Kesehatan

10 Kasus Baru Dari Rs Tembagapura Belum Dapat Dipastikan Asal Muasal Penularannya

Update terbaru jumlah kasus positif Covid-19 di Mimika (29/4)

MIMIKA, BM

Penambahan 10 kasus baru pasien positif Covid-19 yang dilaporkan Rabu (29/4) malam oleh Tim Gugus Tugas membuat jumlah pasien positif di Mimika bertambah menjadi 55 orang.

Jubir Pencegahan Covid-19 di Mimika, Reynold Ubra mengatakan 10 kasus baru ini semuanya berasal dari Rumah Sakit Tembagapura.

“Prediksi yang saya sudah sampaikan minggu lalu bahwa lonjakan ini akan terus semakin naik. Dengan penambahan dari Rumah Sakit Tembagapura maka kontribusinya hampir separuh kasus di Mimika,” ungkapnya.

Reynold mengatakan, jika dibandingkan dalam penelusuran kasus covid-19, untuk wilayah Kota Timika dan sekitarnya Tim Gugus Tugas dapat mengetahui pola penularan, berasal dari cluster mana, skema penularan hingga transmisi komunalnya.

“Hanya saja di Tembagapura kami belum bisa pastikan tapi jelas ini transmisi lokal. Sampai saat ini kami belum dapat laporan indeks secara rinci dari Tembagapura. Kami berharap Jumat kami bisa dapatkan rinciannya dari RS Tembagapura,” ujarnya.

Untuk hari ini (Rabu-red), Reynold mengatakan tim menemukan 7 PDP baru yang berasal dari RSUD (1), Rs Tembagapura (6) termasuk 2 OTG yang dinaikan statusnya menjadi PDP. Jumlah keseluruhan PDP kini menjadi 72 orang.

“PDP yang sedang dirawat ada 38. RSUD 6, RSMM 6 dan Rs Tembagapura 25 orang. Jadi Tembagapura paling banyak rawat PDP. Sementara PDP terkonfirmasi Covid-19 ada 7 orang. Untuk kasus positif, RSUD rawat 21 sementara Rs Tembagapura rawat 20 orang,” jelasnya.

Temuan OPD hari ini hanya 1 orang oleh RSUD Mimika. 1 ODP juga dinyatakan selesai masa pemantauan. Sehingga jumlah OPD yang selesai masa pemantauan berjumlah 37 orang. Namun secara keseluruhan total ODP hingga malam ini 266 orang.

Orang Tanpa Gejala (OTG) di Mimika jumlahnya terus mengalami peningkatan. Secara total jumlahnya kini mencapai 580 orang. Hari ini 31 OTG baru ditemukan. 6 dari Puskesmas Mapurujaya, 12 Puskesmas Wania dan 17 orang merupakan hasil kontak tracing.

“Ada 3 OTG yang terkonfirmasi covid positif 3 sedangkan yang naik statusnya menjadi PDP ada 2 orang,” ujarnya.

“Untuk hasil pemeriksaan lab di Jayapura kita masih menunggu 49 kasus. Hari ini tidak ada laporan kematian pasien covid,” lanjutnya.

Kepada media-media di Mimika, Reynold Ubra juga menjelaskan tentang gambaran hasil tracing kontak yang mereka lakukan.

Pada hari ini, Tim Gugus Tugas mencoba melakukan review terhadap 879 orang yang pernah di tracing dari kasus 001 pasien positif di luar Tembagapura.

“Dari hasil semua tracing ini 17 orang sudah PCR dan negatif covid-19. Sementara 299 orang dinyatakan sudah sembuh dan ini merupakan angka tinggi,” ungkapnya.

Dari 879 orang ini yang sudah lakukan rapid tes adalah 138 orang. 9 orang setelah diperiksa negatif namun selama dua minggu ke depan akan terus dipantau.

“Sesuai hasil pertemuan kami, besok hingga minggu nanti kami akan lanjutkan rapid res kepada 1076 orang. Mereka ini adalah penumpang Garuda, kelompok karantina di bandara, petugas medis di 10 puskesmas dan beberapa karyawan dari Tembagapura yang kami tangkap di Bandara Moses Kilangin, mereka juga akan diperiksa,” jelasnya.

