Hukum & Kriminal

Untuk Mengungkap Pelaku Pencurian Uang Dalam Mobil, Polisi Sudah Mintai Keterangan Saksi-Saksi

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra

MIMIKA, BM

Jajaran Satreskrim Polres Mimika kini sudah memintai keterangan sejumlah saksi guna mengungkap kasus pencurian tas yang berisi uang senilai kurang lebih Rp70 juta dalam mobil yang terjadi pada Selasa (kemarin-red).

"Sudah ada beberapa saksi yang kita memintai keterangan untuk dapat mengungkapkan kasus ini,"kata Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, Rabu (13/09/2023).

Menurut Putra, kasus ini merupakan kasus yang dulunya sempat terjadi dan kini muncul kembali di Kabupaten Mimika.

"Jadi kami dari Polres Mimika sementara melakukan penyelidikan dan pendalaman guna mengidentifikasi para pelaku. Saya juga mohon doanya agar kasus ini dapat segera kita ungkap," ujarnya.

Seperti diberitakan pada Selasa (kemarin-red), kejadian yang dialami seorang pegawai Pemda Mimika berinisial HI pada Selasa siang (12/09/2023) di Jalan Cenderawasih SP2 tepatnya diantara gerbang SD N II Timika dengan Gereja Santa Sesilia. (Ignasius Istanto)

Pilot Masih Disandera, Pangdam XVII/Cenderawasih: Apa yang Mau Dikhawatirkan?

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan.

MIMIKA, BM

Sejak tanggal 7 Februari 2023, terhitung sudah tujuh bulan Pilot Susi Air, Kapten Phillip Mark Mehrtens, disandera oleh kelompok kriminal bersenjata Papua pimpinan Egianus Kogoya.

Berbagai upaya penyelamatan telah dilakukan oleh TNI-Polri untuk membebaskan pilot tersebut. Mulai dari negosiasi hingga pendekatan melalui pihak keluarga, tokoh adat, hingga tokoh agama pun belum membuahkan hasil positif.

Meski demikian, di lain sisi, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Izak Pangemanan, mengeluarkan pernyataan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan keadaan korban Kapten Philip.

"Lah pilot kan, apa yang mau dikhawatirkan?" Ujar Mayjen Izak saat ditemui di Bandara Mozes Kilangin, Timika, Papua Tengah, Jumat (8/9/2023).

Disampaikan bahwa perkembangan upaya penyelamatan pilot masih dalam tahap proses negosiasi.

"Perkembangannya kita masih negosiasi, tetap kita negosiasi damai. Kita tidak mau ada korban," tuturnya.

"Kita negosiasi, berkomunikasi bahwa penyanderaan pilot ini gak ada untungnya. Memang ada yang peduli dengan pilot ini, kan gitu toh," imbuhnya.

Menurut Mayjen Izak, aksi penyanderaan terhadap Kapten Philip ini hanya mendatangkan kerugian bagi masyarakat. Pihaknya pun tidak akan mengorbankan negara demi menyelamatkan satu orang.

"Ini kan masyarakat yang terdampak, kan merugikan. Memangnya dengan satu pilot ini bisa kita mau korbankan negara. Nggaklah," tegas dia.

Sementara menanggapi terkait isu yang beredar bahwa dalam waktu dekat akan ada kabar baik mengenai hasil upaya penyelamatan tersebut, Mayjen Izak sebut tunggu saja.

"Ah ditunggu saja, kalau misalnya negosiasi ini sudah bisa dilakukan ya nanti kita akan informasikan," kata Izak. (Endy Langobelen)

Peduli Masyarakat, Polres Mimika Berikan Bantuan Untuk Kebutuhan Air

Kapolres Mimika saat menarik pedal mesin bor dengan didampingi Wakapolres dan Kadistrik Wania.

MIMIKA, BM

Masyarakat yang bermukim di kompleks Irigasi dua, Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania merasa senang dan sangat terbantu dengan diberikan beberapa perangkat untuk kebutuhan air bersih, seperti sumur bor,pompa air dan profil tank dari Polres Mimika.

Disampaikan Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra bahwa kegiatan yang dilakukan ini merupakan program dari Mabes Polri, sehingga dengan kesempatan yang baik ini kita mengambil bagian untuk membantu masyarakat.

"Mungkin dari sisi nilainya itu tidak seberapa tapi ini kami tulus untuk membantu meringankan warga. Jadi ini baru awal dan sampai nanti dialirkan ke rumah-rumah itu menjadi tanggungjawab dari kami dan distrik," ungkapnya.

Dengan adanya fasilitas yang diberikan, Kapolres sangat berharap kepada warga untuk bisa dimanfaatkan dengan baik dan benar.

"Jadi harapan kami dari kepolisian dan pemda dapat membantu meringankan beban masyarakat. Selain itu kami juga selaku penanggungjawab keamanan disini dengan silahturahmi seperti ini bisa terjalin dengan baik," ungkap Kapolres.

Sementara itu Kepala Distrik Wania, Richard Wakum memberikan apresiasi kepada Polres Mimika melalui programnya sehingga apa yang menjadi kebutuhan sudah hadir ditengah-tengah masyarakat.

"Mewakili pemda kami ucapkan terimakasih kepada Polres Mimika," ucapnya.

Ia juga beranggapan sama dengan apa yang disampaikan oleh Kapolres Mimika agar bantuan yang diberikan jangan dilihat dari nilainya tapi dilihat bagaimana tulusnya bersama-sama ada di tengah masyarakat.

"Selain itu seperti yang disampaikan oleh Kapolres bahwa bukan hanya kita serahkan kemudian terus ditinggal, tapi kami akan sama-sama menyelesaikan hingga sampai disalurkan ke masing-masing rumah," ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan dari masyarakat, Joni Wanikbon dan perwakilan dari toko pemuda Alex Onawame yang pada intinya merasa sangat senang. pasalnya bantuan yang diberikan ini langsung menyentuh masyarakat karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat. (Ignasius Istanto)

Top