Politik & Pemerintahan

Bupati Mimika Larang ASN Live Streaming Saat Jam Kerja

Poster Laranagn Live Streaming di jam kerja ASN

MIMIKA, BM

Bupati Mimika, Johannes Rettob, memberikan peringatan keras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bermain media sosial selama jam kerja. ASN yang kedapatan melakukan siaran langsung (live streaming) saat bertugas akan dikenakan sanksi tegas.

Penegasan tersebut disampaikan usai kegiatan serah terima jabatan (sertijab) kepala distrik di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem), Kamis (30/4/2026).

Menurutnya, aktivitas live di media sosial saat jam kerja sama saja dengan tidak bekerja. Kalau ketahuan, itu sudah melanggar aturan disiplin pegawai.

Bupati JR menekankan, fokus utama ASN adalah memberikan pelayanan publik serta menyelesaikan tugas administrasi pemerintahan secara profesional.

"Seluruh kewajiban tersebut, telah diatur dalam regulasi yang jelas. Jadi, Pemerintah tidak akan segan mengambil tindakan. Setiap kelalaian dalam menjalankan tugas negara sudah memiliki skema sanksi disiplin,”ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan media sosial yang tidak tepat saat jam kerja dapat berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Sebagai informasi, ketentuan disiplin ASN telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Regulasi tersebut mengatur kewajiban, larangan, serta jenis hukuman bagi PNS yang melanggar.

Dalam aturan tersebut, pelanggaran disiplin dapat dikenakan sanksi mulai dari ringan, sedang, hingga berat, termasuk pemberhentian.

"ASN adalah pelayan masyarakat bukan konten kreator saat jam kerja. Jadi, yang harus dilakukan adalah gunakan media sosial secara bijak, prioritaskan tugas dan tanggungjawab dan jaga nama baik instansi dan negara," ungkapnya. (Shanty Sang)

Kehadiran PKK di Mimika Barat Tengah Diharapkan Menjembatani Kekurangan di Sana

Kepala Distrik Mimika Barat Tengah, Sem Naroba

MIMIKA, BM

Distrik Mimika Barat Tengah memiliki 9 kampung yakni Kampung Pronggo, Kipia, Mapar, Akar, Wumuka, Kapiraya, Uta, Mupuruka dan Wakia.

Beberapa kampung di distrik ini terlihat asri terutama di Kampung Mupuruka, deretan rumah tertata dengan rapi. Kampung ini terlihat begitu indah untuk dipandang.

Penduduk di kampung ini juga terlihat ramah dan mereka sering menyapa setiap orang yang ditemui di jalan.

Yang menakjubkan, dapat dijumpai pantai yang bersih dan penduduk yang berjualan buah kelapa dan ikan-ikan segar.

Di jalanan kampung lainnya, nampak juga mama-mama yang sedang sibuk membersihkan Tambelo.

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika melakukan kunjungan kerja selama tiga hari (28-30 April) ke Distrik Mimika Barat Tengah. Ada beberapa kampung yang mereka datangi

Tujuan kunjungan kerja ini untuk melihat secara langsung kondisi distrik. Selain itu PKK juga memberikan bantuan serta melaksanakan pelantikan pengurus TP PKK distrik.

Kepala Distrik Mimika Barat Tengah, Sem Naroba kepada BeritaMimika Rabu (29/4/2026) di kampung Uta mengatakan kunker PKK kabupaten merupakan suatu hal yang luar biasa karena baru pertama kali ada PKK yang turun langsung ke distrik ini.

“Luar biasa kami bisa dapat layanan langsung dari TP PKK Kabupaten yang memilih distrik kami sebagai pilot project. Ibu ketua dan wakil ketua ini sungguh luar biasa, mereka bisa membawa tim yang sangat besar datang ke distrik kami. Puji Tuhan semua bisa terlaksana,” ungkapnya.

Sem Naroba menuturkan perlu ada kunjungan dan kerjasama seperti ini untuk membangun ekonomi masyarakat lemah.

Menurutnya, kunjungan PKK memiliki arti karena memberikan dampak secara langsung khususnya kepada perempuan.

“PAUD disini belum ada, baru kami rencanakan di tahun 2027. Bapak bupati juga sudah memerintahkan bahwa setiap kampung harus membuat PAUD untuk layanan pendidikan yang lebih baik terutama anak-anak,” ungkapnya.

Untuk sekolah, Distrik Mimika Barat Tengah telah memiliki SD YPPK dan SD Inpres sementara SMP ada dua yakni di Uta dan Mapar.

“Puskesmas kita ada puskesmas Wakia di Kampung Uta dan satu di Mapar. Puskesmas Wakia melayani untuk empat kampung yakni Wumuka, Uta, Mapuruka dan Kapiraya. Untuk Kader Posyandu sudah ada tinggal dibenahi saja,” katanya.

Sem menyampaikan untuk angka stunting di distrik ini mengalami penuruan karena petugas kesehatan selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat terutama masyarakat yang beraktivitas di tambang.

