Kesehatan

Dinkes dan Freeport Kolaborasi Lakukan Riset Kesehatan Agar Mimika Punya Profile Kesehatan Lengkap


Foto bersama usai melakukan launching Riskesdas 2021

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Mimika berkolaborasi dengan PT Freeport Indonesia melaunching kegiatan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2021.

Riset yang mulai dilakukan terhitung Kamis (7/10) akan dilakukan selama 4 bulan hingga minggu ketiga Februari 2022.

Launching Riskesdas dilakukan di Hotel Diana Timika oleh Asisten I Setda Mimika Yulianus Sasarari, Kepala Dinas Kesehatan Reynod Ubra dan Director & EVP Social Responsibility & Community Development PTFI, Claus Oscar Ronald Wamafma.

Reynold Ubra mengatakan, riset kesehatan dilakukan untuk memberikan gambaran secara umum bagaimana situasi dan kondisi wilayah yang sesunguhnya dari pelayanan kesehatan yang telah diberikan kepada masyarakat.

Riset kesehatan menjadi tanggungjawab semua kabupaten kota yang dilakukan secara berkala dengan tujuan melakukan evaluasi sejauh mana kemajuan pelayanan kesehatan yang diamanatkan dalam rencana pembangunan daerah.

"Kalau riset kesehatan nasional memotret sejauh mana RPJMN sementara riset kesehatan di tingkat kabupaten kota kita untuk mengevaluasi apakah visi dan misi kepala daerah, khususnya dalam bidang kesehatan yang selalu menjadi prioritas investasi, angaran dan biaya yang dialokasikan sebagimana arah kebijakan pemerintah daerah, tercapai atau tidak?," jelasnya.

Reynold Ubra mengatakan Kabupaten Mimika merupakan salah satu dari ratusan kabupaten di Indonesia yang secara mandiri dapat melakukan riset kesehatan daerah ini.

"Kami berterimakasih kepada bupati Mimika, PT Freeport Indonesia atas dukungan dan kerjasama ini," ujarnya.

Dijelaskan Ubra, Pemda Mimika dan PT Freeport Indonesia adalah mitra kerja yang sejak lama telah melakukan koordinasi dan kerjasama dalam bidang kesehatan.

"Kita akan melihat secara bersama-sama (PTFI), tidak dalam rangka membanding-bandingkan, tetapi apakah kemitraan ini memberikan dampak positif terhadap derajat kesehatan masyarakat di Mimika?," terangnya.

Menurutnya, semua hasil riset ini nantinya akan menjadi masukan bagi Pemda Mimika, DPRD termasuk PT Freeport Indonesia untuk melihat bagaimana menetapkan arah kebijakan yang baru dalam RPJMD Mimika 2019-2024.

"Artinya data yang dihasilkan dari hasil riset ini akan digunakan oleh pemda dan DPRD untuk memonitoring bagaimana arah kebijakan dan program yang akan dilakukan oleh dinas kesehatan dan semua unsur yang terlibat dalam melakukan pelayanan kesehatan," jelasnya.

Di akhir, Reynold Ubra juga mengatakan dalam melakukan riset ini pihaknya selain disuport oleh PT Freeport Indonesia, juga akan meminta pendampingan dari Dinas Kesehatan Provinsi, Litbangkes dan Kementerian Kesehatan.

Claus Oscar Ronald Wamafma mengatakan, PT Freeport Indonesia berbangga karena dapat menjadi bagian penting dalam pembangunan Mimika.

Selama hampir 54 tahun Freeport ada, PTFI juga memiliki kepentingan yang sama dengan pemda untuk memastikan program pembangunan dapat berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. 

Salah satu dari semua program pembangunan yang dilakukan PTFI selama ini adalah program kesehatan.

"Kita ingin melakukan evaluasi secara bersama sejauh mana keberhasilan, tantangan atau kegagalan dalam programkesehatan sehingga nanti kita bisa bekerja sama memikirkan mitigasi dan intervensi untuk memperbaiki dan mempercepat tujuan pembangunan kesehatan di Mimika," ujarnya.

