Ekonomi dan Pembangunan

Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi, Pemkab Mimika Resmikan Operasional Tiga Pasar


Asisten II Setda Mimika, Petrus Lewa Koten, menggunting pita sebagai tanda diresmikannya operasional Pasar Mapurjaya, Kwamki Narama, dan Pasar Sore

MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) meresmikan operasional tiga pasar.

Ketiga pasar itu yakni pasar tradisional di Mapurujaya, pasar tradisional di Kwamki Narama, dan pasar sore di Pasar Sentral.

Peresmian dipusatkan ke di pelataran pasar tradisional Mapurjaya, Jumat (27/1/2023).

Kepala Disperindag Mimika, Petrus Pali Amba, mengatakan bahwa tujuan dibangunnya ketiga pasar tersebut adalah untuk menghadirkan sentra-sentra perdagangan di setiap wilayah.

"Dalam hal ini tentunya untuk meningkatkan perekonomian melalui kegiatan-kegiatan perdagangan. Tujuan kedua dibangunnya pasar-pasar ini adalah untuk lebih memudahkan akses perdagangan, seperti di Mapurjaya," ujarnya melalui sambutan.

"Jadi Bapak Ibu yang ada di Mapurjaya ini tidak perlu lagi jauh-jauh untuk berbelanja di kota. Begitu juga para pedagang yang ada di sini, tidak perlu lagi berdagang di kota," lanjutnya menjelaskan.

Petrus mengungkapkan, pembangunan ketiga pasar pastinya masih memerlukan beberapa pengembangan.

Seperti halnya Pasar Mapurjaya, direncanakan akan dilakukan pembangunan landscape dan pos kelengkapan sebagai pendukungnya.

"Kemudian pasar sore ini juga belum dibangun seluruhnya karena tahun lalu kami keterbatasan anggaran. Sehingga kami harapkan kepada tim anggaran ke depan melalui pimpinan daerah kita untuk memperhatikan hal ini supaya pasar sore itu juga bisa terakomodir di tahun-tahun berikutnya," tuturnya.

Lebih lanjut Petrus mengatakan, dengan diresmikannya ketiga pasar itu, maka seluruh pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Distrik setempat.

"Jadi kami Dinas Perindustrian dan Perdagangan tidak lagi mencampuri dalam hal pengelolaan pasar pasar yang ada di distrik. Itu sudah tanggung jawab dari distrik setempat, tentunya didukung juga oleh masyarakat dalam hal kemajuan dan peningkatan pasar itu," pungkasnya.

Di samping itu, Kepala Distrik Mimika Timur, Bakri Athoriq, mewakili masyarakat mengucapkan Terima kasih atas Bupati Mimika uang telah membangun pasar di Distrik Mimika Timur sebag bahan pembelajaran ke depan.

Bakri menyampaikan bahwa ada beberapa persoalan di Pasar Mapurjaya terkait pengelolaannya. Pertama, mengenai operasional, bahwa hingga saat ini belum ada pengusulan terkait pembiayaan operasi pasar.

"Jujur Musrenbang kemarin belum diusulkan, baik jasa kebersihan, keamanan, sampai dengan listrik karena ini adalah keputusan kami yang sangat vital. Jika berkenan, dalam APBD perubahan, sekiranya bisa dimasukkan untuk kegiatan operasional pasar agar bisa berjalan," jelasnya.

Dikatakan bahwa di samping keterbatasan anggaran, pihaknya telah merekrut sejumlah tenaga untuk pengamanan dan pembersihan pasar.

"Untuk keamanan kami rekrut dari masing-masing kampung 1 orang ditambah dengan 1 dari Kelurahan. Lalu untuk penjaga kebersihan, kami pun sudah rekrut masing-masing kampung 1 dan 1 dari Kelurahan," katanya.

Sementara itu, setiap Los yang ada juga telah dibagikan ke masing-masing untuk dipakai yakni Kampung Muare, Tipuka, Kaugapu, Hiripau, dan Pomako.

"Ditambah dengan kelurahan wania. Lalu yang lain kami berikan kepada ormas-ormas yang ada di Mimika Timur seperti KKJB, KKSS, IWSS, IKT, KPK, maupun PKK Distrik," paparnya.

Sayangnya, belum dilakukan penetapan tarif sewa atau retribusi untuk pengguna lapak. Sebab, Perda yang menjadi dasar penetapan tersebut belum ada.

Adapun permohonan dari beberapa orang yang meminta untuk turut dilibatkan mengelola pasar.

"Sebagiannya memang sudah jalan tapi ada sebagian belum melakukan aktivitas. Beberapa pedagang yang belum melakukan aktivitas itu mereka terbentur dengan masalah modal," ungkapnya.

"Izin jika berkenan ada bantuan dari pemerintah daerah berupa modal kepada pedagang-pedagang, khususnya orang asli Papua agar mereka bisa belajar berdagang dan bersaing di pasar ini," imbuhnya.

