Dinas Ketahanan Pangan Mimika Siapkan Dua Program Hadapi Resesi

Ilustrasi ketahanan pangan

MIMIKA, BM

Kabupaten Mimika kini tengah bersiap untuk menghadapi Resesi. Dari sisi pangan, Dinas Ketahanan Pangan Mimika menyiapkan dua program.

Ditemui BeritaMimika di ruang kerjanya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mimika Yulius Koga,  Kamis (16/2/2023) menjelaskan kedua program tersebut.

“Dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sampai Dinas Ketahanan Pangan daerah termasuk Mimika diinstruksikan untuk siap menghadapi itu,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa, program pertama adalah mempersiapkan ketahanan nasional yakni program Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD).

“Misalnya di Mimika dalam satu tahun anggaran seharusnya 70 ton khusus untuk beras saja, tetapi masih ada 11 komoditas lain yang harus dipersiapkan seperti minyak goreng, daging, telur, gula dan susu. Tapi dengan dukungan kita punya gudang yang harus ada,” ucapnya.

“Tapi sampai dengan sejauh ini kami di Dinas Ketahanan Pangan hanya bisa menyediakan 5-10 ton satu tahun. Tapi, tahun ini saya sampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah (pemda) bahwa kami bisa menyiapkan 40 ton khusus beras,” imbuhnya.

Program kedua yakni pangan lokal. Kedua hal ini menurutnya tidak boleh terpisahkan.

“Pangan lokal persiapannya mulai dari pembangunan dua pabrik sagu kering. Kalau tidak ada beras bisa menggunakan sagu kering, bisa dibuat papeda atau kue. Ini pengganti tepung. Kami punya dua kelompok yang lama, tahun ini ditambah dua pabrik jadi semua empat pabrik sagu kering. Dua pabrik tahun ini dibangun di kampung Iwaka dan Kaugapu,” terangnya.

Yulius menyebutkan selain kedua program tersebut, saat ini Mimika telah memiliki Toko Tani.

“Kita di daerah harus persiapkan. Selain dua itu kita punya Toko Tani. Jadi orang bisa beli disitu. Kebetulan juga kami di pusat baru keluar dari Kementerian Pertanian jadi berdiri sendiri menjadi badan nasional. Tahun ini adalah tahun persiapan, jadi pengawasan langsung dari presiden. Kami di daerah saat ini adalah masa transisi, masa menyesuaikan,” tuturnya.

Dikatakan untuk kedepan, yang dibutuhkan adalah gudang yang memadai.

“Kebetulan karena kantor ini akan dibangun ulang, kalaupun kami pindah gudangnya nanti dibangun disini karena nanti akan dibangun kompleks penyimpanan pangan. Sementara kita punya gudang masih ada walaupun tidak besar tapi kita bisa tampung sementara di situ,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa Dinas Ketahanan Mimika siap dalam menghadapi resesi, namun hal ini juga harus didukung oleh pemerintah daerah terutama anggaran APBD yang dialokasikan untuk pengadaan beras.

“Hanya program CPPD, pemda juga harus ada persiapan anggaran. Kami tidak bisa andalkan yang 40 ton apalagi itu dianggarkan dari otsus. Otsus ini diperuntukkan Papua lalu masyarakat lain bagaimana. Kami harap kedepan selain dari otsus juga ada dari APBD supaya kami bisa menjangkau seluruh masyarakat,” harapnya. (Elfrida Sijabat)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top