Politik & Pemerintahan

Dulu Sering Demo JR Hingga MA, Kini Berbalik Nyatakan Berikan Dukungan Sepenuhnya


Pemuda Milenial Timika saat melakukan konferensi pers di Hotel Cenderawasih 66

MIMIKA, BM

Pemuda Milenial Timika memberikan dukungan penuh kepada pasangan calon bupati dan cawabub Mimika nomor urut 1, Johannes Rettob-Emanuel Kemong (JOEL).

Dukungan ini disampaikan langsung oleh Ketua Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi, Alfred Pabika.

Alfred Pabika merupakan aktor dibalik aksi demontrasi kepada Calon Bupati Mimika, Johannes Rettob mulai dari Pengadilan Tipikor Jayapura hingga Makhamah Agung Jakarta.

Alfred mengatakan, dukungan terhadap pasangan JOEL ini tentu telah melalui beberapa pertimbangan matang.

"Kami melihat selama kampanye, debat dan janji politik JOEL berpihak kepada masyarakat sehingga hari ini kami putuskan dukung John Rettob dan Emanuel Kemong," kata Alfred Pabika saat konferensi pers di Hotel Cenderwasih 66, Sabtu (23/11/2024) malam.

Alfred Pabika yang tergabung dalam Pemuda Milenial Timika juga menyapaikan beberapa poin penting dukungan mereka terhadap JOEL.

Ia menilai pasangan JOEL merupakan birokrat yang berpe galaman, janji kampanye realistis sesuai kebutuhan masyarakat Mimika, memperhatikan kearifan lokal, pemimpin transparan akuntable, dan sangat memahami isu global.

Isu global ini memahami isu lokal seperti pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi lokal serta kesejahteraan masyarakat.

"Kami juga menilai Emanuel Kemong banyak melahirkan anak Papua berprestasi di dunia pendidikan. Emanuel merupakan guru yang baik. Kami dukung JOEL jadi pemimpin lima tahun kedepan," ujar Alfred Pabika.

Alfred Pabika mengajak masyarakat Mimika untuk tentukan pilihan dengan baik. Pilkada harus berjalan damai tampa ada konflik sosial seperti ujaran kebencian, berita hoax dan lainnya.

"Silahkan memilih sesuatu dengan hati nurani dan hak demokrasi masing-masing," katanya.

Ia menanggapi ada isu beredar soal status John Rettob di Makhamah Agung padahal kasus itu sudah inkrat.

"Saya yang selama ini mendorong kasus korupsi Johannes Rettob. Mulai dari Jayapura hingga Mahkama Agung. Di Jakarta putusan MA menyatakan Jhon Rettob tidak bersalah," tegasnya.

Alfred Pabika menyatakan alasan kenapa dirinya selama ini terus mendorong kasus Jhon Rettob hingga adanya putusan di MK.

Selama proses itu dirinya mengaku telah mengenal Johannes Rettob ternyata dia seorang birokrat dan berpengalaman memimpin Mimika.

"Kami putuskan dukung JOEL tidak ada yang lain karena rekam jejaknya sangat jelas," katanya.

Dintanya soal apakah ada orang yang berada dibelakang menyerang Johannes Rettob dan alasan mendukung JOEL.

Alfred Pabika mengaku dirinya benar-banar aktif dan fokus terkait masalah di Mimika dan Papua keseluruhan soal kolusi, korupsi, dan nepotisme.

"Memang saat itu saya rasa ada politisasai tetapi saya tidak mungkin bocorkan soal ini. Tujuan kami baik kami adalah dukung JOEL. Putusan sudah inkrah MA JR tidak bersalah."

"JR benar-benar ingin membangun Mimika sehingga kami nyatakan sikap untuk JOEL," lanjutnya.

Lanjutnya untuk Pilkada damai ia pun mengajak masyarakat Mimika datang ke TPS gunakan hati nurani pilih pemimpin terbaik.

"Suara kita sangat penting dan berharga untuk lima tahun kedepan dengan anggaran APBD Mimika sangat besar Rp 6,3 triliun. Anggaran ini harus dikelolah oleh pemimpin berpengalaman. Satu suara sangat penting," pungkasnya. (Tim)

Bukti Masyarakat Mimika Cinta JOEL, Lautan Manusia Penuhi Lapangan Aeromodelling

Puluhan ribu warga Mimika saat menghadiri kampanye akbar Paslon JOEL.

MIMIKA, BM

Tidak terbendung, puluhan ribu masyarakat dari berbagai pelosok yang mencintai Pasangan Calon Bupati Johannes Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong (JOEL) memadati lapangan Aeromodelling SP5, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada Sabtu (23/11/2024).

Pantauan wartawan, meski cuaca panas yang begitu menyengat dikulit namun gemuruh teriakan "JOEL PASTI MENANG!” terus menggema dari warga yang hadir.

Ini adalah bukti jika masyarakat menunjukkan dukungan besar menjelang pemilihan pada 27 November 2024 untuk mendukung kepemimpinan "Bapak Rambut Putih dan Kepala Botak” untuk lima tahun kedepan.

Antusias puluhan ribu warga yang datang di kampanye ini menunjukkan bahwa mereka sangat mencintai negeri ini (Mimika-Red) di bawah panji kepemimpinan pasangan JOEL.  

