Politik & Pemerintahan

Pemasangan Atap Gedung DPRD Tidak Sesuai Perencanaan, Kontraktor Janji Menggantinya

Gedung DPRD Mimika

MIMIKA, BM

Proyek pemasangan atap gedung kantor DPRD Mimika yang dikerjakan oleh salah satu kontraktor, menuai kecaman dari pihak DPRD. Pasalnya pemasangan atap tersebut tidak sesuai dengan perencanaanya.

Guna mempertanggungjawabkan hasil kerjanya, DPRD Mimika melalui Sekertaris Dewan Ananias Faot telah melakukan pemanggilan kepada kontraktor dan penyedia untuk menggantinya sesuai perencanaan setelah ada penandatanganan perjanjian.

"Pemasangan atap kantor DPRD ini tidak sesuai dan ini merupakan kesalahan pihak vendor. Penutupnya lain dan sebenarnya tidak seperti itu, tertutup tapi warna biru," ungkap Ananias.

Menurutnya, pekerjaan tersebut jika tidak diselesaikan maka akan menjadi temuan yang berujung pada proses hukum.

"Kita tidak ingin ini jadi temuan karena mereka salah menyediakan atap. Kami sudah panggil kontraktor dan vendor untuk mempertanyakan hal ini dan mereka berjanji akan menggantinya," terangnya.

Menurut Ananias, pihak vendor telah mengakui adanya kesalahan desain dan mereka telah bersedia untuk menggantinya.

"Mereka sudah buat pernyataan dan akan segera dikirim kesini untuk di rubah tutupnya," ujarnya.

Pekerjaan atap kantor DPRD Mimika menelan anggaran hingga Rp1,4 miliar. Pengerjaan ini telah dilakukan sejak 2018 lalu namun tidak kunjung rampung dan baru diselesaikan serta ditagih pada APBD-P 2020.

"Pelaksanaan pengerjaanya sudah dilakukan pada 2018, 2019 dan tahun 2020 ini mereka hanya menyelesaikan sisa karena ini merupakan pekerjaan lanjutan karena sebagian tidak selesai," jelasnya. (Rafael)

Rindu Rumah, Masyarakat Tiga Kampung Siap Jalani Pemeriksaan Covid


Wabup John saat bertemu masyarakat tiga kampung

MIMIKA, BM

Sebelum kembali ke kampung halaman di Distrik Tembagapura, masyarakat tiga kampung yang selama ini ada di Timika terlebih dahulu akan menjalani tes covid.

Hal ini dilakukan untuk memastikan kesehatan mereka sekaligus mengurai lajunya penyebaran Covid-19 di Mimika, khususnya di Tembagapura.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob ketika menemui masyarakat tiga kampung di Posko pengunsian Jalan C. Heatubun, Senin (18/1) menyampaikan hal ini.

"Ini semua demi kesehatan kalian. Jadi untuk jadwal kapan dilakukan tes covid berupa rapid antigen disesuaikan dengan jadwal bus PTFI yang sudah disiapkan, finalnya besok. Intinya dalam minggu ini kalian naik, tapi secara bertahap," ungkap Wabup John kepada masyarakat tiga kampung.

Rencananya, untuk tempat tempat pemeriksaan kesehatan (covid-red) menurut Wabup John akan dilakukan di 32.

Wabup John juga mengatakan, bahwa jumlah masyarakat yang terdata berjumlah 2075 jiwa, namun mereka yang akan dikembalikan ke Tembagapura, prioritasnya lansia.

"Untuk anak-anak sekolah dan ada beberapa pemuda yang sudah dapat pekerjaan di kota tidak naik," ungkapnya.

Wabup John kembali mengingatkan bahwa sejauh ini pemerintah Daerah tidak tinggal diam dan tetap berusaha agar masyarakat kembali ke kampung halaman. Namun hal ini harus dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

"Kami terus berjuang, kami tidak tidur dan tetap berusaha memulangkan ke kampung halaman. Pemerintah juga akan berikan bantuan saat naik. Jadi mulai hari ini tidak usah kuatir, percayakan semua urusan ini ke pemerintah,"ujar Wabup.

Mewakili masyarakat Banti 1, Banti 2 dan Opitawak, Mama Martina memberikan apresiasi kepada Pemda Mimika dan pihak keamanan yang sudah membantu, baik selama berada di Timika hingga proses pemulangan nanti.

"Kami terima untuk ikut tes covid, karena kami sudah rindu kampung halaman kami," ucapnya.

Selain itu mewakili masyarakat tiga kampung, Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas aksi pada Sabtu lalu di Gorong-gorong.

"Kita kesana itu bukan mau demo dengan Pemda atau PTFI, tapi kami siap mau jalan kaki menuju ke Tembagapura. Kami lakukan itu karena waktu pertemuan di DPRD Mimika itu seharusnya kita sudah naik tanggal 6 dan 7 kemarin tapi tidak jadi, apalagi ditambah informasi bahwa harus 3 tahun lagi baru naik," ungkap Martina. (Ignas)

146 KK Kampung Mawokau Jaya Terima BLT Tahap III


Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edyson Rafra

MIMIKA, BM

Sebanyak 146 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Mawokauw Jaya, Distrik Wania pada hari ini, Selasa (29/12) telah menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap III.

Kepala Kampung Mawokauw Jaya, Edyson Rafra kepada BeritaMimika menjelaskan BLT tahap III yang dibayarkan terhitung bulan Juli, Agustus dan September.

"BLT mulai disalurkan sejak April dan ini sudah tahap III untuk bulan 7, 8 dan 9. Jumlah penerima BLT sebanyak 146 KK dan sesuai PMK 156, tiap KK menerima Rp300 ribu untuk satu bulan jadi totalnya Rp900 ribu. Kita salurkan pagi tadi di kantor," ungkapnya.

Di temui di Nawaripi, Edyson Rafra menjelaskan pembagian BLT diprioritaskan untuk Orang Asli Papua (OAP). Dari 146 KK penerima BLT, 50-an KK merupakan OAP.

"Kami prioritaskan OAP tapi karena di kampung jumlahnya tidak banyak sehingga hanya 50-an KK saja. Penerima BLT ini adalah warga yang kurang mampu dan sejak awal hingga saat ini semua berjalan baik karena kami juga lakukan sosialisasi ke warga," jelasnya.

Menurut Edyson, penyaluran BLT tahap I hingga tahap III ini diawali melalui proses pendataan warga oleh relawan Covid-19 Kampung Mawokauw. Nama-nama penerima manfaat ini juga diumumkan dan diketahui warga.

"Jadi bukan hanya BLT. Di kampung kami 83 kepala keluarga juga sudah terdata sebagai penerima BST sementara untuk PKH ada 40 kepala keluarga. Penerima bantuan sosial ini tidak double. Kalau sudah terima BLT atau PKH maka tidak bisa terima BST, sebaliknya sama," tegasnya.

Selama pandemi Covid-19, Edyson mengatakan selain melakukan sosialisasi kepada warga tentang protokol kesehatan, pihaknya juga melakukan pembagian masker dan hand sanitezer termasuk melakukan jaring pengaman sosial (bantuan sembako).

"Terkait pembagian BLT hari ini, saya sebagai kepala kampung berharap agar masyarakat yang menerima BLT digunakan secara baik demi kebutuhan ekonomi keluarga. Ini musim pandemi sehingga apa yang ada kita manfaatkan dengan baik dan benar," harap Edyson yang juga mengatakan jumlah penduduknya 3000-an dengan 806 kepala keluarga. (Ronald)

Top