalam rangka mendukung Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika dalam menyukseskan pagelaran PON XX dan Pesparawi XIII, Forum Komunikasi Masyarakat Ning Vatnim (FKMN) Kabupaten Mimika membuka gerai vaksin.

Ini merupakan kedua kalinya FKMN membuka gerai vaksin setelah sebelumnya dilaksanakan dengan menyasar ratusan pendulang di lokasi dulang.

Gerai vaksin yang digelar di eks pasar swadaya, Sabtu (18/9) merupakan kerjasama dan kolaborasi yang melibatkan beberapa unsur yakni FKMN, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta Polres Mimika.

Kepada BeritaMimika, Ketua FKMN, Marvey J. Dangeubun mengatakan sebelum kegiatan dilaksanakan, FKMN terlebih dahulu melakukan sosialisasi dengan mengunjungi dan mengajak masyarakat secara langsung.

“Karena banyak yang termakan isu hoax sehingga perlu pendekatan door to door bahwa vaksin itu untuk kesehatan dan menjaga imunitas terhadap virus covid-19,” tuturnya.

Menurutnya, vaksin ibarat helm yang digunakan oleh pengendara motor. Ketika motor tersebut terjatuh atau terkena kecelakaan, helm akan bertungsi melindungi pengendara terutama di bagian kepala sehingga tidak menyebabkan luka parah.

“Kami bersyukur dan berterimakasih karena ada dukungan dari Polres Mimika, Dinkes dan Disdukcapil karena kebanyakan masyarakat ada yang mau vaksin tapi belum punya e-KTP. Mereka yang tidak punya e-KTP bisa langsung mengurus disini untuk kemudian divaksin,” imbuhnya.

Lanjutnya, dukungan menyukseskan PON XX dan Pesparawi XIII jangan hanya sekedar ucapan semata namun harus melalui tindakan, salah satunya adalah divaksin.

“Ada vaksin pertama dan kedua. Sudah lebih 600-an orang yang divaksin dari tadi pagi sampai siang ini. Antusias masyarakat luar biasa,” ungkapnya saat diwawancara BM tadi siang.

Marvey juga berharap agar masyarakat Mimika jangan terpengaruh pemberitaan hoax yang menyebutan bahwa vaksin berbahaya bagi tubuh.

Dikatakan, jika ada kendala karena kesehatan maka dapat berkonsultasi dengan dokter sebelum dilakukan vaksin.

“Kami berharap ini menjadi contoh bahwa vaksin bukan masalah, kalau melihat keluarga baik-baik saja maka artinya vaksin itu baik," ujarnya.

"Ini merupakan momen dimana  PON diadakan di Papua dan Mimika untuk pertamakalinya. Kita tidak tahu kapan terulang lagi sehingga kita semua harus mendukung apa yang menjadi program pemerintah saat ini. Mari kita dukung pemerintah sukseskan PON XX dan Pesparawi XIII dengan mau divaksin,” tutupnya.

Sementara itu, melalui pesan whatssap kepada BeritaMimika malam ini, Kadisdukcapil Mimika, Slamet Sutejo menyampaikan berapa banyak dokumen kependudukan yang hari ini berhasil mereka layani.

Perekaman KTP sebanyak 83, percetakan e-KTP berjumlah 162, pengurusan pindah keluar (daerah lain-red) 6, pindah masuk 23, KIA 36, KK 75 dan akta kelahiran sebanyak 66 lembar.

"Mewakili pemerintah, kami mengucapkan terimakasih banyak kepada FKMN dan Polres Mimika atas kerjasama ini. Apa yang kita lakukan ini selain untuk kesehatan, juga agar administrasi kependudukan warga yang belum lengkap, kita proses untuk lengkapi dan langsung bisa dapat diambil," terangnya.

Sementara itu, pelaksanaan vaksin oleh FKMN siang tadi juga dipantau langsung oleh Pembina FKMN yang adalah Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob bersama Ibu Susi Rettob. Keduanya hadir guna memastikan pelaksanaan vaksin dapat berjalan dengan baik sebagaimana yang diharapkan bersama. (Elfrida)

Top