Hukum & Kriminal

Jalannya Program Problem Solving Memberikan Dampak Positif Bagi Masyarakat

Kasat Samapta Polres Mimika, Iptu Sondy E.O Tahapari.

MIMIKA, BM

Selama kurun waktu dua bulan terakhir ini, Polres Mimika melalui jajaran Sat Samapta sudah melaksanakan program Kapolri yakni program Problem Solving dengan slogan "Sahabat" (Samapta hadir berikan rasa aman dan tertib).

Pelaksanaan program tersebut mendapatkan apresiasi dan penilaian positif dari masyarakat.

Kasat Samapta Polres Mimika, Iptu Sondy E.O Tahapari menyampaikan bahwa program yang dibentuk dan sudah berjalan ini secara langsung bersentuhan dengan masyarakat, seperti membantu penyelesaian persoalan atau masalah yang dihadapi masyarakat.

"Pogram ini diberlakukan secara umum di Kabupaten Mimika, tetapi secara khususnya kita lakukan di Kampung Nawaripi," ungkapnya.

Secara khusus dilakukan di Kampung Nawaripi karena kampung ni memiliki wilayah sangat luas dan sering mengalami gangguan kamtibmas.

"Selama dua bulan terakhir kita laksanakan program di kampung Nawaripi, kita nilai angka kriminalitas menurun drastis. Bahkan dua minggu terakhir ini tidak ada kejadian sama sekali, sehingga kami dalam hal ini Polres Mimika mendapat apresiasi dari jajaran aparat kampung dan warga atas kegiatan yang kami laksanakan ini," jelas mantan Kapolsek Potowaiburu.

Disampaikan juga bahwa dalam melaksanakan program tersebut di Kampung Nawaripi, Sat Samapta juga membantu persolan lainnya seperti melaksanakan koordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk ujian paket B dan C bagi yang putus sekolah.

"Agar mereka mudah peroleh pekerjaan karena rata-rata pemuda-pemuda disana itu ada yang hanya tamat SMP, ada yang tidak tamat SMA bahkan ada yang hanya tamat SD. Akhirnya dari Dinas Pendidikan kasih solusi menyelenggarakan ujian itu," ujarnya.

Ditambahkannya, selain itu Sat Samapta juga melaksanakan peningkatan patroli dialogis yang intens:

Mereka juga melaksanakan strom poin di beberapa sekolah yang rawan laka lantas serta melakukan operasi minum keras lokal dan memberikan call center guna peningkatan pelayanan. (Ignasius Istanto)

Upaya Ungkap Pelaku Pembunuhan Seorang Tukang Ojek, Polisi Lakukan Pendekatan Dengan Tomas

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Julkifli Sinaga.

MIMIKA, BM

Walaupun sudah mengantongi identitas yang diduga pelaku pembunuhan terhadap seorang tukang ojek bernama Sunar pada tanggal 5 September lalu, namun kepolisian Mimika belum memiliki alat bukti yang mengarah kepada yang terduga pelaku.

Oleh karena itu kepolisian Mimika dalam hal ini Satreskrim masih melakukan upaya pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat (Tomas).

"Berdasarkan keterangan salah seorang tokoh masyarakat itu kita dapatkan nama-nama yang diduga, tetapi tidak ada alat bukti yang menjurus kepada mereka," kata Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Julkifli Sinaga, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (02/10/2023). 

"Sesuai dengan yang disampaikan masyarakat itu diduga ada tiga orang dan memang dari pantauan kita, yang diduga belum kita temukan baik itu diwilayah yang diduga sebagai tempat tinggal mereka maupun di seputaran masyarakatnya," lanjutnya.

Menurutnya bahwa upaya pendekatan dengan tokoh-tokoh masyarakat  harapannya agar bisa mengetahui pelakunya.

"Saya bisa pastikan para tokoh-tokoh tahu pelakunya tapi tidak ada yang mau bicara, dan masyarakat yang disekitaran TKP itu tahu semua siapa pelakunya tapi juga tidak ada yang mau bicara. Dari keyakinan penyidik pada prinsipnya para tokoh dan masyarakat disekitar TKP itu tahu tapi mereka tidak mau bicara," jelas Julkifli.

Disampaikan juga bahwa selain barang milik korban yang ditemukan di TKP seperti sepeda motor, handphone, namun masih ada barang milik korban yang hingga saat ini belum ditemukan.

"Dompet sama tas kecilnya sampai sekarang kita belum temukan. Jadi untuk motifnya juga belum bisa kita pastikan seperti apa,"ungkapnya.(Ignasius Istanto)

1 Anggota KKB di Pegunungan Bintang Tewas Ditembak Sniper

Korban Ricky Sasaka tewas ditembak sniper Satgas Damai Cartenz 2023 di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

MIMIKA, BM

Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz 2023 berhasil melumpuhkan seorang anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, Kamis (21/9/2023).

Hal itu diungkapkan Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2023, AKBP Dr. Bayu Suseno, melalui siaran pers yang dikirim via WhatsApp.

Bayu menjelaskan bahwa anggota KKB tersebut dilumpuhkan saat personel Satgas Damai Cartenz melakukan pengejaran.

"Perlu diketahui bahwa Satgas Damai Cartenz 2023 telah melakukan operasi pengejaran dan pengamanan Oksibil selama 3 hari dan pada hari ini, Rabu tanggal 21 September 2023, pasukan berhasil melumpuhkan sejumlah KKB yang akan melakukan penembakan terhadap pesawat sipil yang melintas," ujar Bayu.

“Tim sniper kami berhasil menembak mati salah satu KKB, yang kami tembak dari jarak 800 meter saat mereka melakukan penembakan terhadap pesawat yang melintas di ketinggian Oksibil. Terlihat dari teropong kami bahwa beberapa KKB terluka akibat tembakan dari Tim Sniper kami,” imbuhnya.

Bayu menyebutkan bahwa jenazah korban beserta senjata telah dibawa lari ke dalam hutan oleh anggota KKB lainnya.

"Sayangnya jenazah korban dan senjata anggota KKB tersebut berhasil dibawa lari oleh kawan-kawannya masuk ke dalam hutan saat pasukan Satgas Damai Cartenz melakukan pengejaran dan penyisiran," tutur Bayu.

Hal itu, kata Bayu, telah diperkuat dengan informasi yang berasal dari sumber terpercaya. Sumber tersebut membenarkan bahwa ada salah satu anggota KKB pimpinan Ananias Ati Mimin yang terkena tembakan dari tim sniper aparat keamanan.

Dikatakan bahwa korban anggota KKB tersebut tertembak di bagian tangan dan dada tembus ke belakang dan kondisinya luka parah.

“Nama pasukan yang ditembak aparat itu Ricky Sasaka. Info terakhir sudah mati. Ini adalah informasi yang kami peroleh dari sumber kami di lapangan.” jelas Bayu.

Sementara Kaops Damai Cartenz, AKBP Dr. Faizal Ramadhani, menjelaskan bahwa operasi pengejaran dan penegakan hukum terhadap KKB kelompok Ananias Ati Mimin di Pegunungan Bintang akan dilakukan secara intensif dan berkesinambungan.

“Kami sudah identifikasi kantong-kantong mereka. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat kita sisir. Satgas Operasi Damai Cartenz tetap lakukan operasi gabungan untuk menangkap dan menegakkan hukum terhadap KKB maupun simpatisannya,“ ujar Faizal.

Disampaikan juga bahwa saat ini telah dilakukan penambahan sejumlah pasukan untuk memperkuat pengamanan di Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. (Endy Langobelen)

Top