Hukum & Kriminal

Razia Kendaraan, Masih Ditemukan Pengendara Yang Bandel

Terjaring razia, salah satu pengendara tanpa menggunakan helm saat mendorong motornya

MIMIKA, BM

Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, akibat sering terjadi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban jiwa maupun luka-luka, Polres Mimika melakukan razia pengendara roda dua maupun roda empat.

Dari pantauan wartawan Berita Mimika, Jumat sore (29/09/2023) Polres Mimika dalam hal ini Sat Lantas yang dibackup oleh beberapa unit satuan Polres Mimika berhasil mengamankan puluhan kendaraan roda dua.

Kendaraan diamankan karena penggunanya dinilai bandel alias tidak mengikuti aturan saat berlalu lintas.

Mereka tidak memakai helm, tidak melengkapi TNKB motor dan surat-surat kendaraan lainnya. Bahkan dalam razia tersebut masih ditemukan beberapa anak dibawah umur berkendaraan tidak memakai helm dan membawa kelengkapan surat-surat.

"Kegiatan polisi yang ditingkatkan yaitu razia dan patroli ini untuk menekan angka kecelakaan. Ini sesuai perintah dari pimpinan," ujar Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Junan Plitomo

Menurut mantan Kasat Lantas ini bahwa kegiatan kali ini fokus di sepanjang Jalan Cenderawasih.

"Karena dalam dua minggu kecelakaan sering terjadi di sepanjang Jalan Cenderawasih. Jadi pengendara yang melakukan pelanggaran, kita berikan sanksi sesuai dengan pelanggarannya," tegas Junan. (Ignasius Istanto)

Gegara Sindiran di Medsos, Pelajar Saling Serang

Terlihat anggota Polres Mimika saat berada dilokasi kejadian guna membubarkan saling serang antar pelajar dari dua sekolah tersebut

MIMIKA, BM

Saling serang antar pelajar sekolah menegah atas kembali terjadi, yakni antara SMK 1 Kuala Kencana dan SMKN 3 Mimika, pada Senin (25/09/2023) di depan SMKN 3 Mimika.

Informasi yang diperoleh, penyebab saling serang antar pelajar ini dipicu gegara sindiran lewat media sosial.

Dimana berawal dari salah satu murid SMKN 3 membuat status sindiran pasca kekalahan SMK 1 Kuala Kencan di turnamen Futsal yang digelar pada hari Sabtu kemarin.

Terjadinya saling serang ini sempat membuat arus lalu lintas macet dan menjadi tontonan warga sekitar dan warga yang melintas di TKP.

Kepolisian Mimika akhirnya turun tangan dan berhasil membubarkan serta mengamankan lokasi tersebut sehingga arus lalu lintas kembali normal.

Sejumlah pelajar SMK N 1 Kuala Kencana dan pelajar SMKN 3 Mimika juga dibawa ke Kantor Pelayanan Polres Mimika guna dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan ditandai dengan membuat surat pernyataan bersama untuk tidak lagi melakukan aksi saling serang.

Kepala Sekolah SMKN 3 Mimika John Lemauk saat ditemui membenarkan bahwa permasalahan ini dipicu saling ejek lewat medsos.

"Memang permasalahannya itu saling ejek dari turnamen futsal. Saya sudah tanya yang posting kata-kata itu siapa dan murid saya mengaku HPnya itu di bajak,"ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa sebelum terjadi saling serang, sempat ada utusan dari SMK 1 Kuala datang untuk penyelesaian dan meminta yang membuat postingan di medsos itu untuk meminta maaf.

"Ternyata anak-anak SMK 1 Kuala banyak di depan datang dan mereka lempar batu dan anak-anak SMKN 3 tidak terima sehingga saling balas," jelasnya.

Diketahui bahwa persoalan antar pelajar dari dua sekolah ini sudah berakhir damai setelah dilakukan mediasi antara perwakilan dari pihak sekolah dan sejumlah pelajar. (Ignasius Istanto)

1 Prajurit Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB di Pegunungan Bintang

Briptu Agung, anggota Brimob yang gugur dalam kontak tembak di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Senin (28/9/2023)

MIMIKA, BM

Kontak tembak antara aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Informasi yang dihimpun Beritamimika.com, kontak tembak yang berlangsung pada Senin (18/9/2023) itu telah menewaskan salah satu prajurit Brimob dari Satuan Tugas (Satgas) Tindak Operasi Damai Cartenzs 2023.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2023, AKBP Dr. Bayu Suseno, saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut.

Diungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 waktu setempat. Saat itu, kata Bayu, KKB melakukan penyergapan terhadap aparat yang sedang melakukan patroli.

"Ya benar, telah terjadi kontak tembak antara Satgas Tindak Ops Damai Cartenzs 2023 dengan KKB di Kampung Yapimakot, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang sekitar jam 11.00 WIT (18/09/2023)," ujar Bayu lewat keterangan tertulis yang dikirim via WhatsApp.

Dikatakan lebih lanjut bahwa akibat dari peristiwa kontak tembak ini, salah satu anggota Brimob atas nama Briptu Agung dinyatakan gugur.

Bayu juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, tim Satgas Tindak Ops Damai Cartenzs sedang melakukan pengejaran terhadap kelompok KKB tersebut.

"Saat ini tim satgas tindak Ops Damai Cartenz 2023 sedang melakukan pengejaran terhadap kelompok KKB tersebut," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Top