Kenakan Pakaian Adat, SD Inpres Koperapoka 1 Gelar Upacara Hardiknas

Suasana upacara Hardiknas di SD Inpres Koperapoka 1

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026, SD Inpres Koperapoka 1 menggelar upacara bendera yang berbeda dari biasanya. Seluruh siswa, guru, hingga staf sekolah hadir dengan mengenakan beragam pakaian adat dari berbagai daerah di Nusantara.

Upacara yang dilaksanakan di halaman Sekolah SD Inpres Koperapoka 1 dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Antonius Welerubun.

Untuk diketahui, SDI Koperapoka 1 masuk dalam gugus 7 sehingga pada upacara ini diikuti juga oleh 2 sekolah yakni Shining Star dan Sekolah Muhamadiyah.

Amanat dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan,  Antonius Welerubun menyampaikan, Peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia.

Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti proses pendidikan adalah memuliakan.

Nilai-nilai pendidikan yang diwariskan oleh Ki Hajar Dewantara melalui konsep “asah, asih, dan asuh” kembali ditekankan sebagai dasar dalam membangun sistem pendidikan nasional.

"Sesuai dengan amanat Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak dan peradaban bangsa," kata Anton.

Dikatakan, sesuai dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat.

"Berdasarkan landasan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional," tutur Anton.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menetapkan lima kebijakan strategis, Pertama, Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran sebagai salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

Kedua, pemenuhan kualifikasi serta peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru. Ketiga, Pembelajaran Mendalam juga perlu diintegrasikan dengan penguatan karakter melalui penciptaan budaya dan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, baik fisik, sosial, dan spiritual.

Keempat, meningkatkan kualitas pembelajaran dan capaian pendidikan melalui gerakan literasi dan numerasi, STEM (Sains, Teknologi, Enjinering, dan Matematika) serta Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kelima, bagaimana memberikan kesempatan pendidikan yang luas, dengan layanan pendidikan yang mudah, murah, dan fleksibel.

"Dalam 18 bulan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah meletakkan fondasi 'pendidikan bermutu untuk semua melalui berbagai regulasi dan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Inpres Koperapoka 1 Margarita Abraham mengatakan, di momen ini diharapkan kepada guru-guru untuk tetap menjalankan tugas sesuai dengan panggilan hati. Karena, kalau dipaksa dan tidak dari hati maka tidak akan maksimal.

"Saya selalu mengarahkan bahwa kita harus selalu kembali pada panggilan pelayanan kita supaya kita melayani anak-anak dengan maksimal," ujar Margarita.

Sementara, kepada peserta didik pihaknya lebih kepada memberikan motivasi anak-anak belajar supaya dapat menghasilkan generasi emas di tahun 2045.

"Kami berharap Koperapoka 1 bisa siap bersaing di kanca provinsi maupun nasional," pungkasnya. (Shanty Sang)

Top