Secara detail Reynold Ubra menjelaskan bahwa dari gambaran 55 kasus ini, empat kelurahan yakni Tembagapura, Kamoro Jaya, Kebun Sirih dan Kelurahan Inauga merupakan zona merah.

Kelurahan Tembagapura penyumbang kasus positif paling banyak yakni 23 kasus. Disusul Kamoro Jaya 8, Kebun Sirih 8 dan Inauga 7 kasus.

“Empat kelurahan ini zona merah di Mimika. Ini wilayah penular. Semua penduduk di wilayah ini harus hati-hati. Kami akan lakukan deteksi lebih dini dan isolasi ketat di kelurahan-kelurahan ini karena sangat rawan,” ungkapnya.

Selain empat kelurahan ini, 7 kelurahan lainnya juga masuk dalam kategori zona kuning atau hati-hati karena masing-masing juga menyumbang pasien Covid-19 yakni Sempan, Koperapoka, Pasar Sentral, Timika Indah, Wanagon, Kuala Kencana dan Karang Senang SP 3.

“Penduduk di wilayah-wilayah ini juga harus hati-hati karena sesama penduduk bisa saling menularkan,” ujarnya mengingatkan.

“Ketika ada warga datang memeriksa ke puskesmas dari zona merah baik itu batuk dan panas maka bisa dinyatakan mereka sebagai PDP jika punya riwayat dengan pasin positif. Kalau tidak ada riwayat maka ditetapkan sebagai ODP. Kita pastikan bahwa saat ini banyak ODP di wilayah zona merah,” terangnya.

Reynold Ubra mengungkapkan, klasifikasi zona merah dan kuning dilakukan berdasarkan kajian epidemologi, jumlah kasus dan sebaran transmisi lokal.

“Ini kita klasifikasikan agar ada sentra penanganan kasus sekaligus sebagai perhatian buat masyarakat untuk waspada dan mawas diri, terutama yang berada di wilayah-wilayah ini,” ungkapnya. (Ronald

Mimika Sport Complex Digunakan Sebagai Tempat Karantina Pasien Covid-19

Update terbaru Covid-19 di Mimika, Selasa (28/4)

MIMIKA, BM

Meningkatnya jumlah pasien positif Covid-19 termasuk PDP, ODP dan OTG maka dipastikan RSUD dan Shelter yang selama ini digunakan sebagai tempat isolasi tidak lagi mencukupi.

RSUD memang tengah dilakukan penambahan ruang isolasi namun prosesnya sedang dalam pekerjaan.

Untuk mengantisipasi ini, Pemerintah Daerah melakukan komunikasi dengan PT. Freeport Indonesia untuk menggunakan Mimika Sport Complex (MSC).

Permintaan ini mendapat dukungan dari manajemen PTFI dan mulai besok, Rabu (20/4) MSC akan mulai dipersiapkan pengoperasiannya sebagai tempat isolasi.

Ubra mengakan, pada sore tadi, Selasa (28/4) Tim Gugus Pencegahan Covid-19 Mimika bersama perwakilan PTFI mendatangi MSC guna meninjau rencana penggunaan gedung ini.

“Mimika Sport Complex siap digunakan dan jika tidak ada hambatan maka besok akan dimulai persiapan untuk setingan dan pengoperasiannya. MSC bisa menampung sampai 56 orang tetapi akan dibagi ruang untuk petugas dan sisanya untuk OTG,” ungkap Jubir Reynold Ubra melalui pesan whatssap kepada wartawan.

Ia mengatakan hingga malam ini jumlah PDP menjadi 70 orang, karena ada penambahan 13 PDP baru hasil temuan RSMM 6 pasien dan RS Tembagapura 7 pasien. Sementara jumlah ODP bertambah menjadi 266 dan OTG sebanyak 554 orang.

“Jumlah pasien positif Covid-19 belum ada penambahan kasus dan semoga dalam minggu ini tidak ada peningkatan kasus yang signifikan,” harapnya.