Claus menjelaskan, selain PT Freeport Indonesia, partner PTFI yakni YPMAK sejauh ini juga telah terlibat aktif menjadi bagian dan mitra pemerintah dalam melakukan pembangunan di Mimika terutama dalam bidang kesehatan.

"Lewat riset kesehatan daerah ini kita akan sama-sama memotret kondisi hari ini untuk pembangunan kesehatan yang lebih baik ke depan," ungkapnya.

Terkait riset ini, ia mengatakan Freeport memiliki kepentingan untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat yang berada di sekitar are tambang serta untuk mengetahui bentuk intervensi program-program sosial untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Kita sudah punya beberapa studi terkait profile pendidikan dan ekonomi, akan lengkap kalau kita juga punya profile kesehatan. Dengan riset kesehatan ini kita lebih spesifik. Kami sudah berikan komitmen kami untuk mendukung kegiatan yang fundamental dan strategi untuk melihat sejauh mana arah kegiatan kesehatan," terangnya.

"Terimakasih pak kadis dan pemda untuk studi yang penting sekali bagi kita bersama ini. Kami sudah berkomitmen untuk terlibat dan semoga semua berjalan sesuai rencana dan semoga Februari tahun depan kita sudah memiliki profile kesehatan di Mimika secara lengkap," lanjutnya.

Sementara itu Sasarari mengatakan informasi situasi kesehatan merupakan masukan yang penting dalam pengembangan kebijakan keaehatan.

Informasi ini haruslah bersifat tepat dan aktual agar dapat mengarahkan pemangku kebijakan dan pihak-pihak terkait mengenai kebijakan terbaik yang dapat diambil.

"Ada 13 Distrik yang terpilih menjadi sampel dalam pengambilan data riset yang memiliki orang asli papua (OAP). Untuk itu saya meminta kepada seluruh pihak terkait agar dapat dan saling mendukung dalam pelaksanaan kegiatan," harapnya.

Diharapkan dengan adanya data dan informasi hasil Riskesdas maka perencanaan dan perumusan kebijakan kesehatan serta intervensi yang dilaksanakan akan semakin terarah, efektif dan efisien.

Perlu diketahui, riset ini akan dilakukan di 30 kampung dimana prioritasnya adalah 11 kampung di wilayah pesisir dan pegunungan dengan target 1 hari dapat menyentuh 52 kepala keluarga. (Ronald)

Reynold Ubra : 11 Atlet PON XX Di Mimika Terpapar Covid-19 Namun Kondisi Mereka Baik


Koordinator Bidang Kesehatan PB PON Papua, Cluster Mimika, Reynold Ubra 

MIMIKA, BM

Desas-desus berapa banyak atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang bertanding di Cluster Mimika dan terpapar Covid-19, akhirnya terjawab.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika sekaligus Koordinator Bidang Kesehatan Reynold Ubra yang ditemui di bandara baru Mozes Kilangin, Selasa (5/10), akhirnya memberitahukan berapa jumlahnya kepada BeritaMimika.

Reynold Ubra mengatakan ada 11 atlet yang terpapar Covid-19. Mereka dari cabang olahraga judo, basket dan futsal.

"Semua dalam kondisi baik dan puji Tuhan tanpa gejala. Atlet sebenarnya mereka cepat sembuh karena antibodinya bagus. Karena tanpa gejala mereka diisolasi bukan dirawat," ujarnya.

"Mereka hanya batuk pilek biasa dan saat ini diisolasi di RSUD Mimika. Mereka sudah discreening oleh tim medis RSUD dan aman,” lanjutnya.

Ia berharap agar masyarakat tidak perlu panik, justru keadaan tersebut dapat membuka mata masyarakat akan manfaat vaksinasi.

