Kesehatan

Percepat Progres, Dinas Kesehatan Lakukan Analisis Situasi Stunting Di Mimika

Foto bersama para peserta kegiatan dengan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Paulus Dumais

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terus berupaya menekan pertumbuhan kasus stunting di Mimika. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan menggelar pertemuan analisis situasi stunting.

Pertemuan ini dilangsungkan di Hotel Grand Tembaga, Kamis (4/08/2022) dibuka oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Paulus Dumais.

Ketua panitia Lenni Silas, SKM,M.Kes mengatakan, tujuan umum dilaksanakannya analisis situasi ini adalah untuk membantu pemerintah kabupaten/kota dalam menentukan program atau kegiatan yang diprioritaskan alokasinya.

Juga untuk menentukan upaya perbaikan manajemen layanan untuk meningkatkan akses rumah tangga 1.000 HPK terhadap intervensi gizi spesifik maupun sensitive serta untuk menentukan lokus Pertecepatan Penurunan Stunting tahun berikutnya.

Katanya, output analisis situasi ini meliputi rekomendasi kebutuhan program atau kegiatan yang masih perlu ditingkatkan kualitas pelaksanaannya.

"Hal ini untuk memastikan akses rumah tangga 1.000 HPK dan rekomendasi kebutuhan penguatan koordinasi, baik koordinasi antar OPD dalam sinkronisasi program atau kegiatan maupun koordinasi antara distrik dan desa dengan dukungan distrik guna focus pada percepatan penurunan stunting tahun 2023," ungkapya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Paulus Dumais dalam sambutannya mengatakan, bahwa program pencegahan dan penurunan sunting adalah proses untuk mengidentifikasi sebaran prevelasi stunting dalam wilayah kabupaten/kota.

"Program dan praktik layanan analisis situasi dilakukan untuk memahami permasalahan dalam integrasi intervensi gizi spesifik dan sensitif pada sasaran rumah tangga," ujarnya.

Dijelaskan, hasil analisis merupakan dasar perumusan rekomendasi kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan integrasi intervensi gizi bagi rumah tangga seribu HPK (Hari Pertama Kehidupan) termasuk menjadi rekomendasi untuk menentukan lokus percepatan penurunan stunting di tahun yang akan datang.

"Analisis ketersediaan program dan manajeman layanan dilakukan untuk mengidentifikasi program kegiatan pokok seperti, kesehatan ibu dan anak (KIA) program perbaikan gizi masyarakat, program air minum dan sanitasi, pendidikan anak usia dini (PAUD) dan perlindungan sosial yang pendanaannya dapat bersumber dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten/kota termasuk DAK, APBDES dan Dana Desa,” jelasnya.

Paulus mengatakan, analisis situasi dan pemetaan diharapkan dapat memberikan informasi guna membuat keputusan strategis dalam hal memprioritaskan alokasi sumber daya yang dikelola OPD bagi peningkatan cakupan layanan intervensi gizi terintegrasi, memprioritaskan upaya perbaikan manajemen layanan dan peningkatan akses rumah tangga 1.000 HPK terhadap intervensi gizi terintegrasi.

"Saya berharap dengan adanya kegiatan ini dapat membantu pemerintah kabupaten dalam menentukan program/kegiatan yang di prioritaskan alokasinya dan upaya perbaikan manajemen layanan untuk meningkatkan akses rumah tangga 1.000 HPK terhadap intervensi gisi spesifik maupun sensitive" tutup Dumais. (Shanty)

Covid-19 di Mimika, Apa Kabarmu Saat Ini? Apakah Masih Sering Mampir di RSUD?

Direktur RSUD Mimika, dr Anton Pasulu

MIMIKA, BM

Hampir tiga tahun lamanya sejak 2019 akhir, seluruh masyarakat di dunia termasuk Indonesia khususnya Mimika berada dalam satu fase kelam kehidupan akibat pandemi Covid 19.

Berbagai cara telah diupayakan oleh pemerintah daerah guna membentengi penyeberannya demi menekan angka peningkatan kasus Covid 19.

Mulai dari imbauan pola hidup sehat hingga pemberian vaksinasi yang dilakukan secara bertahap. Hingga saat ini, upaya-upaya itu pun masih terus dilakukan.

Dengan segala upaya yang telah dilakukan selama ini, yang menjadi pertanyaan bersama adalah apakah benar Covid 19 kini telah tiada? jika masih ada, bagaimana grafik penularannya saat ini?

Berdasarkan data yang diterima beritamimika.com dari RSUD Mimika, rupanya kasus Covid 19 di Mimika belum berakhir.

Direktur RSUD Mimika, dr Anton Pasulu saat dikonfirmasi via WhatsApp, Minggu (24/7/2022) menyampaikan bahwa jumlah kasus Covid 19 di Mimika periode 1 Januari 2022 hingga 20 Juli 2022 tercatat sebanyak 701 kasus.

