Kesehatan

PTFI Akan Mengambil Langka Ini Untuk Melindungi Ribuan Karyawannya Dari Covid-19

Video confrence Pemda Mimika dan PTFI

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika bersama PT Freeport Indonesia melakukan pertemuan koordinasi guna mencari solusi bagaimana mengcounter lonjakan kasus positif Covid-19 di Tembagapura.

Pasalnya, Distrik Tembagapura yang merupakan areal operasi PTFI kini telah menjadi salah satu zona merah penularan Covid-19 di Kabupaten Mimika.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Tembagapura meningkat hingga 32 kasus, tertinggi di Mimika, menyusul Wania (18), Mimika Baru (15) dan Distrik Kuala Kencana (2).

Kondisi ini jelas saja sangat berdampak pada kehidupan dan kesehatan ribuan karyawan PT Freeport Indonesia. Bukan hanya itu, termasuk diantaranya ribuan karyawan perusahan kontraktor yang selama ini bekerjasama dengan PTFI.

Guna mencari jalan keluar persoalan ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika bersama manajemen PTFI pada Jumat (1/5) siang melakukan pertemuan koordinasi bersama melalui video conference secara tertutup.

Pemda Mimika diwakili oleh Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Wakil Bupati Johannes Rettob dan Jubir Penanganan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra.

Pada Jumat malam, Juru Bicara Reynold Ubra kepada media-media di Mimika menyampaikan detail hasil pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan ini, manajemen PTFI yang diwakili EVP Goverment Relations PTFI, Jonny Lingga, mengatakan bahwa Tim Kesehatan RS Tembagapura sejauh ini melakukan penanganan kesehatan terhadap pasien sesuai dengan protokol pencegahan Covid-19 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI.

Ia menjelaskan bahwa meningkatnya kasus positif Covid-19 di Tembagapura dikarenakan hasil tracing dan rapid tes yang dilakukan tim kesehatan Rumah Sakit Tembagapura dan Industrial Malaria Control.

Langka ini dilakukan untuk semakin cepat menemukan polarisasi penularan serta untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19 di Tembagapura, khususnya kepada karyawan PTFI.

Ia juga melaporkan bahwa ketika Bupati Mimika Eltinus Omaleng mengeluarkan kebijakan stay at home dan social distancing pada pertengahan Maret lalu, manajemen PTFI langsung menetapkan kebijakan social distancing dan phisical distancing di semua lingkungan kerja.

Social distancing sudah diterapkan baik di dalam bus, barak, trump termasuk menyediakan tempat isolasi di mile 38 dan wilayah Tembagapura serta pembagian makanan dilakukan ke barak-barak untuk mengurangi berkumpulnya karyawan.

Jonni Lingga juga menegaskan dalam video confrence bahwa manajemen PTFI akan sepenuhnya bersedia melakukan dan mengikuti kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika.

Dalam pertemuan ini dijelaskan pula bahwa manajemen PTFI akan membuat satu kebijakan internal kepada karyawannya berupa penawaran pemberlakuan cuti kerja kepada karyawan baik ke luar kota maupun ke Timika.

Langkah ini nantinya dilakukan namun dengan tetap mengikuti protokol pencegahan Covid-19 yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI.

Sebelum karyawan meninggalkan area Tembagapura, PTFI akan melakukan pemeriksaan kesehatan lengkap baik berupa rapid tes maupun melakukan screening tanda dan gejala Covid-19 pada semua karyawan.

Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya akan dikirimkan ke Dinas Kesehatan Mimika agar dapat dinyatakan bahwa mereka yang melakukan perpindahan atau cuti, baik dari Tembagapura ke luar kota maupun ke Timika adalah mereka yang benar-benar dinyatakan sehat sesuai hasil pemeriksaan kesehatan.

“Prioritas akan dilakukan PTFI kepada karyawan yang memiliki usia lanjut dan memiliki penyakit bawaan seperti tekanan darah, jantung maupun ginjal. Mereka-mereka ini yang rentan terpapar. Jika mereka terpapar maka akan sangat memberikan dampak besar kepada karyawan yang lain,” ungkap Reynold Ubra.

“Bagi kami, Ini merupakan langka tepat yang merupakan solusi alternatif untuk menghindari penularan bagi karyawan produktif mengingat kepadatan di arel pertambangan sangat tinggi,” ungkap Ubra.

