Hukum & Kriminal

11 Bulan, Satreskrim Polres Mimika Tangani 14 Perkara

Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Sadiq

MIMIKA, BM

Terhitung dari bulan Januari hingga berjalan di November 2023, Kepolisian Mimika dalam hal ini Satreskrim Polres Mimika menangani sebanyak 14 perkara atau kasus.

Dari 14 perkara ini, diantaranya 8 perkara atau kasus perlindungan anak, 3 kasus pencurian, 2 kasus penggelapan dan 1 kasus pembunuhan.

"14 perkara atau kasus yang kita tangani di masing-masing unit sampai saat ini prosesnya masih berjalan dan belum P21," kata Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Sadiq, saat ditemui diruang kerjanya, Senin (20/11/2023).

Selain itu, kata Fajar, untuk laporan polisi (LP) yang diterima Satreskrim Polres Mimika sebanyak 631.

"Ada peningkatan LP di tahun ini jika dibandingkan tahun kemarin (2022)," katanya.

Oleh karena itu dengan adanya peningkatan jumlah LP dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap bersabar dan pastinya semua akan ditangani.

"Selaku pejabat baru saya berharap masyarakat tetap bersabar, karena kalau dilihat jumlah LPnya yang banyak sementara kapasitas jumlah personil kita terbatas, tapi itu bagi kami tidak dijadikan sebagai kendala dan kami tetap akan berusaha dan memaksimalkan semuanya,"ucap Fajar. (Ignasius Istanto)

Prabowo : Kemenhan Siapkan 1.270 Motor untuk Babinsa di Seluruh Indonesia

79 motor kendaraan dinas dari Kementerian Pertahanan RI untuk prajurit TNI-Polri di Mimika.

MIMIKA, BM

Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyiapkan sebanyak 1.270 motor untuk diberikan kepada para Bintara Pembina Desa (Babinsa) di seluruh Indonesia.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (10/11/2023).

"Motor itu jumlahnya cukup banyak, (ada) 1.270. Tapi ini untuk Babinsa seluruh Indonesia," ujar Menhan Prabowo saat diwawancarai awak media.

Pada kunkernya di Mimika, Menhan Prabowo juga langsung menyerahkan sebanyak 79 motor kepada prajurit TNI-Polri. Penyerahan berlangsung di lapangan Makodim 1710/Mimika.

"Kita kasih bantuan untuk bisa dipakai sebaik-baiknya dan terus-menerus kita akan perbaiki keadaan kita,” ucapnya.

Lebih lanjut Prabowo menjelaskan bahwa penyerahan motor ke setiap Babinsa akan dilakukan secara bertahap.

"Jadi, bertahap seluruh Babinsa akan dapat motor dan juga kita coba sebagian motor mungkin di beberapa tempat sebagian adalah motor listrik," tuturnya.

Motor listrik tersebut, kata dia, merupakan produk buatan anak-anak Indonesia dari PT Len dan PT Pindad.

"Kita sudah berhasil membuat motor listrik. Nanti, akan kita bagikan juga. Sebagian masih motor yang pakai bensin. Jadi, saya kira (ini untuk) menuju ke energi hijau, energi terbarukan yang mengurangi polusi, dan mengurangi biaya. Ya itu yang kita harapkan," jelas Menhan.

"Nanti di tempat-tempat tertentu pakai tenaga surya, dan charger-nya itu pakai tenaga surya supaya nanti kebutuhan BBM kita terjangkau," pungkasnya. (Endy Langobelen)

Pelaku Pembunuh Almarhum Idris Ternyata Sempat Jadi Saksi dan Merekayasa Keterangan

Nampak masyarakat saat datang dan melihat kejadian yang dialami almarhum M Idris disekitar lokasi kejadian (foto istimewa)

MIMIKA, BM

Pengungkapan kasus pembunuhan terhadap almarhum Muhammad Idris (62) Sabtu kemarin (18/11/2023) di Jalan Hasanuddin membuahkan hasil, dimana Polisi akhirnya berhasil menangkap pelaku (H).

Penangkapan terhadap pelaku ini tak luput dari kejelian polisi dalam hal ini penyidik Satreskrim, karena saat melakukan penyelidikan dengan menganalisa CCTV yang berada diseputaran TKP, penyidik menemukan ada kejanggalan terkait  pembunuhan tersebut.

Karena ada kejanggalan, penyidik pun kemudian memeriksa saksi-saksi termaksud pelaku yang saat itu statusnya sebagai saksi.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan terhadap para saksi disimpulkan bahwa salah satu saksi sebagai pelaku, karena pelaku yang merupakan orang terakhir bersama korban," ungkap Kasat Reskrim Polres Mimika, Itu Fajar Sadiq, Minggu (19/11/2023)

"Jadi pelaku ini juga merekayasa kejadian tersebut sebagai kasus pencurian disertai dengan kekerasan yang katanya pelakunya ada dua orang," lanjutnya.

Disampaikan Kasat Reskrim bahwa dari keterangan pelaku kejadian bermula ketika pelaku bersama rekannya dari SP V datang ke kios korban sekitar pukul 13.00 WIT dengan tujuan meminjam uang arisan sebesar Rp40.000.000 untuk membeli laptop dan kamera.

Setibanya di kiosnya korban, rekannya pelaku itu memilih langsung kembali ke SP V, sementara pelaku sedang berbicara dengan korban.

"Setelah itu pelaku menawarkan ke korban untuk di pijit. Kemudian korban dan pelaku masuk ke  kios, selanjutnya korban berbaring tengkurap untuk di pijit. Pelaku mengaku menginjak leher korban sebanyak 4 kali hingga mulut dan hidung korban mengeluarkan darah," terang Fajar.

Disaat itu pelakupun melakukan aksinya dengan berupaya mencari uang Rp40 juta milik korban, namun uang tersebut tidak ketemu.

"Karena tidak ketemu uang tersebut, pelaku mengambil uang hasil dagangan korban sebesar Rp 532.000 dengan berbagai pecahan," kata Fajar.

Lanjutnya, pada saat itu salah satu saksi usai dari pasar  mampir ke kios korban. Ketika saksi melihat dalam kios, ia menemukan pelaku duduk diatas tubuh korban dalam posisi tengkurap.

"Saat dilihat oleh saksi, pelaku meminta tolong ke saksi dengan mengatakan "tolong pak kakek muntah darah". Saksi yang mendengar itu langsung berlari keluar untuk meminta bantuan. Selanjutnya korban dilarikan ke RSUD untuk penanganan awal," ungkapnya.

"Jadi saat itu salah satu rekan korban yang ikut antar korban ke RSUD mengarahkan pelaku untuk membuat LP di Polres Pelayanan," sambung Fajar. (Ignasius Istanto)

Top