Hukum & Kriminal

Peringati HUT Pertamanya, LAN Mimika Gelar Acara Syukuran

Pemotongan tumpeng oleh Ketua LAN Mimika, Mawar Soplanit

MIMIKA, BM

Peringati HUT yang ke-1, Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Mimika menggelar acara syukuran dengan tema 'Narkoba, Berantas Tuntas Sapu Bersih' di Graha Eme Neme Yauware, Rabu (30/11/2022).

Acara tersebut turut dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika Petrus Lewa Koten, Forkompinda, TNI/Polri, BNNK Mimika, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan sejumlah anak-anak binaan LAN Mimika.

Ketua LAN Mimika, Mawar Soplanit, melalui sambutannya mengatakan bahwa LAN Mimika sebenarnya telah berdiri sejak Juni 2020. Hanya saja, saat itu pandemi Covid 19 sedang merebak di seluruh pelosok Nusantara sehingga pelantikan pengurus terpaksa dilakukan pada 30 November 2021.

"Setelah pelantikan, tentunya kita harus bergerak cepat dan tanggap sesuai program-program yang telah dicetuskan," ujar Mawar.

Sebagai lembaga nasional independen, kata Mawar, LAN senantiasa menunjukkan dedikasi, reputasi, dan kualitas kerja dalam sinergitas bersama BNN, TNI/Polri, serta pemerintah daerah bahkan pihak swasta untuk mendukung semua program pemerintah, khususnya dalam visi negara guna melawan penyalahgunaan narkoba dan kejahatannya.

"Tentunya untuk melakukan itu semua, kami sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah Kabupaten Mimika, TNI/Polri, dan BNN serta semua tokoh dan seluruh lapisan masyarakat," tuturnya.

"Kita ketahui bersama bahwa Indonesia sementara berada di dalam kondisi perang melawan narkoba. Oleh sebab itu, mari kita satukan tekad, bergandengan tangan untuk menyelamatkan generasi penerus Mimika dari serangan penyalahgunaan narkoba dan kejahatannya," imbuhnya.

Lebih lanjut Mawar mengungkapkan bahwa dalam satu tahun berjalan, terdapat tujuh divisi dari tiga belas divisi yang program-programnya telah dijalankan seperti pengobatan gratis, kerja bakti, penyuluhan bahaya narkoba, rehabilitasi mandiri anak korban narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Kemudian ada juga walet reaksi cepat (WRC), pengajaran seni budaya yang dilanjutkan dengan mengisi acara pada event-event di Timika, dan penyerahan sembako menyambut natal.

"Dalam kesempatan ini, kami sebagai pengurus LAN Mimika berharap bapak Plt Bupati dapat mendukung kami penuh karena kami terbatas untuk bergerak. Kalau kami boleh jujur, selama ini hampir semua kegiatan itu kami lakukan menggunakan dana hasil swadaya kerja keras teman-teman," ungkapnya.

"Saya selaku ketua LAN Mimika juga memohon kepada bapak Plt Bupati untuk dapat memfasilitasi kami satu unit bis mini karena hampir setiap Sabtu kami punya kegiatan dan teman-teman hanya menggunakan kendaraan seadanya untuk kita berjalan di berbagai titik," ungkapnya.

"Sehingga kalau bapak mengizinkan, kami mohon sekiranya kami dapat diberikan satu unit bis mini untuk menunjang operasional LAN Mimika agar bukan hanya di kota, tapi juga sampai di daerah-daerah terluar juga bisa kami jangkau untuk pelayanan," lanjutnya.

Mawar juga menyebutkan, ada beberapa hal yang masih menjadi PR bagi LAN Mimika, yaitu membentuk pengurus anak cabang, pengurus ranting, dan pengurus anak ranting.

Bilamana pembentukan tersebut telah berjalan maka dapat dipastikan pencegahan bahaya penyalahgunaan narkoba dan kejahatannya dapat dilakukan dengan mudah.

"Harapan besar saya semoga kita semua dapat bekerja sama, sehingga LAN dapat membantu pemerintah sebagai perpanjang tangan untuk bagaimana kita masuk sampai ke akar rumput dan kita bisa menyentuh hati anak-anak ini hanya dengan moto kami, 'salam juang LAN, satu hati'," pungkasnya.

Di samping itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Petrus Lewa Koten yang hadir mewakili Plt Bupati Mimika menyampaikan bahwa poin pertama dalam sebuah perayaan HUT adalah merefleksikan sejauh mana langkah ini sudah berjalan.

"Itu artinya mengingat-ingat kerja-kerja kita selama satu tahun berlalu. Dan sangat baik bahwa dalam satu tahun sudah banyak yang LAN telah lakukan atas dasar upaya-upaya secara pribadi. Artinya semangat, inovasi, dan kreativitas ini sudah dimulai oleh LAN," ujarnya.

Dia juga mengatakan bahwa dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, ada tiga tantangan berat yang sedang dihadapi negara Indonesia, yaitu terorisme, korupsi, dan narkoba.

Menurutnya, bahaya narkoba saat ini sudah masuk ke semua level. Mulai dari menteri, anggota DPR, pemerintah, mahasiswa, dokter, pilot, dan juga para pelajar.

