Politik & Pemerintahan

Pejabat Sekda Jenny Usmani Harus Selesaikan 3 Hal Ini

Bupati Omaleng dan Pj Sekda Mimika Jenny O Usmani

MIMIKA, BM

Akhirnya polemik Sekretaris Daerah (Sekda) Mimika terjawab setelah Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, SE, MH secara resmi melantik Jenny O Usmani sebagai Pejabat Sekda Mimika, Rabu (19/8).

Sebelumnya, Nicolass Kuahaty menjabat sebagai Plt Sekda namun hanya selama 14 hari, sehingga hari ini telah digantikan dengan pejabat sekda yang baru.

Jenny O Usmani dilantik sebagai pejabat sekda berdasarkan Surat Keputusan Bupati nomor 821.2-09.

Pelantikan dilaksanakan di Pendopo Rumah Negara, SP3, Rabu (19/8) disaksikan Ketua DPRD Mimika, Robby Omaleng dan Pimpinan OPD.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng dalam sambutannya mengatakan, pelantikan Pj sekda hari ini merupakan upaya penangkalan tata birokrasi yang lebih baik dengan harapan tata pemerintahan terus berputar.

Pelantikan hari ini menjadi penting karena Pj sekda mempunyai tugas strategis dalam membantu kepala daerah menyusun kebijakan dan kekoordinasian administrasi pelaksanaan tugas perangkat daerah serta pelayanan administrasi.

"Saya berharap pejabat sekda yang baru dapat melaksanakan tugas dengan baik dengan penuh rasa tanggungjawab disamping itu juga dapat memastikan program prioritas Pemerintah Kabupaten Mimika berjalan sesuai dengan perencanaan,"tutur Bupati Omaleng.

Diharapkan agar kinerja dan orientas harus tetap di junjung tinggi dan bekerja cepat, cerdas dan tuntas guna mewujudkan berbagai program pembangunan daerah dari berbagai sektor di Kabupaten Mimika.

Bupati mengatakan, sekda merupakan jabatan paling puncak dalam pola karir PNS di daerah yang tertentunya harus bisa mengkoordinasikan kepada kepala OPD, mengevaluasi dan berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada publik sehingga visi dan misi pimpinan kepala daerah Kabupaten Mimika dapat tercapai.

"Saya ingin instruksikan kepada seluruh Kepala OPD untuk bekerjasama memberi dukungan penuh agar pejabat sekda dapat melaksanakan seluruh tugasnya sesuai dengan target kinerja yang sejalan dengan peraturan perundang-undangan,"tuturnya.

Dikatakan, pejabat sekda yang baru harus mampu menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya dengan menunjukan kinerja yang signifikan dalam memberikan pelayanan publik secara efektif dan efisien.

Bupati Omaleng juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Nicolass Kuahaty atas kerja keras dan jasanya dalam menjalankan roda pemerintahan selama menjabat sebagai Plt sekda.

"Setelah di lantik ini tugas pertama yang harus dilakukan oleh Pejabat Sekda baru adalah membentuk panitia ulang lagi untuk membentuk panitia seleksi definitif, mendorong anggaran APBD Perubahan 2020, siapkan APBD 2021. Jangan lagi tunggu-tunggu langsung jalankan karena program ke depan sangat penting sekali,"ungkapnya. (Shanty)

Isu Ketidakharmonisan Bupati dan Wakil Bupati Mimika Jangan Lagi Diperuncing

Anggota DPRD Mimika, Saleh Alhamid

MIMIKA, BM

Sekitar sebulan lalu publik Mimika dikejutkan dengan adanya disharmonisasi antara Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob.

Hal ini bermula dari peristiwa prosesi pelantikan rolling jabatan sejumlah pejabat ASN dan nama-nama yang tercantum sama sekali tidak diketahui oleh Wakil Bupati Mimika.

