Hukum & Kriminal

Polisi Ungkap Kronologi Kontak Tembak yang Tewaskan Briptu Agung di Pegunungan Bintang

Jasad Briptu Agung Azhari saat dievakuasi ke RSUD Oksibil.

MIMIKA, BM

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ignatius Benny Ady Prabowo, mengungkapkan kronologi peristiwa kontak tembak antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan aparat keamanan di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Senin (18/9/2023).

Melalui siaran pers yang diterima Beritamimika.com, Kabid Humas Polda Papua menjelaskan bahwa peristiwa yang menewaskan Briptu Agung Azhari, itu bermula ketika aparat Keamanan melakukan patroli di Kampung Yapimakot, Distrik Serambakon.

“Saat tiba di jembatan tanjakan Kantor Distrik Serambakon, tiba-tiba terdengar bunyi rentetan tembakan yang dilakukan oleh KKB dari kiri dan kanan sehingga terjadi kontak tembak,” jelas Benny.

Disampaikan bahwa dalam peristiwa kontak tembak tersebut, Briptu Agung Azhari tertembak pada baju kiri.

“Briptu Rudi Agung Azhari gugur setelah mengalami luka tembak di bahu kiri atas tembus ke belakang,” ungkap Benny.

Lebih lanjut Benny menyampaikan bahwa Briptu Agung adalah salah satu personel Satgas Tindakan Operasi Damai Cartenz yang merupakan anggota Brimob Sulawesi Utara BKO Polda Papua.

Dikatakan bahwa sampai saat ini pun aparat gabungan masih melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan.

“Saat ini kontak tembak antara personel gabungan dan KKB tersebut sudah berakhir dan situasi telah aman terkendali. Korban telah berhasil dievakuasi menuju RSUD Oksibil,” tutupnya. (Endy Langobelen)

Sungguh Bejat, Anak Enam Tahun Dicabuli Seorang Pemuda Dalam Kios

Pelaku (tengah) saat diringkus oleh anggota Satreskrim Polres Mimika (foto istimewa)

MIMIKA, BM

Kasus asusila dengan korban anak dibawah umur terus saja terjadi di Kabupaten Mimika. Mirisnya korbannya (FRM) merupakan anak usia 6 tahun yang masih duduk di bangku SD kelas 1.

Semenntara itu pelaku (MTA) sudah diamankan guna proses hukum lanjut berusia 22 tahun.

Kejadian itu terkuak setelah korban menceritakan apa yang dialaminya kepada orang tuanya yang baru datang dari kampung.

"Saat itu orangtua korban pulang kampung dan korban tinggal bersama keluarganya. Kasus ini dilaporkan oleh orangtua korban, " katanya.

Kronologis kejadian terjadi pada tanggal 22 September lalu di dalam kios yang beralamat di Jalan Hasanuddin Irigasi Ujung.

Kasus ini bermula ketika pelaku mengajak korban untuk mengambil kue, tetapi sesampai di kios pelaku mengajak korban berbaring di dalam kios, setelah itu pelaku melakukan perbuatan bejatnya terhadap korban.

"Pelaku sudah ditangkap tanggal 24 September (Senin-red)," kata Hempy. (Ignasius Istanto)

Situasi di Pegunungan Bintang Kembali Normal Usai Rentetan Penyerangan oleh KKB

Tampak aktivitas masyarakat di Ibu Kota Oksibil, Kabupaten Papua Pegunungan, telah kembali berjalan normal.

MIMIKA, BM

Pasca rentetan peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Pegunugan Bintang, Papua Pegunungan, kini situasi kamtibmas di Ibu Kota Oksibil mulai berangsur normal.

Hal itu disampaikan Kapolres Pegunungan Bintang, AKBP Mohamad Dafi Bastomi, melalui keterangan yang tertulis yang diterima Beritamimika.com pada Kamis (21/9/2023).

Dikatakan bahwa pada umumnya situasi di Kota Oksibil sudah kembali aman dan terkendali. Aktivitas masyarakat pun berjalan normal.

"Namun, aparat keamanan TNI-Polri masih tetap melakukan patroli dan meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi gangguan-gangguan susulan dari kelompok KKB," ungkap Mohamad.

Hal senada juga disampaikan oleh Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2023, AKBP Dr. Bayu Suseno, bahwa aktivitas masyarakat telah berjalan seperti biasanya.

Lebih lanjut Bayu membantah soal informasi yang beredaf bahwa ada sejumlah masyarakat yang terpaksa mengungsi akibat rentetan peristiwa yang belakangan terjadi.

"Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan terkait dengan ada masyarakat yang mengungsi sehingga untuk informasi yang beredar di masyarakat itu tidak benar. Tidak ada Masyarakat yang mengungsi," pungkasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya KKB melakukan rentetan aksi penyerangan yang membabi buta selama dua hari berturut-turut di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Pada tanggal 18 September 2023, KKB melakukan penyerangan terhadap anggota Satgas Damai Cartenz hingga menewaskan satu personel brimob.

Kemudian mereka juga menembak dua warga sipil serta melakukan pembakaran terhadap 1 pasar dan 7 kios.

Di hari berikutnya, 19 September 2023, KKB kembali melakukan aksi penyerangan dengan menembak dan membacok satu pegawai ASN Satpol PP. (Endy Langobelen)

Top