Dalam confrence ini juga, dikatakan bahwa Bupati Eltinus Omaleng dan Wakilnya Johannes Rettob juga memberikan beberapa masukan termasuk ketegasan kepada PTFI.

Pemda Mimika meminta PTFI mengatur jam kerja kepada karyawan dengan strategi penambahan shift kerja namun mengurangi jam kerja. Masukan ini akan dipertimbangkan PTFI.

Bupati dan wakil juga meminta pihak manajemen memperhatikan social distancing secara ketat di arel kerja PTFI dan dilakukan pemisahan karyawan ODP, PDP dan OTG secara luas.

Pemda juga menyampaikan agar manajemen PTFI segera memikirkan langka-langka apa yang akan dilakukan jika Pemda Mimika memberlakukan PSPB.

Selain itu, Tim Kesehatan PTFI juga diminta melakukan identifikasi secara menyeluruh sumber-sumber kasus Covid-19 di Tembagapura dan menetapkan cluster penularan maupun tracing kontak.

“Pernyatan bupati dan wakil bupati juga bahwa pemerintah daerah siap mendukung pengurusan ijin penerbangan ke kementerian perhubungan untuk memfasilitasi karyawan yang akan keluar Timika dengan Air Fast,” ujar Reynold Ubra.

Ia mengatakan, hasil akhir pertemuan terpisah ini telah menyepakati bahwa Pemda Mimika bersama manajemen PTFI tanggal 4 Mei (Senin-red), akan melakukan evaluasi secara besar-besaran sebagai upaya percepatan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Mimika baik di wilayah seputaran kota maupun di Tembagapura (areal PTFI).

“Di pertemuan tanggal 4 nanti baru kita akan lihat apa saja yang menjadi komitmen bersama antara pemerintah dan PTFI karena kita juga akan memutuskan apakah kesepakatan perpanjangan situasi tanggap darurat diberlakukan lagi dua minggu atau satu bulan sambil menunggu ijin PSPB ,” terang Reynold Ubra. (Shanty/Red)

Tiga Kasus Baru di Mimika Berasal Dari Distrik Wania, Penularan Cluster Lembang

Update terbaru jumlah kasus Covid-19 di Mimika (Jumat 1/5)

MIMIKA, BM

Hingga Jumat (1/5) malam, pukul 20.00 Wit, terjadi penambahan 3 kasus baru pasien positif Covid-19 di Kabupaten Mimika. Dengan demikian, secara kumulatif jumlah pasien Covid-19 di Mimika kini menjadi 67 orang.

Tiga kasus baru yang dilaporkan RSUD Mimika adalah pasien 065 inisial inisial ADF (L, 39) alamat BTN Komoro Jaya. Pasien ini memiliki hubungan erat dengan kasus sebelumnya yakni pasien positif 005 (LBH).

Pasien kedua atau 006 inisialnya YNP (L, 48) beralamat Jalan Serayu Kelurahan Komoro Jaya. Ia terinfeksi karena pernah melakukan kontak erat dengan pasien 031 (IMS).

Sementara pasien 067 dengan inisial DTP (P, 15) alamatnya di Jalan Hasanuddin dan terinfeksi karena melakukan kontak erat dengan pasien 020 (HRP).

“Tiga kasus baru ini semuanya dari Distrik Wania dan penularanya dari Cluster Lembang. Total pasien secara kumulatif hingga malam ini adalah 67 pasien, perawatan 51, sembuh 13 dan meninggal 3 orang,” ungkap Reynold Ubra, Juru Bicara Pencegahan Covid-19 di Kabupaten Mimika, Jumat (1/4) malam.

Ia mengatakan dari 51 kasus aktif ini, semuanya menjalani perawatan di rumah sakit. RSUD merawat 22 sementara RS Tembagapura 29 orang.

Reynold juga melaporkan bahwa timnya hari ini menemukan 2 PDP baru dari RS Tembagapura (1) dan Puskesmas Iliale (1). Satu diantaranya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Hari ini empat PDP juga dinyatakan sembuh dan selesai masa pengawasan. Jadi total PDP sekarang 70 orang. PDP yang dirawat berjumlah 39 orang. 5 di RSUD, 6 RSMM dan 28 di RS Tembagapura,” ujarnya.

Dengan dikeluarkannya tiga kasus positif baru, Reynold mengatakan hingga saat ini masih tersisa 29 sample yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di Jayapura.

