Hukum & Kriminal

Seorang Karyawan Cafe Sebelum Dianiya Ternyata Sudah Dipantau Pelaku

Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Yusran

MIMIKA, BM

Seorang karyawan salah satu Cafe di Timika bernama Trisna Indah Sari menjadi korban penganiayaan Selasa (2/11) subuh di Jalan Hasanudin ternyata sudah dipantau terlebih dahulu oleh pelaku.

"Menurut pengakuan korban dirinya sudah dipantau saat berada ditempat kerjanya. Karena pada saat korban hendak pulang ke gang Merpati, pelaku mengejar korban dengan melewati jalan lain sehingga sudah terlihat oleh korban pelaku sudah duduk bersama kawan-kawannya," terang Kapolsek Mimika Baru melalui Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Yusran saat ditemui diruang kerjanya Selasa (2/11).

Kata Yusran, pada saat kejadian itu korban dianiaya dari belakang sehingga korban tidak mengenal betul wajah pelaku.

"Korban tidak kenal karena lokasi tersebut gelap. Tapi menurut keterangan korban dugaannya sementara itu suruan suaminya atau suaminya sendiri, karena katanya dia dengan suaminya lagi ada masalah sedang mengurus gugatan cerai di pengadilan," katanya.

Untuk kasus penganiyaan ini, pihak Reskrim Polsek Mimika Baru belum menerima laporan polisi, pasalnya korban masih dirawat di Rumah Sakit karena mengalami luka di bagian belakang tepatnya diatas pinggang.

"Korban maupun keluarga korban belum datang buat laporan polisi. Padahal kita sudah sarankan laporan itu tidak harus korban tapi bisa keluarganya. Tapi untuk kasus ini sudah kita catat di buku mutase harian. Kita juga sudah datangi TKP,"ujar Yusran. (Ignas)

Ditikam Pakai Obeng, David Lapor Polisi

Seorang anggota Polsek Mimika Baru memeriksa luka yang dialami korban

MIMIKA, BM

David, seorang warga yang berdomisili di gorong-gorong tepatnya gang Biak, menjadi korban penikaman oleh pelaku yang merupakan iparnya sendiri pada Senin (1/11) sore di Jalan Muara.

Menurut penuturan David, kejadian bermula ketika dirinya mendatangi lokasi kejadian untuk menanyakan kepada iparnya (pelaku) mengenai motor miliknya yang sudah dalam keadaan rusak.

"Mungkin dia tidak terima saat saya tanya kenapa motor saya rusak. Dia (pelaku) tikam pakai obeng plat di lengan kiri saya," tuturnya.

Menurut David, sebelum kejadian pelaku sudah dalam keadaan mabuk karena mengkonsumsi miras.

"Memang dia mabuk dan saya tidak tahu dia minumnya dimana. Jadi saat dia tikam, saya langsung lari ke pos Brimob yang di Gorong-gorong untuk meminta bantuan," ungkapnya.

Anggota piket jaga Polsek Mimika Baru yang mendapat laporan adanya kasus tersebut langsung merespon dengan mendatangi lokasi kejadian guna mengamankan pelaku.

Pelaku yang terlebih dahulu sudah melihat kedatangan anggota piket jaga Polsek Mimika Baru langsung melarikan diri.

Anggota Polsek Mimika Baru kemudian mengejar namun tidak berhasil mendapatkan pelaku. Anggota Polsek pun akhirnya mengarahkan korban untuk segera mengambil dan membawa pulang motor miliknya. Korban juga diarahkan untuk berobat dan membuat laporan polisi. (Ignas)

Terekam CCTV, Enam Anak Curi Sendal Milik Santri


Anggota Polsek Mimika Baru saat tiba dilokasi kejadian dan bertemu dengan pengurus masjid

MIMIKA, BM

Enam anak laki-laki tertangkap kamera CCTV mencuri sendal milik anak-anak santri Masjid Ibnul Qayyim di Jalan Leo Mamiri, Kamis (28/10) sekitar pukul 10.15 wit.

Berdasarkan hasil rekaman CCTV, ke enam anak laki-laki ini diketahui mendatangi lokasi kejadian kemudian membuka pintu pagar teras masjid dan langsung mengambil sendal milik anak-anak santri yang disimpan dalam rak sendal.  Sendal yang diketahui hilang itu berjumlah tiga pasang.

Menurut pengakuan Abdulrahman selaku pengurus masjid, ke enam anak laki-laki tersebut adalah anak-anak kompleks yang keseharian sering bermain dekat area masjid.

"Kami terpaksa laporkan ini ke polisi karena perbuatan anak-anak ini bukan baru pertama kali, bahkan ada sepeda anak saya dan sepedanya tetangga juga dicuri oleh mereka," ungkapnya.

Kapolsek Mimika Baru melalui KASPK II Aipda Fuad bersama dua anggotanya yang menerima laporan adanya kejadian tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian tersebut.

Anggota Polsek Mimika Baru bersama pengurus masjid juga mendatangi dua orangtua dari enam anak tersebut untuk bertemu dan memberitahukan perbuatan anak mereka.

Setelah mendengar penjelasan dari pengurus masjid dan anggota Polsek Mimika Baru atas perbuatan anak mereka, kedua orangtua tersebut langsung meminta maaf dan akan berusaha mencari anak mereka untuk mengembalikan sendal yang sudah diambil.

Mereka juga berjanji akan mendidik anak-anak dan mengawasi mereka untuk tidak melakukan lagi hal tersebut. (Ignas)

Top