Hukum & Kriminal

Berada di Area Beresiko, 102 Non Karyawan Diturunkan ke Timika

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra

MIMIKA, BM

Demi keselamatan bagi pendulang yang nota bene non karyawan (NK) yang berada di sekitar area mile 74 PT Freeport Indonesia terpaksa diturunkan ke Timika.

Pasalnya ada 102 non karyawan  berada di wilayah atau area yang sangat beresiko, seperti rawan terjadinya banjir dan longsor.

"Tanggal 28 November kemarin kita bersama tim gabungan Satgas Amole dan TNI turunkan mereka ke Timika. Mereka semua ini kebanyakan masyarakat dari Timika," kata Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, Kamis (30/11/2023).

Kata Kapolres juga bahwa selain daerah tersebut sangat beresiko,  manajemen secara rutin juga melaksanakan normalisasi sungai.

"Wilayah tersebut itukan memang sudah lama dilarang ada warga disitu, dan di wilayah ini juga sudah beberapa kali dilakukan penertiban. Mungkin mereka naik kesana itu mungkin karena ada kebutuhan,"kata Putra.

Disampaikan juga bahwa sebelum diturunkan para NK, terlebih dahulu dilakukan tahapan-tahapan sosialisasi hingga himbauan.

"Jadi kita tagih apa yang menjadi komitmen dari mereka, karena saat sosialisasi hingga himbauan itu mereka yang minta ditanggal 28 November mereka akan turun. Untuk saat ini lokasi di sana sudah kosong," ujarnya. (Ignasius Istanto)

Intensitas pergerakan KKB meningkat, TNI Polri Perketat Pengawasan Jelang 1 Desember

Terlihat personil gabungan TNI-Polri tengah melakukan apel kesiapsiagaan

MIMIKA, BM

Agar wilayah di Kabupaten Mimika tetap kondusif dari gangguan kamtibnas oleh kelompok yang berseberangan dengan NKRI, TNI-Polri melakukan apel kesiapsiagaan.

Hal ini dikarenakan setiap tahun menjelang 1 Desember selalu dikaitkan dengan peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang kerap kali menebar teror dan ancaman mengganggu kamtibmas.

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra menyampaikan bahwa apel kesiapsiagaan  dilakukan  mengingat hal-hal krusial di bulan Desember, dimana ada hari-hari tertentu yang dianggap sebagai hari ulang tahun oleh kelompok yang memiliki paham yang berbeda.

Selain itu ditambah lagi ada hal mendasar lainnya di bulan Desember tahun ini yakni dimulainya tahapan kampanye dalam hal ini pemilu, sehingga pengamanan harus ditingkatkan.

"Kita tetap lakukan antisipasi. Pola pengamanan yang kita lakukan  disamping yang tergelar secara terbuka, sebelumnya juga kita sudah lakukan pengamanan tertutup, termasuk menghimbau kepada para tokoh-tokoh untuk bagaimana kita menjaga situasi di bulan Desember ini tetap terjaga secara kondusif," ungkapnya kepada awak media seusai memimpin apel kesiapsiagaan Kamis sore (30/11/2023) di halaman Graha Eme Neme Yauware.

Disampaikan Kapolres bahwa untuk skala eskalasi khususnya di daerah pegunungan sedikit mengalami peningkatan, dimana beberapa kali terjadi aksi kriminal yang sampai menghilangkan nyawa orang sehingga proses evakuasinya dilaksanakan ke Timika.

"Ini menunjukan bahwa agresifitas dari kelompok-kelompok yang masih memiliki paham yang berseberangan dengan kita mengalami sedikit peningkatan,"ujar Putra.

Walau demikian menurutnya, untuk wilayah Timika  hingga saat ini terpantau kondusif dan tidak ada hal yang menonjol.

"Kita harapkan kontribusi dengan masyarakat untuk bagaiamana kita sama-sama menjaga situasi ini tetap terjaga kondusif, kemudian ruang gerak pelaku-pelaku yang ingin membuat sesuatu untuk kegiatan yang melanggar ketentuan hukum kita mulai persempit," terangnya.

"Personil gabungan dari TNI-Polri yang dilibatkan sebanyak 480 personil. Yang jelas kami sudah melakukan pemetaan titik-titik tertentu serta penempatan personil,"ungkap Putra.

Harapan yang sama agar wilayah di Kabupaten Mimika tetap terlihat kondusif tanpa adanya gangguan kamtibmas juga disampaikan oleh Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi.

"Harapan kita tentunya sampai besok tidak ada bendera yang berkibar dan wilayah kita tetap kondusif. Seperti disampaikan Kapolres bahwa untuk titik-titik yang perlu diantisipasi sudah diploting personil, karena ini tentunya menjadi atensi kita," ucapnya. (Ignasius Istanto)

 

Dua Personel TNI Dikabarkan Gugur Ditembak KKB di Nduga

Ilustrasi Pasukan TNI

NDUGA, BM

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali melakukan penyerangan ke Pos TNI di Distrik Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada Kamis (30/11/2023).

Informasi yang dihimpun Beritamimika.com, peristiwa penyerangan itu terjadi sekitar pukul 16.18 WIT ketika personel TNI dari Batalyon Infanteri Mekanis Rider 411/Pandawa melaksanakan kegiatan mengambil air di pos.

Akibat dari penyerangan itu, dua anggota personel TNI atas nama Pratu Sandy Primadana dan Prada Muhamad Fadli dikabarkan tertembak dan meninggal dunia.

Pada saat itu, KKB merentetkan tembakan dari arah bawah ketika kedua personel tersebut sedang mangambil air.

Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, mengatakan masih mencari informasi terkait penyerangan tersebut.

"Saya cari info iya bro," ujarnya singkat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (30/11/2023) malam. (Endi Langobelen)

Top