Kesehatan

Membanggakan, Dinkes Mimika Juara Nasional Penanganan TB Terbaik

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika terpilih sebagai juara 1 lomba Penanganan Tuberkulosis Tingkat Nasional Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) periode Januari hingga Juni.

Pada perlombaan tersebut, Dinkes Mimika berhasil menemukan 5 persen kasus pada 45.100 orang bergejala yang discreening. Persentase jumlah kasus tersebut merupakan yang terendah dari seriap kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra saat ditemui di Hotel Horison Diana, Kamis (11/8/2022) merasa puas dengan pencapaian tersebut.

"Selain temuan kasusnya sedikit, screening yang kami lakukan itu jumlahnya jauh di atas target yang diberikan Kemenkes untuk Mimika yakni hanya 8.100, sedangkan kita sudah capai angka 50 ribu," ujarnya.

Reynold menjelaskan bahwa pihaknya menginginkan jumlah screening lebih banyak agar diketahui posisi kasus TB di wilayah kerjanya seperti apa.

“Kami berpikir ini adalah momen, kenapa hanya 8.100, kenapa tidak 100 ribu. Padahal semakin banyak kita melakukan screening, semakin baik juga kita tahu posisi kita dimana, begitu,” tutur Reynold.

Dengan capaian ini, Dinkes Mimika kian terpacu untuk terus meningkatkan jumlah screening TB.

"Kita akan upayakan sampai Desember nanti bisa menyentuh angka 100 ribu," pungkasnya. (Ade)

Kelurahan Koperapoka Jadi Lokasi Prioritas Penurunan Stunting

Kepala Kelurahan Koperapoka Frengky Max Dolwala

MIMIKA, BM

Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menetapkan Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru sebagai lokasi prioritas penanganan stunting di kota ini.

Selain Kelurahan Koperapoka dua dua kelurahan lainnya juga terpilih sebagai Lokus penurunan Stunting yakni Kelurahan Kebun Sirih dan Kelurahan Otomona Distrik Mimika Baru.

Hal ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah yang sangat tinggi dalam mengupayakan pencegahan dan menekan angka kasus stunting di Mimika.

Kepala Kelurahan Koperapoka Frengky Max Dolwala mengatakan, Kelurahan Koperapoka sudah terpilih menjadi lokus penurunan stunting sehingga kendepan program kesehatan inilah yang akan diprioritaskan di wilayahnya guna mempercepat penurunan stunting.

"Nanti kita akan bicarakan dengan RT-RT dan kepala Puskesmas Timika juga untuk bagaimana supaya kalau bisa kita buka Posyandu di setiap RT. Karena Posyandu di sini cuma 3 dan masyarakat tidak terjangkau semuanya," kata Kepala Kelurahan Koperapoka Frengky saat ditemui, Senin (8/8/2022).

Frengky mengatakan bahwa di Koperapoka ini kebanyakan masyarakatnya adalah pedagang sehingga kalau lokasi Posyandu jauh dari tempat usaha mereka yang menyebabkan mereka malas membawa anak-anak ke Posyandu.

"Di wilayah Koperapoka ini memang banyak kasus stunting makanya kita sampai dijadikan lokus. Tahun sebelumnya Distrik Wania di Kampung Mawokao Jaya yang jadi Lokus Stunting tapi tahun ini masalah stunting sudah selesai," Ujarnya.

Menurut dia, persoalan stunting memiliki risiko tinggi terhadap generasi masa depan bangsa yang dapat menurunkan produktivitas anak-anak pada saat dewasa. Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit tidak menular degeneratif.

"Untuk itu, penurunan dan pencegahan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal," ungkapnya. (Shanty)

Dokter Leonard Pardede Kembali Terpilih Jadi Ketua IDI Mimika

dr Leonard Pardede

MIMIKA, BM

Dokter Leonard Pardede, SpOG kembali terpilih sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Timika periode 2022-2024 mendatang dalam musyawarah yang berlangsung, Minggu (7/8/2022) lalu.

Pasalnya, ini merupakan kali kedua dokter Leo dipercayakan memimpin IDI Cabang Timika.

Dokter Leo saat ditemui di Hotel Horison Ultima Timika, Selasa (8/8/2022) mengatakan dalam kepengurusan baru ini, IDI akan tetap menjalankan visi untuk menjadi dokter yang profesional dan berkualitas dalam memberi pelayanan terbaik kepada sesama serta akan tetap berkolaborasi dengan pemerintah.

“Kita punya visi saat ini adalah untuk menjadi dokter yang berprestasi dan menghadirkan pelayanan yang berkualitas serta kita akan berkolaborasi bersama pemerintah dan teman sejawat,” kata dr Leo.

Dalam kepengengurusan sebelumnya, kata dr Leo, IDI sudah banyak melakukan program kegiatan seperti baksos, penyuluhan dan juga pembekalan bagi anggota.

"Kita juga lakukan sosialisasi kesehatan kepada sekolah, kita berikan materi tentang kearifan lokal Timika dan penyakit umum yang ada di Timika kepada dokter baru. Serta di setiap pertemuan juga kita jelaskan tentang masalah etik medikolegal agar dokter melakukan pelayanan kesehatan itu selalu memegang teguh etik supaya masyarakat terlayani dengan baik," jelasnya. (Shanty)

Top