Hukum & Kriminal

Diduga Minum Alkohol Campur Kuku Bima, Seorang Pria Meregang Nyawa

Korban saat dievakuasi oleh anggota polisi menuju mobil ambulance.

MIMIKA, BM

Seorang pria berinisial MSH ditemukan sudah meninggal dunia dalam kontrakan yang beralamat di Jalan Yos Sudarso, tepatnya di lorong samping Kantor Samsat Timika, Senin (23/09/2024).

Selain MSH, salah satu temannya berinisial F saat ini tengah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kapolsek Mimika Baru AKP J Limbong mengatakan dari dari hasil olah TKP sementara secara fisik tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ditubuh korban, namun ditemukan botol alkohol 70 persen dan satu botol aqua yang diduga sudah bercampur dengan Kuku Bima.

"Untuk penyebab atau dugaan kematian kita belum bisa katakan dia meninggal karena minum apa, karena kita juga bukan ahlinya disitu. Namun yang jelas ada barang-barang itu yang kita temukan di TKP,"katanya.

“Tapi kalau dari rangkaian ceritanya ya seperti itu karena saksi katakan mereka minum dengan mencampur alkohol 70 persen dengan kuku bima. Dan katanya mereka tidak minum langsung tapi sedikit-sedikit,"sambungnya.

Disampaikan Kapolsek bahwa dari keterangan saksi yang bersama korban sejak hari Minggu sekitar pukul 10.00 WIT mereka minum di salah satu tempat. Dan sekitar pukul 22.00 WIT mereka kembali ke tempat tinggal (lokasi kejadian) untuk istirahat.

"Jadi korban ini ditemukan meninggal tadi pagi sekitar pukul 08.30 WIT ketika salah datu temannya membangunkan korban ketika mau kerja, saat itu saksi melihat korban sudah tidak bernyawa lagi," ujar Limbong.

Dikatakan Kapolsek bahwa kejadian yang dialami korban ini sudah diterima secara ikhlas oleh keluarganya.

"Korban sudah dibawah ke RSUD dan permintaan dari keluarga korban tidak dilakukan otopsi," kata Limbong. (Ignasius Istanto)

Terkait Oknum Tertentu Meminta KTP dan KK : Ketua RT 17 Kelurahan Kebun Siri : Jangan Hanya Karena Uang Kita Akan Hidup Susah

Ketua RT 17 Kelurahan Kebun Siri, Isak Samuel Wakum.

MIMIKA, BM

Ketua RT 17 Kelurahan Kebun Siri, Isak Samuel Wakum mengaku kaget dan menyayangkan adanya informasi yang beredar bahwa ada sejumlah warga yang didatangi oknum tertentu yang meminta KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang kemudian diberikan imbalan berupa uang.

“Terkait hal itu di wilayah saya sendiri itu saya belum dengar, tapi untuk warga saya sendiri saya sudah sampaikan untuk pilihlah sesuai hati nurani, jangan hanya karena uang tapi nanti hidup susah di lima tahun kedepan," ujarnya saat dikonfirmasi Senin (23/09/2024).

“Memilih pemimpin itu harus melihat figur yang benar-benar ingin memajukan pembangunan dan masyarakatnya,"sambungnya.

Isak juga mengakui bahwa pernah diajak oleh beberapa oknum ketua RT untuk mengumpulkan KTP dan KK, namun hal itu ditolak dengan mentah.

“Saya tolak karena itu melanggar aturan yang sudah ditentukan," ungkapnya.

Secara khusus ia meminta pihak penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu untuk melakukan pengawasan kepada penyelenggara tingkat bawah yakni PPD dan PPS dan KPPS.

“Karena kebiasaan terjadinya ada permainan disitu. Soalnya KPPS yang sering bermain dengan undangan pemilih. Saya juga mau tegaskan apabila ada orang yang bukan warga saya atau ada tim dari paslon yang datang kerahkan massa ke wilayah saya maka akan saya usir," tegas Isak. (Ignasius Istanto)

 

Warga Kampung Wakia Diminta Jangan Terpancing "Mama" Tidak Akan Biarkan Anaknya Menangis

Marianus Magnaipeku

MIMIKA, BM

Terkait dengan persoalan tanah di Kampung Wakia, Distrik Kapiraya yang dipersoalkan Warga tiga kabupaten yakni Deiyai, Dogiyai dan Kabupaten Mimika, masyarakat diminta untuk tidak terpancing dan tetap menjaga stabilitas keamanan bersama.

Pernyataan ini diingatkan oleh salah satu tokoh Kamoro sekaigus Wakil Ketua Lemasko, Marianus Magnaipeku kepada BM, Kamis (12/9/2024).

"Atas nama kepala suku saya menghimbau kepada masyarakat terutama warga setempat untuk tidak boleh bikin gerakan atau sesuatu yang menyusahkan kita masyarakat setempat," tegasnya.

Marianus menegaskan bahwa terkait persoalan ini, masyarakat Kamoro tidak dalam posisi merebut tanah namun menjaga hak kesulungan warga Kamoro.

"Apalagi dalam situasi ini kita sedang menuju ke pesta demokrasi, pesta rakyat pemilihan gubernur dan bupati. Maka masyarakat tetap tenang dan jangan terpancing dengan isu-isu yang provokatif," ujarnya mengingatkan.

Dikatakan Marianus bahwa persoalan ini akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sehabis pelaksanaan Pemilukada.

"Kita semua menunggu pesta pilkada selesai baru dibahas bersama. Bagi warga Wakia dan sekitarnya, mari cari makan seperti biasa," ujarnya.

"Semua persoalan kami letakan di meja, kita serahkan penuh kepada aparat TNI Polri dan pemerintah daerah sebagai mama dari semua persoalan ini. Mama (pemerintah) tidak akan biarkan anaknya menangis di tempat tapi mereka akan perhatikan," ungkapnya. (Ronald R)

Top