Ekonomi dan Pembangunan

Hadapi Resesi, Kampung Mawokauw Jaya Gunakan Dana Desa 20 Persen Untuk Menyasar Kelompok Tani dan Ternak

Kepala Kampung Mawokauw Jaya Edyson Rafra

MIMIKA, BM

Tahun 2023, Kampung Mawokauw Jaya mendapatkan dana desa sebesar Rp1.039.000.000.

Kampung dengan jumlah penduduk sekitar 700 lebih kepala keluarga ini memanfaatkan dana desa sebesar 20 persen untuk ketahanan pangan dan 10-25 persen untuk keluarga miskin ekstrem.

Kepada BeritaMimika di ruang kerjanya, Kepala Kampung Mawokauw Jaya Edyson Rafra menerangkan hal ini.

“2023 resesi merupakan pemulihan ekonomi jadi bagaimana kita di kampung mengikuti yang diterapkan oleh pemerintah pusat," ujarya.

"Di dalam penggunaan dana desa 2023 ada peraturan yang sudah ditentukan oleh Peraturan Kementerian. 20 persen untuk ketahanan pangan, 10 -25 persen untuk keluarga miskin ekstrem,” katanya.

Ia menuturkan pekerjaan warga Mawokauw Jaya 50 persen adalah bertani dan berkebun, sementara 50 persen lainnya merupakan buruh lepas dan pegawai swasta.

Kampung yang menjadi kampung Keluarga Berkualitas (KB) dan meraih juara satu pada Harganas yang ke-29 tahun 2022 ini berusaha untuk bagaimana memaksimalkan dana desa yang ada sehingga proses pembangunan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa berkembang.

“Di tahun 2022 kita sudah launching Badan Usaha Milik Desa (BumDes), tinggal kita tingkatkan bagaimana BumDes itu membantu meningkatkan ekonomi masyarakat di kampung. Membantu mereka dalam arti kita mendirikan badan-badan usaha yang bisa meringankan beban daya beli masyarakat diluar tinggi,” imbuhnya.

Ia berharap agar sebagai juara Kampung KB kampung Mawokauw Jaya mendapatkan dukungan dari pemda dalam hal ini opd terkait agar bagaimana bisa ikut berperan serta dalam membangun kampung.

“Kampung ini baru dimekarkan sekitar 9 tahun tetapi penduduk terus bertambah banyak. Pembangunan yang kita perlu terutama jalan bisa di aspal. Ada 9 unit rumah yang menjadi prioritas untuk menjadi perhatian pemda karena rumah ini juga yang didirikan oleh pemda waktu itu tahun 2016-2017,” terangnya.

“Rumah-rumah itu kan sudah rusak jadi kalau kita rehab maka dia perlu rumah baru, apalagi rumah ini ditinggali oleh masyarakat asli Papua,” tambahnya.

Bahkan dengan memperhatikan kebutuhan masyarakatnya, warga Kampung Mawokauw Jaya mengadakan 20 unig tandon dengan menggunakan dana pajak bagi hasil (pbh) antara pemda dan pemerintah kampung.

“Kita alokasikan Rp45.400.000 untuk pembelian 20 unit tandon yang nanti kita serahkan kepada keluarga yang tidak mampu dan tidak terdaftar pada penerima bansos. Itu yang kita serahkan kepada mereka dengan melihat kondisi langsung rumah mereka masing-masing. Ini sudah kita bagi sisa 7 tandon,” ucapnya.

Tandon ini dikatakan berasal dari musyawarah kampung 2022 yang mana ada permintaan tandon dari beberapa wilayahnya.

“Artinya ini permintaan masyarakat sendiri, kalau ini dibutuhkan oleh masyarakat kita pemerintah kampung merealisasikan apa yang menjadi kebutuhan kampung,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

PT Freeport Indonesia Terus Melakukan Pemulihan Pasca Banjir di Area Tambang 

PTFI menggunakan alat berat membuka aliran air yang sempat menutupi area Jalan Hubertus Haluk (MP74)

MIMIKA, BM

Curah hujan tinggi di area tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura pada Sabtu, 11 Februari 2023 telah mengakibatkan banjir dan longsor di area pabrik pengolahan konsentrat PTFI.