Bahkan disaat proses pelantikan berlangsung Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob justru sedang melakukan rapat di rumah dinasnya.

Hal ini membuat sejumlah pertanyaan karena pasangan OMTOB ini sedari awal hingga bulan ke-10 bersama, selalu harmonis.

Keduanya bahkan berhasil membuat inovasi dan gebrakan dalam membangun Mimika sebagai smart city, contohnya sejumlah maskapai penerbangan akhirnya masuk Mimika.

Perjuangan semasa pemilihan bupati dan wakil bupati yang begitu fenomenal akhirnya kandas di usia kerja baru 10 bulan.

Disharmonisasi ini semakin runcing karena ditenggarai ada pihak-pihak lain yang mencoba memperkeruh keintiman keduanya dalam membangun Mimika.

Menanggapi hal tersebut Anggota DPRD Komis C Saleh Alhamid kepada awak media Senin (17/8) di pusat pemerintahan mengatakan agar isu ketidakharmonisan antara bupati dan wakil bupati tidak perlu diperuncing.

“Bupati dan wakil itu orang baik. Kadang-kadang kata kurang baik yang keluar dari bupati, tidak sama dengan perasaanya, ini harus dimengerti baik. Beliau juga orang adat dan sangat memahami ini. Bapak wakil bupati sendiri orang yang sangat dewasa dan menerima itu dengan baik dan beliau sendiri sangat menghormati bupati,” ungkapnya.

Sambung dia, kedua pimpinan daerah ini sudah harus bersatu dan menghiraukan segala persoalan yang mempengaruhi keharmonisan mereka.

Ia berharap momen 17 Agustus menjadi satu kebangkitan baru agar keduanya kembali bersatu untuk Mimika. Menurutnya hal seperti ini sering terjadi namun selalu ada jalan keluarnya.

Saleh Alhamid juga meminta semua pihak termasuk media agar tidak lagi semakin meruncing keadaan ini.

“Kita hindari semua itu dan lebih justru bersama secara kekeluargaan. Teman-teman pers dan DPRD kita berusaha untuk tidak ada lagi isu kurang keharmonisan antara bupati dan wakil bupati. Momen 17 ini kita lihat tadi (Senin-red), bapak bupati dan wakil bupati duduk bersama. Mereka tidak baku marah, saling menegur dan bicara sama-sama," ungkapnya.

"Masalah mereka menurut saya tidak begitu dalam, hanya kata-kata ini diperuncing oleh orang lain. Jadi mulai sekarang semua stop. Mari kita bersatu dukung mereka berdua untuk membangun Mimika lebih baik," tandasnya. (Elfrida)

Bupati dan Forkopimda Ikuti Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Secara Virtual

Suasana mengikuti siaran virtual HUT RI ke-75 

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng bersama Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Forkopimda mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Hari Ulang Tahun Ke-75 Republik Indonesia yang disiarkan secara virtual langsung dari Istana Negara, Senin (17/8).

Upacara virtual ini digelar di aula Pendopo Rumah Negara, SP3.

Meski dilaksanakan secara virtual, namun hal tersebut tidak mengurangi kesakralan upacara hari kemerdekaan RI ke-75 tahun 2020.

Berdasarkan pantauan BeritaMimika.com, upacara detik-detik proklamasi secara virtual di Mimika dimulai pukul 12.00 Wit.

Upacara di Istana negara diawali dengan laporan komandan upacara kepada Presiden RI Joko Widodo selaku inspektur upacara yang kemudian dilanjutkan dengan tembakan ke udara dan bebunyian sirene.

Tampak pada siaran virtual ini, upacara dilanjutkan dengan pembacaan teks proklamasi oleh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, mengheningkan cipta dipimpin Presiden Joko Widodo serta pembacaan doa oleh Menteri Agama Fachrul Razi.

Sedangkan pada saat pengibaran bendera merah putih, tampak hanya ada tiga orang paskibraka yang bertugas. (Shanty)

Top