Hukum & Kriminal

Diduga Kuat Masih Ada Pemain Baru Jambret dan Curanmor

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq.

MIMIKA, BM

Walau di Mimika saat ini terjadi penurunan kasus curanmor dan penjambretan, masyarakat diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati atas tindakan kriminal oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Tertangkapnya kembali seorang oknum tenaga honorer berinisial Z yang terlibat kasus curanmor, beberapa waktu lalu menandakan bahwa ksus semcam ini masih ada. Polisi bahkan menduga masih ada pemain baru yang terlibat kasus yang sama.

"Saat kita tangkap salah satu tersangka berinisial Z pada beberapa bulan lalu, kami melihat ada penurunan kasus curanmor dan penjambretan, kemudian kita tangkap satu orang lagi maka dari hasil pengembangan diduga kuat masih ada pemain-pemain baru atau para pelaku kejahatan atas kasus curanmor dan jambret," ungkap Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq, Senin (08/07/2024).

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Reskrim juga berharap kepada masyarakat jika ada kendaraan yang hilang segera membuat laporan polisi.

"Karena ada satu orang yang pernah kita amankan tapi kita pulangkan, sebab tidak ada laporan polisinya. Jadi kita harap buat laporan polisi supaya menjadi dasar buat kita untuk lakukan penindakan," harap Fajar. (Ignasius Istanto)

Pindah Tugas, George Minta Pegawai Sar Suport Kakansar yang Baru

George Leo Merchy Randang menyerahkan tongkat kepemimpinan ke I Wayan Suyatna.

MIMIKA, BM

Badan Sar Nasional (Basarnas) Timika atau Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika berganti kepemimpinan.

Tongkat kepemimpinan dari George Leo Merchy Randang resmi berpindah ke I Wayan Suyatna yang sebelumnya menjabat sebagai Kakansar Manokwari di Provinsi Papua Barat.

Acara serah terima jabatan berlangsung di aula Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, Kamis (13/06/2024).

George Leo Merchy Randang dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya selama bertugas di Kantor Sar Timika. Ia mengakui para pegawai telah bekerjasama dengan baik dan memiliki semangat membangun Sar Timika.

"Saya yakin dan percaya ditangan kepala kantor Sar yang baru tentunya inovasinya akan lebih baik lagi karena beliau punya segudang pengalaman dari pada kami,"ungkapnya.

"Saya berharap kepada seluruh pegawai yang ada dapat mensuport Kakansar yang baru,"sambung George.

Dengan kepercayaan yang telah diberikan sebagai Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan di Manado di Provinsi Sulawesi Utara, George meminta suport dari pejabat dan pegawai Sar Timika untuk mendukungnya dalam menjalankan tugas yang baru di Manado.

"Saya disini diberikan amanah yang baru yakni menjalankan tugas di Sar di Manado, sehingga saya juga harus pelan-pelan menyesuaikan apa yang menjadi visi dan misi Basarnas dan menjadi tanggungjawab yang sudah onprogres di Sar Manado," ungkapnya.

Sementara I Wayan Suyatna, Kakansar Timika yang baru mengakui berat untuk meningkatkan sesuai dengan harapan yang disampaikan oleh George Leo Merchy Randang.

"Kalau meningkatkan saya rasa susah sekali, namun maksimal saya menyamai dan itu sudah hal yang luar biasa buat saya untuk melanjutkan," ucapnya.

Mantan Kakansar Manokwari, Provinsi Papua Barat berharap dukungan dari seluruh pegawai Sar Timika untuk selalu bersama menjalankan tugas dan tanggungjawab yang diberikan.

"Kalau tanpa dukungan kalian semua apa artinya. Kami mohon dukungannya supaya keberhasilan operasi Sar itu bisa tercapai. Mudah-mudahan saya bisa berbuat bersama kalian," ucap I Wayan.(Ignasius Istanto)

Sepanjang Enam Bulan 17 Orang Meregang Nyawa Akibat Laka Lantas

Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Darwis.

MIMIKA, BM

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di kota Timika sepanjang enam bulan dari Januari hingga akhir bulan Juni 2024 tercatat ada 63 kasus.

Dari jumlah kasus tersebut, 17 orang meregang nyawa atau meninggal dunia, kemudian 66 orang mengalami luka berat dan 39 orang luka ringan.

"Untuk total kerugian keseluruhannya itu ditaksir sampai 417 juta," ungkap Kasat Lantas Polres Mimika, AKP Darwis saat ditemui Senin (08/07/2024).

Kasat menuturkan bahwa dari jumlah angka laka tersebut diakibatkan pengendara dalam kondisi mabuk atau dipengaruhi miras.

"Miras masih jadi penyebabnya, padahal sudah sering kita lakukan edukasi agar berkendaraan itu tidak boleh dalam keadaan atau dipengaruhi miras," tutur Darwis.

Untuk itu warga masyarakat Mimika khususnya penguna kendaraan baik roda dua maupun roda empat, Kasat Lantas mengingatkan lagi untuk tidak konsumsi miras karena sangat berbahaya bagi diri sendiri maupun orang lain.

"Karena tertib berlalulintas adalah peraturan yang harus di taati dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku pada saat berkendara atau mengemudikan kendaraan," tegas Darwis. (Ignasius Istanto)

,

Top