"Kalau ini tidak dicegah atau tidak diberantas oleh semua anak-anak bangsa maka bisa menghancurkan mental-mental kita. Kalau mental anak bangsa sudah dihancurkan, maka itu mudah sekali orang luar mempengaruhi untuk kita konflik, pecah bela, dan terakhir negara ini bubar," jelasnya.

Oleh karena itu, lanjut Petrus, hari ini pemerintah sangat bersyukur atas semua inisiatif yang dilakukan oleh LAN Mimika guna membantu peran-peran ataupun tugas-tugas yang barangkali tak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah.

"Hari ini kita sudah lihat, ada pihak-pihak yang sebagai volunteer turut serta memerangi bahaya narkoba. Untuk itu ucapan terimakasih banyak kepada LAN yang terus melakukan kegiatan yang sifatnya lebih prakstis, lebih merakyat, dan tidak pandang waktu. Hebat. Luar biasa," ucapnya.

Petrus berharap, setiap pihak dapat terus menjalin kerja sama dan bersinergi sesuai tagline yang selalu dikumandangkan oleh bapak Plt Bupati Mimika, yaitu komunikasi, kordinasi, dan kolaborasi.

"Jika tiga prinsip itu kita lakukan, tidak ada hal yang tidak bisa dipecahkan, tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan. Pemerintah tidak tutup mata, sepanjang kegiatan dikerjakan serius untuk membantu pemerintah dalam melayani masyarakat, pasti pemerintah akan bantu," pungkasnya.

Acara perayaan HUT ini pun dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan makan bersama, sekaligus diiringi dengan nyanyian dan pentasan seni budaya oleh anak-anak binaan LAN Mimika. (Endy Langobelen)

Pemkab Mimika Tetapkan Jam Operasional Penjualan Miras

Surat Edaran Bupati Mimika

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika telah menerbitkan Surat Edaran nomor 302/894/2022 tentang pembatasan jam operasional penjualan minuman keras (Miras) atau minuman beralkohol di wilayah Kabupaten Mimika.

Dalam SE tersebut, pihak distributor, pengecer, dan tempat hiburan (bar, diskotik, cafetaria, karaoke) diwajibkan menjual Miras pada pukul 09.00 WIT sampai 21.00 WIT.

"Tidak diperkenankan untuk menjual minuman keras/minuman beralkohol di luar jam yang telah ditentukan," tegas SE yang diterbitkan tanggal 28 November 2022 itu.

Bilamana terdapat penjual yang melanggar ketetapan tersebut, maka akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Akan dikenakan sanksi pembekuan dan pencabutan Surat Izin Usaha Penjualan Minuman Beralkohol (SIUP-MB)," tulis SE tersebut menegaskan.

Aturan pembatasan jam operasional penjualan Miras ini berlaku mulai dari tanggal 28 November 2022 hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Sebagai informasi, SE pembatasan jam operasional penjualan Miras ini merupakan tindak lanjut dari surat Kepolisian Resor Mimika Nomor: B/294/X/S.I.P.1.1/2022/Intelkam Tanggal 21 November 2022 tentang pembatasan jam operasional penjualan minuman keras/minuman beralkohol di Kabupaten Mimika. (Endy Langobelen)

Seorang Security di Kantor Mitra Siaga Ditemukan Mininggal Dalam Kamarnya

Korban saat berada dalam kamar jenazah RSUD Mimika

MIMIKA, BM

Seorang pria yang kesehariannya berprofesi sebagai security di Kantor Mitra Siaga berinisial BS (62) ditemukan meninggal dunia di kamar messnya di jalan Ahmad Yani tepatnya dekat Klinik AU, Selasa (29/11/2022) kemarin.

BS yang diketahui meninggal dalam kamarnya sekitar pukul 05.30 wit adalah seorang pensiunan TNI. Korban diduga meninggal karena sakit, pasalnya didalam kamar messnya ditemukan sejumlah obat-obatan.

Kasat Reskrim Polres Mimika Iptu Sugarda Aditya B. Trenggoro dikonfirmasi BeritaMimika membenarkan hal tersebut.

"Korban pertama kali ditemukan rekannya sesama security di kamar usai melaksanakan sholat subuh, yang selanjutnya dilaporkan ke Sentra Pelayanan Polres Mimika guna proses lanjut,"ungkapnya.

Menurutnya Tim Inafis Satreskrim Polres Mimika langsung merespon ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP. Dan dari hasil olah TKP tidak ada tanda-tanda kekerasan pada korban.

Disampaikan Kasat bahwa dari keterangan saksi, sebelumnya sedang bersama korban masih melaksanakan sholat magrib. Kemudian korban juga masih melakukan aktifitas masak ikan di mess dan sempat melaksanakan sholat isha bersama.

Selanjutnya saksi masuk ke kamar dan sempat menengok karena melihat lampu kamar korban padam.

Usai melaksanakan sholat subuh, saksi kemudian mengetok pintu kamar korban namun tidak ada suara, setelah itu saksi menyampaikan kepada teman-temanya dan berusaha mengetok pintu kamar.

Mereka kemudian mendobrak pintu kamar korban, setelah pintu kamar terbuka didapati korban dengan posisi tertidur terlentang, dalam keadaan dingin dan sudah kaku.

Setelah dievakuasi ke RSUD Mimika, jenazah rencananya akan di berangkatkan oleh kekuarga ke kampung halaman Serang Banten. (Ignasius Istanto)

Top