“Atlet yang masuk ke Timika sudah divaksin dan kami sudah melakukan protokol sejak atlet tiba di Timika, penginapan, ke venue, sebelum bertanding hingga meninggalkan Mimika mereka terlindungi. Kita tidak usah panik, PON di Mimika sukses,” tuturnya.

Hal tersebut menurutnya sudah prediksi jauh hari sehingga dengan adanya vaksinasi masyarakat akan hidup berdampingan dengan covid-19 sama seperti malaria.

11 atlet yang terpapar virus Wuhan, kini menjadi contoh bahwa mereka berprestasi namun tetap telindungi dengan adanya vaksinasi.

“Euforia masyarakat akan PON sangat besar, tapi saya bersyukur mereka sudah divaksin. Kita sudah berusaha semaksimal mungkin yang masuk ke venue mengukur suhu tubuh dan memakai masker tapi ternyata padat di venue,” ucapnya.

“Mimika saat ini menjadi kota jasa olahraga sehingga meski dalam pandemi tapi bagaimana supaya even lokal, nasional dan internasional dapat berjalan, hari ini kita dapat pembelajaran. Kami ucapkan teimakasih kepada masyarakat dan media karena kita sudah turun ke level II,” ungkapnya.

Dikatakan, Instruksi Menteri Dalam Negeri No 48 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level II dimana khusus untuk Papua, Mimika sudah turun pada level II sejak Senin, 4 Oktober 2021.

“Bulan ini adalah bonus untuk warga Mimika yang sampai hari ini masih melaksanakan vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan, dan mereka yang ketika terkonfirmasi covid-19 masih bisa melakukan isolasi dan meminum obat, serta mengikuti vaksinasi untuk PON,” tandasnya.

Lanjutnya, dosis vaksinasi untuk mencapai minimal 70 persen di Mimika, dosis pertama masih tersisa 13.000 dosis , sementara untuk dosis kedua belum capai separuhnya.

“PON XX Papua Klaster Mimika ini membuat kita belajar banyak. Yang tidak percaya vaksniasi covid 19 inilah buktinya. Atlet mereka tetap berprestasi dan terlindungi jadi masyarakat harus mendapat haknya untuk tetap divaksin,” tandasnya (Elfrida Sijabat)

Bupati Mimika dan Menteri Olahraga Bicara Atlet PON XX yang Terpapar Covid


Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat memperingati para atlet Cabor Aeromodeling tentang covid di Jalan SP 5, Senin (4/10/2021). Foto: Abi Suza Hutagalung.

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng telah menerima informasi bahwa ada tiga atlet yang mengikuti PON di Cluster Mimika terkena covid-19.

Tiga atlet yang terpapar covid kategori tanpa gejala, 2 dari cabor Judo dan 1 dari cabor Futsal. Walau demikian, ketiganya dalam kondisi baik.

Omaleng meminta para official dan pelatih untuk mengecek kondisi para atlet. Jika ada yang sakit maka segera dilaporkan untuk mendapat perawatan medis.

"Jangan bawa penyakit ke sini. Kalau datang dan sakit langsung ke rumah sakit supaya berobat. Fasilitas pelayanan covid di Mimika lengkap. Jangan sembunyi-sembunyi," ujarnya.

Ia mengatakan hal ini sudah ia ingatkan pada saat membuka Cabor Aeromodelling di Jalan SP 5, Senin (4/10) pagi.

"Tadi saya tegur dan ingatkan mereka tentang hal ini supaya mereka jangan sembunyi karena malu dan mau tanding sehingga akhirnya semua kena. Kita di Timika dari 9.000 kasus, sekarang tinggal 10 orang dan semuanya isolasi mandiri di rumah," ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa Mimika berjuang keras selama ini untuk menurunkan kasus covid sama seperti daerah lainnya. Jika tidak saling menjaga maka bisa saja selepas PON, kasus covid kembali melonjak.

