Politik & Pemerintahan

Bupati Omaleng Optimis Penularan Covid-19 di Mimika Akan Terus Menurun

Bupati Omaleng bersama Tim Gugus Tugas Covid-19 Mimika

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Eltinus Omaleng merasa optimis bahwa penularan Covid-19 di Mimika akan terus mengalami penurunan paska diberlakukannya Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD).

Kepada Tim Gugus Tugas dan awak media di pertigaan Jalan Cenderawasih-Budi Utomo, Bupati Omaleng menyampaikan hal ini.

“Kalau seperti ini kita pertahankan 14 hari maka virus ini akan menurun, kita harus pertahankan ini yang penting kita harus siapkan bama untuk masyarakat,” ungkapnya.

Bupati Eltinus menyampaikan hal ini karena sebelumnya ia melakukan lawatan di seputaran Kota Timika guna melihat bagaimana pelaksanaan PSDD dan kepatuhan masyarakat Mimika terhadap kebijakan ini.

Dimulai dari SP II dan Jalan Cenderawasih, Bupati Omaleng mendatangi gorong-gorong, Pasar Lama, Timika Mall, SP1-SP4, Jalan Hasanuddin, Budi Utomo, Ki Hajar Dewantara, Jalan Yos Sudarso, Pasar Sentral, hingga tembusan SPV -SP II.

“Saya sudah mutar-mutar keliling saya hampir tidak lihat masyarakat kumpul-kumpul atau lewat di jalan seperti biasanya. Ada tapi itu juga petugas dan satu dua warga yang mungkin belum tahu. Merekapun kerjasama ketika diberi sanksi melakukan rapid tes,” ujarnya.

Kepada Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penularan Covid-19 yang di dalamnya termasuk TNI-Polri, Bupati Omaleng menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kerjasama dan kegigihannya selama ini dalam menyadarkan masyarakat.

“Masyarakat kita sekarang sudah paham tentang penularan virus corona sehingga pada hari ini ketika kita berlakukan instruksi gubernur yang dilanjutkan dengan instruksi bupati, masyarakat sudah tertib dan patuh. Secara pribadi saya mau sampaikan terimakasih untuk seluruh masyarakat Mimika atas pengertian, kepatuhan dan kerjasama ini. Kalau kita semua ikuti instruksi yang ada, kita akan cepat terbebas dari virus corona,” ungkapnya.

Bupati juga mengakui bahwa belum semua masyarakat Timika menerima bantuan bahan makanan yang di diberikan pemerintah daerah. Ada yang sudah dapat, ada yang belum namun ada juga yang dapat double. Terkait hal ini ia sudah banyak menerima laporannya.

“Saya akui bahwa belum semua masyarakat Mimika menerima bantuan. Tapi kami mau masyarakat percaya bahwa semua pasti akan dapat, prosesnya tidak sekaligus dan bertahap sehingga yang belum dapat pasti akan dapat. Ini tugas dan tanggungjawab kami,” ungkapnya.

“Karena distribusi juga kadang jalan tidak sesuai jadi bantuan bama berikutnya kita akan ubah sistemnya. Kita akan lakukan secara door to door atau secara langsung ke masyarakat, tidak usah lagi drop pakai truck, kumpul di satu tempat baru bagi, ini tidak lagi. Kita akan bagikan secara langsung dengan mendatangi rumah-rumah,” tegasnya. (Ronald

 

 

Hari Pertama Pelaksanaan PSDD, 350 Aparat Gabungan Terkonsentrasi Di 17 Titik

Seorang warga diinterogasi polisi karena melanggar aturan PSDD

MIMIKA, BM

Terhitung Hari ini, Kamis 21 Mei hingga 4 Juni nanti Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD).

Pelaksanaan PSDD hari ini terkonsentrasi langsung di 17 titik seputaran Kota Timika baik di sepanjang jalanan utama hingga ke lorong-lorong warga.

Aparat gabungan yang terdiri atas personel TNI-Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan beberapa kelompok relawan kini menyebar di 17 titik tersebut.

“Hari ini kita mulai laksanakan instruksi bupati Mimika mulai pukul 14.00 Wit hingga pukul 20.00 Wit. Semua personil sudah menduduki pos masing-masing di 17 titik. Pembatasan keluar rumah mulai diberlakukan dan akan diimbangi dengan patroli gabungan Polri, Brimob, TNI, Satpol PP dan Dinas Perhubungan,” ujar Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia kepada BeritaMimika.

Wakapolres mengatakan walau nantinya aparat gabungan melakukan penjagaan hingga ke lorong-lorong namun ia mengakui banyak warga secara partisipatif dan mandiri telah berkontribusi secara langsung memblokir dan menjaga wilayah masing-masing.

“Semua kita batasi termasuk di lorong-lorong dan saya juga berterima kasih kepada masyarakat yang aktif membantu kegiatan ini di tempat mereka baik di lorong-lorong maupun jalan-jalan tikus. Sudah ada masyarakat sendiri yang langsung menutup wilayah mereka,” ungkapnya.

Terkait dengan unsur pelanggaran terhadap pemberlakukan PSDD ini, Wakapolres menegaskan akan menindak tegas masyarakat yang melanggar aturan PSDD.

“Apabila ada pelanggaran maka kita akan lakukan penindakan atas pelanggaran tersebut. Nanti kita akan lihat apakah ada unsur pidananya atau mungkin ada pelanggaran kendaraan atau pelanggaran lainnya, semua akan kita tindak sebagaimana mestinya,” ujarnya.