Selain itu, diketahui bahwa di lingkungan pasar telah dibangun juga sebuah terminal angkutan umum. Oleh karena itu, Bakri meminta kepada Dinas terkait untuk bisa mengatur trayeknya demi terciptanya perputaran ekonomi di Pasar Mapurjaya.

"Kalau boleh untuk trayek angkutan umum pasar Mapurjaya ini dijadikan sebagai pusat transit dari Timika mau ke Pomako harus singgah ke pasar. Begitu pun sebaliknya sehingga perekonomian, persaingan dagang, dan perputaran ekonomi di masyarakat bisa berjalan," pungkasnya.

Selanjutnya, mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Asisten II Setda Mimika, Petrus Lewa Koten, menyebutkan bahwa peresmian ketiga pasar ini merupakan suatu kabar gembira bagi masyarakat.

"Khususnya bagi mama-mama papua yang ingin menjual hasil kebun mereka, maka mereka tidak perlu lagi berjualan di pinggir jalan. dengan adanya pasar tradisional sudah pasti ada tempat yang telah di siapkan untuk mereka dapat berjualan," ujarnya.

Diharapkan pasar-pasar tradisional ini dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat, intinya harus dikelola dengan manajemen yang baik.

"Pasar tradisional ini akan terus kita kembangkan. Saya harap dinas-dinas terkait terus memberikan pendampingan serta sosialisasi tentang penggunaan pasar tradisional ini, sehingga pasar-pasar ini terus dapat di gunakan dengan baik dan juga dijaga bangunannya agar terawat," harapnya.

"Kebersihannya harus tetap diperhatikan juga kenyamanannya. Kita ciptakan pasar tradisional yang modern, yang menarik sehingga para pembeli atau konsumen dengan nyaman dapat datang dan berbelanja di sini," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Pelabuhan MAF di Kota Kepi Rampung Dikerjakan


Pelabuhan MAF di Kota Kepi

MAPPI, BM 

Pembangunan Pelabuhan MAF di Kota Kepi Kabupaten Mappi yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) APBD TA. 2022 telah rampung dikerjakan dan dalam waktu dekat akan diresmikan penggunaannya.

PJ Bupati Kabupaten Mappi, Michael R Gomar menerangkan, Pelabuhan MAF merupakan sentral pelabuhan akhir dan bongkar muat bagi masyarakat kota Kepi.

"Pelabuhan ini merupakan pintu masuk dari 14 Distrik ke Kota Kepi Kabupaten Mappi," ujarnya.

Ia menerangkan, pembangunan pelabuhan MAF yang baru ini dibangun dengan model pelabuhan apung sehingga tidak akan berpengaruh ketika air sungai mengalami pasang surut. Pelabuhan ini juga memiliki model dan warna yang menarik.

"Apabila air surut maka kubus apung ikut turun. Begitupun sebaliknya sehingga memudahkan masyarakat yang beraktiftas menggunakan trasnportasi sungai," ungkapnya.

Semetara itu, Kadis Perhubungan Kabupaten Mappi, Liberatus K. Kamogou, menjelaskan, pelabuhan MAF yang diperbaiki ini berbahan dasar kayu besi, dan pelabuhan ini terbuka untuk masyarakat umum.

Ia berharap agar fasilitas yang disediakan oleh pemerintah daerah ini bisa dijaga secara bersama-sama, supaya bisa dimanfaatkan dan digunakan sebagai mana mestinya.

"Kami ucapkan terima kasih banyak kepada bapak penjabat bupati mappi, karena beliau telah memberikan pikiran dan ide yang luar biasa untuk perbaikan jembatan di pelabuhan MAF ini," ungkapnya.

"Pelabuhan Maf ini menjadi ikon yang terbaik, karena dipasang dengan kubus apung serta memiliki warna cat yang unik dan berbahan kayu yang kuat," lanjutnya.

Liberatus menambahkan, di APBD tahun 2023, Dinas Perhubungan akan membangun jembatan kubus apung di disejumlah Distrik dan Kampung yakni diantaranya, pelabuhan Distrik Venaha, Distrik Yakomi, Distrik Tizain, Kampung Yeloba, Kampung Konebi, Kampung Asset, Kampung Lingggua dan Kampung Senggo (Distrik Citak Mitak).

Sementara untuk pembangunan dermaga rakyat akan dilakukan di Kampung Gayu Distrik Passue, pelabuhan rakyat di Kampung Mur Distrik Nambioman Bapai dan Kampung Sumurraman Distrik Minyamur. (Red)

Mimika Kini Miliki Rumah Potong Hewan - Unggas

Plt Bupati Mimika John Rettob didampingi Kadis Sabelina Fitriani ketika melakukan pemotongan pita rumah potong hewan - unggas

MIMIKA, BM

Keinginan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mimika memiliki Rumah Potong Hewan- Unggas (RPH-U) akhirnya terwujud. Hal itu seiring dengan telah selesai dibangunnya rumah potong hewan unggas di kawasan pasar sentral, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru.

Rumah potong hewan-unggas yang dibangun tahun 2022 lalu dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp5,6 miliar itu kini telah siap beroperasi.

