Hukum & Kriminal

Pengamanan PON di Kuala Kencana : Semutpun Tidak Akan Lewat

Kapolres Mimika AKBP I Gde Era Adhinata

MIMIKA, BM

Pada Maret tahun lalu, di Kuala Kencana terjadi penembakan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), tepatnya di area kanan parkir OB dan area parkir Gereja Betlehem Kuala Kencana.

Penembakan tersebut mengakibatkan adanya dua korban, yakni seorang karyawan WNA (bule-red) dan seorang WNI.

Dengan adanya kejadian tersebut, maka wilayah Kuala Kencana akan menjadi salah satu prioritas pengamanan TNI Polri ketika PON XX di gelar di Mimika.

Pasalnya, lintasan di Kuala Kencana akan digunakan sebagai tempat penyelengara dua mata lomba atletik yakni marathon dan jalan cepat.

Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata memastikan bahwa penyelenggaraan PON di wilayah Distrik Kuala akan berjalan dengan aman. Kuala Kencana akan dilakukan pengamanan secara ketat.

Kapolres bahkan menegaskan bahwa jangankan kelompok kriminal bersenjata, semutpun tidak akan dibiarkan lewat.

"Kami akan keliling habis wilayah itu! Semutpun tidak akan kami biarkan untuk lewat. Kami pastikan bahwa Kuala Kencana akan aman dari segala macam gangguan," tegasnya kepada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (19/9).

Pada momen ini Kapolres Era juga membantah adanya penyerangan yang dilakukan oleh kelompok KKB di areal PTFI (mile 61), beberapa hari lalu.

"Dari hasil penyelidikan tidak ditemukan adanya proyektil, atau adanya tanda-tanda penembakan. Saya pastikan itu bukan penembakan. Wilayah Tembagapura sejauh ini juga daam situasi aman dan tidak ada gangguan apa-apa," ujarnya. (Ronald)

Dua Ancaman yang Paling Diwaspadai Selama Keberlangsungan PON di Mimika

Kapolres Mimika, AKBP I Gde Era Adhinata saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (19/9)

MIMIKA, BM

Salah satu perhatian utama TNI Polri dalam mengamankan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021 di Mimika adalah ancaman dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Sejauh ini pihak kepolisian terus memantau dan melakukan pengamanan ketat di wilayah yang merupakan jalur perlintasan KKB.

Kapolres Mimika, AKBP I Gde Era Adhinata mengatakan sebagian kelompok bersenjata kini berada di luar wilayah Mimika.

"Sementara ini kita masih melakukan pengejaran dan penjajakan untuk menemukan titik mereka dan semaksimal mungkin kita mengamnakan keamanan dari kelompok KKB ini," ungkapnya.

Bukan hanya KKB, Kapolres Era mengakui bahwa Mimika merupakan wilayah dengan potensi konflik yang terhitung tinggi seperti gesekan antara suku dan kelompok masyarakat.

Guna menjaga agar situasional ini terus terjaga terutama ketika PON mulai dilangsungkan di Mimika maka pihaknya akan langsung bertindak jika ada gejolak.

"Kami tegaskan bahwa sekecil apapun informasi yang berhubungan dengan situasional yang mengancam stabilitas maka kami akan langsung selesaikan jam itu juga. Bukan hari itu juga tapi jam itu juga," tegasnya.

Secara khusus ia juga meminta masyarakat Mimika agar turut membantu mendukung penyelengaraan PON di Mimika.

Masyarakat dapat berpartisipasi dengan selalu bersatu dan bersama menjaga kantibmas. Selain itu dapat menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian jika adanya gejolak ataupun ancaman yang akan menggangu situasional di Mimika.

"Bersama dengan masyarakat, kita harus ciptakan situasi aman dan nyaman bagi semua orang yang akan datang ke Mimika. Baik itu atlet maupun orfficial. Menjaga keamanan adalah tugas dan tanggungawab kami namun kami juga butuh peran serta dari semua masyarakat Mimika untuk sama-sama mewujudkannya," harap Kapolres Era. (Ronald)

BNNK Mimika Ungkap 123 Paket Merupakan Penangkapan Sabu Terbanyak

Pelaku saat ditangkap di Jalan Kartini Ujung

MIMIKA, BM

Kepala BNNK Mimika, Kompol Mursaling mengakui pengungkapan terhadap pengedar narkotika jenis sabu-sabu berinisial A pada Sabtu malam tanggal 11 September lalu merupakan pengungkapan dengan jumlah terbanyak yakni seberat 111,48 gram dalam 123 paket.

"Pengungkapan kali ini yang paling banyak dimana setelah kita lakukan penimbangan berat bersihnya," ungkapnya saat dikonfirmasi Rabu (15/9).

Kata Mursaling, pihaknya kini masih melakukan pengembangan terhadap jaringan dari tersangka. Pasalnya sabu-sabu tersebut diperoleh dari seseorang berinisial I yang berada di Madura daerah Sampang.

"Menurut pengakuannya, awalnya terima BB disalah satu hotel sebanyak 50 paket, kemudian yang sudah terjual 27 paket dan sisa 123 paket itu yang sudah kami amankan," katanya.

Disampaikan bahwa pada saat diamankan pelaku A di Jalan Kartini Ujung tidak didapati BB, namun setelah diinterogasi akhirnya mengakui kalau sabu-sabu disimpan di kostnya yang beralamat di Jalan Serui Mekar, Gang Kaimana.

"Sabu-sabu itu sembunyikan dengan cara di tanam di tanah lalu di tutup papan. Selain BB sabu-sabu juga diamankan BB lainnya berupa alat timbang dan Hp merk VIVO warna hitam," ungkapnya. (Ignas)

Top