"Yang meninggal karena Covid 19 sebanyak 22 orang dan yang sembuh 667 orang. Sementara pasien yang dirawat saat ini sebanyak 1 orang dan yang isoman berjumlah 11 orang," tulis Direktur RSUD melalui pesan WhatsApp.

"Pasien yang dirawat sebagian besar dengan komorbid dan belum memperoleh vaksin secara lengkap. Bahkan sebagian besar belum divaksin," katanya melanjutkan.

Dari data yang disampaikan menandakan bahwa Mimika sesungguhnya belum serta merta terbebas dari bahaya pandemi Covid 19.

Oleh sebab itu, masyarakat Mimika diimbau agar senantiasa menjalani pola hidup sehat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Jika ada keluhan demam, batuk, pilek, sakit menelan, dan sesak napas agar segera memeriksakan diri di fasyankes terdekat. Dan jika memiliki penyakit-penyakit seperti diabetes, hipertensi ataupun masalah paru-paru dan penyakit kronis lainnya agar rutin melakukan kontrol ke fasyankes serta melakukan vaksinasi Covid 19 secara lengkap," imbaunya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pandemi yang telah berlangsung hampir 3 tahun ini sebenarnya telah mengajarkan dan mengingatkan kembali masyarakat untuk menjalankan pola hidup yang sehat serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

"Menjaga kebersihan diri dan lingkungan itu bukan hanya menghindarkan kita dari Covid 19, tapi juga terhadap penyakit-penyakit lainnya yang cukup banyak di Timika. Misalnya malaria, demam berdarah, dan tbc paru," jelas dr Anton.

Ia juga menyebutkan bahwa sepanjang semester 1 tahun 2022, penyakit terbanyak yang dirawat di RSUD Mimika tidak hanya Covid 19 melainkan malaria, infeksi paru, diare, usus buntu, infeksi saluran kencing, diabetes melitus, syndrome dispepsia.

"Maka dari itu, marilah kita tetap menerapkan pola hidup sehat demi menjaga diri kita, keluarga kita, kerabat, serta seluruh masyarakat kita agar terhindar dari segala macam penyakit," pungkasnya. (Ade

Mengapa Gaji Honorer Nakes Selama Dua Bulan Belum Dibayar? Ini Penjelasan Kadinkes Mimika

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Gaji bulanan honorer tenaga kesehatan di Mimika untuk bulan Juni dan Juli hingga saat ini belum dibayarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra menjelaskan bahwa pembayaran gaji tersebut belum dapat dilakukan karena pihaknya masih menunggu daftar hadir dan laporan-laporan kinerja bulanan dari pihak Puskesmas.

"Kalau misalnya dari pihak puskesmas telah melaporkan tepat waktu untuk tiap akhir bulan atau paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya, maka bisa kami proses karena prosesnya itu tidak bisa terpisah. Proses harus kolektif, jadi kalau satu terlambat maka semuanya juga akan terlambat," ujarnya saat ditemui di Hotel Grand Tembaga, Jumat (23/7/2022).

"Kami upayakan supaya untuk bulan Agustus itu bisa kami bayarkan tepat waktu. Yang kedua, tenaga tambahan sisa itu memang terhitung dari 1 april. Namun kan SK-nya baru kami terima di bulan Juni. Nah, itu kan proses kontrak kerja samanya juga berjalan. Jadi semua berproses. Kita tetap akan membayar," imbuhnya.

Reynold menegaskan pembayaran gaji harus sejalan dengan kewajiban. Artinya jangan hanya menuntut hak namun kewajiban tidak dijalankan.

"Kan antara hak dan kewajiban itu harus seimbang. Kami tidak mau haknya terbayar tetapi kewajiban-kewajibannya tidak dikerjakan. Bukan hanya bekerja tapi mencatat dan melaporkan itu juga menjadi sangat penting," jelasnya.

Reynold mengungkapkan, berdasarkan data pelaporan, dari kurang lebih 5000 ibu hamil yang ada di Timika, yang terlapor tidak sampai 100 orang.

"Jangan hanya menuntut gaji, karena banyak juga ibu hamil yang tidak terlayani. Saya nda mau. Jadi laporan-laporan bulanan itu harus terpenuhi dulu. Itu menjadi penting karena hasil daripada anggaran, inputnya, pengeluarannya itu adalah standar pelayanan minimal yang harus terukur. Itu sebenarnya catatan pentingnya," ucapnya.

"Kami di Dinas Kesehatan kan juga harus kembali melakukan verifikasi dan hari ini saya minta untuk semua hasil verifikasi maupun validasi semua dikirim kembali ke puskesmas untuk diperiksa ulang supaya double chek maka data itu akan valid. Setelah itu baru kita akan proses," kata Reynold melanjutkan.

Untuk diketahui saat ini jumlah tenaga honorer yang sudah berkontrak di Dinas Kesehatan sebanyak 700-an orang. (Ade)

Top