Sementara itu rencananya pada Rabu (29/4) besok, data 145 warga Mimika yang positif Covid-19 hasil rapid tes akan dikirim ke Jayapura untuk dijadwalkan dalam pemeriksaan swab.

“Hari ini kami masih lakukan rapid tes namun hingga malam ini datanya belum terupdate. Rencananya kita akan kirim bersamaan besok,” ujarnya.

Peningkatan kasus Covid-19 baik pasien positif, PDP, ODP maupun OTG di Mimika bukan hanya berdampak pada tempat penampungan namun juga dipastikan berdampak pada kebutuhan penambahan petugas medis.

“Dalam diskusi kami dengan dinas kesehatan provinsi sabtu kemarin, Mimika akan mendapat juga dukungan tenaga jika dalam situasi ini kita kekurangan tenaga. Mereka akan backup dengan tenaga dokter maupun perawat,” ungkapnya.

Sebelum mengakhiri wawancaranya, Reynold Ubra juga mengatakan rencana kerja Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 dalam waktu dekat ini masih tetap difokuskan pada pencarian tracing kontak. Tujuannya agar segera dilakukan penanganan kesembuhan.

“Untuk penelusuran tracing kontak dilakuan dengan dua mekanisme yakni pengambilan spesimen di lapangan dan pengantaran langsung ke pusekesmas-puskesmas,” ujarnya. (Ronald

Lima Super Hero Terbang Ke Mimika Timur Bantu Warga Cegah Penularan Covid-19

Pesan kesehatan dari Spiderman dan Deadpool bagi masyarakat

MIMIKA, BM

Perhatian terhadap pencegahan penularan Covid-19 di Mimika bukan hanya dilakukan oleh pemerintah daerah, kelompok swasta, oragnisasi kepemudaan maupun organisasi kategorial lainnya namun juga dilakuan oleh para super hero yang selama ini sering kita saksikan penampilan dan aksi mereka di layar televisi.

Lima super hero ini yakni Spiderman, Deadpool, Kamen rider Ouja dan Batman Iron. Mereka tidak ingin melihat masyarakat Mimika tertular virus Corona.

Kelimanya secara khusus terbang langsung ke Mimika khususnya di Distrik Mimika Timur untuk memberikan edukasi penyebaran Covid-19 dan membagikan masker kepada masyarakat di Mimika Timur.

Kelima super hero ini bukan super hero nyata namun mereka adalah anggota Polsek Mimika Timur, Polsek Kawasan Pelabuhan Pomako dan komunitas cosplay Timika.

Mereka adalah Aiptu lalu Hiskam Anady, Aipda Syarifuddin R, Aipda Lusiyadi, Aipda Ridwan Mare dan Brigadir Yudik yang memang menggunakan pakaian ala super hero untuk menyadarkan masyarakat Mimika Timur tentang bahaya virus corona.

Salah satu anggota Polsek Mimika Timur memakaikan masker ke seorang ibu

Aiptu Lalu Hiskam Anady yang menggunakan kostum spiderman mewakili Kapolsek Mimika Timur mengatakan bahwa kegiatan ini untuk mengedukasi warga dan membagikan masker yang merupakan hasil rajutan produk rumahan masyarakat Mimika.

“Kami pakai pakaian ala super hero supaya masyarakat tertarik dan mendengarkan edukasi yang kami sampaikan. Ini juga untuk meningkatkan ekonomi rumahan karena masker yang kita bagi ini dibeli dari para pembuat masker di Mimika yang didonasikan oleh dompet kemanusiaan sebanyak 250 lembar,” ungkapnya.

Sementara itu Brigadir Yudik I, Bhabinkantibmas Kampung Cenderawasih yang juga sebagai Ketua Komunitas Cosplay Mimika menambahkan kegiatan ini tidak hanya memberikan edukasi tetapi juga untuk menghibur warga yang selama ini berdiam di rumah akibat badai corona.

“Kami mulai tadi pukul 2 siang hingga pukul 5 sore. Bukan hanya pesan bahaya virus covid-19 ini tersampaikan namun banyak warg yang merasa terhibur dengan kehadiran kami karena pakai pakaian super hero,” ungkapnya dengan senyum kepada BeritaMimika. (Ronald)

Top