Hukum & Kriminal

Proses Kasus Salah Tangkap Yang Berujung Penganiayaan Membuahkan Hasil

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq.

MIMIKA, BM

Sat Reskrim Polres Mimika akhirnya mengamankan tersangka yang terlibat kasus salah tangkap yang berujung penganiayaan di SP 3, Distrik Kuala Kencana beberapa waktu lalu

Tersangka yang berjumlah sembilan orang ini ditahan ditempat yang berbeda. Penahanan mereka setelah dilakukan gelar perkara untuk penetapan tersangka.

Dari kesembilan orang tersebut, enam diantaranya merupakan warga sipil yang masing-masing berinisial ST, JCS, YY, RMU, WW dan JU dan tiga orang merupakan oknum berinisial SDC, F.E.L.O.A dan WJC.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq menyampaikan bahwa terkait dengan proses perkembangan kasusnya, Sat Reskrim Polres Mimika telah melakukan penahanan terhadap 9 orang.

"Kami Sat Reskrim sebelumnya sudah sampaikan bahwa telah melakukan gelar perkara penetapan tersangka, sehingga saat ini kami dari Sat Reskrim Polres Mimika telah melakukan penahanan kepada 9 orang," ujarnya, Kamis (12/09/2024).

Disampaikan Kasat Reskrim, 6 orang sudah ditahan di Polres Mimika sedangkan 3 oknum tersebut saat ini sudah diproses dan ditangani serta ditahan di kesatuannya.

"Sebelumnya sempat kami sampaikan ada 13 orang. Tapi untuk 4 orang lainnya, itu diantaranya 2 orang merupakan pekerja bangunan dan sudah kembali ke kampung halamannya sehingga kami lakukan pemanggilan, sedangkan 2 orang lainnya kita masih lakukan pendalaman dari keterangan-keterangan tersangka yang sudah kita tahan," sambungnya.

Menurut Kasat Reskrim, untuk penahanannya itu tidak dilakukan upaya paksaan karena semuanya kooperatif.

"Mereka kooperatif, dimana seluruhnya kita undang untuk datang ke Polres Mimika dan semuanya hadir sehingga kita langsung melakukan penahanan," ucapnya. (Ignasius Istanto)

Selamat Ulang Tahun TNI AL Ke-79 : Tetaplah Profesional dan Modern Sebagai Penjaga Kedaulatan Bangsa

Danlanal Timika, Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P), Benedictus Hery saat menyerahkan tumpeng kepada Penjabat Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto.

MIMIKA, BM

Pangkalan TNI AL (Lanal) Timika menggelar upacara puncak HUT ke-79 TNI AL tahun 2024 dan potong tumpeng sebagai simbol syukuran.

Upacara yang diperingati setiap tanggal 10 September ini digelar di Kantor Perwakilan Lanal Timika dan Rumdis TNI AL, Selasa (10/09/2024) dengan dipimpin Danlanal Timika, Letnan Kolonel (Letkol) Laut (P), Benedictus Hery.

Dalam upacara puncak HUT TNI AL dan potong tumpeng ini dihadiri oleh Penjabat Bupati Mimika, Valentinus Sudarjanto dan sejumlah pimpinan TNI-Polri yang ada di Timika serta tamu undangan lainnya.

Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto dalam amanatnya yang dibacakan oleh Danlanal Timika memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit TNI Angkatan Laut atas profesionalitas, dedikasi, dan militansinya dalam setiap pelaksanaan tugas.

Rakyat dan bangsa Indonesia bangga memiliki Angkatan Laut yang profesional dan modern sebagai penjaga kedaulatan bangsa dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pelindung bangsa Indonesia dari segala ancaman dan gangguan khususnya di wilayah laut Indonesia.

Lanjut Danlanal Timika, upacara hari jadi ke-79 TNI Angkatan Laut tahun 2024 ini mengusung tema ”Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Nusantara Baru Indonesia Maju”.

Momentum bersejarah ini melambangkan tranformasi organisasi TNI Angkatan Laut menuju organisasi yang semakin modern dan mampu beradaptasi dengan perkembangan lingkungan strategis yang dinamis.

TNI AL sebagai simbol kejayaan kekuatan laut nasional hendaknya dapat bersikap adaptif terhadap segala perkembangan lingkungan strategis, termasuk teknologi yang menyertainya demi keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa kita.

"Untuk itu, saya berharap profesionalisme  TNI AL dapat selalu dijaga dan ditingkatkan dalam menghadapi berbagai tantangan global dan nasional,"harap Panglima TNI melalui amanat yang dibacakan oleh Danlanal Timika. (Ignasius Istanto)

12 Unit Petakan Ludes Gegara Ledakan Kompor

Nampak petugas Damkar tengah menyemprotkan air untuk memadamkan kobaran api.

MIMIKA, BM

Kepulan asap tebal terlihat dari bangunan yang terbakar pada Rabu (11/09/2024) siang di Jalan Pendidikan samping penginapan Alia.

Bangunan yang terbakar itu berasal dari 12 unit petakan yang terletak dilantai dua milik Dirham Husin.

Berdasarkan pantauan wartawan Berita Mimika peristiwa ini sempat membuat warga setempat dan pengendara yang melintas di sekitar lokasi, panik.

Akiblatnya menyebabkan macet panjang, karena banyak warga dan pengendara yang berkerumun dan berhenti di tepi jalan untuk melihat bangunan yang terbakar.

Guna meredam api agar tidak menyebar bangunan lain, pihak Damkar mengerahkan enam unit mobil untuk memadamkan api dibackup anggota Polsek Mimika Baru.

Menurut keterangan dari anak dari pemilik rumah bernama Mohammad Jabar, sumber api berasal dari petakan nomor urut 02.

"Gara-gara kompor meledak karena ada anak kecil didalam kamar 02 itu dia main api di kompor," ujarnya.

Saat kejadian, kata Jabar para penghuni berusaha menyelamatkan barang penting lainnya dan langsung meninggalkan lokasi tersebut.

"Untuk kerugian saya juga belum bisa pastikan. yang terbakar dilantai dua itu bangunan semi permanen, sedangkan yang dilantai satu ada kios sekaligus rumah itu tidak terbakar karena terbuat dari tembok,"katanya

Sementara salah satu saksi lainnya yang juga penghuni di lokasi tersebut tidak mengetahui betul kronologis kejadiannya.

"Saya tidak tahu pasti karena saat lampu mati dan saya langsung keluar dari kamar. Saat sampai didekat tangga saya lihat anak kecil itu sedang nangis," tutur Fijay.

"Saya juga tidak tanya karena saya lihat api di kamar 02 sudah besar. Saya juga tidak bisa ambil-ambil barang saya dalam kamar dan saya langsung lari keluar ke jalan untuk minta pertolongan," sambungnya. (Ignasius Istanto)

Top