Kesehatan

Jonny Lingga : Stok Obat Malaria di PTFI Masih Cukup Hingga Tiga Bulan

Vice President Government Relation PT Freeport Indonesia, Johnny Lingga

MIMIKA, BM

Beberapa waktu lalu obat malaria (biru) jadi perbincangan hangat karena stoknya sangat minim di Mimika.

Namun kondisi itu telah berlalu. Obat malaria kini tidak lagi menepis untuk setiap layanan kesehatan di Mimika baik rumah sakit, puskesmas hingga klinik.

Lalau bagaimana dengan ketersediaan obat malaria bagi karyawan PT Freeport Indonesia? Ternyata stok obat Malaria bagi karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) masih aman hingga tiga bulan ke depan.

Vice President Government Relation, Johnny Lingga bahkan mengatakan, stok obat malaria khususnya di lingkup PTFI selalu aman dan tersedia.

"Untuk obat malaria, stock yang ada pada kami sudah dari dulu kita selalu rencanakan untuk selalu aman, dan begitu juga saat ini stocknya aman untuk penggunaan kami di internal untuk selama 3 bulanz Jadi kita selalu mempertahankan ketersediaan stock untuk 3 bulan," ujar Johnny Lingga saat dihubungi melalui pesan singkat, pada Kamis (25/8/2022).

Johnny Lingga juga mengatakan bahwa stok obat malaria PTFI tersedia sebanyak 8000 tablet.

Sementara itu menurut data dari Public Health and Malaria Control, kasus malaria yang terjadi di lingkungan PTFI rata-rata 40 kasus per minggu.

"Data itu sudah mencakup keseluruhan kasus dan kebanyakan kasus malaria terjadi pada karyawan atau kontraktor kami yang berdomisili di Timika," ujarnya.

Ditanya soal usaha pencegahan nantinya, ia mengaku bahwa usaha tersebut terus dilakukan sesuai kebijakan yang ketat.

"Kami selalu melakukan pembersihan areal sehingga tidak ada genangan air, juga fogging terhadap area yang banyak nyamuk malarianya, dan membantu Pemda pada Puskesmas di SP12 untuk edukasi dan juga pengadaan obat malaria," ungkapnya. (Shanty)

Cegah Cacar Monyet Masuk Mimika, Dinkes dan PTFI Akan Lakukan Screening Melalui Internasional SOS

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Kementrian Kesehatan (Kemenkes) melalui keterangan pers pada hari Sabtu (20/8/2022) telah memastikan bahwa satu warga negara Indonesia terkonfirmasi menderita monkeypox (cacar monyet).

Penderita cacar monyet tersebut adalah seorang laki-laki berusia 27 tahun yang sebelum tertular, memiliki riwayat perjalanan ke Belanda, Swiss, Belgia, dan Perancis.

Dilansir dari situs resmi Kemenkes, sehatnegeriku.kemkes.go.id, pasien melakukan perjalanan ke luar negeri antara tanggal 22 Juli hingga tiba kembali di Jakarta pada 8 Agustus 2022. Sementara dirinya mulai mengalami gejala awal cacar monyet pada tanggal 11 Agustus 2022.
 
Pada tanggal 18 Agustus 2022, pasien masuk ke salah satu rumah sakit milik Kementerian Kesehatan dan melakukan test PCR. Hasilnya pasien terkonfirmasi positif pada malam hari tanggal 19 Agustus 2022.
 
“Saat ini pasien dalam keadaan baik, tidak sakit berat dan ada cacarnya atau ruam-ruamnya di muka, di telapak tangan dan kaki. Pasien tidak perlu dirawat di rumah sakit, tapi cukup isolasi mandiri,” ungkap Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH dalam keterangan pers (20/8).

Dengan ditemukannya kasus cacar monyet ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika mulai mewanti-wanti dan mempersiapkan strategi untuk melakukan pencegahan.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, saat ditemui pada hari Senin (22/8/2022) di ruang kerjanya mengatakan, untuk mengantisipasi wabah cacar monyet, pihaknya bersama PT Freeport Indonesia dalam waktu dekat akan melaksanakan proses screening melalui Internasional SOS.

"Yang jelas kami sudah menyetujui PT Freeport Indonesia melalui rumah sakit internasional SOS akan mulai melakukan screening untuk cacar monyet atau mongkey foks. Kita tahu bahwa kalau kasus ini sudah ditemukan satu berarti yang lain kontak-kontak eratnya pasti ada. Screening akan dilakukan di Rumah Sakit Tembaga Pura," jelasnya.

Sementara untuk wilayah low land, kata Reynold, pihaknya bakal berkordinasi dengan setiap organisasi profesi yang ada di Timika.

"Nantinya kami di wilayah low land ini tentu saja pasti akan duduk bersama teman-teman organisasi profesi seperti Ikatan Dokter Indonesia, puskesmas, dan rumah sakit untuk kita menetapkan bagaimana standar untuk pendeteksian yang lebih dini, terus kontak eratnya seperti apa, mencatat dan melapornya seperti apa, kemudian intervensinya lebih lanjut seperti apa. Dalam minggu kami mulai persiapkan," tutur Reynold. (Ade)

Agar Pegawai Betah Dan Nyaman, Dinkes Bangun Rumah Dinas Berkonsep Hotel Di 6 Tempat

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra

MIMIKA, BM

Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika pada tahun anggaran 2022 ini sedang membangun rumah dinas di beberapa tempat yakni Hoya, Mapar, Ipaya, Manasari, Atuka dan Kwamki Narama.

Bahkan rumah dinas yang dibangun bergaya mini hotel ini dengan tujuan agar pegawai betah dan nyaman dalam bertugas sudah selesai pembanungannya di tiga wilayah yakni Atuka, Manasari dan Kwami Narama.

"Ipaya kemungkinan dalam minggu ini sudah selesai. Mapar juga mau selesai. Kalau Hoya sedang dalam proses sementara yang sudah rampung itu di Atuka, Manasari dan Kwamki Narama," jelas Kadinkes Mimika Reynold Ubra di ruang kerjanya, Senin (22/8/2022).

Pembangunan sejumlah rumah jabatan di beberapa wilayah ini menggunakan Dana Otonomis Khusus (Otsus) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Yang gunakan dana Otsus ini di Manasari, Hoya, Mapar dan Ipaya sedangkan di Kwamki Narama gunakan APBD," ujarnya.

Menurut Reynold Ubra, anggaranya berkisar antara Rp300-Rp400 juta per satu unit. Tiap unit terdiri dari beberapa kamar, lengkap dengan fasilitas kamar mandi di tiap kamar.

"Konsepnya kita gunakan konsep hotel, di dalamnya ada beberapa kamar dan punya fasilitas kamar mandi dan lainnya seperti di hotel-hotel mini," ungkapnya. (Ade)

Top