Politik & Pemerintahan

Setelah Mengundurkan Diri, Bupati Mimika Akan Tunjuk Plt Dinas Koperasi dan UMKM

Bupati Mimika Johannes Rettob


MIMIKA, BM

Usai adanya pengunduran diri dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika Ida Wahyuni, Bupati Mimika, Johannes Rettob akan segera melakukan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut.

“Pengunduran diri ibu Kadis adalah keputusan pribadi karena rencana pindah tugas sebagai ASN. Dan saya setuju saja, jadi secepatnya saya akan tunjuk Plt,”kata Bupati Mimika Johannes Rettob, Rabu (20/8/2025).

Bupati John mengatakan bahwa pengisian jabatan Plt akan mempertimbangkan uji kompetensi dan evaluasi kinerja, terutama karena masa jabatan sebelumnya sudah lebih dari lima tahun.

Menurutnya, penunjukan Plt dinilai mendesak agar pelayanan dan program kerja Dinas Koperasi dan UMKM tetap berjalan optimal.

“Karena memang Kepala Dinas Koperasi ini termasuk dalam kategori evaluasi Jabatan jadi tentu harus kita lihat kinerjanya, namun memang kita harus segera menunjuk Plt,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah adanya penunjukkan Plt, Pemkab Mimika akan membuka Seleksi Terbuka (Selter) untuk jabatan tersebut.

“Setelah kita isi Plt, kita akan buka Selter untuk jabatan definitif Kepala Dinas Koperasi ini,”ungkapnya. (Shanty Sang) 

Bupati Mimika Serahkan Satyalancana Karya Satya dan Piagam Penghargaan Kepada Tiga ASN dari Presiden

Bupati Mimika Serahkan Satyalancana Karya Satya dan Piagam Penghargaan Kepada Tiga ASN dari Presiden


MIMIKA, BM

Bertepatan dengan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Minggu 17 Agustus 2025, sebanyak 3 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menerima penganugerahan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya Tahun 2025 dari Presiden RI.

Piagam dan tanda kehormatan diserahkan langsung oleh Bupati Mimika Johannes Rettob kepada Yuyun Nurdjannah Bauw, Matius Way dan Martina Grice Waromi.

Satyalancana Karya Satya adalah Tanda Kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada para Pegawai Negeri Sipil, yang telah melaksanakan tugasnya dengan menunjukkan kesetiaan, pengabdian, kecakapan, kejujuran, kedisiplinan, serta telah bekerja terus-menerus dalam jangka waktu tertentu.

Untuk diketahui 3 PNS yang menerima Satya Lancana Karya Satya adalah yang telah mengabdi selama 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun secara terus menerus dengan menunjukkan kinerja, kesetiaan dan disiplin yang tinggi.

“Hari ini pemerintah memberikan penghargaan kepada tiga pegawai atas pengabdiannya selama 30, 20 dan 10 tahun,"kata Bupati Mimima Johanes Rettob.

Adapun penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 Tahun diberikan kepada, Yuyun Nurdjannah Bauw yang saat ini mengabdi di Disdukcapil. Matius Way atas pengabdiannya selama 20 tahun di Disperindag dan Martina Grice Waromi yang mengabdi 10 tahun di Disdukcapil.

Yuyun Nurdjannah Bauw salah satu pegawai penerima penghargaan mengaku senang dan tidak pernah membayangkan bisa menerima penghargaan ini karena baru pertama kalinya mendapatkan apresiasi seperti ini.

“Saya senang. Tidak pernah membayangkan akan mendapatkan penghargaan seperti ini,”kata Yuyun.

Ia mengatakan, bahwa dirinya pertama kali mengandi sebagai PNS sejak tahun 1993 saat itu masih Kabupaten Fak-Fak dan kemudian dibentuklah Pemerintah Kabupaten Mimika lalu bertugas di Bagian Hukum

Kemudian lanjut di Bappedalda. Dan pada Tahun 2023 ia kemudian dipindahkan lagi ke Satpol PP. Terakhir, kini ia berdinas di Disdukcapil.

“Sebagai ASN dari sejak pengangakatan kita semua sudah bersumpah mengabdi kepada negara sampai nanti pensiun,”ungkapnya. (Shanty Sang)

Bupati Mimika Tinjau Banjir, Langkah Cepat Buka Drainase Baru

Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Kepala Dinas PUPR, Inosensius Yoga Pribadi saat meninjau banjir


MIMIKA, BM

Bupati Mimika Johanes Rettob didampingi Kepala Dinas PUPR, Inosensius Yoga Pribadi beserta anggota dewan meninjau banjir yang terjadi di beberapa lokasi di Mimika, Selasa (19/8/2025).

Banjir terjadi dikarenakan curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan rumah warga dan kios-kios mengalami banjir.

Beberapa lokasi banjir yang dikunjungi yakni di Jalan Matoa, Kelurahan Kebun Sirih, Busiri Ujung, Pattimura dan beberapa lainnya, di Distrik Wania.

Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan, berdasarkan laporan dari kepala distrik dan lurah akibat curah hujan yang tinggi dan saluran drainase yang tersumbat mengakibatkan banjir.

"Pertama ada drainase yang ditutup oleh masyarakat dan kedua karena sampah. Untuk atasi masalah ini langkah cepat yang harus diambil yaitu membuat drainase baru," kata Bupati John.

Bupati mengaku sudah perintahkan Dinas PUPR membuat perencanaan yang baik untuk menyelesaikan kasus ini. Termasuk tidak boleh drainase yang terbuka dan harus dibuat drainase yang tertutup di semua perumahan.

"Jadi saya pesan kepada masyarakat tolong jaga kebersihan, sampah jangan buang sembarangan agar saluran drainase kita tidak tersumbat. Kalau sudah banjir begini akibatnya kita yang susah semua," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Inosensius Yoga Pribadi mengatakan, setelah dianalisa dengan drone maka pihaknya akan melakukan perencanaan tentang drainase yang baik di Daerah Aliran Saluran (DAS) terdekat.

"Tadi pak bupati bilang segera ditangani dulu untuk antisipasi hujan berikut. Jadi kita buat saluran untuk saluran ini lancar untuk pembuangan ke sungai terdekat. Kalau perlu kita menurunkan alat berat untuk melihat saluran-saluran mana yang terjadi sumbatan," tutur Yoga.

Langkah cepat yang diambil Bupati Mimika dengan turun langsung ke lokasi banjir ini diapresiasi oleh Anggota DPRK Mimika, Dolfin Beanal.

Anggota DPRK Mimika Dolfin mengaku, bahwa apa yang sudah dilakukan oleh bupati adalah langkah yang tepat.

“Kami apresiasi langkah cepat bupati, untuk lihat langsung lokasi banjir di beberapa titik perumahan warga. Ini hal yang luar biasa, karena harapan masyarakat,” tutup Dolfin. (Shanty Sang)

Top