Ekonomi dan Pembangunan

Biaya Haji 2023 Bakal Naik, Ini Penjelasan Kemenag Mimika



Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kantor Kementerian Agama Mimika, Iwan Iksan

MIMIKA, BM

Kementerian Agama RI berencana menaikkan ongkos naik haji (ONH), meskipun sampai saat ini belum ditetapkan nilainya.

Berdasarkan informasi yang diterima bahwa besaran ONH terbaru akan ditetapkan bersama DPR RI pada Senin 13 Februari 2023.

“Angka pastinya untuk biaya haji tahun 2023 yang kami terima hanya gambarannya saja,” tutur Penyelenggara Haji dan Umroh pada Kantor Kementerian Agama Mimika, Iwan Iksan saat ditemui, Rabu (8/2/2023).

Iwan mengatakan, untuk yang akan mendaftar atau melunasi ONH di tahun 2023 ini biayanya akan disesuaikan dengan keputusan kenaikan tarifnya pada Senin mendatang.

Ia mengatakan, untuk calon jamaah haji yang akan melakukan pelunasan tahun 2020 untuk berangkat di tahun 2023 ini kemungkinan tidak ada penambahan, hanya bentuk pelunasannya yang diperbarui.

"Yang akan berangkat di 2023 ini juga sebagian CJH dari tahun 2022 yang tidak ikut berangkat. Artinya di print out ulang yang model baru tahun 2023, tapi ongkosnya masih tetap,” katanya.

Iwan mengatakan, untuk pelunasan sendiri disesuaikan dengan setoran awal, misalnya setoran awal Rp25 juta maka sisa yang harus dilunasi sekitar Rp14 juta.

“Jadi sekitar Rp39 juta sekian. Kalau ditotalkan biaya penyelenggaraan ibadah haji Tahun 2022 itu Rp40 juta. Kita bulatkan saja jadi Rp40 juta” ungkapnya. (Shanty Sang)

Bulog Timika Sediakan 1700 Ton Beras untuk Kebutuhan 3 Bulan ke Depan

Aktivitas di gudang beras Kantor Bulog, Jalan Yos Sudarso, SP1, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah

MIMIKA, BM

Kantor Seksi Logistik (Kansilog) Timika mendatangkan 1700 ton beras dari Sulawesi Selatan untuk memenuhi persediaan kebutuhan masyarakat Mimika dalam tiga bulan ke depan.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Bulog Timika, Riyadi Muslim, saat ditemui pada Rabu (7/2/2023) siang di Kantor Bulog, Jalan Yos Sudarso, SP1, Distrik Wania, Mimika, Papua Tengah,

"Stok beras kita bisa memenuhi kebutuhan sampai tiga bulan ke depan atau sampai bulan April. Tapi tetap nantinya ada juga penambahan beras untuk kebutuhan menjelang hari besar keagamaan," ujarnya.

Dikatakan bahwa persediaan stok tersebut juga bakal disuplai ke beberapa kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Jayawijaya, Kabupaten Puncak, dan Kabupaten Yahukimo.

Untuk Kabupaten Jayawijaya, kata Riyadi, akan dikirim sebanyak 250 ton beras, sementara Kabupaten Puncak dan Yahukimo masih menunggu permintaan.

"Kita juga ada bantu ke Wamena tapi cuma sedikit 250 ton," tutur menambahkan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam menyuplai beras ke beberapa kabupaten, Kansilog pun bekerja sama dengan para pedagang guna mengaktifkan Rumah Pangan Kita (RPK).

Tujuannya agar bisa menyediakan kebutuhan beras bagi masyarakat dengan harga yang bisa dijangkau sesuai dengan HET.

Selain itu, Riyadi mengungkapkan bahwa pihaknya pun menyediakan beras medium dalam kemasan berukuran 5 kg yang dijual dengan harga Rp 50 ribu.

"Kita juga kan posisi sekarang gencarnya menggondol harga beras di pasaran. Lebih banyak kita gelontorkan beras untuk operasi pasar agar harga cenderung normal di Rp10,250. Cuma banyak pedagang yang jual diharga Rp 10 ribu per kilo," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Lebarkan 'Sayap' Pelayanan, PT Pos Indonesia Buka Outlet Baru di Mimika Timur

Tampak outlet baru Kantor Pos di Mimika Timur

MIMIKA, BM

Guna melebarkan 'sayap' pelayanan kepada masyarakat di pinggiran kota, PT Pos Indonesia Cabang Mimika membuka sebuah outlet baru di Distrik Mimika Timur.

Outlet tersebut berada di Kelurahan Wania, RT 02, tepatnya sebelum Kantor Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

"1 februari 2023 kemarin kami baru buka outlet di sana. Itu sebagai perpanjangan tangan kami untuk masyarakat yang ada di Mimika Timur," ujar Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Mimika, Junaidi Nur, saat dijumpai di ruang kerjanya, Senin (6/2/2023).

Kata Junaidi, dengan adanya outlet tersebut, masyarakat di Mimika Timur semakin hemat dalam hal biaya transportasi ke kantor pos yang berada di Kota Timika.

"Ada beberapa yang sampaikan langsung ke saya kalau mereka bersyukur ada outlet kantor pos di sana. Karena dengan dibukanya outlet itu, masyarakat jadi hemat uang transpor ke kota," pungkasnya.

Disebutkan bahwa PT Pos Indonesia bakal terus berupaya secara maksimal untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat di beberapa wilayah yang belum terdapat kantor pos dan juga kesulitan dalam mengakses transportasi.

"Jadi kami akan usahakan untuk buka seperti mungkin di Iwaka yang masih di dalam daerah kota. Dan juga yang kesulitan transportasi mungkin kita akan dahulukan sehingga memang masyarakat yang ada di distrik tersebut dapat merasakan pelayanan," kata Junaidi.

Menurutnya, pelebaran 'sayap' pelayanan itu sudah semestinya dilakukan karena pos merupakan bagian dari pelayanan publik.

"Kami diwajibkan untuk membuka di setiap wilayah untuk membantu masyarakat yang ada di sana. Ketika wilayah itu tidak ada perbankan, maka kami wajib ada di sana untuk melayani jasa keuangannya," jelas Junaidi.

"Begitu juga ketika jasa pengiriman surat, mungkin seperti JNE atau JNT belum ada di sana, kami wajib untuk mendekat ke sana karena memang semua masyarakat Indonesia ini dijamin dapat melakukan pengiriman surat. Tidak boleh tidak, apa pun alasannya. Jadi semua harus ter-cover oleh PT Pos Indonesia," imbuhnya.

Junaidi menegaskan bahwa tugas PT Pos Indonesia tidak hanya sekadar bersifat komersil, tetapi juga bagian daripada pelayanan masyarakat yang disebut sebagai Layanan Pos Universal (LPU).

"Itu sudah masuk dalam pelayanan secara dunia," tandasnya.

Dengan dibukanya outlet baru di Mimika Timur, maka saat ini PT Pos Indonesia Cabang Mimika telah memiliki 16 outlet dan agen pos.

"Outlet ada 7 dan agen pos ada 9. Jadi, semuanya ada 16 outlet. Kemudian ditambah lagi dengan Pos Aja drop point sekitar 10. Begitu pun dengan Pos Pay kios ada sekitar 10 juga. Itulah persebaran outlet kami di Mimika," pungkasnya. (Endy Langobelen)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top