Temuan OPD Tim Gugus Tugas di Jumat awal Maret ini berjumlah 4 orang. 2 merupakan temuan RSUD, 1 RS Tembagapura dan 1 lainnya dari Puskesmas Wania.

“Hari ini juga 1 ODP terkonfirmasi positif covid-19. 6 ODP sembuh dan selesai masa pemantauan. Jadi total yang sudah sembuh 10 orang. Hingga malam ini ODP totalnya ada 276 orang. Sementara yang masih di rawat di shelter 6 orang,” terangnya.

Sementara untuk OTG, temuan hari ini ada 7 orang dan semuanya berasal dari Puskesmas Wania. Hari ini juga 14 orang OTG selesai masa pemantauan.

“Jadi secara keseluruhan hari ini ada 24 orang dinyatakan selesai dan sehat. PDP 4 orang, ODP 6 orang dan 14 OTG,” ungkapnya.

Selain itu, Mimika juga mendapatkan kabar gembira karena ada tiga pasien positif Covid-19 RS Tembagapura dinyatakan sembuh. Hanya saja laporan resminnya belum sampai ke Tim Gugus Tugas Pemda Mimika.

“Tiga pasien ini sudah dinyatakan sembuh namun kami masih menunggu laporan resminya. Hasil swab pertama mereka negatif sehingga tinggal menunggu hasil swab kedua. Biasanya kalau negatif di swab pertama maka peluang negatif juga di swab kedua. Kita semua doakan agar mereka pulih dan segera bisa berkumpul lagi bersama keluarga,” harapnya. (Ronald)

Bupati : 9 Pasien Positif Hari Ini Semua Dari RS Tembagapura

Live facebook Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Papua (30/4)

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng kepada BeritaMimika melalui telepon, Kamis (30/4) sore mengatakan bahwa jumlah pasien Covid-19 di Provinsi Papua hari ini bertambah 16 pasien.

Sebelumnya Bupati Omaleng menerima data hasil laboratorium Covid-19 dari Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Papua jumlahnya 17 pasien.

Namun pada keterangan pers sore tadi, Juru Bicara Pencegahan Covid-19 Provinsi Papua telah meralatnya menjadi 16 pasien.

Dari jumlah ini, 5 pasien berasal dari Jayapura, 2 dari Merauke dan 9 dari Mimika. Secara keseluruhan, Provinsi Papua kini memiliki 205 pasien positif.

“9 pasien positif baru hari ini semua berasal dari RS Tembagapura. Jadi jumlah pasien positif dari Tembagapura sudah 32 orang. Secara keseluruhan Mimika sekarang 64 pasien, 50 sedang dirawat, 11 sembuh dan 3 meninggal ,” ujarnya.

Adapun inisial 9 pasien ini adalah AJ (L, 40), DDR (51, L), ST (51, L), TW (49, L), EPL (39, L), INC (38, P), Y (45, L), DS (48, L) dan MN (57, L). Kesembilan pasien ini semuanya di rawat di RS Tembagapura.

“Puji Tuhan, bukan hanya 9 yang bertambah tapi ada kabar gembira juga untuk Mimika, hari ini ada sekitar 10 pasien di Mimika sembuh dengan paripurna. Untuk yang sembuh, nanti sebentar jubir kita di Mimika yang sampaikan detailnya,” ungkapnya dengan senyum.

Menurut Bupati Omaleng, penambahan kasus-kasus baru selama ini memiliki dua mata sisi. Pertama Tim Gugus Tugas berhasil dalam menelusuri jejak kasus asal-muasal penularan Covid-19 di Mimika dan kedua, menunjukan bahwa masih banyak warga Mimika yang kurang patuh.

“Kemarin saya lihat semua sudah mulai bagus tapi sekarang ini macam kurang taat lagi dengan instruksi pemerintah. Tolong teman-teman, orangtua kalau bisa kalian tetap di rumah saja. Jangan keluar-keluar sembarangan karena ini berbahaya. Kita semua ingin cepat berakhir, kami lakukan tugas kami tapi kalau masyarakat tidak taat maka kita akan seperti ini terus,” ungkapnya.

“Yang sudah positif ini kita jaga supaya mereka cepat sembuh. Tim gugus kita kerja sudah masksimal cari sampai akar-akar dan kita yang sehat ini jaga diri supaya jangan ada yang sembuh, ada lagi yang masuk. Saya harap kita semua bersatu dan saling mendukung melawan virus ini,” harap Bupati Omaleng melalui BeritaMimika. (Ronald)

Top