Hukum & Kriminal

Empat Napi Kasus Mutilasi akan Dipindahkan ke Makassar?

Plt Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas II B Timika Yopie Febri Romhadi.

MIMIKA, BM

Wacana adanya rencana akan dipindahkan empat narapidana (Napi) kasus mutilasi ke Makasar mendapat klarifikasi dari pihak Lapas Kelas IIB Timika.

Plt Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas II B Timika, Yopie Febri Romhadi menegaskan bahwa hal tersebut baru dipikirkan dan masih dalam tahap koordinasi.

"Memang sedang dipikirkan untuk hal seperti itu namun prosesnya itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Kita harus konsultasi ke Direktorat Jenderal Kemasyarakatan karena perpindahan antar wilayah," tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/07/2024).

Disampaikan Yopie rencana ini ada mengingat tingkat keamanan di Lapas Kelas IIB Timika tidak presentatif.

"Kita disini tidak ada presentatif untuk pengamanan maximum security, sehingga sedang dipikirkan untuk hal itu. Apalagi salah satu napi inikan pernah kabur dan ditangkap kembali,"ujarnya.(Ignasius Istanto)

Masih Terkendala Hujan, Pencarian Kapal LCT Cita Lewat Udara Belum Dilakukan

Nampak Kakansar Timika bersama Danlanud YMU Timika dan Danlanal Timika saat melihat peta untuk melakukan pencarian di hari ke empat.

MIMIKA, BM

Sudah tiga hari tim Sar gabungan belum menemukan titik terang keberadaan Kapal LCT Cita XX yang hilang kontak dalam perjalanan dari Timika menuju Yahokimo.

Oleh karena itu di hari ke empat Selasa (23/07/2024) pencarian kembali dilanjutkan melalui udara dengan menggunakan pesawat Boing 737-200 Surveillance milik TNI AU, akan tetapi hal tersebut belum bisa dilakukan mengingat cuaca masih hujan dan masih diliputi kabut.

Namun untuk pencarian dengan menyisiri perairan laut di hari ke empat dengan menggunakan KRI Teluk Lada 521 masih berjalan.

Kepala Kantor Sar Timika, I Wayan Suyatna mengatakan pencarian hari ke empat tim sar gabungan rencana akan menggunakan pesawat Boing 737-200 Surveillance milik TNI AU dengan melakukan penyisiran lewat udara.

"Pesawat ini akan melakukan pengamatan menggunakan kamera pesawat yang lebih efektif dalam memantau setiap tempat yang dicurigai terdapat kapal LCT Cita XX," katanya.

Lanjutnya,"Jadi pesawat ini akan melakukan pencarian mulai dari titik awal kapal itu mulai berlayar hingga sampai ke titik terakhir dimana kapal itu akan berlabuh,"sambung I Wayan.

Namun dikarenakan cuaca saat ini masih hujan dan kabut, kata I Wayan, tim sar gabungan masih standbye di Bandara Mozes Kilangin Timika untuk bersiap melakukan pencarian.

"Mudah-mudahan cuacanya mendukung dan membaik tim akan mulai melakukan pencarian lewat udara," ujarnya.

Perlu diketahui sebelum dinyatakan hilang kontak, Kapal LCT Cita XX dengan POB sebanyak 12 orang berangkat dari Timika menuju Yahokimo pada Senin (15/07/2024), namun rencana tiba di Yahukimo Kamis sore (18/07/2024) kapal tersebut tidak muncul dan tidak ada informasi sehingga dilaporkan ke kantor Sar dan dilakukan pencarian.(Ignasius Istanto)

Disambut Tradisi Pedang Pora, AKBP I Komang Budiartha Masuk Mapolres Mimika

AKBP I Gede Putra didampingi istri mengalungkan bunga sebagai ucapan selamat datang bagi AKBP I Komang beserta istri di Polres Mimika.

MIMIKA, BM

Kapolres Mimika AKBP I Komang Budiarta bersama Ny Santika Budiartha yang juga merupakan Ketua Bhayangkari Cabang Mimika disambut tradisi pedang pora memasuki Mapolres Mimika di Jalan Agimuga Mile 32, Senin (15/07/2024).

Mulai dari gerbang masuk Mapolres hingga menuju depan ruang lobi, berjejer para perwira membawa pedang. Mereka mengangkat pedang setelah Kapolres Mimika beserta Ketua Bhayangkari Cabang Mimika tiba.

Sebelum tradisi pedang pora dimulai, pejabat Kapolres sebelumnya AKBP I Gede Putra didampingi istri mengalungkan bunga sebagai ucapan selamat datang di Polres Mimika.

I Komang Budiartha resmi menggantikan I Gede Putra sebagai Kapolres Mimika sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor Kep/1002 dan 1004/IV/2024 tanggal 25 Juni 2024 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri, khususnya Polda Papua.

I Komang Budiartha sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Boven Digoel. Sementara I Gede Putra diberikan kepercayaan dikampung halamannya sebagai Kapolres Bangli.

Usai acara pedang pora, dilanjutkan kegiatan laporan satuan serta arahan dari Kapolres, kemudian dilanjutkan dengan apel bersama dan dilanjutkan dengan pengantaran I Gede Putra beserta keluarga dari Mapolres Mimika. (Ignasius Istanto)

Top