Pengoperasian RPH-U ini ditandai dengan peresmian oleh Plt Bupati Mimika, Johanes Rettob, pada Kamis (26/1/2023) kemarin yang ditandai pengguntingan pita dan melihat secara langsung proses pemotongan hewan unggas.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sabelina Fitriani mengatakan, Rumah potong hewan unggas ini berdiri tahun 2022 dari alokasi DAK sebesar Rp5,6 miliar.

Bangunan ini ada beberapa bagian yang dibangun yaitu bagian utama, instalasi listrik, air dan lain-lain.

"Kapasitas rumah potong ini adalah 2000 ekor per hari, dan 2000 ekor itu sebetulnya bisa di potong kalau dengan kemampuan petugas yang cukup maka bisa dilakukan dalam waktu 1-2 jam untuk 2000 ekor," Kata Sabelina.

Sabelina mengatakan, RPH-U juga dilengkapi dengan blast frezer. Jadi setelah dipotong melalui proses yang sudah memenuhi standar sanitasi akan disimpan di blast frezer dengan kecepatan pembekuan hanya 8 jam saja. Setelah sudah beku kemudian dimasukkan ke freezer yang lebih kecil.

"Kita berharap kita punya peternak yang ada di Mimika ini 44 orang dengan kapasitas yang bervariasi mulai dari 500-8000 ini bisa memenuhi kebutuhan di Mimika," harapnya.

Diakuinya, selama ini Mimika tidak memiliki rumah potong hewan sehingga pasokan masih banyak didatangkan dari luar. Hal tersebut pula yang menyebabkan Mimika kalah bersaing.

Diharapkan dengan adanya rumah potong ini ditambah regulasi yang berpihak maka sangat diyakini akan memberikan dampak yang positif kepada peternak.

"Kita berharap juga bahwa dari kemitraan untuk bermitra dengan para peternak sehingga proses ini bisa berjalan dengan baik. Dan kami berharap pusat catering seperti PSU yang merupakan catering terbesar dimana dalam satu bulan kebutuhan 285 ton yang diambil dari luar kami berharap mungkin setidaknya 50 persen itu ambil dari produk lokal,"tuturnya.

Sabelina menyebutkan, total secara keseluruhan kebutuhan konsumsi Mimika kurang lebih 700 ton sementara untuk kebutuhan masyarakat Mimika adalah 400 ton. Dari jumlah ini sebagian kecil saja yakni 5 persen yang disupport oleh peternak lokal.

"Sehingga memang belum bisa memberdayakan peternak. Belum lagi ayam yang didatangkan ini juga di suplay ke kabupaten di sekitar Mimika seperti Wamena, Mappi, Yahukimo, Agats. Kita berharap pemerintah bisa memberikan tunjangan untuk pembatasan lalu lintas dan pemberhentian sementara pemasukan ayam, sehingga bisa memberdayakan peternak kita," ungkapnya.

Tambahnya, Rumah potong hewan-unggas ini juga bisa menghasilkan PAD karena 1 ekor ayam retribusinya Rp3500. Jadi jika kapasitas rumah potong hewan ini 2000 per hari maka dalam sebulan bisa hasilkan Rp 100 jutaan dan 1 tahun bisa hasilkan Rp 1 miliar lebih.

Sementara, Plt Bupati Mimika, Johanes arettob mengatakan, hadir lagi 1 inovasi dimana Kabupaten Mimika sudah memiliki rumah potong hewan.

Menurutnya, ini membuktikan bahwa pemerintah terus berusaha untuk bagaimana bisa dekat dengan terus melayani masyarakat kabupaten ini dalam semua profesi, dalam semua kegiatan dan juga bisa terus mendekatkan pelayanan-pelayanan pemerintahan agar masyarakat merasa pemerintahan hadir untuk mereka.

Ia mengatakan, dalam menggalakan sektor usaha terutama di bidang ekonomi dan secara khusus di bidang peternakan, pemerintah terus berusaha agar Mimika tidak  selamanya mendatangkan ayam dari luar daerah.

"Sehingga melalui Dinas Peternakan dan juga dinas yang lain kita terus berusaha mendekatkan pendekatan dan terus melaksanakan pengawasan dan pembinaan kepada para peternak agar semua yang dibutuhkan oleh masyarakat Mimika ini bisa terpenuhi,"katanya.

Plt Bupati John, menegaskan bahwa untuk ayam potong Mimika membutuhkan 400 ton dalam satu bulan. 280-an itu oleh PT Pangan Sari untuk disuplay di PT Freeport Indonesia. Dari 400 ton ini 95 persen didatangkan dari luar.

"Saya berharap bahwa sekarang ini dinas peternakan sudah melaksanakan Pembinaan untuk 44 peternak. Kita berharap bisa memberikan sumbangsih luar biasa kepada masyarakat kabupaten. Untuk itu bagaimana caranya kita pemerintah membantu menciptakan dari sini (lokal)," harapnya. 

Ia berharap, mudah-mudahan rumah potong ini bisa dipergunakan dengan baik oleh para peternak dan juga bisa menjadi manfaat bagi seluruh masyarakat Mimika. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top