Mereka ingin Mimika dipimpin oleh orang yang berpengalaman dalam birokrasi, memiliki mutu pendidikan yang memadai, kompoten, kreatif, dekat dengan masyarakat dan tentunya memiliki rekam jejak yang sudah teruji. Intinya mereka ingin perubahan lebih baik untuk Mimika bersama JOEL.

Kemeriahan juga terlihat dimana ribuan masyarakat turut berjoget bersama dalam panggung hiburan yang menghadirkan artis lokal dan artis ibu kota serta tampilan musik tradisional.

Pada momen kampanye ini, ada satu kejadian unik yang menarik perhatian semua mata yang hadir. Bahkan masyarakat yang hadir merasa kagum dengan kejadian tersebut.

Di awal acara kampanye, dilakukan pelepasan 10 ekor burung merpati yang dilakukan oleh pasangan JOEL, tokoh masyarakat dan perwakilan dari partai politik.

Ketika 10 merpati ini dilepas, salah satu merpati terlihat terbang tinggi namun kemudian memutar badannya dan kembali menghampiri panggung.

Burung merpati ini langsung terbang menuju pasangan JOEL. Burung tersebut bahkan berdiam beberapa detik diantara kaki keduanya sebelum diambil dan diterbangkan kembali. 

Terpukau atas kejadian unik ini, ada warga yang kemudian berteriak bahwa itu merupakan kode alam. Ada yang mengatakan bahwa burung merpati adalah burung yang melambangkan kedamaian dan pembawa kabar gembira. 

”Burung merpati itu pembawa kabar sukacita. Burung saja tahu kemana dia akan kembali, apalagi kita manusia. Masa kita harus salah memilih pemimpin untuk negeri ini?,” ujar salah satu warga yang berdiri di dekat panggung. 

Perlu diketahui, dalam kampanye kedua ini, selain pasangan JOEL, orasi politik juga dilakukan oleh tokoh pemuda, tokoh masyarakat, lembaga adat, perwakilan partai politik hingga Raja Lampung yang ikut hadir di kampanye ini.

Kampanye ini juga ternyata berdampak ekonomis terhadap para pedagang. Beberapa pedagang yang ikut berjualan di lokasi ini mengakui dagangan mereka laris manis, seperti yang diutarakan penjual minuman dingin dan snack, Mirna.

"Saya baru pertama jualan di tempat kampanye seperti ini. Tapi ini banyak sekali yang datang. Jualan saya banyak yang dibeli dan semoga semuanya laku,” ungkapnya. (Ignasius Istanto)

Lembaga Konsultasi Keluarga Hadir di Masyarakat Sebagai Solusi Masalah Psikososial

Suasana pertemuan

MIMIKA, BM

Pemerintah daerah Mimika melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mimika menggelar sosialisasi Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3).

Sosialisasi yang dilaksanakan di Hotel Grand Tembaga, pada Rabu (20/11/2024) dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Setda Mimika, Yakobus Kareth.

Staf Ahli Bidang Hukum Politik dan Pemerintahan Setda Mimika, Yakobus Kareth dalam sambutannya mengatakan, Lembaga konsultasi kesejahteraan keluarga (LK3) adalah suatu lembaga atau organisasi yang memberikan pelayanan konseling, konsultasi, pemberian atau penyebar luasan informasi, dan pemberdayaan bagi keluarga secara profesional termasuk merujuk sasaran kelembagaan lain.

"Lembaga keluarga adalah lembaga sosial yang paling terkecil yang terbentuk atas dasar pernikahan serta hubungan darah antar individu, walaupun lembaga keluarga merupakan lembaga yang terkecil, namun lembaga ini memiliki peran yang sangat besar dalam kehidupan bermasyarakat dan termasuk lembaga sosial primer,"Yakobus Karet.

Yakobus mengatakan, lembaga konsultasi keluarga hadir di tengah masyarakat sebagai salah satu solusi untuk permasalahan psikososial keluarga dan menyasar keluarga yang membutuhkan pelayanan informasi, pendampingan dan perlindungan.

Ini juga termasuk merujuk sasaran kelembagaan pelayanan lain yang mampu memecahkan kaitannya masalah, dengan permasalahan dalam keluarga dari anak sampai dewasa.

"Tujuan LK3 ini dapat tercapai seperti memberikan pelayanan sosial bagi masyarakat, meningkatkan kemampuan keluarga untuk memecahkan masalah dan melaksanakan fungsi sosialnya secara memadai, ujarnya.

Selain itu memberikan informasi tentang berbagai hal berkaitan dengan upaya pemecahan masalah keluarga, menumbuhkan kepedulan, kelompok masyarakat dan organisasi terhadap permasalahan keluarga dan cara mengatasinya.

“Sehingga dapat berperan serta secara aktif dengan mengidentifikasi dahulu, sehingga bisa diselesaikan dengan kekeluargaan dan tidak menimbulkan permasalahan yang lebih besar," ujarnya.

Ia mengimbau kepada semua peserta sosialisasi, agar benar-benar memanfaatkan sosialisasi ini, sehingga bisa memecahkan dan memberi solusi akan permasalahan terutama yang dihadapi oleh keluarga. (Shanty Sang)

Top