“Terkait dengan pelanggaran secara spesifik, nanti kita akan rumuskan, rapatkan dan minta persetujuan dari pak bupati contohnya mungkin dia di suruh bersih-bersih mushola, masjid atau gereja atau saksi lainnya,” jelasnya.

Sementara itu Juru Bicara Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan salah satu kebijakan yang terintegrasi pada pelaksanaan PSDD ini adalah melakukan rapid tes atau tes antibodi kepada masyarakat yang ditemukan melanggar PSDD.

“Sore hari ini kami tim kesehatan hadir bersama aparat gabungan untuk melakukan tes cepat antibodi untuk selanjutnya menjaring kasus dan mengisolasi kasus,” ujarnya kepada BeritaMimika di pertigaan Jalan Cenderawasih-Budi Utomo.

Ia mengatakan banyaknya kasus di Mimika ditentukan karena adanya pergerakan manusia.

Bagi masyarakat yang terjaring, secara mekanisme tes rapid diawali dengan pengisian foam untuk ditesting dan foam persetujuan melakukan isolasi mandiri di rumah.

“Kami akan mendata nama lengkap, NIK, nomor phone supaya kami bisa memantau jika dia positif. Dan kemudian penananganan selanjutnya dengan merujuk untuk pemeriksaan konfirmasi penegakan diagnosa dengan PCR. Kami juga akan mengumumkan nama-nama yang dinyatakan positif melalui tes antibodi ini. Saya kira ini adalah bagian daripada menyelesaikan sebab di era PSDD ini.

Untuk diketahui, tim kesehatan yang terdiri dari dokter, petugas laboratorium dan penyelidikan epidemologi saat ini tersebar di 8 titik yaitu depan Gereja Tiga Raja, pertigaan Jalan Cenderawasih-Budi Utomo, Depan Pom lama, Pasar Lama, Timika Mall, Nawaripi, Puri Husada dan SP 2.

“Sampai sore ini pukul 16.52 Wit sudah dilakukan rapid tes terhadap 118 orang. Dari jumlah ini 115 negatif sedangkan 3 positif rapid tes. Ini data yang sudah terupdate ke saya. Bisa saja bertambah karena saat ini penjagaan dan pemeriksaan masih terus berlangsung,” ungkapnya. (Ronald

 

 

Wabup Rettob Launching BST Via Kantor Pos

>> 3.000-an Warga Terima Rp 600 Ribu Perbulan

Wabup John saat membagikan BST secara simbolis

MIMIKA, BM

Wakil Bupati, Johannes Rettob S.Sos, MM pada Rabu (20/5) melaunching penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) untuk Kabupaten Mimika bertempat di Kantor Pos, bilangan Jln Yos Sudarso.

Peluncuran BST itu sebagai upaya membantu masyarakat kurang mampu menghadapi wabah covid-19.

Sesuai data, untuk Kabupaten Mimika terdapat 3.000-an Keluarga Penerima Manfaat (KPM), 480 diantaranya disalurkan melalui BNI 46 yang ditransfer langsung via rekening.

"Sosial tunai ini adalah bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat dalam rangka pandemi covid melalui Kementerian Sosial yang dibagikan kepada seluruh masyarakat penerima manfaat berdasarkan data yang dikirim masing-masing pemerintah daerah penerima," jelas Wabup John Rettob kepada wartawan usai launching.

Adapun mekanisme pengambilan BST di Kantor Pos yakni by data, by name, dan by address.

"Siapa yang menerima ini tentunya keluarga yang sudah melalui beberapa variabel penilaian oleh pendamping perwakilan Pemda Mimika. Kami usahakan penerima BST ini adalah mereka yang tidak menerima bantuan dari BLT kampung dan PKH," ungkap John.

Diakui, pendataan 3.000 an lebih penerima dilakukan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

"Kurang lebih 480 orang ditransfer langsung via BNI 46, sisanya melalui Kantor Pos," tuturnya.

Selain itu l, orang nomor dua di Kabupaten Mimika itu menekankan, saat ini sedang dilakukan pendataan kurang lebih 5.300 calon penerima yang diverifikasi Kementerian Sosial. Jika sudah selesai diverifikasi akan dilaporkan kembali ke Pemda Mimika supaya segera didistribusikan.

Ia mengatakan, penyaluran BST tidak dilakukan sekaligus. Penyaluran bantuan untuk bulan Maret, Mei dan Juni dilakukan bertahap. Tahap pertama disalurkan untuk bulan Maret, dan tahap berikut untuk dua bulan tersisa. Total penerima manfaat perbulannya sebesar Rp 600 ribu.

"Presiden berpesan kepada kita bahwa BST ini harus sudah disalurkan sebelum Idul Fitri. Rapat terbatas tadi malam, hari Sabtu harus sudah tuntas dan soal distribusinya kita sudah atur. Nantinya akan dikawal APIP, Inspektorat dan TNI/Polri. Dan yang paling penting, harus dihindari kerumunan dan antrian," pungkasnya.

Dijelaskan, ada 24 variabel penerima PKH.

"Saya tidak hafal itemnya, namun ada masyarakat penerima PKH tetapi dia berhak juga menerima bantuan pangan non tunai. Ada juga yang tidak berhak dan itu yang menilai Pemerintah Daerah melalui pendamping. Salah satu variabel adalah mereka ini harus betul-betul terdampak dari covid 19, misalnya tadinya dia kerja tapi dirumahkan dan itu bisa dapat BST," ungkapnya. (Shanty

 

 

Top