Politik & Pemerintahan

Sepi Penghuni dan Mulai Rusak, Disperindag Akan Rehab Dua Gedung Ini

Gedung A1 dan A2 di Pasar Sentral 

MIMIKA,BM

Gedung A1 dan A2 di Pasar Sentral sudah selesai dibangun, namun sayangnya hingga kini hanya ada beberapa pedagang yang menempati gedung tersebut. Padahal kedua gedung ini memiliki 208 los.

Kondisi dua gedung ini memprihatinkan karena ada beberapa bagian bangunan mulai rusak dan kotor karena tidak terawat.

Kepala Disperindag Mimika, Michael Gomar saat diwawancarai di Sentra Pemerintahan, Selasa (4/8) mengakui kondisi Gedung A1 dan A2 selama ini tidak kurang terurus dan belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Agar dapat digunakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Mimika berencana akan merehab sekaligus melakukan pembersihan di Gedung A1 dan A2 agar bisa dimanfaatkan oleh pedagang yang telah memegang kunci.

"Mau tidak mau harus direhab dan dibersihkan supaya pedagang yang sudah menerima kunci diharapkan bisa segera menempati los-los pasar di gedung A1 dan A2," kata Gomar.

Selain perbaikan untuk semua fasilitas di kedua gedung ini, dalam waktu dekat disperindag akan melakukan pertemuan bersama pedagang yang telah memegang kunci los termasuk yang selama ini berjualan di sekitarnya.

"Kita akan lapor pimpinan supaya ada kebijakan untuk melakukan rehab dan pembersihan serta instalasi listrik sehingga kedua gedung ini sudah harus digunakan, "ujarnya. (Shanty)

Dalam Waktu Dekat, Dokumen Kependudukan Bisa Dicetak di Dua Kantor Distrik

Slamet Sutejo

MIMIKA, BM

Mendekatkan pelayanan kepada masyarakat secara langsung merupakan salah satu visi dan misi pemerintah daerah saat ini.

Guna mensingkronkan hal tersebut, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Mimika dibawah kepemimpinan Slamet Sutejo melakukan inovasi program pelayanan kepada masyarakat.

Salah satunya, di tahun ini ada dua distrik yakni Mimika Timur dan Mimika Baru akan dijadikan sebagai pilot project pengurusan dan percetakan dokumen kependudukan sehingga warga tidak harus datang dan mengantre di Kantor Dukcapil di Sentra Pemerintahan SP III.

Rencananya setelah dua distrik ini, tahun-tahun selanjutnya akan dilakukan pula ke distrik lainnya guna memperpendek rentan jarak pengurusan dokumen kependudukan oleh masyarakat.

"Kami sudah rapat koordinasi untuk bagaimana mempersiapkan pelayanan di distrik. Nanti target kami di Mimika Timur sudah bisa cetak dokumen semua kependudukan sehingga saudara kita di pesisir itu urusannya bisa selesai di Mimika Timur. Begitupun dengan di kota, mereka bisa ke Distrik Miru saja," ungkapnya.

Kepada BeritaMimika di ruang kerjanya, Slamet Sutejo mengatakan mereka kini sedang melakukan training kepada 10 pegawai dari kedua distrik ini. Mereka dipersiapkan untuk menjadi operator dan petugas layanan di distrik.

"Ada 5 petugas dari Mimika Baru dan 5 dari Mimika Timur sementara training di sini supaya mereka mahir. Setelah itu kita coba dampingi dengan menempatkan masing-masing 2 pegawai kami di distrik supaya sama-sama melakukan pelayanan nanti," ujarnya.

Slamet mengatakan, guna memastikan semua layanan ini berjalan baik dan benar maka dalam setiap minggu, ia bersama sekretaris dan kepala-kepala bidang akan mobile dan berkantor di dua distrik ini.

"Sekarang kita lagi persiapkan, mudah-mudahan bulan ini atau bulan depan sudah bisa running layanannya sehingga bisa membantu warga agar tidak perlu terlalu jauh ke sini. Di kantor kami akan melakukan pelayanan yang sama untuk seputaran SP3, Kuala Kencana dan sekitarnya," jelasnya. (Ronald)

Pemda Minta PTFI Lakukan PCR Massal


Johni Lingga

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng meminta PT. Freeport Indonesia melakukan tes PCR atau polymerase chain reaction terhadap seluruh karyawannya karena hingga kini kasus Covid-19 di Mimika masih dominan produktif dari Distrik Tembagapura.

Hal ini disampaikan Juri Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19, Reynold Ubra kepada wartawan usai pertemuan penetapan Status Tanggap Darurat New Normal Jilid III yang dipimpin Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

"Dalam pembahasan tim gugus, bupati minta PTFI untuk lakukan tes massal PCR. Ini satu langka yang baik supaya bisa memotret. Kalau hari ini PCR hanya khusus untuk karyawan yang naik dan turun untuk cuti maka permintaan ini diberlakukan untuk semua karyawan dan tentu saja permintaan ini terintegrasi program kesehatan dan keselamatan kerja (K-3)," ungkap Reynold Ubra.

Menyikapi hal ini, Johni Lingga, Vice Presiden PTFI Hubungan Pemerintahan kepada BeritaMimika mengatakan saran dan permintaan bupati merupakan hal baik demi untuk menekan peredaran covid di Tembagapura.

"Ini saran yang bagus sekali. Nanti kami akan follow up dan diskusi bagaimana mekanismenya dengan kelompok kerja (pokja) yang dibentuk nanti," ujarnya.

Ia mengatakan hal tersebut karena melihat hasil traking dua mesin PCR di Mimika sudah sangat maksimal sementara karyawan termasuk kontraktor PTFI jumlahya ribuan orang.

"Kita kan punya dua mesin PCR dan dalam sehari bisa 200 sample. Memang kita akan targetkan semua nanti di tes tapi kita harus pikirkan bahwa jumlah yang dites 400 dalam sehari tapi satu hari hanya bisa membaca 200, maka kan sayang waktunya. Jadi kita harus koordinasi dulu bagaimana mekanismenya karena jumlah karyawan itu ribuan," terangnya.

Ia mengatakan, sebelum permintaan pemerintah daerah tentang tes PCR masal, selama ini PTFI mencoba melakukan tes terhadap karyawannya dalam jumlah yang banyak.

"Metode dari dinas kesehatan adalah tes PCR dilakukan berdasarkan hasil tracing. Jadi tidak semua, apalagi yang sehat juga harus di tes. Makanya kita harus diskusi dulu melalui kelompok kerja," ujarnya.

Dijelaskan, penanganan kasus Covid-19 di lingkungan kerja PTFI hingga saat ini tetap sama seperti sebelumnya dan selalu mengacu pada SOP penanganan Covid-19.

"Kita menggunakan sumber daya kita semua dalam bidang kesehatan, tidak dikurangi. Kita terus meningkatkan iklan kampenye tentang protokol kesehatan. Kasus di atas selalu banyak tapi rata-rata itu OTG. Mereka tidak punya gejala namun tes massal seperti yang diminta bupati juga penting. Makanya yang sekarang aktif tidak di rumah sakit, semuanya diisolasi. Ini yang selama ini kita waspadai," jelasnya. (Ronald)

Top