Hal ini menyebabkan kerusakan infrastruktur di sekitar area pabrik dan jalan tambang sehingga aktivitas penambangan dan pengolahan dihentikan sementara untuk proses pemulihan.

Sejak Minggu malam (12/02/2023), PTFI telah melakukan pembersihan di area terdampak, meliputi area pabrik pengolahan konsentrat, conveyor, perkantoran, terowongan west gully, dan jalan tambang.

PTFI juga telah mulai melakukan perbaikan terhadap peralatan tambang dan akses jalan tambangyang mengalami kerusakan.

Perlu diketahui, produksi harian PTFI mendekati hampir 5 juta pounds tembaga dan 5.000 ounces emas.

Namun karena kejadian ini, diperkirakan penjualan kuartal pertama 2023 lebih rendah dari prediksi yang dikeluarkan pada 25 Januari 2023, sebesar 900 juta pounds tembaga dan 300 ribu ounces emas.

Vice President Corporate Communications PTFI, Katri Krisnati, kepada media ini mengatakan PTFI masih terus melakukan kajian atas dampak dari kejadian ini, dan menyiapkan rencana pemulihan untuk melanjutkan operasi.

"Perkiraan awal, aktivitas pabrik pengolahan diharapkan dapat mulai beroperasi kembali pada akhir Februari 2023 diikuti dengan aktivitas penambangan. Namun hal ini dapat berubah sesuai dengan hasil kajian yang telah selesai dilakukan. Tidak ada dampak terhadap rencana jangka panjang PTFI," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 14 orang karyawan yang sempat tertahan di dalam gedung perkantoran telah dievakuasi dengan aman, dan saat ini dalam kondisi sehat dan tidak mengalami cedera. (Red)

Bapenda Mimika Kembali Lakukan Terobosan Memperluas Chanel Pembayaran Pajak ke Kantor Pos


Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah

MIMIKA, BM

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika  di awal tahun ini kembali menghadirkan terobosan terbaru dengan memperluas chanel pembayaran pajak untuk masyarakat.

Selain pembayaran pajak melalui Kantor Bapenda, Bank Papua, Livin Mandiri atau Bank Mandiri dan Gojek, kini Bapenda Mimika perluas lagi dengan menjalin kerja sama dengan Kantor Pos Timika.

Kerja sama dengan Kantor Pos ini untuk pembayaran semua jenis pajak dan retribusi.

“Kita ada memperluas chanel pembayaran, sekarang dengan kantor pos,” tutur Kepala Bapenda Mimika Dwi Cholifah saat diwawancara di kantornya, Jumat (10/2/2023).

Dwi mengatakan, bahwa kantor pos ini memiliki outlet sampai ke distrik-distrik, sehingga tentu akan mempermudah wajib pajak yang di wilayah distrik pesisir. Selain itu juga memiliki cabang di seluruh Indonesia.

“Berarti wajib pajak Mimika bisa bayar di kantor pos seluruh Indonesia,” katanya.

Dwi mengungkapkan bahwa, pihaknya sudah menandatangani perjanjian kerjasama dan dalam waktu satu bulan kedepan akan dikoneksikan ke sistemnya.

“Kalau sudah bisa, langsung jalan,” ujarnya.

Dwi juga mengatakan, pekan depan, sudah mulai dibagikan STTS PBB kepada wajib pajak. Dengan demikian kantor pos bisa menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan pembayaran pajak.

"Pekan depan Bapenda juga mulai membahas untuk rencana kerjasama memperluas Chanel pembayaran pajak dan retribusi dengan Bank BNI. Semakin banyak chanel pembayaran maka semakin mempermudah masyarakat dalam melakukan kewajiban bayar pajaknya," Ungkapnya. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top