“Anak-anak kecil yang mereka bawa gatal-gatal mungkin pengaruh air minum atau air kotor yang mereka gunakan. Namun sudah diatasi oleh petugas kesehatan, mereka rutin pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.

Distrik inipun merindukan air bersih. Meski peralatan untuk pengolahan air bersih sudah ada, namun masyarakat belum bisa menikmati air bersih. Hanya dibangun saja namun belum difungsikan dengan baik.

“Kami sangat berterima kasih karena kehadiran TP PKK kabupaten di sini sekaligus dapat melihat kekurangan kami,” ujarnya.

“Semoga hal ini dapat disampaikan ke pemerintah terutama air bersih karena belum tersalurkan ke fasilitas pemerintah dan rumah warga. Kami masih menggunakan air sumur. Semoga secepatnya kami bisa menikmati air bersih,” harapnya. (Elfrida Sijabat)

Pimpin Sertijab Kepala Distrik, Bupati Mimika: Jangan Jadi Kepala Distrik 17 Agustus

Kepala Distrik Mimika Barat Tengah, Sem Naroba saat menandatangani berita acara sertijab


MIMIKA, BM

Bupati Mimika, Johannes Rettob memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Distrik di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika yang berlangsung di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem), Kamis (30/4/2026).

Bupati Mimika, Johannes Rettob memberikan peringatan keras kepada para pejabat yang baru dilantik agar tidak meninggalkan tempat tugas dan benar-benar melayani masyarakat.

“Jadi ini amanah yang harus kalian pertanggungjawabkan ya. Kita percayakan, dan berarti kamu harus pertanggungjawabkan dan tidak hanya kepada pimpinan tapi tanggung jawab kita kepada masyarakat, dan juga kepada Tuhan,” kata Bupati JR.

Bupati juga menyoroti fenomena dimana Kepala Distrik selama ini menjadi keluhan masyarakat. Dimana Kepala Distrik yang hanya muncul saat ada seremonial atau perayaan hari besar seperti 17 Agustus, namun absen dalam pelayanan sehari-hari.

"Masyarakat melaporkan cukup banyak terkait kinerja Kepala Distrik. Jangan hanya siap di sini, lalu besok tidak ada di lokasi. Saya dengan Pak Wakil akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) sewaktu-waktu untuk mengecek keberadaan kalian," tegas Bupati.

Ia menegaskan, Pemkab Mimika berkomitmen untuk bersikap tegas terhadap aparatur yang tidak disiplin dengan tidak segan-segan melakukan pencopotan jabatan jika menerima laporan valid mengenai Kepala Distrik yang menelantarkan wilayah tugasnya.

"Begitu ada laporan masuk bahwa Kepala Distrik tidak pernah ada di lokasi, kita langsung eksekusi untuk pencopotan. Ini langkah luar biasa yang harus kita lakukan demi pelayanan publik,"ujarnya.

Untuk memastikan koordinasi tetap berjalan, Bupati menargetkan mulai bulan Juni mendatang akan dilakukan evaluasi rutin secara daring dengan memanfaatkan fasilitas teknologi yang sudah tersedia di setiap distrik untuk melakukan rapat melalui Zoom Meeting.

"Kepala Distrik tidak boleh ada di kota, harus ada di lokasi masing-masing. Kita akan lengkapi fasilitasnya agar koordinasi dengan Pemda tetap berjalan tanpa harus meninggalkan masyarakat,"tuturnya.

Ia juga mengingatkan, Kepala Distrik adalah representasi negara yang menggunakan lambang Garuda. Oleh karena itu, diperlukan figur yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan integritas tinggi.

Dengan begitu dirinya berharap para Kepala Distrik mampu menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, terutama dalam meredam konflik di daerah rawan dan merangkul Kepala Kampung agar tercipta sinergi yang harmonis.

"Mari kita satukan langkah untuk mewujudkan Mimika yang lebih baik, aman, dan sejahtera. Jadilah pemimpin yang diingat oleh masyarakat karena kehadiran dan pengabdiannya, seperti para pemimpin terdahulu," pungkasnya.

Adapun nama-nama Kepala Distrik yang mengikuti Sertijab yakni:

Kepala Distrik Mimika Timur Jauh dari Yulius Katagame kepada Priska Kum.

Kepala Distrik Jita, dari Suto Rontiti kepada Yunus Edoae.

Kepala Distrik Jila, Hasan Kemong kepada Enus Lokobal.

Kepala Distrik Amar, Aswin Talahatu kepada Obet Oktopianus Murmana.

Kepala Distrik Agimuga, Paulus Kilangin kepada Aryanus Katagame.

Kepala Distrik Mimika Barat Tengah, Lukas Muyapa kepada Sem Naroba.

Kepala Distrik Mimika Tengah, Tobias Bakal kepada Lukas Muyapa.

Kepala Distrik Tembagapura, Thobias Yawame kepada Devricat Tatiratu. (Shanty Sang)

Top