"Ini himbauan kepada semua atlet yang datang. Kalian datang terus ada apa-apa, itu juga jadi tanggungjawab kami sehingga kalau ada yang merasa seperti itu, jangan takut untuk jujur karena ini untuk kebaikan semua," ungkapnya.

Bupati juga mengingatkan panpel di tiap cabor agar memperhatikan protokol kesehatan selama perhelatan PON berlangsung, apalagi masih menyisahkan 7 cabang olahraga lagi.

"Kita semua harus saling menjaga. Kerumunan di futsal jangan lagi terulang. Semua harus terapkan prokes karena kita di Timika sudah capeh dengan covid. Jangan sampai kasus naik lagi setelah PON padahal selama ini kita semua sudah berperang untuk menurunkannya," ujarnya mengingatkan.

Informasi atlet di cluster Mimika yang terpapar covid-19 juga telah diketahui ole Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali yang kini tengah berada di Timika.

Kepada media di Venue Basket MSC, menpora mengatakan para atlit yang ke Mimika sudah divaksin dan telah memenuhi protokol kesehatan lainnya. Jikapun ada diantara mereka yang terapar, tidak mungkin PON dihentikan.

"Satu kena terus PON dihentikan, itu kan gak mungkin. Ada juga yang sudah selesai. Saat technical meeting juga sudah diberitahu. Dari cabor jika ada yang terindikasi positif covid langsung diisolasi tapi yang lain tetap jalan. Gak bisa satu orang mempengaruhi PON secara keseluruhan. Intinya kita sama-sama harus saling menjaga," paparnya.

Sementara itu, Seorang Pemain Basket Putri DKI Jakarta juga dilaporkan positif Covid-19. Pemain tersebut terkonfirmasi covid, sehari sebelum pertandingan perdana, Kamis (30/9) melawan Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pelatih Tim DKI Jakarta, Andrew Tambunan mengatakan hal ini yang membuat Tiara Cs kalah 66-56, karena saat itu para pemain mengalami tekanan psikologis.

"Dua pemain tidak bisa ikut bertanding karena harus melakukan tes PCR," ungkap Andrew saat melakukan press conference di Venue Basket GOR Mimika Sport Complex (MSC), Senin (4/10).

Dikatakan, dari dua orang yang diperiksa, hanya satu yang positif. Satunya lagi negatif setelah dua kali tes PCR.

“Salah satu pemain kami terserang covid-19 dan kemarin dua orang tidak bisa bermain lawan Sulsel karena menjalani proses PCR,” katanya.

Ia mengatakan saat ini anak asuhnya sedang menjalani isolasi mandiri di RSUD Mimika, dan dalam kondisi baik.

“Puji Tuhan dia menunjukkan peningkatan yang lebih baik,” ungkapnya.

Ia menilai penanganan covid-19 di Kabupaten Mimika cukup baik dan sudah mengikuti aturan Kemenkes.

Namun Andrew menyoroti masih banyaknya masyarakat Mimika yang belum begitu mematuhi protokol kesehatan. Belum menjaga jarak dan patuh memakai masker. Apalagi saat datang menonton pertandingan.

“Tapi secara keseluruhan penanganan covid baik,” tuturnya.

Terkait dengan penularan Covid-19 di PON XX Papua khususnya Cluster Mimika, BeritaMimika juga telah mencoba untuk menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Reynold Ubra dan Direktur RSUD Mimika, dr Anton Pasulu guna memastikan berapa banyak atlet yang telah telah terpapar covid.

Namun ketika dihubungi lewat telepon dan pesan whatssap, hingga saat berita ini diturunkan, tidak ada tanggapan.

Dengan demikian dapat dipastikan bahwa hingga malam ini, Senin (4/10) pukul 21.55 Wit, ada 4 atlet PON di Cluster Mimika yang terkonfirmasi positif covid. Semoga tidak ada penambahan lagi. (Humas PPM/ Anti Patabang/Stefanus Ambing/Ronald Renwarin)

Top