Kesehatan

Terkait Covid-19 Omicron 'Warga Mimika Jangan Panik' Tetap Terapkan Prokes

Kadis Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Beberapa kasus Covid-19 varian Omicron kini telah ditemukan di Jakarta. Walau demikian, warga Mimika diminta jangan panik. Meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan protokol kesehatan adalah kuncinya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra, Rabu (5/1) menjelaskan pihaknya belum dapat mendeteksi gejala Covid-19 Omicron di Mimika.

Menurutnya, untu sementara ini, jika terdapat indikasi, maka sampelnya akan dikirimlan untuk diteliti di luar daerah.

"Kami tetap lakukan pemantauan perkembangan Covid-19 varian Omicron berdasarkan laporan harian dari rumah sakit yang ada. Salah satunya berdasarkan hasil tes PCR," ujarnya.

Menurut Ubra, jika dalam perkembangan, kasus varian baru ini ditemukan ada di Mimika pihaknya akan langsung melakukan tracing, dan testing. Untuk konekvitas bersama, maka dalam waktu dekat akan ada pertemuan dengan sejumlah pihak rumah sakit.

"Selain testing dan tracing, tentunya kami akan menyiapkan tempat isolasi dan obat. Termasuk mengecek ketersediaan oksigen," terangnya.

Terkait tempat isolasi, Reynold mengatakan tidak akan ada pembedaan. Artinya masih digunakan tempat isolasi yang sudah ada. Sebelumnya juga tidak ada pemisahan tempat isolasi antara pasien Covid-19 varian awal dengan varian Delta.

Reynold Ubra juga mengingatkan agar masyarakat tidak berpergian ke luar daerah seperti Jakarta, Surabaya, Bali dan Medan. Hal itu untuk mengantisipasi kasus-kasus Covid-19 yang mungkin saja belum terdeteksi.

"Kami hanya berharap agar masyarakat tidak panik dan tetap menerapkan prokes dan ikut vaksin bagi yang belum. Meskipun sampai kini, Kabupaten Mimika masuk dalam kategori PPKM level dua," sarannya. (Roberto)

RSUD Paparkan 10 Besar Penyakit Rajal dan Ranap Sepanjang 2021

Direktur RSUD Mimika, dr Anton Pasulu

MIMIKA, BM

Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mimika melaporkan jumlah 10 kasus Rawat Jalan (Rajal) dan Rawat Inap (Ranap) terbanyak sepanjang 2021.

Kepada BeritaMimika melalui pesan whatssap, Direktur RSUD Anton Pasulu mengatakan Covid-19 dan malaria merupakan dua kasus yang mendominasi untuk Rajal maupun Ranap.

Untuk 10 kasus Rajal, urutan pertama dinominasi Covid-19, disusul malaria tersiana, malaria tropika, dyspepsia, common cold, gastroenteritis akut, infekso saluran kemih, pneumonia, hypertensi essensial dan ke-10 adalah asma bronkial.

10 kasus Ranap tertinggi untuk urutan pertama juga didominasi kasus Covid-19 disusul pneumonia, gastroenteritis akut, malaria troika, infeksi saluran kemih, malaria tersiana, bronchopneumonia, TB paru BTA, appendisitis dengan edheison dan appendisitis akut.

"Untuk rawat jalan dan rawat inap kasus terbanyak adalah Covid-19. Begitu juga kasus malaria masih menjadi bagian dari 10 kasus terbanyak di RSUd sepanjang 2021 disusul pilek, infeksi paru, infeksi saluran kemih, infeksi saluran pencernaan dan hipertensi," ungkapnya.

Sementara itu untuk kasus Covid-19 secara keseluruhan di RSUD, dr Anton sebelumnya telah menyampaikan bahwa jumlah kasus Covid-19 di RSUD sepanjang 2021 berjumlah 2.344 pasien positif, 2.255 pasien sembuh dan 89 meninggal dunia.

"Kita bersyukur karena sejak tanggal 19 Desember 2021 sudah tidak ada pasien covid yang dirawat di RSUD begitu juga sampel PCR yang diperiksa positivity rate 0 persen atau tidak ditemukan sampel yang positif. Ini berkat kerja keras dari kita semua untuk melawan dan menekan penularan Covid-19 di Mimika," katanya. (Ronald)

Awal Tahun 2022, Covid-19 di Mimika Tercatat Zero Case! Bukti Sebuah Keberhasilan

Reynold Ubra, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika

MIMIKA, BM

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Reynold R Ubra mengatakan, bahwa kabupaten ini berhasil menekan angka kasus covid-19 yang beberapa tahun terakhir ini melanda dunia termasuk Mimika.

Diketahui, awal Januari 2022 ada 109 spesimen yang diperiksa. Namun data per 2 Januari 2022, tercatat 0 atau zero case.

"Zro case covid-19 di Mimika merupakan gambaran pola yang sama seperti daerah lainnya di Indonesia. Jadi bukan hanya di Mimika saja," Kata Kadinkes Mimika, Reynold Ubra saat dikonfirmasi, Selasa (4/1).

Reynold mengakui, penurunan kasus covid-19 telah terjadi sejak pertengahan Desember 2021 lalu. Hal tersebut dikarenakan penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi yang konsisten merupakan salah satu kunci keberhasilan zero case.

Secara kumulatif menurut laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika per 2 Januari 2022, jumlah kumulatif kasus positif covid-19 di Mimika sebanyak 9.727.

Jumlah pasien isolasi sebanyak 9.534, jumlah pasien yang meninggal sebanyak 193 dan jumlah spesimen yang telah diperiksa sebanyak 110.270

Hal serupa juga dibenarkan oleh Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu bahwa di Mimika sudah beberapa waktu mengalami masa zero Cases covid-19.

"Sejak tanggal 19 desember 2021 sudah tidak ada pasien covid yang dirawat di RSUD begitu juga sampel PCR yang diperiksa positivity rate 0 persen atau tidak ditemukan sampel yang positif," katanya.

Meski demikian, diharapkan kepada masyarakat agar tidak lengah dan terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat, jangan kendor dengan penerapan prokes yang selama ini dilakukan.

"Kami harap masyarakat jangan senang jika kasus covid sudah menurun. Tetap kita harus antisipasi timbulnya virus-virus lain lagi atau pun juga kasus covidnya," Harapnya.

Dokter Anton mengatakan, secara kumulatif pasien covid-19 yang di rawat di RSUD Mimika sepanjang tahun 2021 sebanyak 2344 pasien positif, 2255 pasien sembuh, dan 89 meninggal dunia. (Shanty

 

Top